Showing posts with label air terjun kulonprogo. Show all posts
Showing posts with label air terjun kulonprogo. Show all posts
Saturday, December 12, 2015

Bersantai Sejenak ke Grojogan Sewu, Kulonprogo

Air Terjun Grojogan Sewu, Kulonrpogo

Musim hujan telah tiba, air terjun yang debitnya sedikit kembali menjadi banyak kembali, salh satunya di Grojogan Sewu,di Kulonprogo.

Grojogan Sewu terletak di dusun Beteng, desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo. Berdekatan dengan air terjun lainnya dalam satu desa yaitu grojogan mudal, kedung pedut, air terjun kembang soka dan air terjun setawing. Air terjun ini mulai booming musim hujan tahun lalu tersebut, dan dikelola oleh masyarakat lokal.

Pemandangan pegunungan Menoreh setelah perempatan pasar Kenteng
pertigaan 100 meter dari Pasar Jongrangan
Rute ke Grojogan Sewu cukup gampang kok. Dari Tugu Jogja ambil jalan ke barat ke jalan Godean sampai perempatan Ring Road Demak Ijo – Ikuti jalan tersebut melewati pasar Godean – melewati jembatan besar Sungai Progo lalu akan sampai di perempatan psar kenteng yang keliatan pegunungan menoreh – dari perempatan tersebut ambil lurus ke arah barat, ke arah pegunungan menoreh. Kondisi jalan dari sini menanjak dan berkelok, belum lagi pemandangan kanan kiri lumayan indah pengendara. Setelah melewati jalan berliku menanjak akan mentok di pertigaan, ambil ke kanan  lalu akan sampai di pasar kecil Jonggrang  100 meter melewati pasar Jonggrang ada pertigaan kecil dengan petunjuk jalan Grojogan Sewu. Ikuti petunjuk jalan tersebut dan petunjuk jalan yang kalian jumpai nanti akan membawa kalian ke lokasi Grojogan Sewu, Kulonprogo. Perjalanan dari kota Jogja ke Grojogan Sewu ini memakan waktu sekitar 1,5 jam saja. Setelah memarkirkan kendaraan di tempat yang tersedia, kami langsung air terjunnya. Dari parkiran kita harus jalan lagi menuruni sebuah jalan setapak yang sudah dibuat oleh pengelolanya melewati hutan desa setempat. Tidak sampai 15 menit akhirnya sampai di air terjun Grojogan Sewu.

Panorama Grojogan Sewu dari Atas
Saat kami kesana, airnya cukup deras, mungkin karena dua hari terakhir hujan turun rutin. Air terjun ini memiliki bentuk cukup unik dengan sungai berkelok dan menurunnya. Ada beberapa tingkat air terjun dari yang jatuh 90 derajat, ada yang berbentuk mirip Perosotan. Batuan dasar air terjun dan sungai kecilnya juga unik, berwarna putih, sehingga permukaan dasarnya terlihat cantik. Air terjun paling atas mempunyai dasar agak kehijauan karena tertutup lumut, biasanya saat air deras lumut tidak terlihat. Jangan berenang dan main air di bawah air terjun utama karena di bawahnya merupakan sebuah kedung yang cukup dalam.

kursi sederhana untuk duduk menikmati suasana
Di sekitar air terjun juga keadaannya cukup sejuk, rimbunan pohon hutan desa, bunyi serangga hutan beserta riuhnya suara air-air yang jatuh dan mengalir di Grojogan Sewu. Nikmat banget alam  disini. Saya pun salut dengan pengelolanya membuat taman kecil, bangku-bangku sederhana untuk bisa istirahat dan duduk menikmati alam air terjun Grojogan Sewu. Fasilitas yang cukup memadai seperti kamar ganti/kamar mandi yang bersih, dan lokasi tempat sampah yang di taruh ditempat pas.


Mengunjungi air terjun ini bisa juga mengunjungi 6 air terjun lainnya yang ada di dekat ini (Baca 6 Air Terjundi Desa Jatimulyo) atau bisa menikmati pemandangan alam Gunung Gajah dengan panorama Waduk Sermo dan perbukitan menoreh dari atas.

Friday, May 22, 2015

Kebun Teh Nglinggo, Kebun Teh Satu-Satunya di Yogyakarta


Setelah puas menikmati pemandangan di Gunung Kukusan, kami beranjak turun dan kembali menuju Perkebunan Teh Nglinggo, untuk menikmati secangkir-dua cangkir teh, sembari melihat-lihat pemandangan perkebunan teh dan panorama Pegunungan Menoreh Kulonprogo.

