Showing posts with label wisata boyolali. Show all posts
Showing posts with label wisata boyolali. Show all posts
Saturday, August 15, 2015

Sore-Sore di Waduk Cengklik dan Fenomena Ray Of The Light

Waduk Cengklik dan Pemandangannya
Sore nanti ke Waduk Cengklik yuk!
Celetukan siang, ketika melihat langit siang itu begitu terik dan cerahnya, dan kebetulan kami sedang berada tidak jauh dari Waduk Cengklik.

Waduk Cengklik, terletak di Boyolali  tepatnya di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah atau berada di sebelah barat dari Bandara Adi Sumarmo. Walau bukan tempat yang Hits, waduk cengklik cukup ramai didatangi oleh warga lokal tiap pagi ataupun sore hari apalagi ketika hari libur tiba. Selain itu waduk cengklik mempunyai pemandangan yang cukup bagus apalagi anda yang hobi foto pemandangan. Merapi dan Merbabu dua gunung tampak megah terlihat dari waduk cengklik apalagi jika melihatnya di melihatnya di kala pagi atau sore hari.

menuju cengklik (foto by anin)
Rute ke waduk cengklik cukup mudah dari jika anda dari Jogja/Boyolali bisa menuju pertigaan kartosuro lalu ambil arah selatan akan bertemu dengan pertigaan yang menuju bandara Adi Sumarmo. Ambil ke kiri dari pertigaan tersebut lalu ikuti jalan sampai menemukan perempatan jembatan. Ambil  arah ke kiri dan ikuti jalan tersebut hingga sampailah di Waduk Cengklik. Jika kalian dari Solo, pertigaan arah bandaranya sebelum pertigaan Kartosuro. Tiket masuk kewaduk cengklik cukup murah kok, hanya  membayar biaya parkir kendaraan saja sebesar 2000 rupiah untuk roda dua dan untuk kendaraan roda empat mungkin sebesar 5000 rupiah

kami bersantai sore duduk-duduk di tepian waduk :D
Sore saat itu cukup ramai, banyak pengunjung yang duduk-duduk di tepian, bersenda gurau bahkan banyak juga yang sedang mengabadikan momen sore di waduk itu. Langit sedang cerah-cerahnya Merapi-Merbabu sedang terlihat tanpa tertutup kabut maupun awan sejak pagi hari. Setelah menemukan tempat yang cukup sepi dan oke buat foto-foto kamipun menghentikan kendaraan dan mulai menepi di tepian waduk sambil menunggu tibanya moment Senja.

matahari terhalang Gunung Merbabu, membuat fenomena ROL terjadi
Matahari turun perlahan-lahan, ternyata matahari mulai turun di balik gunung Merbabu. Turunnya matahari di balik Gunung tersebut menciptakan Fenomena Ray Of the Light atau biasa disebut ROL di dunia fotografi. Biasanya ROL ini terjadi karena sinar matahari terhalang benda yang cukup besar, biasa juga terjadi saat matahari tertutup awan. Setelah matahari sepenuhnya tertutup oleh Gunung Merbabu, Rol tersebut hilang dan warna langit biru mulai memudar, mulai muncul warna jingga perlahan-lahan. Dan saat itu kami mendadak sibuk berfoto-foto mengabadikan saat dimana langit berwarna agak merah. Foto narsis siluet senja di Cengklik menjadi gaya foto terfavorit :D.

Matahari yang memaksakan sinarnya berusaha untuk menerangi kita :')
Adzan Magrib berkumandang, Senja pun mencapai puncaknya. Di penghujung senja, langit menampakan suatu fenomena menakjubkan yaitu Ray Of the Light lagi dan kali ini ROL tersebut dihiasai warna senja yang menakjubkan, Subhanallah. Pancaran sinar merah keluar dari balik Gunung Merbabu, seakan matahari masih ingin mempertahankan sinarnya menyinari bumi kami perpijak. Namun apa daya, dia masih punya tugas dari Sang Pencipta untuk menyinari bumi bagian lainnya menghapus gelap dan dinginnya malam.

