Showing posts with label pantai lampung. Show all posts
Showing posts with label pantai lampung. Show all posts
Wednesday, March 30, 2016

Laut Sebening Kaca di Pantai Klara, Lampung

Sebening Kaca-kan :p
Cerita ketika tinggal di Lampung beberapa waktu yang lalu, saya sempat menjelajah ke daerah Pesawaran yang terkenal akan keindahan alamnya terutama pantainya. Saya tertarik dengan pantai-pantai yang memiliki dermaga. Sepertinya damai berdiri atau duduk di atas dermaga pagi/sore hari menikmati alam. Salah satu pantai yang terdapat dermaga di daerah Pesawaran Lampung adalah pantai Klara.

Pantai Klara merupakan pantai favorit warga Lampung terutama kota Bandar Lampung karena letaknya tidak begitu jauh, hanya menempuh selama 30 menit saja. Pantai Klara memiliki dermaga besar dengan gazebo yang cukup luas yang dibuat untuk menikmati lautnya yang bening. Dan atab dari gazebo tersebut tertulis TNI Angkatan Laut karena pantai ini merupakan wilayah dari TNI Angkatan Laut Lampung yang sebagian dimanfaatkan untuk wisata.

Tikungan terakhir sebelum memasuki pantai
Untuk menuju kesini dari Bandar Lampung cukup mudah, hanya saja tidak ada angkutan umum. Kita harus menggunakan kendaraan sendiri untuk sampai ke pantai ini. Dari Bandar Lampung tinggal menuju arah Padang Cermin lewat daerah teluk Betung.  Kalian akan melewati beberapa pantai seperti Pantai Mutun. Jika kalian melihat pemandangan laut dari atas bukit tandanya kalian hendak sampai di Pantai Klara. Berhati-hatilah karena bukit tersebut agak rawan kecelakaan karena  terpesona dengan pemandangan lautnya. Setelah menuruni bukit, tinggal menyelusuri jalan pesisir pantai dan sampailah di gerbang masuk Pantai Klara. Untuk memasuki pantai Klara, kita harus membayar tariff masuk Rp 10.000/orang dan motor sebesar Rp. 5.000, untuk mobil mungkin Rp.10.000,-.
kawasan parkir dan beberapa gubuk sewaan pinggir pantai
Kawasan Pantai Klara ditumbuhi oleh tumbuhan pohon kelapa yang cukup rapat, mungkin sebabnya pantai ini dinamai pantai Klara, Klapa Rapat :D. Sepanjang pantai ini terdapat gubuk-gubuk kecil yang disewakan sebesar Rp.20.000,- untuk kalian yang ingin menikmati dan menaruh barang-barang agar lebih bebas menikmati setiap sudut pantai Klara. Setelah lebih bebas saya menuju dermaga pantai Klara yang terihat cukup menggoda untuk didatangi.


Terlihat muda-mudi berduaan di gazebo ujung dermaga Pantai Klara, saya enggan kesana takut dikira jadi “setannya”. Saya memilih candid dari jauhan sehingga mendapatkan foto yang sip saja. Dari dermaga ini bisa terlihat laut yang cukup jernih, dan bening sejernih kaca, sehingga terlihat dasar laut berupa hamparan pasir pantai yang cukup halus menjadi pilihan beberapa orang untuk berenang-renang. Saat saya berada disana masih terlihat sepi, sepertinya belum banyak orang yang datang. Yah lebih baik begini, pantai terlihat cukup tenang. Di depan Gazebo ujung dermaga terdapat ban pelampung sebagai pertanda wilayah dalam. Jika tidak bisa berenang dilarang melewati batas tersebut.

Perahu yang pulang dari Pahawang
Jika kita melihat ke arah laut, terdapat beberapa pulau yang bisa kita kunjungi, dan salah satu caranya bisa menyewa jasa perahu ke pulau tersebut, untuk harga saya hanya menanyakan harga sewa kapal untuk seharian ke pulau Pahawang sebesar Rp.450-500rb/kapal dengan kuota orang sebesar 10 orang. Cukup murah jika patungan 10 orang :D.

