Showing posts with label air terjun girimulyo. Show all posts
Showing posts with label air terjun girimulyo. Show all posts
Saturday, March 14, 2015

Kedung Pedut, Air Terjun Dua Warnanya Kulonprogo


Terpencil, terletak di dasar lembah dari dua tebing tinggi di pegunungan menoreh Kulonprogo tidak menjadi halangan para piknikers untuk menikmati air terjun dua warnanya Jogja.

Kedung Pedut, nama salah satu air terjun cantik di Kulonprogo, tepatnya di dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo. Saya bilang “cantik” karena air terjun ini mempunyai dua warna, warna putih jernih dan hijau tosca. Sempat tidak percaya melihat hasil jepretan teman di air terjun tersebut, dua warna mungkin pengaruh editan, ternyata hal tersebut salah. Dua warna pada air terjun ini memang alami begitu adanya.

pertigaan setelah kembang soka
Rute menuju air terjun Kedung Pedut dari Tugu Jogja ambil arah ke Barat – Perempatan Bangjo (Lampu Lalu Lintas) Ringroad Barat Demak Ijo – Jalan Godean – Pasar Godean – Jembatan Sungai Progo – Perempatan Bangjo Nanggulan – Pasar Kenteng – Tanjakan pegunungan menoreh – mentok pertigaan ambil kanan arah Goa Kiskendo – Pasar Jonggrangan – Goa Kiskendo – Pertigaan setekah Goa Kiskendo ambil kiri – Pertigaan Grojogan Mudal ambil kiri – Air Terjun Kembang Soka - Pertigaan Setelah Gerbang Masuk Air Terjun Kembang Soka ambil kiri – Air Terjun Kedung Pedut. Rute tersebut pernah saya ulas lengkap dan bisa kalian baca pada artikel sebelumnya yaitu Jalur Wisata Air Terjun Girimulyo, Kulonprogo.

Dari Lokasi Parkir, masih harus berjalan kaki,menyelusuri jalan setapak menuruni lembah. Jalan setapaknya berupa tanah yang telah diperkeras oleh pokdarwis (kelompok sadar wisata) selaku pihak pengelola air terjun ini. Harap hati-hati saat menuruni lembah apalagi setelah hujan kondisi jalan agak licin. Sepanjang tracking menuju air terjun tidak usah khawatir kehausan, ada beberapa shelter untuk istirahat dan penjual makanan-minuman didekatnya. Setelah tracking sekitar 15 menit, sampailah di aliran sungai yang berasal dari air terjun Kedung Pedut. Kita tinggal menyebrangi sungai dan kolam alami dengan jembatan bambu dan sampai di depan air terjun Kedung Pedut.
jalan setapak menuruni lembahnya
Setelah sampai di dasar lembahnya :)
Memang sesuai nama julukannya, ada dua warna di air terjun ini. Warna putih jernih berasal dari kejernihan air yang mengalir disini. Kejernihan air disini pertanda kondisi alam sangat baik dan masyarakatnya pun menjaga kondisi tersebut agar selalu tetap baik. Warna kedua yaitu Hijau Tosca, ada yang bilang juga warna biru, warna tersebut sepertinya didapat karena pengaruh batuan dasar sungainya. Mungkin pelarutan batuan dasar sungainya membuat air tersebut berwarna hijau tosca.

Kolam Alami di Sore Hari
Kolam Alami di Pagi Hari
Selain dua warnanya, keunikan lainnya adalah adanya kolam alami. Kolam alami ini merupakan kedung, atau bisa dibilang suatu cekungan yang mempunyai kedalaman sekitar dada sampai leher orang dewasa. Pokdarwis menjadikan kolam alami ini menjadi tempat untuk bermain air, sedangkan disekitar air terjunnya tidak digunakan untuk bermain air, hanya untuk dinikmati dan di foto saja. Pada dinding tebing bambu-bambu yang menempel kuat. Bambu tersebut dibuat sebagai tempat duduk menikmati kolam alami, dan istirahat setelah bermain air di Kolam alami.