Sampai ketemu kembali besok, matahari :)


sinar yang mulai meredup, akhir dari sebuah senja



nb: Foto Sunrise di Cengklik bisa klik link ini >> Sunrise di Waduk Cengklik
Monday, March 17, 2014

Jelajah Jalur Perjalanan Magelang - Boyolali Via Selo


Sekedar mengisi waktu senggang, saya bersama teman-teman menyelusuri jalur alternatif Magelang – Boyolali via Selo. Biasanya jika tidak melewati jika tidak melewati jalur ini menuju Boyolali kita harus melewati Yogyakarta, Klaten baru sampai di daerah Boyolali. Namanya melewati daerah perkotaan dan jalur utama lintas kota, sudah pasti kepadatan di jalan tersebut cukup tinggi dan melewati pemandangan perkotaan kadang membuat jenuh. Berbeda dengan jalur utama Magelang-Boyolali yang relatif datar dan lurus, jika melewati jalur alternatif Magelang – Boyolali via Selo akan sering menjumpai jalanan menanjak, berkelok, turunan karena di jalur tersebut berada di lereng Gunung Merbabu dan Merapi. Tidak aneh kalau disini banyak sekali terdapat objek wisata maupun pemandangan indah yang bisa kita nikmati.

Menuju Jalur alternative Magelang-Boyolali via Selo kita bisa melewati jalan kecil menuju Ketep Pass dari kota Muntilan atau bisa juga dari Pertigaan Grabag. Mulai disini beberapa titik jalan banyak yang berlubang bisa dibilang karena banyaknya truk yang memuat pasir melewati jalan ini. Setelah melewati pertigaan kantor Kecamatan Sawangan jalan mulai menanjak sampai pertigaan Ketep Pass. Ketep Pass merupakan gardu pandang untuk memantau Gunung Merapi dan Merbabu serta tempat menikmati pemandangan indahnya. Jika ingin mengunjungi Ketep Pass bisa ambil arah kiri dan jika ingin melanjutkan perjalanan ke Boyolali ambil Kanan.
Ketep Pass, Gardu Pandang melihat Merapi-Merbabu
Setelah mengambill arah kanan melewati Pertigaan Ketep Pass, kita akan melewati jalan berkelok-kelok , naik-turun dan sampai di Dusun Wonolelo, Desa Wonolelo. Di sini terdapat Air Terjun yang indah beraliran air yang deras dan mempunyai ketinggian sekitar 40 meter. Air Terjun Kedung Kayang namanya. Anda perlu berjalan kaki menuruni sekitar 15-20 menit untuk sampai di bawah air terjun ini atau bisa menikmati dari atas saja jika malas turun ke bawah.

Melanjutkan perjalanan menuju arah Boyolali, kondisi jalan masih naik-turun dan berkelok-kelok . Mulai dari sini kita dituntut hati akan melewati banyak perdesaan dan perladangan di sekitar lereng Merapi-Merbabu, sehingga tidak aneh banyak aktivitas warga di pinggir jalan. Selain itu rasanya makin lama gunung Merapi-Merbabu rasanya makin mendekat seakan tinggal beberapa kali loncatan saja kita bisa sampai puncaknya hehe.  Di pertengahan jalan menuju Selo akan ada beberapa Jembatan Gantung sebagai jalur penghubung antar desa. Jembatan Windu dan Jembatan Sepi, dua jembatan yang saya sempat kunjungi saat menyelusuri kawasan ini. Namun dari segi pemandangan Jembatan Gantung Sepi lebih menarik karena bisa langsung memandangi Gunung Merapi-Merbabu, sedangkan dari Jembatan Gantung Windu sedikit terhalang pepohonan.
Jembatan Gantung Sepi
Makin ke atas kita akan capai di daerah Selo. Daerah yang menjadi gerbang untuk para Pendaki untuk menaklukan Puncak Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu. Selain itu terdapat pula gardu pandang New Selo yang bisa anda kunjungi jika ingin melihat pemandangan sekitar indah di Gunung Merapi-Merbabu. Daerah Selo ini merupakan titik teratas dari perjalanan kita, jika ingin menuju Boyolali kita akan mulai melewati jalan yang menurun berkelok-kelok sampai ke kota Boyolali.

Pemandangan desa di sekitar Selo, gunung Merapi tertutup awan
Sebagai catatan, karena daerah jalur alternatif ini adalah pegunungan tidak aneh jika setiba-tiba kabut tebal menutupi pandangan kita, sering terjadi hujan, dan yang pasti jalan yang berkelok-kelok, menanjak dan menurun menuntut kita untuk tetap waspada dan konsentrasi dalam berkendara. Jika melihat pemandangan bagus alangkah baiknya jika kita berhenti terlebih dahulu untuk menikmatinya daripada menikmatinya sambil berkendara.