Showing posts with label pantai jatim. Show all posts
Showing posts with label pantai jatim. Show all posts
Wednesday, July 20, 2016

Pulau Tabuhan, Banyuwangi - Pulau Kecil di Tengah Laut Selat Bali


Pulau Tabuhan, pulau yang terlihat jelas dari Pantai Watudodol sudah lama membuat saya penasaran. Terlihat dari jauh, kecil, berwarna kehijauan dan berada di tengah-tengah warna biru laut yang luas. Minggu pagi, saya mendapat ajakan bersama teman dari Jalan-JalanSeru Banyuwangi untuk piknik seru ke Pulau Tabuhan tersebut. Walau letaknya di tengah Laut Selat Bali, Pulau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Cara menuju Pulau Tabuhan, Banyuwangi
Dari Kota Banyuwangi: Pulau ini bisa ditempuh dengan menyewa kapal dari beberapa tempat seperti Grand Watudodol, Bunder Bangsring dan Kampe. Jarak terdekat untuk sampai ke Pulau Tabuhan yaitu dari Pantai Bangsring atau Kampe. Minggu kemarin saya menggunakan jasa Kapal dari Pantai Bangsring. Dari kota Banyuwangi, ambil arah Pelabuhan Ketapang – melewati Pelabuhan Ketapang – Pantai Watudodol (patung gandrung) – pom bensin kiri jalan – tikungan ke kanan – masjid perumahan griya (kiri jalan) – setelah melewati masjid, kanan jalan akan ada papan petunjuk jalan ke rumah apung, kalian tinggal ikutin papan petunjuk jalan itu saja. Sesampainya di Pantai Bangsring kalian bisa menyewa kapal dan berlayar menempuh perjalanan selama 15 menit saja.
Dari Luar Kota Banyuwangi: Jika kalian yang naik kereta ke Banyuwangi, bisa turun di stasiun Banyuwangi Baru dan melanjutkan naik ojek atau menyewa angkot atau bisa juga naik angkot ke terminal sritanjung lalu naik bis yang menuju arah situbondo dan minta turun di desa Bangsring (rumah apung). Jika kalian dari Surabaya naik bis, bisa memilih bis jurusan bali atau banyuwangi yang lewati Situbondo. Minta Turunlah di depan Desa Bangsring (Rumah Apung).

Biaya sewa kapal sebesar Rp. 500.000 perkapal dengan maksimal penumpang sebanyak 10 orang. Fasilitas kapalnya kalian dapat pelampung keselamatan. Namun jika ingin Snorkling di Pulau Tabuhan kalian bisa menyewa alat Snorkel Satu Set berupa Jaket Pelampung dan Snorkel seharga Rp. 30.000. Jika butuh sepatu katak akan dikenalan biaya sewa lagi sebesar Rp.10.000-15.000

Pulau Tabuhan merupakan pulau kecil yang luasnya hanya sekitar 5-6 ha. Pulau tak berpenghuni, tidak banyak pohon-pohon teduh yang bisa dijadikan tempat berteduh. Walau pulaunya tidak seberapa besar aktifitas seru bisa dilakukan disini seperti:

1. Snorkeling
Spot Snorkeling
Ombak disini utara agak tenang, biasanya pengunjung melakukan snorkeling di spot ini. Spot terbaik bisa di dapat di area agak ke tengah, kita bisa minta tolong oleh nahkoda perahu yang kita sewa untuk mengantarkan ke daerah spot tersebut. Hati-hati dengan bulu babi dan jangan menginjak karang ya J

2. Keliling Pulau
Spot foto sebelah timur pulau
Pulau Tabuhan ini luasnya hanya 5-6 ha, mengelilinginya dengan jalan kaki tidak akan menempuh waktu jalan terlalu lama. Mungkin yang perlu disiapkan adalah tabir surya supaya kulit tidak gosong terbakar. Pengalaman kemarin sih walau sudah pakai tetap gosong :D. Mengelilingi pulau ini hanya sekitar 15menit berjalan kaki kadang yang bikin lama adalah berhenti dan berfoto-foto :D. Kadang berteduh sebentar di semak-semak agak tinggi menyantap makanan, atau karena kepanasan.

3. Berfoto-foto

Ada beberapa spot foto yang menarik perhatian, salah satunya adalah reruntuhan bangunan. Spot ini menjadi spot favorit oleh para pengunjung. Biasanya posenya sih berdiri di atas reruntuhan bangunannya. Jika sedang pasang hati-hati yak J. Spot foto menurut saya di pulau sebelah timur, pasirnya halus karena terus terkena ombak, dengan pemandangan laut biru dan pulau Bali spot foto ini terlihat bagus. Spot foto berikutnya adalah spot foto Gili Trawangan Ala-ala (beberapa orang menyebutnya seperti itu), spot ini merupakan ayunan yang ada di Pantai, dengan tulisan Pulau Tabuhan di tiang penopangnya diharapkan menjadi salah satu icon dari pulau tabuhan.