Semoga kebersihan dan jernih lautnya tetap terjaga dari sampah-sampah sisa wisatawan bertangan nakal. Setelah menikmati pantai Pesawaran, saya memilih kembali ke Bandar Lampung untuk kuliner Mie Kodon yang berada di daerah Teluk Betung. Sebuah Bakmi Legendarisnya Lampung :D
Saturday, May 16, 2015

Sejenak Menikmati Pagi di Kotaagung, Lampung

Sunrise di Dermaga Baru Kotaagung
Kotaagung, sebuah tempatdi Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung yang letaknya berada
di pesisir Teluk Semaka. Konon di Teluk Semaka ini merupakan perairan persinggahan kapal-kapal besar pengangkut muatan terutama kapal pengangkut minyak bumi milik Pertamina. Selain itu teluk tersebut menjadi persinggahan dan habitat biota-biota laut sehingga tak heran hasil nelayan di Kotaagung cukup menjanjikan. Keberadaan Kotaagung sangat penting karena menjadi satu-satunya tempat yang menghasilkan ikan-ikan laut segar se-Kabupaten Tanggamus.

Suatu pagi, matahari belum menampakan mukanya, saya turun daerah Gisting -suatu desa di lereng gunung Tanggamus- karena  ingin merasakan suasana laut pagi-pagi. Kotaagunglah pilihan terdekat karena hanya berjarak sekitar 20 menit menuruni pegunungan dari Gisting. Kondisi jalanan sepi, agak was-was karena menurut warga setempat beberapa ruas jalan dari Gisting menuju Kotaagung terkenal sebagai tempat rawan begal.  Wajar saja, beberapa ruas jalan tersebut memang masih hutan dan perkebunan rakyat.  Kata warga setempat agar terhindar dari begal jika harus berangkat pagi-pagi lepaslah helm, berjalan santai-tenang, dan menggunakan pakaian yang tidak terlalu mencolok seperti halnya warga setempat atau peladang yang sering melintasi jalan tersebut. Bisa juga mengikuti truk atau mobil yang melintasi sehingga kita tidak sendiri saat melintasi jalan tersebut.

Dermaga lama Kotaagung
Sesampainya di Kotaagung sekitar Jam 6 kurang, suasana masih sepi, matahari belum terlihat mukanya. Saya langsung memilih mengarahkan motor kea rah pantai menuju Dermaga Madang. Ada beberapa dermaga disini, dua dermaga baru yang terbuat dari cor-coran dan dermaga lainnya masih tradisional terbuat dari kayu. Terlihat banyak orang berkumpul di Dermaga Baru, tempat berlabuhnya kapal-kapal nelayan. Mereka yang berkumpul di dermaga sebagian besar memang menunggu para nelayan tiba membawa hasil tangkapannya.  matahari pun terbit dari balik Gunung Tanggamus, nelayan belum juga datang, saya pun memilih sibuk mengambil beberapa foto sunrise di tempat ini. Saking asiknya tidak sadar, nelayan sudah tiba di pinggir dermaga, ikan-ikan segar diangkat dari kapal sekoci, nelayan mulai menghitung hasil tangkapannya sambil menunggu gerobak untuk mengangkut hasil tangkapannya ketempat pelelangan ikan. Dan mulai saya pahami mereka yang mengerubingi nelayan itu ternyata hendak membeli ikan hasil tangkapan dan nantinya akan di jual di sekitar Tempat Pelelangan Ikan. Sebut saja pasar Madang.

Kapal-kapal yang ada di teluk semaka
20 ribu aja ^^
Ikannya cukup beragam, dari ikan ukuran sepanjang telapak tangan, bahkan ada ikan yang panjangnya lebih dari manusia dewasa, mungkin sekitar 2 meter. Menurut penuturan beberapa teman yang tinggal di Lampung, ikan di Kotaagung ini terkenal enak, mungkin karena diambil dari Tekuk Semaka yang kondisinya lautnya belum atau mungkin sedikit terkontaminasi oleh sesuatu zat. Harga ikannya pun cukup murah, sayapun tergoda untuk membeli ikan Selayar  dengan harga 20 ribu rupiah untuk 10 ekor. Harga yang cukup murah tapi setelah melewati tawar-menawar yang cukup sengit hehe