Sesuai namanya, Perkebunan Teh Nglinggo berada di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta dan letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Magelang. Perkebunan Teh ini merupakan Kebun Percontohan dari PT. Pagilaran. PT. Pagilaran sendiri merupakan perusahaan Perkebunan Teh yang dikembangkan dan dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. PT. Pagilaran ini perkebunannya berada di Provinsi Jawa Tengah dan salah satunya berada di Yogyakarta, tepatnya di Kulonprogo, Yogyakarta.

pertigaan pasar Plono
Untuk mengunjungi perkebunan teh satu-satunya di Jogja ini, kita hanya bisa menempuh perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau penyewaan kendaraan saja. Kendaraannya pun harus di cek kesehatannya, karena nanti akan melewati jalan yang menanjak dan panjang, beberapa tanjakan ada yg mungkin 45˚ atau mungkin lebih. Rute menuju ke Kebun The Nglinggo dari Jogja cukup mudah, dari Tugu Jogja-Perempatan Bangjo Ringroad barat Demak Ijo ambil lurus ke arah barat - lewati Jalan Godean - Melewati Pasar Godean – Melewati jembatan Sungai Progo – setelah melewati sungai progo, sampai di perempatan bangjo pasar kenteng ambil ke kanan – ikuti jalan tersebut sampai perempatan bangjo dekso yang ada Tugu di tengah jalan, ambil arah kiri ke arah Samigaluh – Ikuti jalan tersebut melewati pinggir sungai dan jalan mulai menanjak dan berkelok-kelok – di pertigaan pasar Totogan ambil kiri/lurus (jika ke kanan ke puncak suroloyo) – melewati SMPN 2 Samigaluh – Pertigaan pasar Plono ambil kanan mengikuti papan petunjuk ke Desa Wisata Nglinggo – dari sini tinggal ikutin jalan dan petunjuk kea rah desa Nglinggo dan kebun Tehnya , hati-hati karena jalan agak sempit, menanjak dan berkelok. Setelah melewati itu semua sampailah di kawasan wisata Kebun Teh Nglinggo.


Panorama indah, suasana damai dan menyejukan itulah yang saya rasakan ketika menginjakan kaki di sini, yah lagi pula perkebunan teh juga merupakan pemandangan yang langka di Jogja.  Walau tak seluas kebun teh di kawasan Puncak Bogor atau di Kebun Teh Kemuning, Karanganyar, kebun the ini mempunyai keistimewaan tersendiri, letaknya di kelilingi Gunung dan bukit. Gunung Kukusandan Gunung Jarang misalnya, dari puncak gunung tersebut kita bisa menikmati pemandangan indah wilayah pegunungan menoreh sekitar perkebunan teh ini.

jalan setapak untuk masuk ke tengah2 kebun teh
Disini disediakan juga lahan kebun teh untuk ditelusuri, sekedar berjalan-jalan, berfoto ataupun mengamati pucuk-pucuk pohon Teh, hal itu bebas-bebas saja selama tidak merusak pohon teh, tidak merusak fasilitas yang ada serta tidak membuang sampah sembarangan. Beberapa yang saya amati ada beberapa pasang muda-mudi yang berlarian, bermesraan di tengah-tengah kebun teh layaknya film India yang Happy Ending ^^.

Jika sudah puas menyelusuri sudut-sudut kebun Teh, mampirlah ke kedai atau warung kecil yang ada di sekitar perkebunan, selain kita bisa melepas lelah, kita bisa menyicipi teh asli Nglinggo Kulonprogo yang diracik oleh warga setempat. Secangkir teh panas ditemani camilan gula aren dan pemandangan perkebunan teh itu lebih dari cukup untuk sekedar melepas lelah, apalagi menyeruput tehnya bersama teman-temanmu :)

perjalanan di akhiri dengan menyeruput teh panas asli Kulunprogo beserta camilan gula aren :)

Friday, April 10, 2015

Air Terjun Kembang Soka, Air Terjun Warna-Warni di Kulonprogo

Kembang Soka
Kembang Soka, nama sebuah air terjun yang dijuluki salah satu air terjun terindah di Jogja ini. Dinamakan demikian karena air terjun ini berasal dari mata air yang bernama Kembang Soka, dimana dulunya terdapat pohon Kembang Soka yang ukurannya cukup besar yang airnya selalu mengalir sepanjang tahun dan hingga sekarang masih digunakan warga setempat untuk kebutuhan hidup.