spot reruntuhan bangunan
spot reruntuhan bangunan

Pulau Tabuhan ini menjadi pilihan untuk menikmati Sunset dan Sunrise sekaligus dibanyuwangi selain di pelabuhan Marina. Karena belum mencobanya langsung, saya tidak bisa berkata banyak. Tapi untukbisa menikmati suasana Senja dan Matahari terbit di Pulau Tabuhan kalian harus menginap disini semalam.

warung sederhananya, sekaligus bisa ngadem
Fasilitas yang ada disini tidak terlalu lengkap, baru ada Bilik untuk mengganti baju dan beberapa warung makanan-minuman buat yang tidak atau bekalnya kurang. Selain itu tidak ada fasilitas lainnya. Jika kalian yang hendak bersnorkling, sewalah peralatannya di Pantai Bangsring sebelum berangkat. Belum ada tempat pembuangan sampah yang memadai, sehingga pengunjung diharapkan dapat membawa kembali sampahnya dan di buang ditempat sampah yang ada.
pasukan lengkap :p
Setelah lelah bermain di Pulau Tabuhan, kami memutuskan kembali ke Pantai Bangsring. Jika masih belum puas bersnorkling, di pantai Bangsring kalian bisa melanjutkannya dan bahkan bisa bersnorkeling bersama Hiu


Monday, June 27, 2016

Bukit Watudodol, Spot Sunrise Dan Tempat Menikmati Panorama Laut Selat Bali Dari Ketinggian


Terlintas dalam pikiran “Kalau Amerika punya patung Liberty, Banyuwangi punya Patung Gandrung”. Setelah melihat Patung Gandrung dari Bukit Watudodol dengan latar berupa Laut Selat Bali seperti galnya patung Liberty di Muara Sungai Hudson, Newyork.

Bukit Watudodol, merupakan area Perhutani yang difungsikan sebagai tempat bersejarah karena terdapat Makam Syekh Maulana Ishaq dan Putri Sekardadu, yang merupakan makam dari tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Blambangan (Banyuwangi). Bukit Watudodol habis berbenah, penebangan beberapa ranting pohon yang menghalangi pemandangan view laut di pangkas dan diberi semacam bangku dan meja untuk pengunjung menikmati panorama laut selat bali. Pembenahan tersebut kini membuat Bukit Watudodol ini ramai dikunjungi anak-anak muda yang sekedar ingin tahu, foto2 dan  yang ingin menikmati suasana matahari terbit dari bukit Watudodol ini.

Rute Menuju Ke Bukit Watudodol.
Cukup mudah, karena berada di jalan utama Banyuwangi-Situbondo jika berangkat dari kota Banyuwangi akan menempuh perjalanan sekitar 25-30 menit. Jadiuntuk menikmati Sunrise kira-kira setelah adzan Subuh langsung jalan. Rutenya dari Kota Banyuwangi ambil kearah pelabuhan Ketapang, lewati pelabuhan ketapang, lalu melewati Terminal Sri Tanjung, Pabrik Semen Bosowa dan jika melihat laut di sebelah kanan anda, akan telah sampai di area Watudodol. Pintu masuk Bukit Watudodol berada di hutan sebelum Patung Gandrung.

Setelah membayar tiket masuk seharga Rp.2.500 dan Parkir motor Rp. 2.000, kita akan berjalan menaiki bukit, jalannya cukup landai, sekitar 10 menit akan sampai Gardu Pandang, semacam tempat melihat pemandangan Pantung Gandrung Watudodol dan Panorama Selat Bali. Ternyata gardu pandang letaknya bersebelahan dengan Makam Syekh Maulana Ishaq dan Putri Sekardadu. Sekilas kisah yang saya baca di Papan Informasi, Ternyata Syekh Maulana Ishaq dan Putri Sekardadu adalah Orang Tua dari Sunan Giri. Mereka bertemu ketika itu saat Kerajaan Blambangan diserang penyakit aneh, dan Putri terkena penyakit tersebut dan tidak ada satu pun tabib yang bisa menyembuhkan saat itu hingga Syekh Maulana Ishaq datang dan berhasil menyembuhkan Putri Sekardadu. Lama kemudian mereka menikah.
Makam Syekh Maulana Ishaq dan PutriSekardadu
Jam 5, saya datang dengan keadaan Gardu Pandang masih gelap dan sepi, Tuhan mulai melukis-lukis langit pagi itu. Bangku-bangku masih kosong, duduk dan menikmati udara pagi dan angin laut yang sepoi-sepoi. Jika sedang tidak puasa, saya sudah bawa termosberisi air hangat dan seperangkat alat dan bahan pembuat Teh. Makin pagi, langit perlahan menerang, Gardu Pandang mulai ramai oleh pengunjung yang mencari tempat asik untuk menikmati pemandangan pagi. Saya memandangi patung gandrung dari atas sini sekilas terbayang patung Liberty di Amerika. Semisal Amerika punya Patung Liberty, Banyuwangi punya Patung Gandrung :D

Amerika punya Patung Liberty, Banyuwangi punya Patung Gandrung :)
Sunrisenya ^^
Akhirnya matahari muncul dari balik garis horizon laut dan langit. Suasana makin riuh, banyak yg sibuk berfoto-foto, yang tadinya menikmati dengan kalem pun juga sibuk berfoto begitu juga saya. Beginilah Banyuwangi dan Penduduknya yang gemar menikmati pagi. Saatnya kembali ke Kos-kosan, kembali tidur.