Di dekat dermaga madang, terdapat suatu pantai yang diatas pasirnya terdapat kapal-kapal kecil nelayan berlabuh, namun sayang sekali kondisinya mengerikan, banyak sampah bertebaran disepanjang pantai tersebut, padahal jika kebersihan pantai ini di jaga bisa menjadi tempat menikmati pantai yang asik untuk bersantai dan menghilangkan penat, sekedar berdiri memandang laut, atau menikmati Kopi Robusta asli Lampung yang terkenal akan asam-pahitnya.

sampah berserakan di pantai deket dermaga :(
Matahari mulai meninggi, perut sudah lapar, saya memutuskan kembali ke mess Rimbawan Gisting, mengolah seiket ikan untuk di panggang :D

ikan panggang sudah jadi :D

Thursday, March 19, 2015

Batu Guri : Spot Menikmati Laut, Senja dan Mengamati Aktivitas Satwa


Rasa penasaran nampak di wajah kami sesampainya di dermaga Tembakak, Dermaga penyebrangan ke Pulau Pisang.  Dari dermaga tersebut pohon kelapa di pulau pisang bergoyang-goyang seakan melambai memanggil kami untuk cepat menyebrang dan menepi di sana. Saya memandang jauh pulau tersebut dari ujung selatan ke ujung utara. Terlihat sesuatu menarik di ujung utara, sebuah karang yang cukup besar, bentuknya terlihat samar karena letaknya cukup jauh. Pak Ahmad, seorang guide lokal menjelaskan kalau lokasi tersebut bernama Batu Guri.

Batu Guri terletak di sebelah timur laut tepatnya di Pekon (desa) Labuhan, Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Untuk menuju lokasi ini dari Bandar Lampung harus menempuh jarak yang cukup panjang, kira-kira sekitar 5-6 jam perjalanan. Rute singkatnya Bandar Lampung-Kemiling-Gedong Tataan-Gading-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan-Bengkunat-Krui-Dermaga Tembakak.

rumah adat lampung di Pulau Pisang
Sesampainya mendarat di Pulau Pisang kalian bisa berjalan kaki sekitar 15-20 menit menyelusuri Pekon Labuhan. Senyum dan sapaan ramah warga setempat menyambut kedatangan kami memasuki desa mereka. Di sepanjang jalan terlihat rumah-rumah adat Lampung dan pohon kelor yang tersusun rapi. Rumah tersebut yang terawat ada juga yang rusak karena lama ditinggalkan oleh pemiliknya. Cukup banyak rumah yang kami lewati terdapat cengkeh yang di Jemur, mengingat di pulau pisang ini banyak terdapat perkebunan cengkeh yang berada di tengah dan sebelah selatan dan barat pulau ini.
Jalan Setapak  di Pesisir Batu Guri

Pemandangan di Pantai Batu Guri
Melewati pemukiman Pekon Labuhan, sampailah kita di pesisir pantai. Terlihat dari kejauhan batu karang yang bentuknya ternyata cukup unik. Kami beruntung, karena laut sedang surut kami bisa mendekati karang tersebut. Cukup mengagetkan, ada kapal karam di dekat karang unik tersebut. Kapal karam tersebut seperti sebuah bonus bagi yang mengunjungi Batu Guri. Kita bisa naik ke kapal karam tersebut dengan menaiki beberapa karam dan anak tangga yang terbuat dari kayu. Hati-hati saat di atas batu karangnya karena batu karang tersebut cukup tajam dan sebagian agak licin karena terkena air lain. Sayangnya kapal karam penambah daya tarik perlahan-lahan akan dibongkar.

ini dia Kapal yang Karamnya
Batu Karang di Batu Guri bentuknya unik, terutama karang yang paling besar. Jika kita lihat dari dekat bentuknya menyerupai kepala Burung dan keberadaan tumbuhan yang tumbuh di atas batu karang tersebut ibarat seperti bulu-bulu yang ada di kepala burung. Entah karena bentuknya seperti kepala burung, ternyata Batu Karang tersebut merupakan rumah dari spesies burung laut berwarna putih (sepertinya jenis kuntul laut). Burung tersebut bisa kalian lihat sebelum matahari terbit sebelum mereka pergi mencari makan atau setelah sore hari saat matahari terbenam, mereka akan pulang ke batu karang ini. Sayangnya ketika kami kesini kami hanya sempat melihat langsung di sarang mereka, kami hanya melihat mereka pergi terbang mencari makan saat pagi hari.