Air terjun Kembang Soka ini terletak di Dusun Gunungkelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kulonprogo, Yogyakarta.  Kembang Soka ini baru mulai meramaikan dunia Peng”Air Terjun” an Yogyakarta bulan Desember 2014 lalu. Air terjun Kembang Soka langsung disambut suka cita oleh wisatawan terutama wisatawan lokal, apalagi memang air terjun ini mempunyai ciri khas yang berbeda dari air terjun yang lain yang ada di Jogja, selain itu akses menuju ke air terjun cukup mudah dan kondisi jalannya sangat baik. Namun sayangnya untuk menuju kesini butuh kendaraan karena tidak ada angkutan umum yang menuju kesini.

peta kasar menuju air terjun
jalan setapak menuju air terjun
Rute untuk mencapai ke Air Terjun ini cukup mudah, dari Kota Jogja ambil jalan menuju ke Lampu Lalu Lintas (Bangjo) Ring Road Barat Demak Ijo lalu ambil arah ke Jalan Godean (arah Barat). Ikuti Jalan tersebut melewati Pasar Godean, Menyebrangi Sungai Progo dan setelah itu akan menemukan Perempatan Bangjo Nanggulan, tetap ambil arah barat (lurus) menuju pegunungan menoreh. Ikuti jalan menaiki pegunungan menoreh Kulonprogo, mulai dari sini pengemudi di harapkan hati-hati karena jalannya mulai menanjak berkelok-kelok, jangan lengah karena pemandangan saat menanjak ini memang indah. Setelah menempuh jalan menanjak berkelok-kelok akan ketemu pertigaan mentok, ambil kiri mengikuti arah menuju Gua Kiskendo. Setelah melewati objek wisata Goa Kiskendo aka nada pertigaan dengan pemandangan Hutan Pinus, ambil kiri lalu ikuti jalan tersebut sampai bertemu pertigaan yang ada petunjuk arah menuju Grojogan Mudal. Ambil arah Kiri lalu nanti aka nada gapura Selamat Datang di Air Terjun Kembang Soka. Dari lokasi parkir menuju air terjun Kembang Soka masih butuh perjuangan karena air terjun berada di dasar lembah. Dari parkiran kita berjalan kaki menyusuri jalan setapak melewati hutan milik masyarakat setempat. setelah sampai di ujung tebing kita bisa melihat indahnya air terjun kembang Soka dari atas. Pemandangan yang menakjubkan, dari sini kita bisa melihat Kembang Soka dalam keadaan utuh dari tingkat atas sampai kebawahnya. Warna Hijau dari Hutan milik masyarakat seakan tak mampu menyembunyikan keindahan dari Kembang Soka ini.

Kembang Soka dari atas tebing

salah satu kolam alami di Kembang Soka
Air terjun Kembang Soka punya ciri khas yang unik dan membuatnya berbeda dari air terjun lainnya. Airnya yang jernih berpadu dengan batuan air terjunnya berwarna kekuningan. Terdapat banyak kolam alami di sepanjang aliran sungai Kembang Soka, dan air kolam alaminya berwarna Hijau Tosca. Menurut saya, warna air hijau tosca tersebut terjadi karena adanya pelarutan batuan dasar sungai Kembang Soka dan juga mungkin ditambah dengan efek cahaya matahari. Selain itu walau batuan air terjun dan dasar sungainya berwarna kekuningan, Tebing yang berada disisinya berwarna merah marun, sehingga itulah mengapa saya memberi judul Kembang Soka merupakan air terjun yang penuh warna. :)
Mata Air Jaran dan Mata Air Kembang Soka
Menyelusuri dan menikmati tingkat demi tingkat hingga berakhir di tingkat paling atas. di atas tingkat paling atas ini terdapat dua mata air yang menjadi sumber airnya Kembang Soka. Mata Air pertama yaitu Mata Air Jaran dan yang kedua masih agak ke atas mengikuti jalan setapak yang tersedia yaitu Mata Air Kembang Soka yang menjadi asal muasal nama Air Terjun Kembang Soka. Dahulunya terdapat pohon Kembang Soka yang lumayan besar, namun seiring berjalannya waktu pohon tersebut mati. Kedua sumber air ini airnya sangat terjaga, keluar dari dalam tanah cukup deras. Saya pun mencoba meminumnya dan membawa air tersebut dalam botol kosong yang saya bawa untuk bekal penjelajahan Kulonprogo sehabis dari Kembang Soka.