Dateng berduaan asik
dateng beramai-ramai juga boleh


Tips : Karena spot ini sedang Hits-hitsnya. Hindari hari libur, apalagi untuk kalian yang ingin menikmati suasananya.  Oia dan Jangan lupa Jaga kesopanan dan kebersihan karena area ini juga salah satu area yg dihormati dan di keramatkan :)
Saturday, June 18, 2016

Menikmati Senja di Pelabuhan Marina, Banyuwangi

Senja dan Formasi 4 Gunung Syahdu :)
Pelabuhan Marina ini setahu saya adalah proyek pembangunan pelabuhan untuk perahu-perahu komersial yang terintegrasi dengan pelabuhan Teluk Benoa, Labuan Bajo dan tempat2 menarik lainnya. Pelabuhan ini masih dalam proses pembangunan mungkin tahun 2017/2018 sudah selesai dan mulai beroperasi. Karena letaknya di pesisir Kota Banyuwangi dan bersebelahan dengan Pantai Boom, menjadikan pelabuhan ini sering dikunjungi pengunjung, untuk mancing di Dermaganya, atau sekedar menikmati udara pagi dan sore hari yang sejuk serta pemandangan yang indah.
Rute Menuju Pelabuhan MarinaUntuk menuju ke Pelabuhan Marina cukup mudah, dari kota Banyuwangi ke pelabuhan marina hana memakan waktu sekitar 5-15 menit saja. Dari Kota Banyuwangi - Taman Blambangan - pertigaan PLN dan Pom Bensin, ambil kanan - ikuti jalan sampai melewati pelabuhan nelayan pantai Boom lalu tempat pemungutan retribusi pantai Boom – Parkiran Pantai Boom – Pelabuhan Marina. Biaya yang dikeluarkan hanya Rp.2000 untuk Motor dan Rp,5000 untuk Mobil.
Spot Sunsetnya di sini, di tempat parkir kapal
Sekitar jam 4 sore langit terlihat cerah, 4 Pegunungan di sebelah barat Kota Banyuwangi terlihat sangat Syahdu tanpa awan mendung yang menutupi puncaknya. Karena saya rasa pemandangan senja kala itu akan luar biasa, saya memutuskan berangkat ke Pelabuhan Marina.Pelabuhan tersebut belum sepenuhnya jadi namun beberapa orang yang datang untuk memancing dan menikmati suasana sore hari di Provinsi paling timur di Pulau Jawa.  Sebelum saya pergi ke Pelabuhan Marina, terlebih dahulu telah membeli jajan di pinggir jalan pelabuhan pantai Boom berupa bakso bakar dan air mineral, mengingat di pelabuhan marina tidak ada penjual dan rasanya kurang jika menikmati senja hanya memandangi langit tanpa cemilan (setuju?).

pemancing yang duluan datang,
Sesampainya disana, para pemancing yang sudah lebih siang datang sudah duduk enak di pinggir pelabuhan menunggu umpannya dimakan ikan, kadang sambil mengobrol dengan pemancing sebelah, ada yang sibuk main hp, bahkan ada yg sibuk ngemil-ngemil kacang. Suara musik Banyuwangian terdemgar dari atas kapal Slerek – Kapal Khas Banyuwangi- yang dinyalakan sambil menunggu kesiapan berlayar mencari ikan dan kru kapal yang belum datang.
Perahu Slerek kecil Berlayar
Waktu terus berjalan, perlahan-lahan matahari menghilang di balik formasi gunung Marapi- Ijen- Gunung X – Raung, perlahan-lahan tak terasa bakso bakar sudah habis. Cukup beruntung kadang keempat gunung tersebut tertutup awan mendung tebal sehingga warna senja tidak begitu terlihat, namun kali ini cerah bebas awan. Saya pun bangkit berdiri mempersiapkan kamera yang dibawa beserta sudut foto yang enak dilihat. Satu persatu perahu Slerek berangkat keluar dari pelabuhan menuju laut. Lagu-lagu Banyuwangian masih terdengar keluar dari atas kapal-kapal tersebut. Sekilas saya tanya kepada pemancing. Memang pemilik kapal sengaja menaruh sound sistem agar kru nelayan tidak bosan saat melaut. Tengah Laut itu sepi!!

Jam menunjukan pukul 17.16 Langit yang berwarna biru pucat menjadi Jingga. Matahari yang tadinya sidah tenggelam dibalik Gunung seakan memaksakan sinar terakhirnya seakan tidak lagi ada hari esok. Yah hari esok memang misteri sih.
foto terakhir sebelum pulang, gemerlap kelap kelip lampu kota Banyuwangi
Lama-lama mulai gelap, lampu kota mulai menyala satu demi satu, angin mulai dingin mulai menusuk-nusuk kulit, saatnya saya pulang. Dan berniat bertemu matahari esok harinya di tempat ini. Di tunggu tulisan selanjutnya ya ^^


Friday, June 3, 2016

Menikmati Senja di Rumah Apung Bangsring, Banyuwangi :)


Memandangi senja dari Kota Banyuwangi cukup susah, mengingat lokasi pantai-pantai dekat kotanya menghadap ke sebelah timur yang notabene cocok sekali untuk menikmati pemandangan pagi hari. Namun ada beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam atau senja, salah satunya yaitu di Rumah Apung Pantai Bangsring atau lebih dikenal Bangsring Underwater.

