Showing posts with label air terjun gunung kidul. Show all posts
Showing posts with label air terjun gunung kidul. Show all posts
Saturday, May 2, 2015

Bukit Sri Panjung, Dlingo - Melihat Pesona Sri Gethuk dari Sisi Lain


Air Terjun Sri Gethuk, salah satu air terjun yang populer di Provinsoi Yogyakarta, Khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Selain karena letaknya tidak jauh dari kota Jogja, searah dengan kawasan wisata lainnya, air terjun Sri Gethuk ini mempunyai potensi dan daya tarik yang khas yaitu air terjunnya langsung bermuara di Sungai Oyo dan daya tarik khas lainnya yaitu untuk menuju air terjunnya kita bisa memilih untuk menyelusuri sungai Oyo dengan menaiki perahu. Belakangan ini terdapat tempat baru untuk menikmati air terjun Sri Gethuk ini dari sisi lain, yaitu dari bukit di sebrang Air terjunnya. Tempat baru tersebut bernama Bukit Sri Panjung.

petunjuk jalan dengan nama "Tri Panjung"
Bukit Sri Panjung terletak di  Dusun Dodogan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Kawasan ini mulai populer sejak di pakai untuk syuting film Hollywood Beyond Skyline, lanjutan dari film Skyline (2010). Penamaan Bukit ini agak bermasalah, di media online disebutkan bahwa bukit ini bernama Bukit Sri Tanjung padahal di papan nama dan saat saya mencatri jalan menuju kesana warga setempat lebih mengenal dengan sebutan Bukit Sri Panjung/Tri Panjung. Menurut pendapat saya sih mungkin terjadi kesalahan pendengaran saja melihat nama Panjung dan Tanjung agak mirip :D. Penamaan Bukit Tri Panjung (Sri Panjung) karena dari bukit Panjung kita dapat melihat aliran sungai kecil yang berada di bukit sebrangnya. Aliran tersebut terpecah menjadi TIGA (TRI) sumber mata air dan kemudian jatuh menjadi air terjun Sri Gethuk. Kemungkinan penamaan Sri Panjung diambil dari kata Sri yang berarti Air Terjun Sri Gethuk dan Panjung merupakan nama bukitnya. Dari Bukit Sri Panjung kita bisa melihat air terjun Sri Gethuk dari sisi lainnya.
jika dari patuk, ini beringin pertama setelah melewati watu amben, dari sini ambil arah dlingo

beringin setelah melewati pasar Dlingo, ikuti petunjuk jalan ke arah bukit Sri Panjung/Tri Panjung
Untuk menuju ke Bukit Sri Panjung ini ada dua rute yang bisa di tempuh, dari Patuk menuju Kecamatan Dlingo atau dari Imogiri menuju Kecamatan Dlingo.  Via Patuk : Kota Jogja  ambil jalan menuju Jalan Wonosari , ikuti jalan wonosari melewati Bukit Bintang dan sampai di Perempatan Pos Polisi Patuk lalu Ambil Kanan ikuti jalan tersebut melewati Kawasan Watu Amben(mirip seperti Bukit Bintang) setelah jauh melewati  Watu Amben akan menemukan persimpangan yang ada pohon beringinnya di tengah jalan, berhenti sejenak perhatikan papan petunjuk jalan di Pohon beringin atau di sekitarnya. Ikuti arah yang menunjukan ke arah Dlingo. Setelah melewati pohon beringin tadi, kita akan menjumpai pasar Dlingo lalu sekitar 10-15 menit setelah pasar akan ada papan petunjuk jalan menuju Bukit Sri Panjung/Tri Panjung,dari sini kita tinggal mengikuti papan petunjuk jalan yang  ada saja. Jika bingung ditengah jalan jangan malu bertanya pada warga setempat ya :)

Kawasan Sri Panjung ternyata masuk dalam kawasan Hutan Lindung Bantul yang kawasan wisatanya di kelola oleh kelompok sadar wisata setempat secara swadaya maka karena hal-hal tersebut pembangunan sarana prasarana pun sederhana. Terdapat Tempat Parkir kendaraan,beberapa gazebo atau gardu pandang untuk menikmati pemandangan serta jalan setapak menuju Bukit Sri Panjung dan jalan setapak berupa cor semen kearah bawah.