Fasilitas yang ada di Kembang Soka lengkap dan cukup baik, terdapat lahan parkir untuk kendaraan roda empat dan roda dua, terdapat pula juga kamar ganti yang bisa digunakan pengunjung. Saat mulai lapar pun tak perlu khawatir, ada beberapa penjaja makanan-minuman di sini, dan penataannya lapaknya lumayan rapi. Terdapat pula tempat pembuangan sampah yang letaknya strategis, dengan harapan wisatwan bisa membuang samoahnya di tempat tersebut. Saya salut pada pihak pengelola yang ternyata secara teratur dan tanpa disuruh melakukan pembersihan kawasan wisata air terjun Kembang Soka agar kawasan wisata selalu bersih dan nyaman dikunjungi kita, para wisatawan. Kita sebagai Wisatawan harusnya juga membantu mereka, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Yuk Kunjungi Air Terjun Kembang Soka  :)

narsis dengan gaya aneh :p

Tuesday, March 24, 2015

Air Terjun Setawing, Si Cantik Dari Kulonprogo


Air terjun Setawing, salah satu air terjun di Kulonprogo yang ikut meramaikan Dunia Piknik Air Terjun Jogja belakangan ini. Nama Setawing cukup berasal dari bahasa lokal  yaitu “Se” berarti Satu dan “Tawing” adalah Tebing. Penamaan tersebut memamg sesuai dengan keadaan air terjunnya yang berada di tebing ketinggian sekitar 18-20 meter.

Pasar Jonggrangan
Air terjun ini terletak di Dusun Jonggrangan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kulonprogo, Yogyakarta, tepatnya di “belakang pasar Jonggrangan”. Untuk menuju kesini dari Kota Jogja cukup mudah hanya tinggal menuju arah barat saja hehe. Berangkat dari Tugu Jogja ambil arah ke barat menuju perempatan Ring Road Barat Demak Ijo, Jalan Godean, Pasar Godean, lalu melewati Jembatan Sungai Progo. Setelah melewati jembatan sungai progo akan bertemu perempatan lampu lalu lintas nanggulan, ambil arah barat menuju pegunungan menoreh Kulonprogo, ikuti jalan besar pegunungan tersebut hingga mentok di pertigaan lalu ambil kanan. Setelah itu anda akan memasuki wilayah Dusun dan Pasar Jonggrangan yang ada di kanan jalan. Di pasar tersebut terdapat petunjuk jalan yang akan menuntun kita menuju lokasi air terjun Setawing.


Untuk memasuki kawasan air terjun ini, kita hanya membayar uang parkir sebesar Rp. 2000,- (motor) dan uang sukarela serta memberi kritik dan saran untuk kemajuan pengembangan wisata alam air terjun Setawing. Dari lokasi parkir menuju air terjunnya berjarak sekitar 100 meter (kata papan petunjuknya :D) melewati jalan setapak cor-coran semen. Kondisi jalan cukup nyaman, teduh karena di samping kanan kirinya adalah hutan rakyat masyarakat setempat. Setelah 10 menit berjalan kaki, suara gemerincik air sudah mulai terdengar jelas, secara otomatis kami melihat ke arah sumber suara. Itu dia Air Terjun Setawing.

Air terjunnya cantik, batuan tebingnya merupakan batuan gamping berwarna kuning keemasan. Air terjun yang jatuh dengan lembutnya membuat air terjun ini makin cantik saja. Di sekitar air terjun dibuat taman berkonsep nuansa pedesaan. Terdapat bangku-bangku dari bambu dan diletakan pas sekali untuk duduk bersantai menikmati air terjun Setawing. Tak perlu takut kelaparan dan kehausan, disekitar air terjun terdapat penjaja makanan-minuman atau bisa juga membelinya warung disekitar Pasar Jonggrangan.

Waktu terbaik mengunjungi air terjun ini saat musim hujan dan peralihan musim hujan menuju kemarau. Jika sudah musim kemarau debit air terjun berkurang dan mungkin parahnya, tidak ada air yang mengalir. Dan untuk menjaga agar air terjun ini tetap cantik, mari kita sebagai pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan tindakan vandalisme.