Rumah Apung letaknya berada mengapung di selat Bali dank arena keberadaannya tersebut Rumah Apung bisa leluasa memandangi pemandangan di kala senja, memandangi matahari yang perlahan-lahan turun ke balik Gunung Marapi dan Gunung tidak tahu namanya (sebut saja X), menikmati angin di selat balik yang cukup sejuk di saat itu.  Rumah Apung merupakan fasilitas yang ada di Pantai Bangsring atau Bangsring Underwater. Rumah Apung ini merupakan penangkaran Ikan-ikan Hiu yang terjaring jaring nelayan setempat. Ikan hiu nya berjenis ikan hiu sirip hitam ini akan dilepas kembali jika dinilai sudah siap dan sembuh dari luka-luka jaring. Di rumah apung juga terdapat penangkarang Lobster yang cukup besar ukurannya.
Rute Menuju Rumah Apung dari Kota BanyuwangiPerjalanan kurang lebih 30 menit dari Kota Banyuwangi. Rutenya Kota Banyuwangi menuju ke Pelabuhan Ketapang, setelah melewati Pantai Watudodol akan ada Pom Bensin Kiri jalan, lewati pom bensin bertemu tikungan sampai nanti akan ada pertigaan kecil dengan Tulisan Rumah Apung atau ZPT (Zona Perlindungan Setempat), masuk kedalam pertigaan kecil tersebut  ikuti saja jalan tersebut dan petunjuk jalan yang ada untuk sampai di Pantai Bangsring atau Rumah Apung Bangsring. Tidak dipungut biaya masuk, hanya biaya parkir saja sebesar Rp.2000 untuk motor dan mobil Rp.5000 (kalau tidak salah).
pantai Bangsring
Jasa Perahu ke Rumah Apung
Dari pantai Bangsring, kita bisa menyewa jasa perahu penyebrangan ke Rumah Apung sebesar Rp. 5000  saja untuk Pergi-Pulang. Jika kalian ingin berenang-renang terlebih dahulu atau berenang di penangkaran Hiu, sewalah pelampung dan alat snorkel seharga 30 rb. Karena saya datang sudah sore yaitu jam 4 Sore, saya tidak memutuskan berenang, toh tidak bawa baju ganti juga.  Sesampainya di Rumah Apung Bangsring, terlihat ada rombongan keluarga sedang asik bermain air, snorkeling dan beberapa ada yang berenang di Penangkaran Hiu. Kadang mereka histeris, ketika hiu menyenggol badan atau kaki mereka, Kyaaaa.

Penangkaran Hiunya
Cuaca sore itu cukup mendukung, Cerah, sampai-sampai Gunung Baluran juga bterlihat dari jejauhan. Rombongan keluarga yang tadi memutuskan untuk kembali ke pantai karna khawatir masuk angin, angin diselat bali dalam keadaan basah sedikit dingin menusuk-nusuk kulit. Saya ditemani perahu terakhir dan meminta izin untuk mengabadikan senja dan Intinya jangan ditinggal Pulang >_<. Matahari ternyata turun diantara celah Gunung Marapi – X, agak mengingatkan saya dengan gambar legendaris Jaman SD 90an. Alhamdulillah bisa dipertemukan senja yang indah ini.
Gambar Legendaris Jaman SD, Tapi bukan Sawah :D
Matahari sudah di Balik Gunung, namun langit malah baru menampakan warna Jingga, seakan mengerti, operator kapal mempersilahkan saya untuk lebih lama lagi jika mau disini (dan tidak ditinggal pulang). Sambil mengabiskan waktu senja, kami mengobrol tentang bangsring dan tentang daerah Banyuwangi yang mulai perlahan bangkit menampakan dirinya. Kami rasa sudah cukup,terlalu lama di Rumah Apung, walau langit masih menampakan warna Jingga tapi waktu terus berjalan, waktu untu Sholat Magrib makin berkurang.

Perjalanan Pulang ke Pantai, masih sempet aja moto >_<

Tuesday, April 5, 2016

Pantai Watu Dodol dan Landmark Kabupaten Banyuwangi


Tiap daerah punya Landmarknya masing-masing, bahkan bisa lebih dari satu. Seperti  Jogja dengan Tugu Jogja, seperti  Jakarta dengan Monas, bagaimana dengan Banyuwangi?. Selain Pantai Boom, Banyuwangi mempunyai Landmark yang lain yaitu Pantai Watu Dodol. Pantai yang terdapat patung penari Gandrung yang merupakan tarian khas dari daerah Banyuwangi.