Walaupun baru beberapa bulan dibuka, walaupun sederhana fasilitas disini sudah cukup baik. Jalan setapak menuju air terjun menurut saya lebih baik seperti ini saja, agar nuasa kealamian terjaga, dan perjalanan menuju air terjun terasa makin seru. Sudah terdapat beberapa tempat sampah, jadi pengunjung diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi mengotori sungai dengan membuang sampah disungai. Kumpulkan sampah dari bekal yang kalian bawa dan buang ditempat yang disediakan. Biar tempat ini selalu nyaman untuk di kunjungi. :)
Wednesday, February 18, 2015

Main ke Grojogan Mudal, Kulonprogo Yuk :)


Kulonprogo, salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang belakangan ini mencuat karena spot foto Kalibirunya. Namun Kulonprogo tidak hanya punya itu, potensi  wisata alam air terjun sudah pasti ada, mengingat sebagian besar wilayah Kulonprogo merupakan Pegunungan Menoreh yang tingginya mencapai 2000 mdpl. Grojogan Mudal salah satunya J

Sumber Mata Air Mudal
Grojogan Mudal yang berada di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo.  Penamaan Grojogan Mudal berasal dari nama sumber mata airnya. Letak sumber mata airnya tidak jauh dari lokasi air terjun.  Sumber mata airnya berupa sungai bawah tanah yang keluar dari dinding Goa dan airnya mengalir keluar mengaliri lokasi air terjun.  Air yang keluar dari sumber nya cukup deras dan jernih, terlihat beberapa pipa dipasang untuk mengalirkan air tersebut menuju bak penampungan yang nantinya akan digunakan oleh warga setempat.


Letaknya sangat berdekatan dengan air terjun Kembang Soka, namun karakteristik air terjunnya berbeda. Grojogan Mudal memiliki beberapa terjunan yang punya terjunan dan ketinggian yang berbeda. Terdapat tumbuhan-tumbuhan semacam lumut atau tumbuhan air ysng tumbuh di dinding air terjun, sehingga air terjun juga nampak warna hijau. tanah di sekitar air terjun Mudal berwarna merah sangat kontras sehingga jika jadi objek yang menarik jika di foto. Apalagi jika di foto dengan menggunakan teknik fotografi Slowspeed :)

Saat berkunjung awal Bulan Februari, fasilitas disini sangat minim. Namun masyarakat yang mengelola air terjun tersebut sudah mulai berbenah. Mereka membuat akses jalan menuju air terjun, pembersihan semak belukar yang mengganggu, pembuatan bangku bambu tempat istirahat, bahkan saat saya berkunjung sedang membuat taman untuk memperindah pemandangan sekitar wilayah air terjun.  Akses jalan setapak dekat air terjun agak licin, apalagi sehabis hujan, jadi pengunjung diharapkan hati-hati saat menuruni/menaiki jalan setapak dekat air terjun tersebut. Perlahan tapi pasti fasilitas yang ada di air terjun ini pasti akan memadai, karena saya lihat pengelolanya sangat berniat membuka potensi wisata ini. Kita lihat saja perkembangannya ya :)


Rute ke Air Terjun Mudal

papan petunjuk ke Grojogan Mudal
Dari kota Jogja, kita bisa menuju perempatan Demak Ijo ringroad barat, dari perempatan ambil ke arah jalan Godean (arah barat) dari sini kita tidak usah berbelok jika menemukan persimpangan. Menyelusuri jalan Godean kita akan melewati pasar Godean, Sungai Progo, dan sampai di pemandangan sawah-sawah dan Pegunungan Menorehnya Kulonprogo. Mulai dari sini jalan akan menanjak dan berkelok serta mempunyai pemandangan indah. Setelah melewati jalan menanjak berkelok, kita akan menemukan pertigaan mentok, ambil kanan menuju arah Goa Kiskendo. Nanti anda akan melewati pasar Jonggrangan yang mana didekat sana ada jalan menuju air terjun Setawing dan Air Terjun Grojogan Sewu. Jika menemu persimpangan jalan ambil yang mengarah kea rah Goa Kiskendo. Setelah melewati Goa akan ada pertigaan dengan pemandangan hutan pinus, ambil kiri yang mengarah kea rah Kokap. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan jembatan yang ada papan petunjuk jalan ke arah air terjun Mudal. Dari papan petunjuk tersebut kita tinggal mengikutinya saja.
Karena menuju kesini tidak ada angkutan umum, kita hanya bisa menempuhnya dengan kendaraan pribadi atau sewaan. Akses jalan aspal, namun jalan banyak tanjakan dan turunan (jika pulang kearah Jogja), lebih baik pastikan kendaraan yang kita bawa dalam keadaan fit ya :)

temen satu tim selo :3
Bantu bagikan artikel ini ke teman-teman kalian ya, biar masyarakat sekitar sini dapat penghasilan tambahan :)

