Showing posts with label curug jogja. Show all posts
Showing posts with label curug jogja. Show all posts
Tuesday, October 8, 2013

Curug Tersembunyi Watu Jonggol



The Jewel of Java, begitulah julukannya Kulonprogo, kabupaten yang terletak di bagian barat Yogyakarta. Ibarat Jewel (batu berharga), perlu ekplorasi lebih untuk menemukan keindahan dan potensi-potensi di daerah ini.

Kali ini saya bersama teman-teman penasaran ingin mendatangi curug Watu Jonggol. Curug yang letaknya di pegunungan menoreh Kulonprogo pada ketinggian 900 Mdpl. Curug ini disebut juga curug Nglinggo karena lokasinya di dusun Nglinggo, desa Pagerharjo, kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, sekitar 42 km dari kota Yogyakarta. Curug ini benar-benar masih alami, terletak dicelah-celah perbukitan, ditengah-tengah rimbunan pepohonan yang tumbuh subur disana, dan udara yang masih sejuk membuat tempat ini sangat cocok untuk melepas kepenatan dari rutinitas biasanya.

Untuk menuju curug ini searah dengan rute menuju curug Sidoharjo yaitu, dari kota Jogja kita menuju ke arah Godean melewati sungai Progo, lalu di perempatan lampu merah setelah itu (perempatan Nanggulan) ambil kanan, ikuti jalan tersebut sampai di perempatan Dekso (ada tugu besar ditengah jalan) ambil kiri. ikuti saja jalan ini, melewati pinggir sungai jalan menanjak dan berkelak-kelok sampai menemukan pertigaan yang ada papan petunjuk ke Nglinggo, ikuti petunjuk jalan tersebut sampai di sebuah pasar. Di pasar tersebut akan ada jalan kecil menanjak, masuk ke jalan tersebut. Bersiap-siaplah, karena mulai dari sini akan ada tanjakan tak berujung, beberapa kali saya harus turun dan mendorong motor karena motor tak kuat nanjak :p.
mereka yg mengantar kami :D
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, sampai juga di dusun Nglinggo, dan kami sudah bisa bernafas lega jalan sudah tak lagi menanjak hehe. Letak curug yang tersembunyi membuat kami beberapa kali bertanya kepada warga setempat. Ternyata memang benar jalan masuk menuju curugnya tertutup semak belukar sehingga agak susah mencarinya. Beruntung kami bertemu anak-anak kecil yg hendak bermain kesana. Kami disarankan untuk menitipkan kendaraan dirumah salah satu dari mereka. Kami melewati jalan setapak yang nyaris tak terlihat karena tertutup bayang-bayang pohon yang ada. Jalan setapak menuju curug ternyata cukup baik, terbuat dari semen. setelah menembus rerimbunan pohon, sudah mulai terdengak suara gemerincik air yang jatuh. Curug Watu Jonggol terlihat bertingkat dari lokasi kami berada saat itu yaitu disisi bukit sebelahnya. Tak sabar untuk main air, anak-anak kecil yang mengantar kami mulai berlarian menuju curug tersebut dan kami menyusulnya kemudian.

jembatan bambu setelah menuruni bukit

foto satu team :)
Disini terdapat beberapa fasilitas yang dibangun warga setempat untuk wisatawan seperti petunjuk jalan, jalan setapak menuju air terjun, jembatan, gubuk dan bangku yang terbuat dari bambu. Namun mungkin karena letaknya yang lumayan jauh dan kurangnya promosi membuat tempat ini jarang menjadi pilihan berwisata, padahal potensi desa ini cukup besar selain ada air terjun, dusun ini terdapat hutan pinus dan perkebunan the satu-satunya di Jogja :)



Tuesday, January 22, 2013

Air Terjun Tahunan Parangtritis, Jogja



Pantai Parangtritis memang salah satu primadona wisata di Jogja, pantai tersebut memang mempunyai daya tarik tersendiri. Pantai yang memiliki pemandangan pegunungan di sisi timurnya, pdang pasir yang luas, dekat dengan kota jogja serta saat musim kemarau pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan karena pantai ini menghadirkan senja-senja yang sangat indah (monggo di klik kalau mau lihat fotonya). Namun saat musim hujan tiba untuk menikmati senja yang indah cukup sulit karena sering kali langit tertutup awan mendung. Tapi dengan hadirnya musim hujan tersebut daerah pantai ini keluar air terjun yang mengalir dengan derasnya. Pagi maupun sore hari air terjun ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan baik untuk berfoto-foto, menikmati pemandangannya ataupun bermain air.

Untuk mencapai air terjun Parangtritis ini cukup mudah, kita hanya menempuh sekitar 1 jam dari kota Jogja ke arah Pantai Parangtritis. Sesampai dari pasir pantai parangtritis, kita bisa berjalan kaki ssebentar ke arah bukit yang terlihat di sebelah timur. Jika malas jalan kaki, kita bisa menyewa delman dengan tarif yang telah ditentukan. Air terjun Parangtritis ini sifatnya tahunan yang ada saat musim hujan, dan kita tidak dapat menemukannya dimusim kemarau.

Berikut foto-foto yang berhasil saya abadikan, semoga pembaca tertarik mengunjungi air terjun ini mumpung ada airnya hehehe 



air terjun dgn teknik slowspeed ^_^

nb : selalu biasakan untuk tidak meninggalkan sampah dan mencoret-coret batu dilokasi ini. tinggalkan jejak anda dengan foto pasti lebih baik :)