Showing posts with label kota gede. Show all posts
Showing posts with label kota gede. Show all posts
Tuesday, July 23, 2013

Ngabuburit di Pasar Legi Kotagede, Jogja


Jogja memang asik buat jalan-jalan, terlebih saat bulan puasa kayak gini. Kali ini saya mau ngasih masukan buat teman-teman pembaca yang mau mencari alternatif jalan-jalan sore atau kalau bulan puasa namanya ngabuburit di Jogja yaitu Kawasan Kotagede. Kawasan ini terletak di selatan kota Jogja, kurang lebih sekitar 4-5 km dari Malioboro. Istimewanya kawasan ini karena kawasan ini dulunya merupakan kawasan Kerajaan Mataram Islam sehingga sudah pasti di dalam kawasan ini jika kita telusuri masih banyak peninggalan-peninggalan masa lampau.

Ngabuburit kali ini, saya memilih Pasar Legi Kotagede, pasar yang terletak di tengah-tengah kawasan Kotagede. Pasar ini akan ramai hari legi (Tanggal Jawa), namun pada hari lain pasar ini tetap buka. Menuju Kotagede cukup mudah, dari Plengkung Gading kita hanya tinggal mengikuti arah timur akan sampai di gapura Kotagede. Bisa juga dari Km.0 ke arah timur melewati Bonbin. Lampu lalu lintas setelah itu ambil kanan, ikuti jalan tersebut nanti kita akan sampai di gapura Kotagede atau menggunakan Trans Jogja ke kawasan ini juga bisa. Selanjutnya ikuti jalan masuk Gapura tersebut untuk sampai di pasar Legi Kotagede. Nah sepanjang jalan menuju pasar, jangan lupa lihat kanan-kiri, nanti akan terlihat bangunan-bangunan khas jawa yang pasti akan menambah kekaguman kita akan Kotagede.

Salah Satu Penjual, Pecelnya cuma 2rb

Pada sore hari di pasar ini terdapat banyak penjual makanan-makanan khususnya makanan tradisional. Dari kue cucur, pecel, cenil, serabi solo, leker, putu dan kue-kue tradisional lainnya, tidak ketinggalan minuman-minuman untuk berbuka. Soal harga tidak usah khawatir saya rasa harga makanan-minuman di pasar ini relatif murah. Kue cucur yang saya beli untuk berbuka seharga 500 rupiah. Karna suasana pasar yang asik, jangan kaget kalau pasar ini lumayan ramai terutama saat ngabuburit. Bahkan waktu itu saya melihat ada Bule sekeluarga yang menyerbu membeli Putu :D.


Selesai menemukan “si manis” buat berbuka puasa jangan langsung pulang. Sambil menunggu adzan Magrib, coba deh keliling Kotagede, menikmati cagar budaya yang ada dari komplek Makam Raja Mataram, Mesjid Agung Kotagede, bangunan-bangunan lama bernuansa Jawa yang unik sampai masyarakat Kotagede yang ramah :).

salah satu rumah jawa yg berdiri tahun 1862.

Tuesday, April 16, 2013

Menyaksikan Prosesi Nawu Sendang Seliran



Mataram Islam, satu kerajaan yang tercatat pernah mendirikan pusat pemerintahannya di Yogyakarta, tepatnya di Kotagede. Tak heran disana masih bisa ditemukan peninggalan-peninggalan zaman Mataram Islam, salah satunya Prosesi Nawu Sendang Seliran

Sendang Kakung
Nawu Sendang yang berarti  menguras sendang atau membersihkan sendang. Sendang Seliran itu sendiri berada di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram dan Mesjid Agung Kotagede. Disini terdapat 2 sendang yaitu sendang seliran kakung untuk kaum laki-laki dan sendang seliran putri untuk kaum perempuan. Asal muasal dinamakan Sendang Seliran karena sendang ini diselirani (dikerjakan) oleh Ki Ageng Mataram dan Panembahan Senapati. Adapula pendapat lain dinamakan begitu karena air sendang berasal dari makam selira (badan) Panembahan Senapati. Tidak ada sumber yang menjelaskan kapan awal mulanya prosesi nawu sendang ini ada, namun diyakini prosesi ini ada setelah sendang ini dibuat.

sesampainya di pelataran Mesjid Kotagede
simbolisasi nawu sendang
Tahun lalu (2012) saya berkesempatan menyaksikan sendiri prosesi ini. Prosesi dimulai dari kirab budaya dari kelurahan menuju kompleks Mesjid Agung Kotagede dengan membawa Gunungan, umbe rampe, serta simbolisasi berupa siwur (gayung) dan gentong. Setelah sampai disana dimulailah acara utama prosesi ini. Diawali dengan sambutan-sambutan dari pemuka atau tokoh-tokoh yang hadir. Saat itu ada tamu istimewa yang hadir yaitu Sultan dari Kesultanan Lampung. Beliau diberi kesempatan untuk memberi sepatah-dua katanya untuk sambutan diprosesi ini. setelah sambutan-sambutan selesai dilakukan penyerahan siwur dan gentong sebagai tanda dimulainya prosesi menguras/ membersihkan sendang. Gayung dan siwur dibawa menuju sendang seliran dan dilakukan pengambilan air dari sendang seliran sebagai simbol menguras air yang ada di sendang tersebut. pengambilan air sendang dilakukan oleh abdi dalem dan tokoh yang hadir dalam prosesi ini.  setelah simbolisasi pengurasan sendang, acara dilanjutkan dengan kenduri atau dengan kata lain adalah makan bersama. Setelah kenduri berakhir masyarakat mulai berbondong-bondong menuju sendang seliran tersebut untuk menguras dan membersihkan sendang tersebut. anak-anak kecil pun tidak ketinggalan masuk kedalam sendang untuk membersihkan sendang sekaligus bermain air dengan serunya ^__^

Kenduri
Menguras Sendang
Prosesi Nawu Sendang Seliran pada tahun 2013 ini akan diadakan hari Minggu, 21 April 2013. Untuk dapat melihat prosesi ini kita bisa memacu kendaraan pribadi anda menuju Kotagede, atau bisa naik angkutan Trans Jogja turun di Kotagede. Prosesi sama seperti tahun lalu akan dilakukan kirab budaya dari depan kelurahan menuju Mesjid Agung Kotagede dan dilanjukan ke Prosesi Inti. Prosesi ini akan dimulai jam 9 pagi, jadi kalau bisa datang sebelum jam 9 pagi agar memudahkan anda untuk menyaksikan prosesi ini.

Sampai Ketemu di sana :)