Sore hari kerika laut sedang pasang, di Batu Guri kita bisa bertemu dan mengamati aktivitas penyu mencari makan. Penyu yang datang ke Batu Guri ternyata cukup banyak dan mereka berpencar di sepanjang pantai Batu Guri. Penyu-penyu tersebut berenang kesana kemari, melewati karang-karang kecil, kadang melawan ombak, sesekali mengeluarkan kepala mereka diatas laut , sesekali menghampiri karang yang kami pijak. Mau sebenarnya berenang bersama penyu-penyu tersebut, namun mengurungkan niat tersebut, karena ombak di sekitar Batu Guri juga lumayan besar dan sayanya tidak bisa berenang dengan baik hehe. Matahari makin rendah, warna langit mulai berubah mulai kekuningan.  Kami bergegas mencari tempat yang SIP untuk menikmati senja di Batu Guri. Kami memilih menikmati dari pohon ketapang, duduk memandangi suasana senja di Batu Guri dan mengabadikannya.



Friday, January 2, 2015

Pantai Tembakak dan Karang-Karangnya Yang Unik

Formasi Karang Tembakak
Tembakak, Salah satu pantai yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai akses penting untuk menuju Pulau Pisang. Disini bersandar beberapa perahu yang siap mengantarkan wisatawan, masyarakat setempat atau barang kebutuhan masyarakat pulau Pisang. Namun dibalik itu semua, pantai menyimpan keunikan yang bisa membuat para wisatawan berdatangan.

karang tembakak dilihat dari laut
Pagi itu, saat hendak menyebrang ke pulau Pisang, bersama teman-teman kurang menyadari keunikan pantai ini. saya menganggap pantai ini hanya pelabuhan kecil belaka untuk menyebrang ke pulau Pisang. Mungkin perhatian kami sudah fokus pada pulau Pisang yang ada di depan mata, dan saya sendiri sedikit agak takut karena akan terombang-ambing di lautan demi menuju Pulau Pisang :D. Saat pulang dari pulau pisang menuju Pantai Tembakak, kebetulan langit cerah, kami melihat keberadaan karang yang menjulang tinggi, lebih tinggi dari batu karang di sekitarnya. Formasi karang yang unik inilah yang menurut saya bisa menjadi penarik wisatawan untuk berkunjung ke sini. Belum lagi karena pantai ini di pinggir jalur lintas barat Sumatera menuju Bengkulu, tempat ini bisa sekaligus menjadi tempat peristirahatan sejenak.

Habis dari Pulau Pisang :D
Rute ke Pantai Tembakak
Menurut administrasi, pantai Tembakak ini terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, dekat dengan Ibukota Kabupaten Pesisir Barat yaitu Krui. Jika dari Bandar Lampung dengan menggunakan kendaraan pribadi, kita bisa mengambil jalur menuju Kota Krui melintasi Kotaagung. Rutenya yaitu Bandar Lampung-Kemiling-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Tanjakan Sedayu-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)-Bengkunat-Krui-Pantai Tembakak. Kondisi jalan cukup baik, namun mulai tanjakan sedayu hingga pantai Tembakak, jalan mulai berlubang-lubang. Cek kondisi bahan bakar saat sampai di kotaagung dan diisi hingga penuh karena setelah melewati kotaagung tidak ada pom bensin lagi. Perjalanan dari Bandar Lampung ke kota Krui sekitar 6-7 Jam, dari kota Krui ke Tembakak hanya menempuh jarak 30 menit saja, dan tentunya tetap hati-hati karena jalan penuh lubang.

Keindahan Pantainya

pasir hitam dan pohon kelapanya :)
Selain ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa, pantai menjadi pelabuhan kecil untuk menyebrang ke pulau pisang ini, punya keunikan yang khas. Selain pasir hitamnya yang halus, pantai ini mempunyai batu karang besar yang khas. Bagi penggemar fotografi, pantai dengan formasi karang seperti itu bisa menjadi tempat foto favorit untuk foto dengan teknik slowspeed. Sayangnya saat saya berkunjung kemari, saya tidak melakukan hal itu karena selain tidak bawa tripod, dan juga ombak saat itu sedang surut, relatif tenang. Jika kita memandang jauh kearah laut akan terlihat pulau Pisang yang berjarak sekitar 15-20 menit berkayar dari pantai Tembakak. Jika ingin menaiki batu karang-batu diharapkan hati-hati karena batu-batu karang tersebut sangat licin, juga diperhatikan datangnya ombak sehingga terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

narsis berlatarkan laut dan pulau pisang

pantai Tembakak dan formasi karangnya

formasi karang pantai Tembakak
Pantai ini layak kalian kunjungi, sekalian mengunjungi pulau Pisang, kota Krui ataupun jika kalian ingin pergi ke daerah Bengkulu via jalur lintas barat Sumatera.
Tuesday, August 26, 2014

