Showing posts with label hari raya nyepi. Show all posts
Showing posts with label hari raya nyepi. Show all posts
Saturday, March 9, 2013

Prosesi Tawur Agung Candi Prambanan



Pagi cuaca cerah, candi Prambanan sudah dipadati oleh orang-orang berpakaian adat bali dan sebagian berpakaian adat jawa. Mereka adalah umat-umat Hindu yang hendak melakukan prosesi Tawur Agung.  Apa itu Tawur Agung?


Tawur Agung merupakan rangkaian terakhir dari perayaan Hari Raya Nyepi.  Prosesi ini dilaksanakan H-1 sebelum hari raya Nyepi atau hari kedua setelah dilaksanakan prosesi Melasti. dan di daerah Jawa prosesi ini salah satunya dlaksanakan di candi Prambanan, Yogyakarta. Prosesi ini mempunyai makna untuk menyucikan bumi beserta isinya dari segala kekotoran. Prosesi ini dimulai pagi hari, sekitar jam 7 pagi candi Prambanan sudah ramai dipadati umat Hindu maupun wisatawan yang ingin menyaksikan prosesi tawur agung tersebut.

rombongan arak-arakan mulai memasuki candi Prambanan 
Pradaksina
Prosesi diawali  dengan pengambilan air suci komplek Ratu Boko yang letaknya di atas bukit sebelah selatan candi Prambanan. Setelah itu umat Hindu melakukan arak-arakan membawa air suci tersebut menuju candi Prambanan. Memasuki kawasan candi Prambanan, Umat hindu yang tidak mengikuti pawai langsung bergabung dibarisan belakang mengikuti pawai. Setelah sampai dipelataran candi Prambanan, para pemangku pura mengambil air suci yang ada didalam candi Brahma, Wisnu dan Syiwa. Setelah itu para pemangku dan dan umat Hindu melakukan Pradaksina yaitu dengan mengelilingi candi Syiwa sebanyak 3 kali putaran.

tari barong
Sembayang dan Berdoa
Setelah Pradaksina, umat Hindu menuju altar tempat sembayang dan berdoa. Sebelum berdoa dan sembayang, umat yang belum menaruh sesajian di altar meja panjang dipersilahklan untuk menaruhnya. Dan setelah itu ditampilkan beberapa tarian khas bali seperti tari topeng, pendet, barong dan satu tarian jawa yaitu tari gambyong. Setelah pementasan tari-tarian selesai, prosesi inti yaitu sembayang dan berdoa dimulai. Dengan memejamkan mata, meletakan tangannya tertelengkup di dahi, doa dan sembayang berjalan dengan khusyuk. Setelah sembayang dan doa selesai, para pemangku pura mulai membagikan air suci kepada para umat. Air suci tersebut dipercaya akan mensucikan hati dan pikiran mereka.

ogoh-ogoh saling dipertarungkan
Setelah acara inti selesai, dilakukan atraksi ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh merupakan simbol dari angkara murka. Tiga ogoh-ogoh yang ada diangkat oleh para pemuda dan dimainkan dengan saling bertarung. Umat hindu dan para wisatawan berbaur bersama menonton mengelilingi area atraksi ogoh-ogoh. Setelah atraksi selesai, ogoh-ogoh dibawa pulang kembali dan dilakukan pembakaran di pura masing-masing.
pembakaran ogoh-ogoh, pembakaran atau pemusnahan angkara murka
Selelah pembakaran ogoh-ogoh berakhir, para umat Hindu mulai melakukan ibadah Nyepi esok harinya. Selamat Hari Raya Nyepi. Om shanti, shanti, shanti... oom  


nb: Tawur Agung tahun 2013 ini akan diadakan tanggal 11 Maret

Friday, March 1, 2013

Upacara Melasti Parangkusumo



Siang itu, orang-orang berpakaian dominan serba putih berbaris rapi. Membawa sesaji di atas kepalanya. Pantai Parangkusumo saat itu mendadak seperti Bali. 
Ada apa gerangan?

Upacara Melasti merupakan salah satu rangkaian upacara menyambut hari raya Nyepi bagi agama Hindu. Upacara ini biasanya dilakukan 3 hari sebelum perayaan Nyepi. Upacara Melasti bisa juga sebut upacara Melis atau Mekilis, dimana pada hari ini umat Hindu melakukan sembahyangan di tepi pantai dengan tujuan untuk mensucikan diri dari segala perbuatan buruk di masa lalu dan membuangnya kelaut,ini dilaksanakan sebelum merayakan Tapa Brata penyepian. Namun upacara melasti ini tidak selalu dilaksanakan dilaut, namun ada juga yang melaksanakannya di sumber mata air namun walau tempatnya berbeda inti dari upacaranya sama yaitu mensucikan diri dari segala perbuatan buruk.

Di Jogja, tahun lalu saya berkesempatan melihat prosesi upacara ini di pantai Parangkusomo, Bantul, Yogyakarta. Untuk mencapai pantai ini cukup mudah, kita tinggal menuju pantai Parangtritis melalui jalan prangtritis. Pantai Parangkusumo ini letaknya persis di sebelah barat pantai Parangtritis. Acara ini biasanya mulai sekitar jam 13.00 siang dan selesai sore hari.

rombongan umat Hindu mulai berdatangan menuju Altar
Menjelang waktu dimulainya upacara melasti, Umat Hindu mulai berdatangan dengan menggunakan baju adat Bali namun sebagian kecil ada juga yang menggunakan pakaian adat jawa. Ratusan Umat Hindu yang hadir sebagian besar berasal dari Yogyakarta, namun tidak menutup kemungkinan ada yang berasal dari luar Jogja. Mereka berdatangan dengan membawa sesaji dan meletakannya di altar yang tersedia di tepi laut.
sesaji
Upacara Melasti ini sebelumnya diawali dengan pengambilan air suci di Sendang Beji. lalu setelah umat Hindu berkumpul di Altar tepi pantai Parangkusumo. Setelah itu dimulailah prosesi pembacaan doa oleh Romo Pendeta selaku pemimpin upacara melasti ini. Doa- doa yang dibacakan oleh Romo Pendeta diikuti dengan alunan alat musik gamelan yang mengalun indah membuat suasana prosesi doa semakin khusyuk.  Saat prosesi doa berlangsung, umat hindu menjungjung kedua tangan ke atas dengan bunga di ujung jari mereka. Setelah Pembacaan doa selesai ada pengambilan air laut oleh iring-iringan dan dibawah diberikan ke hadapan Romo Pendeta dengan tarian-tarian yang dilakukan oleh para wanita.

pengambilan air suci dan diiringi sejenis tarian
Setelah itu dimulailah pembagian air suci oleh para pemangku/pendeta kepada para umat Hindu yang hadir. Rangkaian prosesi yang terakhir yaitu labuhan berbagai sesaji yang dilakukan oleh umat Hindu dan mensucikan diri dengan membasuhkan air laut pada bagian-bagian tubuh tertentu. Tidak hanya itu, benda-benda pusaka Pura yang dibawa ke Altar pun ikut dibasuhkan dengan air laut. membasuhkan air laut maksudnya adalah Mensucikan dari perbuatan-perbuatan buruk. 

mensucian benda-benda pusaka pura

pensucian diri dengan membasuhkan air laut dibeberapa bagian tubuh

Dengan prosesi labuhan dan mensucian diri dengan air laut, para umat mulai meninggalkan lokasi baik pulang ke rumah masing-masing maupun membuka bekal makanan yang dibawanya dari rumah di tepi pantai ini.