Pantai Watu Dodol merupakan salah satu pantai dari sekian banyak pantai yang mengarah ke Selat Bali. Pantai ini terletak dipinggir jalan utama Banyuwangi-Situbondo, sehingga jika kalian ingin ke Baluran dari Banyuwangi pasti akan melewati pantai ini. Untuk menuju kesana cukup mudah, dari kota Banyuwangi hanya menempuh kurang lebih 30 menit saja. Kalian hanya tinggal berkendara menuju ke pelabuhan Ketapang, melewatinya hingga menemukan patung penari Gandrung di pinggir laut. Jika menaiki kendaraan umum bisa menggunakan angkutan umum  jurusan Pelabuhan Ketapang atau Terminal Sri Tanjung lalu di lanjutkan bis yang menuju ke Arah Situbondo atau bisa menyewa jasa Ojek. Berkunjung ke Pantai ini hanya membayar petugas parkir yang menjaga kendaraan anda di area parkir yang telah tersedia di tepi jalan maupun di tempat penjual makanan dan minuman.

batu asal muasal watudodol :D
Di Pantai ini terdapat batu besar yang letaknya di tengah jalan berbentuk lonjong mirip dengan Dodol sehingga saya menyangka bahwa nama Watudodol karena terdapat Batu (Watu) besar berbentuk Lonjong menyerupai Dodol. Namun beberapa versi mengatakan kata Dodol berasal dari Raja Bali yang hendak melamar Putri kerajaan Blambangan namun terjadi peperangan sehingga pada saat lewat disini dodol yang dibawahnya tumpah di pantai ini.  Ada juga cerita asal muasal yang mistis tentang awal mula pantai Watudodol yaitu pembuatan jalan menembus atau membongkar bukit batu dengan bantuan Jin :D.

Sunrise di Pantai Watudodol.
Bicara soal daya tarik, pantai ini mempunyai keunikan berupa pantai dengan karang-karang berwarna hitam, pasir pantai yang hitam tertutup batuan kali sehingga pantai ini terlihat nampak beda. Pantai ini juga sering kali dijadikan spot bagi penghobi mancing. Bagi yang ingin berenang disini lebih baik urungkan niatnya karena walau tenang arah arus bawahnya lautnya sepertinya cukup deras. Karena letaknya berada di sebelah timur sehingga pantai ini juga menjadi salah satu pilihan untuk menikmati matahari terbit di Banyuwangi. Matahari yang terbit dari balik Pulau Dewata.

salah satu penjual makanan-minuman
Tak perlu khawatir soal makanan, disini terdapat banyak warung penjaja makanan-minuman mulai dari ikan bakar sampai es kelapa muda. Tempat makannya berada di atas tebing di pinggir pantai sehingga dengan menyantap makanan kalian bisa menikmati suasana selat bali yang cukup tenang.


Pantai yang wajib kalian kunjungi saat ke Banyuwangi, minimal foto dengan Background Patung Penari Gandrung sebagai tanda kalian pernah ke Banyuwangi :D
Thursday, March 10, 2016

Pantai Parang Kursi, Banyuwangi dan Kursi Singgasana Nyi Roro Kidul

Karang berbentuk Kursi Singgasana (Parang Kursi)
Banyuwangi ternyata mempunyai beberapa pantai yang masih tersembunyi, salah satunya adalah Pantai Parangkursi yang sebenarnya letaknya tidak jauh dari Pantai Pulau Merah, hanya berada sebelah timur Pantai Pulau Merah. Namun untuk ke pantai Parangkursi tidak cukup hanya dengan niat foto-foto semata karena untuk kesana perlu perjuangan yang luar biasa.

Pantai Parangkursi terletak di Dusun Ringinagung 56 , Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Jika dilihat dari peta Pantai Parangkursi letaknya berada sebalah timur pantai Pulau Merah dan di sebelah timur Pantai Lampon. Dinamakan Parangkursi karena di pantai ini terdapat formasi karang yang berbentuk kursi besar setinggi kira-kira 15-20 meter. Kursi tersebut konon dipercaya sebagai salah satu singgasananya Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul.

jalan masuk menuju pantai :)
Untuk menuju kesini perlu perjuangan ekstra, awalnya cukup mudah. Dari kota Banyuwangi bisa menuju daerah Jajag melewati Banyuwangi- Rogojampi-Srono-Benculuk- Jajag. Sampai dipertigaan Jajag ikuti saja papan petunjuk jalan menuju Pantai Pulau Merah sampai kalian berada di perempatan Pasar Pesanggaran. Dari perempatan pasar Pesanggaran kalian tinggal mengikuti petunjuk arah ke pantai Lampon dan diperjalanan akan menemukan petunjuk arah menuju Pantai Parangkursi. Jalan yang tadinya aspal berubah menjadi jalan tanah dan sedikit berbatu. Ikuti papan petunjuk tersebut memasuki Dusun Ringinagung 56 sampai menemukan parkiran penitipan motor. Lama perjalanan dari Banyuwangi sampai Penitipan motor pantai Parang Kursi ditempuh dalam waktu 2 jam.