Menelusuri Pantai Sawmill dan Potensi-Potensi Menariknya


Kabupaten Tanggamus, kabupaten yang berada di selatan Lampung dan berbatasan langsung dengan laut. Karena berbatasan dengan laut sudah pasti Tanggamus mempunyai potensi wisata alam berupa pantai-pantai yang indah. Kali ini saya ingin menjelajahi deretan pantai Tanggamus sebelah barat, tepatnya di tepi Teluk Semaka.

Kendaraan membawa saya ke Pantai Sawmill atau warga setempat suka menyebutnya pantai Sumil. Pantai ini terletak di Pekon (desa) Karangsari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Penamaan Sawmill berasal dari nama pekon Sawmill dimana dulunya daerah sawmill ini merupakan tempat penggergajian kayu. Namun seiring berjalannya waktu kegiatan tersebut sudah tidak ada lagi atau jarang ada dan beralih menjadi objek wisata karena mempunyai potensi-potensi wisata pantai yang cukup menarik

Menuju ke Sawmill
Dari Bandar Lampung kita bisa mengambil rute perjalanan menuju jalur lintas barat Sumatera melewati Kemiling – Pesawaran – Pringsewu – Talang Padang – Gisting – Kotaagung – Wonosobo. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Sebagai Patokan setelah melewati Kotaagung, kita akan melewati pom bensin yang berada di kiri jalan. Jalan terus menuju kecamatan Wonosobo kira-kira 15 menit kita akan melihat gapura bertuliskan Wonosobo di sebelah kiri jalan (simpang Wonosobo/pertigaan Wonosobo). Ambil kiri dan ikuti jalan dan papan petunjuk kecil yang ada disana akan mengarahkan kita menuju pantai Sawmill. Jalan dari simpang Wonosobo kurang baik, dari mulai aspal berlubang sampai jalan batu. Mendekati pantai Sawmill kita akan melintasi perkebunan warga dan daerah rawa yang ditumbuhi ilalang air dan pohon-pohon bakau jenis Avicenia sp.Karena daerah rawa kemungkinan saat musim hujan, jalan tersebut banyak genangan air. Setelah melewati itu semua kita akan sampai di pantai Sawmill.

Istimewanya

pemandangan gunung Tanggamus yg ketutupan kabut T^T
Pantai Sawmill mempunyai pemandangan yang indah, jika kita melihat arah barat, kita akan melihat pegunungan Bukit Barisan Selatan. Pegunungan tersebut merupakan wilayah yang ditetapkan pemerintah menjadi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Jika kita memandang arah timur (jika tidak tertutup kabut) akan terlihat Gunung Tanggamus dan kawasan pemukiman wilayah Kotaagung. dan jika memandang arah laut, kita bisa melihat pulau Tabuhan dan kapal besar yang singgah di Teluk Semaka