Selamat berwisata , dan sampahnya dibuang yang benar :D

Wednesday, February 4, 2015

Blusukan Jalur Wisata Air Terjun Di Girimulyo, Kulonprogo


Sesuai julukannya, Kulonprogo The Jewel of Java, salah satu Kabupaten di Yogyakarta ini mempunyai potensi-potensi wisata alam layaknya sebuah Jewel yang belum diasah. Kali ini saya akan menulis jalur wisata alam Girimulyo, Kulonprogo, dimana dalam satu jalur ini banyak potensi wisata alam yang menarik untuk di kunjungi.

Girimulyo letaknya tidak jauh dari Jogja, menurut Google map, letaknya hanya sekitar ±23 Km dari pusat kota atau sekitar 1 jam perjalanan. Topografinya hampir seluruhnya pegunungan, yang terkenal dengan pegunungan menoreh sehingga tidak aneh banyak potensi wisata alam yang tersembunyi seperti air terjun dan pemandangan alam pegunungan yang khas.



Berkesempatan tinggal beberapa lama di Jogja membuat saya berkesempatan mencoba jalur wisata alam Girimulyo ini. Berangkat dari pusat kota Jogja pagi hari, dengan niat dan semangat bisa mengunjungi semua potensi wisata. Sarapan sepiring nasi rames tempe tahu (nasinya nambah) dan segelas teh hangat sambil menunggu temen-temen team selonya kumpul hehe :). Jam 8 pagi, kami berangkat menuju Girimulyo

Rute Menuju Girimulyo

peta kasarnya nih, tulisannya harap maklum :p
Menuju Girimulyo disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa kendaraan karena transportasi bus menuju kesana hanya sampai daerah Kenteng, Kulonprogo. Sebelum berangkat cek kendaraannya ya, medan di Girimulyo itu pegunungan menoreh jadi kendaraan kalian harus fit (kalian juga harus fit).  Rutenya cukup mudah kok, dari Perempatan Tugu Yogyakarta kita tinggal ambil arah jalan Godean atau ke arah Barat tinggal lurus terus aja sampai Girimulyo. Perempatan Tugu-Mirota Kampus Godean-Ringroad Barat-Pasar Godean-Jembatan Sungai Progo-Perempatan Kenteng-Pasar Kenteng-Nanggulan-Girimulyo (Pasar Jonggrangan).  Hati-hati ketika memasuki wilayah Nanggulan, jalan sudah mulai Naik, berkelok-kelok sampai ke Girimulyo. Hati-hati pemandangan pegunungannya yang indah membuat kita lengah. Jika mau menikmati pemandangan berhenti dan tepikan kendaraan di lokasi yang aman ya :).

Pemandangan di Nanggulan, setelah melewati pasar kenteng
Setelah tegang melewati jalan menanjak berkelok dan sampai Pasar Jonggrangan inilah, Jalur wisata Air Terjun di Girimulyo di Mulai. Mau tau air terjun apa saja yang ada di sepanjang jalur ini, disimak tulisan dibawah ini ya :)

1. Air Terjun Setawing


Lokasinya mudah ditemukan, ada papan petunjuk jalan berupa spanduk pasar Jonggrangan, air terjun ini letaknya persis dibawah pasar Jonggrangan. Dari lokasi parker kita tidak jalan begitu jauh hanya 10 menit saja. Ketinggian air terjun ini cukup tinggi, dengan dua tingkat air terjun. Disekitar air terjun ini didesain taman mini yang cantik senhingga mempernyaman pengunjung yang ingin menikmati air terjun ini, kita hanya membayar parkir kendaraan dan uang sukarela saja untuk kas pengelolaan air terjun Setawing


Foto dan info lengkapnya bisa lijhat artikel ini : Air Terjun Setawing, Kulonprogo 