Waktunya Menjelajah

hutan rawa-hutan jati-hutan rimba
Dari parkiran motor ternyata masih sangat jauh, kami masih harus menempuh perjalanan menjelajahi Hutan Lindung Gunung Tumpang untuk sampai ke Pantai Parang Kursi. Ada 3 tipe hutan yang kami lalui disini, hutan rawa, hutan jati dan hutan rimba. Hutan rawa cukup sulit dilewati bahkan menggunakan motor trail. Jalan tanah cukup licin dan dimusim hujan , sungai kecilnya meluap membentuk genangan-genangan air yang susah untuk dilewati. Memasuki hutan jati jalan mulai menanjak dan masih cukup aman karena di hutan ini banyak aktifitas warga. Setelah melewati hutan jati kami memasuki hutan rimba dengan kanan kiri jalan setapak kami berupa pohon bambu dan semak-semak belukar yang tidak ketahui namanya. Kami bertemu pengunjung yang nekat menggunakan motornya melintasi hutan tersebut dan apesnya motor yang mereka bawa mesinnya mati dan tidak mau hidup lagi. Setelah menjelajahi Hutan Gunung Tumpang  selama kurang lebih 1 jam sampailah kami di tepi Pantai Parang Kursi.

Pantai Parang Kursi yang sepi
Pantai Parang Kursi ini berpasir putih cukup halus dan beberapa tempat, pasirnya cukup dalam jika kita injak. Sepi hanya bertemu dengan beberapa warga setempat berlalu lalang membawa hasil panen hutan bukan kayu dari hutan lindung gunung tumpang. Di tengah laut terdapat pulau kecil yang juga terlihat jika kira berada di Pantai Pulaui Merah. Sebelah barat pantai terdapat formasi batuan karang yang cukup unik. Batu karang berwarna agak kemerahan sehingga menyebabkan pasir disekitar karang agak kemerahan. Hal tersebut kemungkinan terjadikarena abrasi batu karang karena ombak laut. Terbapat pula batuan karang yang cukup tinggi. Dari jauh mirip sekali dengan sebuah kursi singgasana. Mitosnya Karang bentuk kursi tersebut (Parang Kursi) merupakan salah satu kursi singgasananya Nyi Roro Kidul. Karang tersebut menjadi tempat foto-foto favorit namun pengunjung diharap hati-hati karena jika terjatuh cukup berbahaya, antara jatuh ke laut atau ke karang.



Jam sudah menunjukan pukul 4 sore, kami memutuskan pulang sebelum cahaya matahari terbenam dan menyulitkan kami berjalan pulang meyelusuri hutan. Perjalanan pulang juga cukup membingungkan karena beberapa jalan pulang becabang yang agak mirip. Untung kami masih menghafalkan tanda setiap persimpangan jalan setapak di hutan.

Tips Bagi Yang Ingin Ke Pantai Parang Kursi Banyuwangi

  • Berangkatlah pagi hari karena perjalanan dari parkiran desa menuju Pantai Parangkursi sekitar 1 jam jalan kaki.
  • Perbekalan terutama air minum dibawa secukupnya serta membawa pulang kembali sampahnya karena tidak akan menemukan tempat sampah disana.
  • Hafalkan tanda-tanda disetiap persimpangan hutan, terutama hutan rimba karena arah jalan pulang ada beberapa persimpangan jalan setapak yang mirip.
  • Jika perlu ajaklah masyarakat setempat untuk mengantarkan kalian ke pantai sehingga lebih aman.
  • Pulanglah maksimal jam 4 sore dan tidak boleh bermalam di pantai, mengingat hutan gunung tumpang adalah hutan lindung yang beberapa masih percaya merupakan habitat dari satwa langka macan tutul dan mungkin harimau jawa juga ada. Kemungkinan lain mungkin ada alasan dari unsur gaib.
  • Datanglah bersama-sama.
Selamat mencoba ke Pantai Parang Kursi ini :)
Monday, January 18, 2016

Pantai Sobo, Banyuwangi dan Rumah Kecil di Tepi Pantainya :)

Rumah kecil di tepi pantai Sobo
Siapa yang tidak mau mempunyai rumah kecil di tepi pantai. yah tempat yang bisa kita singgahi saat jenuh dan melepas penat, saat ingin bersantai sejenak saja menikmati suasana pantai pagi atau sore hari ditemani secangkir teh dan cemilan. Itulah hal yang terpintas di kepala saat mengunjungi Pantai Sobo, Banyuwangi.

Pantai Sobo, pantai yang terletak di Desa Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai ini berada di dekat pemukiman nelayan, di dekat tambak udang, di dekat tempat penjemuran ikan, udang atau tangkapan laut lainnya. Karena sering digunakan sebagai tempat penjemuran di beberapa tempat di temukan bau agak amis. Namun di balik itu semua Pantai Sobo mempunyai daya tarik yang khas yang bisa kalian temukan saat berkunjung ke pantai ini.

tambak di dekat pantai sobo
Rute untuk ke pantai Sobo dari kota banyuwangi cukup mudah, dari perempatan Bank BNI 46 ambil arah timur sampai mentok bertemu pertigaan ambil kanan. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan pertigaan tower pemancar. Ambil kiri dan ikuti jalan sampai menemukan pemukiman dari pemukiman tersebut cari jalan kecil kea rah timur/arah tambak/arah pantai. mencari jalan kecilnya cukup membingungkan, lebih baik tanya warga setempat saja jika kalian ragu dan tidak menemukan gang masuknya :). Dari gang masuk tersebut kita akan melewati tambak udang terlebih dahulu baru akan sampai di Pantai Sobo.

anak kecil yang minta di foto
Sepi, hanya ada beberapa anak kecil yang sedang bermain air. Kadang mereka berteriak ke arah saya sambil berpose riang minta di foto. Batas antara pantai dan tambak udang terdapat sebaris pohon jenis bakau. Di dekat pantainya terdapat beberapa pohon Santen yang merupakan pohon khas daerah pesisir Banyuwangi. Sayangnya pohon ini keberadaannya mulai jarang sekali di jumpai pantai ini.