tangga turun dan pemandangan kelok sungai Oyo
goa Trondol
Jika mengambil arah bawah kita bisa melihat pemandangan sungai Oyo yang terapit bukit pegunungan sewu membentuk lekukan sungai seperti huruf “S” saat melangkah turun ke bawah. Semakin mengikuti jalan cor semen tersebut kita akan menjumpai Goa Trondol. Goa Trondol ini merupakan Celah kecil yang berada di dinding Bukit Panjung yang disisi-sisinya terdapat tetesan air yang keluar dari celah-celah bebatuan.  Goa Trondol ini malah tidak terlihat seperti goa, hanya seperti cekungan biasa saja. Belum lagi tidak adanya penanda pengenal bahwa itu adalah Goa Trondol oleh pihak pengelola sehingga pengunjung tau kalau temopat tersebut adalah Goa Trondol. Berjalan beberapa langkah dari Goa Trondol terdapat sumber air kecil yang bersih yang sumber airnya berasal dari rembesan air di permukaan tanah. Di akhir jalan terdapat jalan menuju ke pinggir sungai Oyo dan menuju semak belukar. Menurut pengelola jalan yang menembus jalan semak belukar merupakan salah satu spot untuk melihat air terjun Sri Gethuk dari sisi lain, namun langkah kami terhenti karena lebatnya semak belukar yang membuat jalan setapak tidak terlihat. Baiknya pihak pengelola segera membersikan jalan setapak tersebut dari semak belukar sehingga bisa di akses kembali.

jalan setapak menuju gazebo bendera merah putih
Setelah puas melihat daerah bawah bukit Sri Panjung, kami kembali menuju ke atas dan segera ingin menikmati hidangan utama yaitu pemandangan Sri Gethuk dari atas Bukit Sri Panjung. Dari parkiran kita hanya tinggal mengikuti jalan setapak tanah menuju Gazebo yang ada bendera negara Indonesia.  Pemandangan dari sini cukup menakjubkan, bisa melihat aliran sungai Sri Gethuk yang terbelah menjadi beberapa bagian dan terjun ke bawah tebing dan mengalir lalu bergabung dengan aliran sungai Oyo. Di Spot ini pengunjung harus hati-hati dan jangan terlalu dekat dengan tepian. Tepian bukit tidak terlalu kelihatan karena tertutup semak belukar. Selain menikmati pemandangan menakjubkan air terjun Sri Gethuk, kita juga bisa menikmati pemandangan perbukitan karst dan pegunungan sewu yang membentang di sepanjang wilayah ini serta dari kejauhan terlihat Gunung Api Purba Nglanggeran.

suguhan utama pemandangan dari atas bukit Sri Panjung
Tempat ini layak kamu kunjungi agar bisa menikmati dan melihat pemandangan berbeda dari air terjun Sri Gethuk. Selamat blusukan ya :)
Friday, January 18, 2013

Mengunjungi Luweng Sampang, Gunungkidul



Selain curug Indah Tegalrejo, ternyata kecamatan Gedangsari, Gunungkidul mempunyai curug lain. Masyarakat sekitar menamakannya Luweng Sampang. Curug Luweng Sampang ini tidak cukup tinggi, tingginya hanya sekitar 5 meter. Namun Luweng Sampang memiliki keunikan tersendiri yaitu dari garis-garis alami yang terbentuk di bebatuannya mirip seperti di Antelope Canyon, Amerika Serikat atau di film 127 Hours. Namun yang membedakannya adalah warna bebetuannya.

Sesuai namanya, Luweng sampang terletak di desa Sampang  tepatnya di dusun Karangasem, desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Untuk menuju kesini dari Jogja lebih mudah jika lewat jalan Solo, karena jika lewat Gunungkidul anda akan menempuh jalan naik-turun dan berkelok-kelok. Dari Jogja bisa melewati jalan Jogja-Solo ke arah Stasiun Srowot. Ikuti jalan tersebut menuju arah kecamatan Ganti Warno. Ikuti arah jalan tersebut kira-kira ke arah tenggara nanti anda akan sampai ke desa Sampang ini. Jika anda merasa bingung jangan malu bertanya kepada warga sekitar yang ada disana,

susur sungai
Susur Sungai
Sesampainya di luweng sampang kami segera turun menuju ke bawah sungai. Kita bisa turun ke bawah dengan menuruni luweng sampang atau susur sungai dari bawah. kami memilih untuk susur sungai karena saat itu batuan luweng sampang sedang basah dan licin. Sesampainya di depan Luweng Sampang kami cobba mengambil gambar dan mengamati garis-garis unik bebatuan yang terbentuk entah bagaimana namun yang kami yakinin garis-garis ini terbentuk secara alami.



nb : mengunjungi Luweng Sampang baiknya saat akhir musim hujan, karena ketika musim kemarau air di luweng ini sedikit bahkan bisa sampai kering