Selamat mengunjungi air terjun Setawing ini :)

Masih banyak air terjun disekitar setawing, untuk lebih lanjutnya bisa baca artikel saya sebelumnya disini >> Jalur Wisata Air Terjun di Kecamatan Girimulyo


Saturday, March 14, 2015

Kedung Pedut, Air Terjun Dua Warnanya Kulonprogo


Terpencil, terletak di dasar lembah dari dua tebing tinggi di pegunungan menoreh Kulonprogo tidak menjadi halangan para piknikers untuk menikmati air terjun dua warnanya Jogja.

Kedung Pedut, nama salah satu air terjun cantik di Kulonprogo, tepatnya di dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo. Saya bilang “cantik” karena air terjun ini mempunyai dua warna, warna putih jernih dan hijau tosca. Sempat tidak percaya melihat hasil jepretan teman di air terjun tersebut, dua warna mungkin pengaruh editan, ternyata hal tersebut salah. Dua warna pada air terjun ini memang alami begitu adanya.

pertigaan setelah kembang soka
Rute menuju air terjun Kedung Pedut dari Tugu Jogja ambil arah ke Barat – Perempatan Bangjo (Lampu Lalu Lintas) Ringroad Barat Demak Ijo – Jalan Godean – Pasar Godean – Jembatan Sungai Progo – Perempatan Bangjo Nanggulan – Pasar Kenteng – Tanjakan pegunungan menoreh – mentok pertigaan ambil kanan arah Goa Kiskendo – Pasar Jonggrangan – Goa Kiskendo – Pertigaan setekah Goa Kiskendo ambil kiri – Pertigaan Grojogan Mudal ambil kiri – Air Terjun Kembang Soka - Pertigaan Setelah Gerbang Masuk Air Terjun Kembang Soka ambil kiri – Air Terjun Kedung Pedut. Rute tersebut pernah saya ulas lengkap dan bisa kalian baca pada artikel sebelumnya yaitu Jalur Wisata Air Terjun Girimulyo, Kulonprogo.

Dari Lokasi Parkir, masih harus berjalan kaki,menyelusuri jalan setapak menuruni lembah. Jalan setapaknya berupa tanah yang telah diperkeras oleh pokdarwis (kelompok sadar wisata) selaku pihak pengelola air terjun ini. Harap hati-hati saat menuruni lembah apalagi setelah hujan kondisi jalan agak licin. Sepanjang tracking menuju air terjun tidak usah khawatir kehausan, ada beberapa shelter untuk istirahat dan penjual makanan-minuman didekatnya. Setelah tracking sekitar 15 menit, sampailah di aliran sungai yang berasal dari air terjun Kedung Pedut. Kita tinggal menyebrangi sungai dan kolam alami dengan jembatan bambu dan sampai di depan air terjun Kedung Pedut.
jalan setapak menuruni lembahnya
Setelah sampai di dasar lembahnya :)
Memang sesuai nama julukannya, ada dua warna di air terjun ini. Warna putih jernih berasal dari kejernihan air yang mengalir disini. Kejernihan air disini pertanda kondisi alam sangat baik dan masyarakatnya pun menjaga kondisi tersebut agar selalu tetap baik. Warna kedua yaitu Hijau Tosca, ada yang bilang juga warna biru, warna tersebut sepertinya didapat karena pengaruh batuan dasar sungainya. Mungkin pelarutan batuan dasar sungainya membuat air tersebut berwarna hijau tosca.

Kolam Alami di Sore Hari
Kolam Alami di Pagi Hari
Selain dua warnanya, keunikan lainnya adalah adanya kolam alami. Kolam alami ini merupakan kedung, atau bisa dibilang suatu cekungan yang mempunyai kedalaman sekitar dada sampai leher orang dewasa. Pokdarwis menjadikan kolam alami ini menjadi tempat untuk bermain air, sedangkan disekitar air terjunnya tidak digunakan untuk bermain air, hanya untuk dinikmati dan di foto saja. Pada dinding tebing bambu-bambu yang menempel kuat. Bambu tersebut dibuat sebagai tempat duduk menikmati kolam alami, dan istirahat setelah bermain air di Kolam alami.