Pohon santen dan bangunan tambak yang rusak
perahu nelayan setempat
Di tepi laut pantai sobo terdapat sebuah bangunan semacam rumah yang mempunyai dermaga. Dugaan saya sih dulunya bekas bangunan tambak udang yang ditinggalkan. Mungkin karena sudah mulai terkena abrasi atau memang sudah ditinggalkan pemiliknya. Kalau saja saya diberi hak atas bangunan tersebut,  saya pasti akan “menyulap” menjadi tempat bersantai pribadi yang sip, apalagi saat matahari terbit karena pantai ini menghadap agak ketimur. Pulau Bali yang terlihat dengan pemandangan pegunungannya, laut selat bali yang tenang dan suasana matahari terbitnya Banyuwangi yang datang selalu kepagian :D.

santai sejenak :)
Datang ke pantai ini gratis dan tidak dipungut biaya. Tidak ada pengelola atau semacamnya dan juga tidak ada yang memfasilitasi tempat sampah. Alangkah baiknya jika kalian datang kesini untuk menjaga kebersihan tempat ini, minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan atau membawa pulang sampah hasil jajanan ke rumah atau ke tempat sampah yang ditemukan diperjalanan pulang. Cukup menyenangkan piknik ke pantai Sobo ini dan letaknya cukup dekat hanya sekitar 20 menit saja dari pusat Kota Banyuwangi :)


Friday, January 8, 2016

Pantai Cemara, Banyuwangi : Pantai Dengan Keunikan Lorong Hutan Cemaranya


Pantai Cemara, Banyuwangi. Keberadaannya di dunia wisata terbilang baru dan mempunyai daya tarik unik yang berbeda dari pantai-pantai Banyuwangi lainnya, yaitu adanya hutan cemara laut yang menjadi ikon dari Pantai Cemara.

Pantai Cemara terletak masih di kota Banyuwangi, tepatnya di Dusun Rowo, Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten  Banyuwangi, Jawa Timur.  Pantai ini mulai naik daun mulai akhir tahun 2015 lalu karena mempunyai daya tarik yang berbeda. Dulunya pantai ini bernama pantai Rejo yang merupakan pantai nelayan. Pantai ini sering digunakan untuk pendaratan perahu dan  penjualan ikan langsung dari nelayan.  Selang waktu berjalan, kegiatan penanaman pohon cemara udang dengan pola tanam yang menarik, lambat laun pantai ini menjadi pantai wisata di kota Banyawangi

Rute ke Pantai Cemara dari Kota Banyuwangi cukup mudah, hanya menempuh perjalanan sekitar 20 menit saja. Dari kota Banyuwangi ambil jalan ke Hotel Santika, di samping hotel santika ada gang masuk ke timur, ikuti jalan tersebut sampai mentok daerah persawahan ambil kanan, ikuti saja sampai menemukan pertigaan dengan papan petunjuk jalan pantai Cemara. Dari sini kita tinggal mengikuti jalan tersebut melewati sawah dan kolam ikan warga setempat. Kondisi jalan belum cukup baik hanya berupa aspal rusak dan tanah. Sesampainya di kawasan Pantai Cemara kita akan dipungut retribusi sebesar Rp. 2000,- saja. Sebelum memasuki parkiran kita harus menyebrangi sungai kecil yang kondisi airnya payau, ditumbuhi beberapa jenis pohon mangrove. Jembatan penyebrangan sungai tersebut menjadi salah satu spot wajib foto jika berkunjung ke pantai cemara. Mungkin karena background  berupa sungai dan beberapa pohon mangrove dan cemara terlihat cukup bagus. Setelah menyebrangi pantai sampailah di Pantai Cemara.

lorong hutan cemara di Pantai Cemara

Pasir yang cukup luas untuk bermain-main
Pantai Cemara mempunyai pasir hitam hampir sama dengan Pantai Boom dan pantai lain di pesisir timur Banyuwangi. Di sisi sebelah kanan dan kiri pantai terdapat hutan pohon cemara. Pohon cemara tersebut berjenis cemara laut yang jenisnya sama seperti pantai Goa Cemara yang ada di Bantul, Yogya. Pohon Cemara di pantai ini ditanam menari membentuk sebuah lorong atau goa yang asik digunakan untuk berjalan-jalan sejenak, berteduh dibawah pohonnya bahkan bermain-main.  Keberadaan hutan tersebutlah mengapa nama pantai ini dinamakan pantai Cemara. Di dalam hutan  Cemara tersebut terdapat penjual-penjual makanan-minuman yang bisa kita santap sambil bersantai-santai dibawah  hutan cemara. Sayangnya penataan penjual kurang baik sampai ada yang masuk jauh kedalam hutan cemara. Padahal jika penjual di beri area khusu hanya berjualan di sisi agak luar dari hutan, hutan cemara yang agak dalam bisa menjadi wahana bebas para pengunjung untuk bersantai-santai  menikmati sejuknya hutan cemara.