2. Air Terjun Grojongan Sewu


Dari depan pasar Jonggrangan, kita tinggal maju melewati pasar sekitar 100 meter akan ada pertigaan(ada plang petunjuk jalannya), ambil kanan untuk ke Gronjogan Sewu ini. ikuti jalan tersebut dan arah papan petunjuk jalan sekitar 20 menit kita akan sampai di dusun Beteng, desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo. Air terjun cukup cantik, saat saya mengunjungi kesini debit air sedang tinggi sehingga air terjun ini mengalir deras. Rimbunan pohon bamboo dan taman kecil  yang disusun cantik menambah kenyamanan pengunjung yang datang kesini.
Foto dan info lebih lengkapnya bisa mampir kesini : Air Terjun Grojogan Sewu

3. Air Terjun Sigembor

Dari Pasar Jonggrangan, ikuti petunjuk jalan menuju menuju Goa Kiskendo, Kokap atau Waduk Sermo. Setelah melewati Goa Kiskendo, ada pertigaan ambil yang menuju arah Kokap atau Waduk Sermo (belok kiri). Ikuti jalan tersebut sekitar 10 menit, ada jalan turunan panjang, setelah jalan mulai datar, pasti terdengar suara gemerincik air terjun di kanan jalan, jika melihat air terjun di kanan jalan tersebut, itulah air terjun Sigembor. Air terjun letaknya persis di pinggir jalan, tapi karena papan petunjuknya sudah rusak dan tersembunyi, sehingga wisatawan agak sulit ditemukannya. Dinding airterjun yang tertutup hijauan lumut, air yang jatuh perlahan dan tidak deras,  butiran air yang berterbangan terbawa angin membuat air terjun ini cukup indah untuk dinikmati

4. Grojogan Mudal


Melanjutkan perjalanan dari Air Terjun Sigembor, setelah melewati Dusun Banyuganti aka nada pertigaan dengan papan petunjuk ke Gronjogan Mudal, ambil kanan untuk ke air terjun Mudal (jika ke kiri ke arah air terjun Kembang Soka). Air terjun ini mulai dikelola oleh masyarakat setempat, sekitar air terjun baru dibuat akses jalan dan taman sehingga nntinya air terjun ini nampak indah. Air terjun ini punya beberapa tingkat, sehingga pengunjung bisa menikmatinya satu persatu. Air terjun ini lebarnya tidak cukup luas sehingga jika untuk main air disini agak kurang leluasa. Foto dan info lebih lengkap bisa klik ini :  Air Terjun Grojogan Mudal

5. Air Terjun Kembang Soka


Dari Gronjogan Mudal, ikuti jalan kembali menuju pertigaan, ambil lurus ke arah jembatan kecil (ke kiri kembali ke air terjun Sigembor). Sekitar 10 menit dari pertigaan tersebut, kanan jalan akan ada pintu masuk air terjun Kembang Soka. Air terjun Kembang Soka terletak di dusun Gunungkelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo. air terjun ini kece loh, seperti mempunyai dua warna, putih dan hijau, batuan dasar sungainya kuning agak putih, dengan tebing di sebelah kanannya berwarna merah.

6. Air Terjun Kedung Pedut


Lanjut dari Kembang Soka, ada pertigaan jika ke kanan jalan menuju daerah Kokap, kita ambil jalan kekiri menuju air terjun Kedung Pedut. Jalan menuju aiar terjunnya paling jauh dari air terjun-air terjun sebelumnya, menyelusuri hutan masyarakat dan menuruni lereng bukit melewati jalan setapak yang sudah dibuat oleh warga setempat. Air Terjun ini juga air terjun dua warna loh, seperti Air Terjun Kembang Soka berwarna Putih dan Hijau dan dasar batuan di sungai dan air terjun ini berwarna kuning agak putih.

Perjalanan berakhir di Air Terjun Kedung Betut, mungkin saja dalam jalur wisata air terjun ini ada air terjun lagi yang masih tersembunyi. Yuk mulai kunjungi Air Terjun-Air Terjun di sepanjang jalur wisata ini. Dijaga kebersihan, sampahnya jangan dibuang sembarangan, kalau mau buang sampah tidak ditempat sampah yang disediakan mending bawa tong sampah sendiri hehe :)

Foto dan info lebih lengkap bisa klik Air Terjun Kedung Pedut

Di bantu share ya, bantu masyarakat setempat mendapatkan penghasilan tambahan, membantu teman-teman kalian juga buat yang lagi nyari tempat piknik alam :)