Walaupun baru beberapa bulan dibuka, walaupun sederhana fasilitas disini sudah cukup baik. Jalan setapak menuju air terjun menurut saya lebih baik seperti ini saja, agar nuasa kealamian terjaga, dan perjalanan menuju air terjun terasa makin seru. Sudah terdapat beberapa tempat sampah, jadi pengunjung diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi mengotori sungai dengan membuang sampah disungai. Kumpulkan sampah dari bekal yang kalian bawa dan buang ditempat yang disediakan. Biar tempat ini selalu nyaman untuk di kunjungi. :)
Wednesday, February 18, 2015

Main ke Grojogan Mudal, Kulonprogo Yuk :)


Kulonprogo, salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang belakangan ini mencuat karena spot foto Kalibirunya. Namun Kulonprogo tidak hanya punya itu, potensi  wisata alam air terjun sudah pasti ada, mengingat sebagian besar wilayah Kulonprogo merupakan Pegunungan Menoreh yang tingginya mencapai 2000 mdpl. Grojogan Mudal salah satunya J

Sumber Mata Air Mudal
Grojogan Mudal yang berada di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo.  Penamaan Grojogan Mudal berasal dari nama sumber mata airnya. Letak sumber mata airnya tidak jauh dari lokasi air terjun.  Sumber mata airnya berupa sungai bawah tanah yang keluar dari dinding Goa dan airnya mengalir keluar mengaliri lokasi air terjun.  Air yang keluar dari sumber nya cukup deras dan jernih, terlihat beberapa pipa dipasang untuk mengalirkan air tersebut menuju bak penampungan yang nantinya akan digunakan oleh warga setempat.


Letaknya sangat berdekatan dengan air terjun Kembang Soka, namun karakteristik air terjunnya berbeda. Grojogan Mudal memiliki beberapa terjunan yang punya terjunan dan ketinggian yang berbeda. Terdapat tumbuhan-tumbuhan semacam lumut atau tumbuhan air ysng tumbuh di dinding air terjun, sehingga air terjun juga nampak warna hijau. tanah di sekitar air terjun Mudal berwarna merah sangat kontras sehingga jika jadi objek yang menarik jika di foto. Apalagi jika di foto dengan menggunakan teknik fotografi Slowspeed :)

Saat berkunjung awal Bulan Februari, fasilitas disini sangat minim. Namun masyarakat yang mengelola air terjun tersebut sudah mulai berbenah. Mereka membuat akses jalan menuju air terjun, pembersihan semak belukar yang mengganggu, pembuatan bangku bambu tempat istirahat, bahkan saat saya berkunjung sedang membuat taman untuk memperindah pemandangan sekitar wilayah air terjun.  Akses jalan setapak dekat air terjun agak licin, apalagi sehabis hujan, jadi pengunjung diharapkan hati-hati saat menuruni/menaiki jalan setapak dekat air terjun tersebut. Perlahan tapi pasti fasilitas yang ada di air terjun ini pasti akan memadai, karena saya lihat pengelolanya sangat berniat membuka potensi wisata ini. Kita lihat saja perkembangannya ya :)


Rute ke Air Terjun Mudal

papan petunjuk ke Grojogan Mudal
Dari kota Jogja, kita bisa menuju perempatan Demak Ijo ringroad barat, dari perempatan ambil ke arah jalan Godean (arah barat) dari sini kita tidak usah berbelok jika menemukan persimpangan. Menyelusuri jalan Godean kita akan melewati pasar Godean, Sungai Progo, dan sampai di pemandangan sawah-sawah dan Pegunungan Menorehnya Kulonprogo. Mulai dari sini jalan akan menanjak dan berkelok serta mempunyai pemandangan indah. Setelah melewati jalan menanjak berkelok, kita akan menemukan pertigaan mentok, ambil kanan menuju arah Goa Kiskendo. Nanti anda akan melewati pasar Jonggrangan yang mana didekat sana ada jalan menuju air terjun Setawing dan Air Terjun Grojogan Sewu. Jika menemu persimpangan jalan ambil yang mengarah kea rah Goa Kiskendo. Setelah melewati Goa akan ada pertigaan dengan pemandangan hutan pinus, ambil kiri yang mengarah kea rah Kokap. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan jembatan yang ada papan petunjuk jalan ke arah air terjun Mudal. Dari papan petunjuk tersebut kita tinggal mengikutinya saja.
Karena menuju kesini tidak ada angkutan umum, kita hanya bisa menempuhnya dengan kendaraan pribadi atau sewaan. Akses jalan aspal, namun jalan banyak tanjakan dan turunan (jika pulang kearah Jogja), lebih baik pastikan kendaraan yang kita bawa dalam keadaan fit ya :)

temen satu tim selo :3
Bantu bagikan artikel ini ke teman-teman kalian ya, biar masyarakat sekitar sini dapat penghasilan tambahan :)