penjaja makanan-minumamnya 
Pantai ini juga mempunyai tempat penangkaran sederhana Penyu. Namun saat saya berkunjung kesini musim telur penyu sudah lewat sehingga tidak ada penyu yang melakukan penmdaratan untuk bertelur. Penangkaran ini nantinya berfungsi melindungi telur penyu dari serangan predator ataupun manusia yang ingin menjual telur tersebut, Bayangan saya, jika datang kesini saat musim penyu bertelur, mungkin kita bisa melakukan pelepasan anak penyu ke laut yang keras


Jika mengunjungi pantai Cemara ini pagi hari, kalian bisa menikmati Sunrise of Java nya Banyuwangi dan menikmati suasana pantai yang cukup damai, Berwisata ke pantai ini alangkah baiknya untuk tidak membuang sampah sembarangan agar slalu terjaga kenyamanan dan kebersihannya.

sunrise di Pantai Cemara

Friday, January 1, 2016

5 Lokasi Menarik Menikmati Matahari Terbit di Banyuwangi - Part 1


Jam 4.48. Selamat Pagi Banyuwangi, tutur saya dalam hati.
Udara mulai menghangat, matahari pagi mulai terlihat dimana sebelumnya hanya warna-warna terang merah, kuning atau jingga di langit.

“Sunrise of Java” Julukan terkenalnya Banyuwangi karena memang daerah ini merupakan  daerah yang matahari terbitnya paling pertama di Pulau Jawa. Untuk bisa melihat “pertunjukan langit” Sunrise of Java mau tidak mau kita harus bangun lebih pagi dari biasanya. Rasanya habis adzan Subuh sebaiknya untuk tidak tidur kembali dan bersiap-siap ke tempat melihat matahari terbit di Banyuwangi.  Beberapa tempat atau spot menikmati matahari terbit di Banyuwangi yang berhasil saya rangkum dalam beberapa waktu, silakan disimak ya ;

Pantai Boom

Pantai terdekat yang berada pesisir timur Kota Banyuwangi, hanya sekitar 10 -15 menit dari pusat kota Banyuwangi. Pantainya berpasir hitam, ombak yang relatif tenang namun pengunjung dianjurkan untuk tidak berenang di pantai ini. Terdapat sederet kursi malas yang bisa disewa untuk sekedar bersantai menikmati matahari terbit di pantai ini. Yang terbaru terdapat dermaga baru dengan tiang mercusuar yang menarik untuk diabadikan fotonya

Dermaga Cinta
Dermaga ini terletak di Pantai Waru Doyong, sekitar 1 km dari Ketapang atau lebih tepatnya di belakang hotel ketapang indah. Pantai ini jarang sekali ada pengunjung pagi hari. Biasanya hanya ada nelayan yang siap berangkat melaut atau warga sekitar yang menemani anaknya melihat laut pagi-pagi. Duduk di tepian dermaga, menikmati langit yang memerah dan  matahari yang perlahan naik di atas sebuah dermaga. Hati-hati bisa “BAPER”

Bukit Terminal Sritanjung, Ketapang.

Di terminal bus Sritanjung ini terdapat bukit tinggi yang sedang di bangun semacam resort . karena letaknya cukup tinggi pemandangan laut selat Bali , Pulau Bali dan Taman Nasional Bali Barat terlihat jelas bahkan aktifitas pelabuhan penyebrangan berupa kapal-kapal yang mengantri parkir dan menurunkan barangnya terlihat cukup jelas. Karena resortnya belum jadi untuk masuk kesini belum di pungut biaya, hanya diminta menjaga kebersihan.

Pantai Watudodol

Pantai ini cukup unik karena terdapat landmarknya Banyuwangi yaitu Penari Gandrung di atas sebuah bangunan di pesisir pantainya. Biasanya orang yang menuju ketapang dari Situbondo ke arah Banyuwangi atau ketapang mampir sekedar berfoto berlatar laut dan Penari Gandrung tersebut.  Karena pantai ini letaknya di pinggir jalan utama, parkirlah dengan benar agar tidak mengganggu dan mempersulit pengendara yang melintas.

Pantai Grand Watudodol


Pantai Grand Watudodol terletak di sebelah utara pantai Watudodol. Pemandangannya hampir sama namun disini terdapat perahu-perahu dan banyak pohon rindang. Kapal-kapal tersebut nantinya digunakan bagi yang ingin ke Pulau Menjangan, Bali Barat atau ke Pulau Tabuhan. Pantai ini cukup ramai saat weekend karena banyak yang berkumpul untuk menyebrang ke Bali Barat atau Pulau Tabuhan.