Showing posts with label curug magelang. Show all posts
Showing posts with label curug magelang. Show all posts
Saturday, April 27, 2013

Jalan-Jalan ke Curug Grenjengan Kembar, Magelang


Memang karena letaknya di kelilingin banyak gunung, Magelang memiliki banyak sekali Curug (air terjun), salah satunya yang saya kunjungi kali ini yaitu Curug Grenjengan Kembar. Diberi nama demikian karena dalam lokasi wisata ini terdapat dua buah curug yang bersebelahan. Sumber curug ini berasal dari anak sungai Cebong yang mata airnya dari lereng gunung Merbabu. untuk kedua kalinya saya mengunjungi curug ini setelah pertama kalinya tahun lalu di musim kemarau. Tidak terlalu puas karena debit airnya lebih sedikit dibanding kunjungan kali ini.

Curug Grenjengan Kembar terletak di Dusun Citran, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Magelang, Jawa Tengah. Kali ini saya bersama komunitas “Indonesia Landscaper (ILS)” berangkat dari kota Jogja mengikuti  Jalan Magelang, sesampainya di lampu lalu lintas mal Artos (Armada) ambil jalan ke arah Kopeng melewati terminal Bukit Tidar. Lampu lalu lintas setelah terminal ambil kanan ke arah jalan raya Kopeng. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan pertigaan yang ada papan petunjuk makam. Ambil kiri (jalan menurun) lalu ikuti jalan tersebut sampai anda menemukan papan petunjuk Curug Grenjengan Kembar. Hati-hati ketika mulai memasuki jalan desa karena selain jalannya hanya terdiri dari batu juga banyak anak kecil bermain di jalan tersebut.

dinding 
Disini kita tidak di tarik biaya masuk, hanya biaya parkir kendaraan sebesar 2000 rupiah dan tetap menjaga kebersihan dan keindahan Curug Grenjengan Kembar. Dari lokasi parkir, kami berjalan kaki sekitar 10 – 15 menit. Perjalanan menuju grenjengan kembar, kita akan melewati bukit yang terbelah, yang di dinding-dindingnya tertulis ukiran nama-nama orang yang 'saling mencintai" disini :p (sebut saja "dinding cinta"). Setelah melewati itu, kita mulai memasuki hutan yang dominan ditumbuhi oleh tanaman bambu yang berukuran besar, setelah melewati rimbunan bambu kita masih melewati hutan Pinus yang indah. hutan pinus ini merupakan hutan yang dimiliki oleh Perhutani. Di hutan pinus ini kita mulai bisa mendengar gemerincik suara air sungai, tanda curug Grenjengan Kembar sudah dekat. Rasa tak sabaran mempercepat langkah kaki kami.
Hutan Pinusnya
Sesampainya di lokasi, kami menyempatkan diri untuk mengalahkan rasa lapar dengan melahap sate ayam yang tadi dibeli di warung dekat lokasi parkir :D. Setelah itu baru coba mengambil beberapa foto sekalian bermain air. Air terjunnya cukup menarik, aliran air sungainya sangat deras apalagi ketika musim penghujan, Untuk memfoto air terjun ini kita harus mempersiapkan pelindung kamera dari embun air berterbangan tertiup angin, perlu disiapkan juga sebuah kain lap untuk mengelap kaca filter lensa yang terkena embun.

daripada corat-coret mending, numpuk2 batu bentuk tulisan ya :)

Foto Keluarga
Sesuai namanya, Air terjun Grenjengan Kembar mempunyai dua air terjun yang mempunyai khasnya tersendiri terutma pada air terjun yang letaknya di dekat dengan hutan pinus. Air terjun tersebut mempunyai keunikan yang berbeda dengan air terjun kembarannya ataupun air terjun lainnya. Saya menyebutnya Air Terjun "Tersenyum", disebut demikian karena pada air terjun ini terdapat batu yang membelah aliran air terjun ini menjadi dua bagian, di batu tersebut terukir seperti sebuah wajah yang seakan tersenyum melihat suasana keadaan air terjunnya masih tetap asri atau tersernyum menyambut kedatangan wisatawan yang tersenyum bergembira datang ke air terjun tersebut. Yah walaupun seperti sebuah kebetulan mungkin saja benar ada ya kalau air terjun ini memang benar-benar sedang tersenyum.
Air Terjun Tersenyum di Magelang