Selamat berwisata , dan sampahnya dibuang yang benar :D

Wednesday, February 4, 2015

Blusukan Jalur Wisata Air Terjun Di Girimulyo, Kulonprogo


Sesuai julukannya, Kulonprogo The Jewel of Java, salah satu Kabupaten di Yogyakarta ini mempunyai potensi-potensi wisata alam layaknya sebuah Jewel yang belum diasah. Kali ini saya akan menulis jalur wisata alam Girimulyo, Kulonprogo, dimana dalam satu jalur ini banyak potensi wisata alam yang menarik untuk di kunjungi.

Girimulyo letaknya tidak jauh dari Jogja, menurut Google map, letaknya hanya sekitar ±23 Km dari pusat kota atau sekitar 1 jam perjalanan. Topografinya hampir seluruhnya pegunungan, yang terkenal dengan pegunungan menoreh sehingga tidak aneh banyak potensi wisata alam yang tersembunyi seperti air terjun dan pemandangan alam pegunungan yang khas.



Berkesempatan tinggal beberapa lama di Jogja membuat saya berkesempatan mencoba jalur wisata alam Girimulyo ini. Berangkat dari pusat kota Jogja pagi hari, dengan niat dan semangat bisa mengunjungi semua potensi wisata. Sarapan sepiring nasi rames tempe tahu (nasinya nambah) dan segelas teh hangat sambil menunggu temen-temen team selonya kumpul hehe :). Jam 8 pagi, kami berangkat menuju Girimulyo

Rute Menuju Girimulyo

peta kasarnya nih, tulisannya harap maklum :p
Menuju Girimulyo disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa kendaraan karena transportasi bus menuju kesana hanya sampai daerah Kenteng, Kulonprogo. Sebelum berangkat cek kendaraannya ya, medan di Girimulyo itu pegunungan menoreh jadi kendaraan kalian harus fit (kalian juga harus fit).  Rutenya cukup mudah kok, dari Perempatan Tugu Yogyakarta kita tinggal ambil arah jalan Godean atau ke arah Barat tinggal lurus terus aja sampai Girimulyo. Perempatan Tugu-Mirota Kampus Godean-Ringroad Barat-Pasar Godean-Jembatan Sungai Progo-Perempatan Kenteng-Pasar Kenteng-Nanggulan-Girimulyo (Pasar Jonggrangan).  Hati-hati ketika memasuki wilayah Nanggulan, jalan sudah mulai Naik, berkelok-kelok sampai ke Girimulyo. Hati-hati pemandangan pegunungannya yang indah membuat kita lengah. Jika mau menikmati pemandangan berhenti dan tepikan kendaraan di lokasi yang aman ya :).

Pemandangan di Nanggulan, setelah melewati pasar kenteng
Setelah tegang melewati jalan menanjak berkelok dan sampai Pasar Jonggrangan inilah, Jalur wisata Air Terjun di Girimulyo di Mulai. Mau tau air terjun apa saja yang ada di sepanjang jalur ini, disimak tulisan dibawah ini ya :)

1. Air Terjun Setawing


Lokasinya mudah ditemukan, ada papan petunjuk jalan berupa spanduk pasar Jonggrangan, air terjun ini letaknya persis dibawah pasar Jonggrangan. Dari lokasi parker kita tidak jalan begitu jauh hanya 10 menit saja. Ketinggian air terjun ini cukup tinggi, dengan dua tingkat air terjun. Disekitar air terjun ini didesain taman mini yang cantik senhingga mempernyaman pengunjung yang ingin menikmati air terjun ini, kita hanya membayar parkir kendaraan dan uang sukarela saja untuk kas pengelolaan air terjun Setawing


Foto dan info lengkapnya bisa lijhat artikel ini : Air Terjun Setawing, Kulonprogo 