Di pantai berpasir coklat ini terdapat dua muara sungai besar Kabupaten Tanggamus, yaitu sungai Semaka di sebelah barat pantai dan Sungai Semoung di sebelah timur pantai. karena itulah terdapat rawa dan hutan Bakau  di pantai ini. Hutan bakau banyak ditumbuhi oleh jenis Avicenia sp. yang mempunyai system akar nafas. Jika saat sore hari pada hutan bakau ini bisa terlihat monyet ekor panjang mulai kembali ke sarangnya selepas mencari makan seharian. Adanya dua muara sungai tersebut juga menyebabkan air di pantai ini tidak terlalu biru seperti di pantai Terbaya.
gubuk penampungan ubur-ubur dan mercusuar
Di pesisir pantai terdapat gubuk-gubuk kecil namun bukan untuk tempat berteduh pengunjung, melainkan dibuat oleh warga sekitar untuk tempat penampungan ubur-ubur hasil tangkapan nelayan setempat saat musim ubur-ubur tiba. Sekali berlayar menangkap ubur-ubur pada musimnya, pendapatan nelayan bisa mencapai 5 juta. Pendapatan yang terbilang lumayan besar ya J
rumput ilalang sekitar mercusuar
latihan motor trail
Jika kita menyelusuri arah timur terdapat bangunan pengawas laut/Teluk Semaka dengan menara mercusuarnya. Disekitar bangunan tersebut terdapat rumput ilalang setinggi lutut sampai perut orang dewasa. Dan jika berjalan ke arah barat akan menemui wahana permainan perahu bebek-bebekan dan dan area yang saya duga merupakan salah satu markas Batman. Disebut markas batman karena portal masuknya berlogo Batman hehe. Setelah didekati bangunan tersebut merupakan arena latihan motor trail yang digunakan warga setempat untuk menghabiskan waktunya serta mengasah keterampilan bermotor trailnya. Biasanya penghobi motor trail melakukan latihan sore hari.

Yang perlu kita perhatikan
Pantai yang masih asri, juga merupakan habitat monyet ekor panjang dan mungkin satwa liar lain yang belum terlihat saat saya mengunjungi pantai tersebut sehingga diharapkan pengunjung dan para wisatawan menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan.
hutan bakau Avicenia sp. habitat monyet ekor panjang
Buat pengunjung yang menaiki kendaraan bermotor dan tidak rombongan, kalau bisa pulang tidak terlalu sore karena isu yang beredar kalau sekitar daerah ini merupakan daerah rawan pembegalan. Jika ingin pulang sore lebih aman menggunakan kendaraan roda empat ataupun kendaraan roda dua tapi jangan sendirian.


Harapan kedepan semoga pantai ini dikelola dengan baik, tetap asri walau ramai pengunjung serta berkurangnya tingkat kejahatan sehingga timbul rasa aman untuk mendatangi pantai ini dan akhirnya banyak pengunjung luar daerah Kotaagung/ Tanggamus yang mengunjungi pantai ini.
Saturday, June 21, 2014

Memancing Senja di Dermaga Pantai Batu Balai, Tanggamus, Lampung

berpose di hadapan senja dan gunung Tanggamus
Masih ingat postingan lalu, soal pantai Piabung Karang yang lokasinya di pesisir desa Sukabanjar, kabupaten Tanggamus, Lampung. Kali ini saya melanjutkan menyelusuri pesisir jalan pantai tersebut kearah timur. Jika dilihat jauh ke arah timur dari pantai Piabung Karang, terdapat sebuah dermaga kecil yang sepertinya menarik untuk dikunjungi. Sampai akhirnya setelah mengunjunginya saya mengetahui nama lokasi tersebut adalah Pantai Batu Balai.

dermaga pantai batu balai
Penamaan pantai Batu Balai kemungkinan karena letaknya berada di wilayah pekon Batu Balai, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung.  Secara sekilas pantai ini sama seperti pantai Piabung Karang dan Pantai Terbaya yang ditumbuhi oleh pohon kelapa, namun bedanya di pantai ini terdapat dermaga yang menjadi tempat favorit memancing para penduduk sekitar, bahkan dari luar kecamatan berdatangan untuk memancing di dermaga Batu Balai.

Rute menujunya :
kondisi jalan
Waktu itu hari Jum’at, tanpa direncanakan teman seperjuangan mempunyai ide untuk memancing di dermaga Batu Balai. Sepulang kerja, langsung saja kami berangkat menuju dermaga Batu Balai. Rutenya sama seperti menuju pantai Piabung Karang. Jika dari Bandar Lampung, tinggal menuju arah Kotaagung, melewati Pesawaran, Pringsewu, Talang Padang, Gisting lalu air terjun Way Lalaan dan akhirnya sampai di pertigaan kantor kecamatan Kotaagung Timur. Ambil kiri ke arah kantor kecamatan dan ikuti jalan sampai pertigaan mentok ambil kiri, ikuti jalan pesisir pantai nanti akan sampai di Dermaga Pantai Batu Balai. Jalan menuju dermaga ini dari pesisir pantai pekon sukabanjar rusak, dan terdapat jalan yang berbatasan langsung dengan tebing laut. Ada baiknya pengendara harap berhati-hati.

