Showing posts with label kuliner jakarta. Show all posts
Showing posts with label kuliner jakarta. Show all posts
Thursday, August 6, 2015

Es Goyang, Si Jajanan Tempo Dulu


Nostalgia,,,
Kesan pertama ketika menemukan penjual Es Goyang pinggir jalan dan membelinya dengan harga sangat terjangkau. Jajanan yang satu ini memang jajanan yang berasal dari masa lampau, sekitar 20 tahun yang pertama kalinya berkenalan dengan jajanan es ini. Walaupun jelas penjualnya berubah, bentuk gerobak, cita rasa tidak berubah sama sekali, hanya saja muncul kreasi unik untuk menyaingi produk perusahaan es krim ternama juga menarik lagi perhatian pembeli.

Semacam drybox menjaga es tetap dingin dan tidak mencair
Es Goyang, dinamakan demikian bukan karna sehabis makan es ini pembelinya goyang goyang, ataupun malah penjualnya yang goyang-goyang :D. Penamaan Es Goyang itu karena dalam membuat es ini perlu menggoyangkan gerobaknya secara perlahan-lahan. Menurut penjualnya jika tidak digoyang bahan/adonan es yang dimasukan kedalam cetakan es goyang di dalam gerobak tersebut tidak akan jadi Es. Bahan es goyang berupa santan kelapa, perasa makanan, gula pasir dan bahan utamanya yaitu tepung hunkue. Katanya sih tepung hunkue ini sejenis tepung yang berasal dari kacang hijau. Tepung ini masih bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di Jakarta.


menuangkan adonan
Pembuatannya pun sederhana, bahan-bahan yang tadi disebutkan diracik dengan resep rahasia abangnya lalu menjadi adonan. Adonan tersebut tuang di dalam cetakan yang sudah disediakan, tidak lupa pula adonan yang sudah dituang kedalam cetakan diberi semacam tusuk sate atau kayu kecil sebagai gagang es. Dan akhirnya gerobak es di goyang-goyang naik turun, tanpa music apapun. Atau mungkin si abang es goyang yang menyanyi sebuah lagu dalam hatinya sembari mengoyangkan si gerobak es tersebut. Yah bisa jadi sih :D

di toping coklat dan kacang
Berbeda dari tahun 80-90an, saat ini Es Goyang mempunyai beberapa varian rasa dan memiliki kreasi yang unik yaitu di toping dengan coklat berselimut kacang atau berselimut misis. Danpenampilannya pun menjadi menarik dan tak kalah disbanding Es dar perusahaan es krim terkenal. Untuk dapat mencobanya kita bisa membelinya dengan harga yang relative murah yaitu Rp. 3000,-

ketemu penjualnya di car free day monas-bunderan HI

Saya menemukan penjual Es Krim ini di daerah Jakarta tepatnya di sekitaran Stasiun Senen, Pasar Senen dan Terminal Senen. Di daerah tersebut terdapat 15 penjual es Goyang yang membentuk suatu kelompok atau paguyuban. Dan mungkin 15 Orang ini lah yang menjadi penjual Es Goyang Terakhir di Jakarta. Kelompok Paguyuban ini sering terlihat juga berjualan pada hari minggu di Car Free Day Monas sampai dengan Bundaran HI. Di kota Solo pun begitu, penjual ini terlihat di Car Free Day Slamet Riyadi.


Di Daerah kalian ada penjual Es Goyang ini?
Sunday, February 23, 2014

Es Selendang Mayang, Kuliner Khas Jakarta Yang Kian Langka


Tak seindah namanya, begitulah nasib jajanan tradisional Es Selendang Mayang. Banyak yang tidak tau atau mungkin telah lupa jajan khas daerah Jakarta/ Betawi yang satu ini. Susah menemukan penjual es Selendang Mayang di era sekarang ini, membuat banyak orang tidak mengenalnya bahkan saya sendiri  hampir lupa akan keberadaan kuliner tersebut.

Es Selendang Mayang dihidangkan di atas mangkuk kecil, bisa dibilang ukurannya sama dengan mangkuk Soto Kudus. Isinya berupa seperti sebuah adonan kenyal lebih kenyal dari cendol, namun mempunyai 3 lapis warna. Jika diurutkan dari atas warnanya merah-putih dan hijau. Adonan dengan 3 lapis warna itulah yang disebut Selendang Mayang. Saya pikir, nama Es Selendang Mayang berasal dari pencipta kulinernya, si Mayang dan dia berjualana Esnya tersebut digendong menggunakan selendang tapi ternyata salah banget. Penamaan Selendang Mayang karena orang dulu sering menyebutkan warna cerah yang ada di atas dengan sebutan Selendang sedangkan warna putih di bawahnya disebut Mayang. Kuliner khas Jakarta yang mempunyai nama lain Es Cendol Parek ini dipercaya orang dulu bisa menghilangkan panas dalam.

Bang Ade, salah satu penjual es Selendang Mayang
Tak Sengaja saya melihat penjual es Selendang Mayang di sela gang kecil. Memikul gerobak pikulnya, membunyikan mangkuk kecil dengan berirama sembari menengok kesana kemari seakan mencari orang yang ingin membeli dagangannya, Es Selendang Mayang. Saya pun menghentikan langkahnya ingin melepas dahaga di panasnya Jakarta kala ini sekaligus mendokumentasikan Kuliner langka ini. Sambil menyantap Es Selendang Mayang, terjadilah obrolan-obrolan ringan di antara kami . Belakangan saya tau namanya bang Ade, dia telah menekuni profesinya sebagai penjual Es Selendang Mayang  selama 10 tahun, dan berjualan di sekitar daerah Cipayung. Menurut dia berjualan es ini jaman dahulu berbeda dengan sekarang. Dulu banyak tanah lapang, lapangan bola, dimana di tempat tersebut banyak masyarakat berkumpul baik anak-anak maupun yang sudah dewasa sekalipun. Ada yang bermain, atau sekedar bersantai dan bang Ade biasanya mangkal disana. Kehadiran es selendang mayang pasti menarik perhatian mereka untuk melepas dahaga sesaat khususnya anak-anak yang kecapaian setelah bermain. Namun beberapa tahun kedepan, tanah lapang mulai berganti perumahan, banyak bermunculan kuliner minuman dingin modern yang mengalahkan popularitas si Es Selendang Mayang. Belum lagi makin berkurangnya penjual Es Selendang Mayang membuat kuliner khas betawi jadi makin sudah ditemukan dan hampir terlupakan.

Es Selendang Mayang di Kawasan Kota Tua
Belakangan ini, di Kawasan Kota Tua mudah ditemukan Es Selendang Mayang. Biasanya penjual Es Selendang Mayang mudah dijumpai sekitar Museum Fatahillah pada hari Sabtu-Minggu atau hari Libur. Jika anda ingin mencoba kenikmatan es Selendang Mayang ini, cobalah datang ke Kawasan Kota Tua Jakarta pada hari-hari tersebut.
Museum Fatahillah

Semoga dengan adanya tulisan sederhana ini, kuliner Es Selendang Mayang ini tidak punah dan makin dikenal masyarakat luas J