Thursday, April 4, 2013

Jalan-Jalan ke Curug Silawe dan Sigong

Curug Silawe

Magelang merupakan satu daerah di provinsi Jawa Tengah yang letaknya dikelilingi banyak Pegunungan. Karena letaknya tersebu tempat ini mempunyai potensi-potensi wisata alam yang banyak salah satunya Air Terjun atau sering disebut juga Curug.

Akhir Maret kemarin saya beserta anno, yuli, putro berinisiatif untuk mengunjungi Curug Silawe. Curug  ini terletak di di Dusun Kopeng Kulon, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah atau berada di lereng Gunung Sumbing pda ketinggian sekitar 500 mdl. Nama Silawe ternyata mempunyai arti

Pemandangan di jalan desa Sutopati
Untuk menuju kesini aksesnya hanya bisa dilalui oleh kendaraan pribadi karena tidak ada angkutan umum untuk menuju kesana. Dari Jogja bisa kita melewati jalan Magelang menuju Perempatan pasar Borobudur jalan terus  sampai menemukan Tugu. Lewati tugu ke arah Purworejo tersebut sampai menemukan papan petunjuk jalan menuju arah curug Silawe (belok kanan) ikuti jalan tersebut sampai menuju desa Sutopati. Di perjalanan memasuki desa ini akan dihiasi dengan pemandangan bukit-bukit, terasering persawahan dan perkebunan masyarakat desa tersebut. jalan dari desa setengah jalan beraspal setengah lagi jalan berbatu dan menanjak. Sesampainya di pintu gerbang curug silawe kita hanya di tarik biaya 2000 rupiah perorang dan motor 1000 rupiah. Untuk parkir mobil disarankan untuk parkir di bawah (di pinggir jalan dusun kopeng atau halaman masjid) karena diatas parkiran mobil tak tersedia.

Curug Silawe
Dari tempat parkir motor kita sudah bisa mendengar suara gemuruh curug ini. rasa tidak sabar membuat kami buru-buru menulusuri jalan setapak, menuruni anak tangga sekitar 200 m dan sampailah kami di sebuah pemandangan yang amat dinantikan yaitu curug Silawe. Curug ini mempunyai ketinggian sekitar 50 meter. Silawe berasal dari kata “Lawe” (Bahasa Jawa) alias sarang laba2. Di bawah curug tersebut terdapat kolam yang tidak terlalu dalam sehingga pengunjung bisa berenang-renag berbain air disini.

Curug Sigong
Tebing curug Sigong
Potensi curug Silawe bukan hanya itu, di deket curug ini terdapat satu curug lagi yang bernama curug Sigong. Untuk menuju kesini kita cukup berjalan kaki melewati anak tangga yang telah disediakan (hati-hati anak tangganya licin). disini tidak seperti curug Silawe yang terdapat kolam dangkal untuk berenag dan bermain air, namun disini tertabat gazebo untuk berstirahat dan menikmati pemandangan sekitar. Yang unik dari curug ini adalah bentuk tebing batuannya yang berbentuk kotak-kotak seperti bekas lempengan bumi yang patah. Penamaan curug Sigong ini karena menurut warga sekitar disini sering terdengar suara mirip gong terutama pada malam hari.

Setelah lelah melihat-lihat dan mengabadikan beberapa gambar, waktunya bermain air dan memakan bekal yang kami bawa dari Jogja. Semoga kalian tertarik mengunjungi tempat ini ya :)

tim blusuknya narsis dulu

nb: tetap jaga kebersihan curug ini yak, dengan membuang sampah ditempat sampah yang telah disediakan pihak pengelolanya :)