Keindahannya :
padang rumput pinggir dermaga

Sesampainya di dermaga Batu Balai, kita akan terkagum-kagum melihat indahnya pemandangan disini. sebelum masuk dermaganya saja sudah di sambut dengan rumput-rumput yang bergoyang alias padang rumput dan ada beberapa pohon yang tumbuh menambah kesan indah pemandangan. Pantai di dekat dermaga ini tidak cocok untuk berenang, mengingat ombaknya yang lumayan besar menerjang pemecah ombak di sekitar pantai. Melangkahlah ke atas dermaga, terasa sekali terombang ambing diatas laut seperti menaiki sebuah kapal. Sisi dermaga sudah banyak para pemancing yang menunggu umpannya disantap ikan. Beberapa ada yang sibuk mulai memasang umpan. Dari Dermaga jika melihat arah barat akan terlihat pegunungan Taman Nasional Bukit Barisan, jika melihat arah selatan akan terlihat pulau Tabuan yang letaknya di tengah laut. Jika melihat ke arah utara akan terlihat gunung Tanggamus yang menjulang tinggi dengan gagah.
pulau tabuan

Keindahan dan asiknya memancing di dermaga Batu Balai seperti menghipnotis kami melupakan waktu. Belum ada satupun ikan yang saya dapat, sekalinya dapat itu hanya ikan yang kecil. Perlahan matahari mulai tenggelam. Jika yang dari tadi konsen untuk mendapatkan ikan, saya pun pindah haluan memancing senja, senja indah di dermaga Batu Balai. Disini kita tak bisa berharap melihat matahari terbenam di atas laut, karena posisi ufuk barat terhalang oleh pegunungan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

memancing senja :D



Pantai yang indah, namun sayangnya  banyak isu terkait soal keamanan di sekitar pantai ini. Beberapa isu yang saya dengar akan adanya pungli yang bersifat memalak, bahkan pernah ada tindak kejahatan disini. Jika ingin kesini lebih baik menggunakan mobil atau datang konvoi bersama teman-teman. Saya berharap pemerintah khususnya Kabupaten Tanggamus lebih meningkatkan keamanan di sekitar daerah pantai ini, sehingga pantai tersebut aman dan banyak dikunjungi wisatawan. Jika pantai ini dikembangkan dan menjadi daerah tempat liburan akan bisa meningkatkan kesejahteraan terutama masyarakat sekitar pantai ini.
Wednesday, April 23, 2014

Sepi Yang Indah Di Pantai Piabung Karang, Tanggamus, Lampung


Pantai Piabung Karang, warga sekitar menyebutnya demikian. Pantai yang sepi hampir tidak ada pengunjung sama sekali. Namun begitu bukan berarti pantai indah, hanya saja kemungkinan banyak yang memilih pantai lain yang lebih favorit atau lebih dekat dengan rumah.

Pantai Piabung Karang terletak di Pekon(Desa) Sukabanjar, Kotaagung Timur, Tanggamus, Lampung.  Rute menuju ke pantai tersebut cukup mudah. Dari Bandar Lampung bisa menempuh arah ke jalur lintas barat Sumatera, melewati daerah Kemiling-Pesawaran-Gading-Pringsewu-Talang Padang-Gisting- Air Terjun Way Lalaan. Sekitar 15 menit setelah melewati objek wisata air terjun Way Lalaan, kiri jalan akan terlihat jalan masuk ke kantor kecamatan Kotaagung Timur disebelah kiri jalan (jika dari arah Bandar Lampung). Ambil jalan masuk tersebut lalu ikutin jalan tersebut sampai mentok pertigaan, lalu ambil kanan. Ikuti jalan aspal tersebut dan anda akan sampai di kawasan pesisir pantai Piabung Karang.


Pohon kelapa nyiur melambai di sepanjang pesisir pantai ini seakan menyambut kedatangan kami. Sepi, hanya terlihat anak-anak setempat yang sedang bermain dan bernyanyi lagu “Kereta Malam” yang beken itu. Mungkin gara-gara tampang kayak penjahat, anak-anak tersebut malah bubar berlarian sesaat melihat saya menghampiri mereka (TT_TT).  Terlihat juga satu keluarga sedang mencari suket (sejenis rumput) saat laut dalam keadaan surut. Seperti namanya, pantai ini mempunyai karang yang indah, jika dibandingkan dengan pantai-pantai di jogja yang pernah saya kunjungi, karang disini malah berwarna agak kemerahan.  Hamparan karang yang cukup indah, membayangkan bagaimana jadinya jika diabadikan saat senja atau matahari terbit. selain itu pantai ini juga terdapat batu-batu vulkanik, mungkin dulunya bekas material vulkanik dari letusan gunung berapi sekitar.