2. Air Terjun Grojongan Sewu


Dari depan pasar Jonggrangan, kita tinggal maju melewati pasar sekitar 100 meter akan ada pertigaan(ada plang petunjuk jalannya), ambil kanan untuk ke Gronjogan Sewu ini. ikuti jalan tersebut dan arah papan petunjuk jalan sekitar 20 menit kita akan sampai di dusun Beteng, desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo. Air terjun cukup cantik, saat saya mengunjungi kesini debit air sedang tinggi sehingga air terjun ini mengalir deras. Rimbunan pohon bamboo dan taman kecil  yang disusun cantik menambah kenyamanan pengunjung yang datang kesini.
Foto dan info lebih lengkapnya bisa mampir kesini : Air Terjun Grojogan Sewu

3. Air Terjun Sigembor

Dari Pasar Jonggrangan, ikuti petunjuk jalan menuju menuju Goa Kiskendo, Kokap atau Waduk Sermo. Setelah melewati Goa Kiskendo, ada pertigaan ambil yang menuju arah Kokap atau Waduk Sermo (belok kiri). Ikuti jalan tersebut sekitar 10 menit, ada jalan turunan panjang, setelah jalan mulai datar, pasti terdengar suara gemerincik air terjun di kanan jalan, jika melihat air terjun di kanan jalan tersebut, itulah air terjun Sigembor. Air terjun letaknya persis di pinggir jalan, tapi karena papan petunjuknya sudah rusak dan tersembunyi, sehingga wisatawan agak sulit ditemukannya. Dinding airterjun yang tertutup hijauan lumut, air yang jatuh perlahan dan tidak deras,  butiran air yang berterbangan terbawa angin membuat air terjun ini cukup indah untuk dinikmati

4. Grojogan Mudal


Melanjutkan perjalanan dari Air Terjun Sigembor, setelah melewati Dusun Banyuganti aka nada pertigaan dengan papan petunjuk ke Gronjogan Mudal, ambil kanan untuk ke air terjun Mudal (jika ke kiri ke arah air terjun Kembang Soka). Air terjun ini mulai dikelola oleh masyarakat setempat, sekitar air terjun baru dibuat akses jalan dan taman sehingga nntinya air terjun ini nampak indah. Air terjun ini punya beberapa tingkat, sehingga pengunjung bisa menikmatinya satu persatu. Air terjun ini lebarnya tidak cukup luas sehingga jika untuk main air disini agak kurang leluasa. Foto dan info lebih lengkap bisa klik ini :  Air Terjun Grojogan Mudal

5. Air Terjun Kembang Soka


Dari Gronjogan Mudal, ikuti jalan kembali menuju pertigaan, ambil lurus ke arah jembatan kecil (ke kiri kembali ke air terjun Sigembor). Sekitar 10 menit dari pertigaan tersebut, kanan jalan akan ada pintu masuk air terjun Kembang Soka. Air terjun Kembang Soka terletak di dusun Gunungkelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo. air terjun ini kece loh, seperti mempunyai dua warna, putih dan hijau, batuan dasar sungainya kuning agak putih, dengan tebing di sebelah kanannya berwarna merah.

6. Air Terjun Kedung Pedut


Lanjut dari Kembang Soka, ada pertigaan jika ke kanan jalan menuju daerah Kokap, kita ambil jalan kekiri menuju air terjun Kedung Pedut. Jalan menuju aiar terjunnya paling jauh dari air terjun-air terjun sebelumnya, menyelusuri hutan masyarakat dan menuruni lereng bukit melewati jalan setapak yang sudah dibuat oleh warga setempat. Air Terjun ini juga air terjun dua warna loh, seperti Air Terjun Kembang Soka berwarna Putih dan Hijau dan dasar batuan di sungai dan air terjun ini berwarna kuning agak putih.

Perjalanan berakhir di Air Terjun Kedung Betut, mungkin saja dalam jalur wisata air terjun ini ada air terjun lagi yang masih tersembunyi. Yuk mulai kunjungi Air Terjun-Air Terjun di sepanjang jalur wisata ini. Dijaga kebersihan, sampahnya jangan dibuang sembarangan, kalau mau buang sampah tidak ditempat sampah yang disediakan mending bawa tong sampah sendiri hehe :)

Foto dan info lebih lengkap bisa klik Air Terjun Kedung Pedut

Di bantu share ya, bantu masyarakat setempat mendapatkan penghasilan tambahan, membantu teman-teman kalian juga buat yang lagi nyari tempat piknik alam :)