Menurut penuturan warga setempat, pesisir pantai ini biasanya ramai saat libur lebaran, libur sekolah dan libur tahun baru. Libur di hari biasa sangat sepi seperti keadaan saat saya kunjungi. Mungkin karena hal tersebut, masuk ke kawasan pantai ini tidak dipungut biaya alias gratis :D.




nb. Jika lanjut menyusuri jalur pesisir pantai ini, kita bisa sampai ke objek wisata pantai yang terkenal, yaitu pantai batu balai atau lebih dikenal dermaga batu balai.


Wednesday, April 2, 2014

Pantai Terbaya, Pantai Indah di Tepi Teluk Semaka


Kotaagung, Kota kecil yang letaknya di Kabupaten Tanggamus, Lampung berada di jalur utama lintas barat Sumatera. Karena letaknya di kaki Gunung Tanggamus dan di sebelah utara Teluk Semaka tidak dapat dipungkiri daerah ini mempunyai pemandangan yang membuat kita terkagum-kagum. Air terjun, sungai, pantai, gunung dan lainnya tersedia disini. Salah satu yang saya kunjungi pertama kali adalah pantai Terbaya, pantai yang paling terkenal di Kotaagung.

Rute untuk sampai disini cukup mudah, kita bisa menaiki kendaraan pribadi dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Bandar Lampung. Kita bisa juga menggunakan bis dari terminal Rajabasa, simpang jalan pramuka atau dari terminal Kemiling dengan lama perjalanan kira-kira 3 jam dengan tarif tiket bis sebesar 20 ribu (tarif bisa berubah sewaktu-waktu). Tikungan terakhir sebelum memasuki Kotaagung kita akan melihat spanduk bertuliskan Objek Wisata Pantai Terbaya.

Pantai Terbaya letaknya di tepi Teluk Semaka ini mempunyai pemandangan yang indah. Barisan pohon kelapa sepanjang pantai, pasir berwarna coklat bercampur dengan batu kali ( batu vulkanik) yang kemungkinan berasal dari letusan gunung berapi di masa lalu. Beberapa titik mempunyai batu karang yang seringkali dijadikan tempat bermain dan foto-foto. Sejauh mata memandang tidak hanya laut biru saja. Kapal nelayan dan kapal tangker yang berada di Teluk Semaka seakan menjadi penghias pemandangan lautnya. Jika membandang arah barat terlihat pegunungan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, jika cuaca cerah akan terlihat Gunung yang terletak ditengah-tengah Teluk, Pulau Tabuan namanya.

Jika saya amati, pantai ini punya ombak yang cukup tenang. Para pengunjung bisa bermain-main air di tepi pantai. Terdapat persewaan pelampung bagi wisatawan yang belum bisa berenang ataupun yang ingin berenang pakai pelampung. Di tepi pantai terdapat muara sungai yang bisa digunakan untuk cuci bilas. Dengan adanya keteduhan dari pohon kelapa, pengunjung bisa bersantai-santai di bawah pohon kelapa sambil menikmati bekal yang dibawa ataupun menyeruput buah kelapa segar yang bisa dibeli di sekitar pantai.

Pantai Terbaya ini masih dikelola masyarakat setempat dengan memperhatikan dan menjaga nilai kealamian dan keaslian pantai ini. Sayangnya sebagian pengunjung kurang sadar dengan kebersihan pantai, sehingga di beberapa bagian terdapat sampah dari bekal yang mereka bawa dibuang sembarangan. Mungkin di lain pihak, pengelola juga bisa menyediakan tempat sampah atau lubang pembuangan sampah di beberapa titik agar pengungjung bisa membuang sampahnya disana.



Cukup dengan merogoh isi dompet sebesar 5 ribu rupiah, kita bisa menikmati keindahan Pantai Terbaya. Semoga anda tertarik mengunjungi pantai indah di tepi teluk Semaka ini :)