Showing posts with label wisata gunung kidul. Show all posts
Showing posts with label wisata gunung kidul. Show all posts
Monday, November 30, 2015

Pagi-Pagi Ke Pantai Jungwok, Gunungkidul


Selamat pagi, Jungwok!!

bukan berarti nama dari sebuah tempat di Korea Selatan, tapi nama dari sebuah pantai di Gunungkidul, tepatnya di Desa Jepitu Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta. Dan letaknya berdekatan dengan Pantai Wediombo.

Petunjuk jalan ke Jungwok sebelum parkiran pantai Wediombo
Kali ini kami ingin menikmati pagi di Pantai, dan kebetulan juga salah seorang dari kami ingin mencoba pantai-pantai yang letaknya di sebelah timur Wediombo. Jatuhlah pilihan kami yaitu Pantai Jungwok. Kami berangkat pagi sekitar jam 2 dini hari dari Kota Jogja. Rute ke pantai Jungwok cukup mudah, dari kota Jogja arahkan kendaraan menuju jalan Wonosari – Bukit Bintang – Patuk – Hutan Bunder Wanagama – Kota Wonosari – sampai kota Wonosari ikuti petunjuk jalan yang mengarahkan ke Pantai Baron/Kukup – ikuti jalan tersebut sampai di pertigaan Nginggrong yang ada papan petunjuk jalan ke pantai Siung – Ikuti arah papan petunjuk ke Siung sampai menemukan petunjuk jalan ke Pantai Wediombo -  Sebelum parkiran pantai Wediombo, ada petunjuk jalan kea rah pantai Jungwok yang terbuat dari kayu –ikuti saja petunjuk jalan tersebut nanti anda akan sampai di tepi Pantai Jungwok.

Sekitar jam 4 pagi, kami pun sampai di tepi pantai Jungwok, masih sepi tiada yang kemah hari itu mungkin karena hari ini bukan Weekend . Kami hanya berjumpa beberapa pemancing dari atas tebing dan pencari Lobster yang mulai berangkat melintasi ke balik tebing timur Jungwok. Perlahan dan pasti gelap malam mulai memudar, warna pagi matahari memaksa menembus gumpalan awan mendung pagi itu. Sunrise pagi indah sekali, langit berwarna merah-ungu belum lagi pantulan-panmtulan warna air lautnya. Matahari makin meninggi, keindahan pantai Jungwok secara utuh mulai terlihat jelas.
Selamat Pagi Jungwok :)

Panorama Pagi di Jungwok, foto dari sisi timur
Pantai Jungwok memiliki garis pantai melengkung agak panjang, berpasir putih yang agak kasar, beberapa masih terdapat cangkang karang yang masih utuh. Terdapat sebuah bukit kecil yang letaknya tidak jauh dari garis pantai namun cukup berbahaya untuk di dekati karena ombaknya cukup besar di dekat pulau tersebut. Kami coba melihat ke tebing sebelah timur pantai Jungwok. Kami bertemu dengan bapak pencari Lobster, bapaknya mendapatkan beberapa lobster yang terjebak di perangkapnya.
bapak pencar lobster
Fasilitas yang ada di pantai ini tidak sebagus yang ada di Wediombo maupun pantai-pantai lain seperti Indrayanti, Sundak, Kukup dll. Tidak ada penjual makanan yang tiap hari berjualan, tempat pembuangan sampah juga minim, sehingga pengunjung diharuskan untuk membawa kembali sampah yang mereka hasilkan. Akses jalan masuk ke kawasan pantai belum baik namun bisa di lewati kendaraan mobil atau motor. Update terakhir yang saya dengar katanya di Jungwok ada fasilitas Snorkeling juga.


Setelah puas explore dan menikmati pantai Jungwok, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Watutopi, Greweng dan Sedahan yang berada di sebelah timur dari pantai Jungwok!! :)

Saturday, May 2, 2015

Bukit Sri Panjung, Dlingo - Melihat Pesona Sri Gethuk dari Sisi Lain


Air Terjun Sri Gethuk, salah satu air terjun yang populer di Provinsoi Yogyakarta, Khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Selain karena letaknya tidak jauh dari kota Jogja, searah dengan kawasan wisata lainnya, air terjun Sri Gethuk ini mempunyai potensi dan daya tarik yang khas yaitu air terjunnya langsung bermuara di Sungai Oyo dan daya tarik khas lainnya yaitu untuk menuju air terjunnya kita bisa memilih untuk menyelusuri sungai Oyo dengan menaiki perahu. Belakangan ini terdapat tempat baru untuk menikmati air terjun Sri Gethuk ini dari sisi lain, yaitu dari bukit di sebrang Air terjunnya. Tempat baru tersebut bernama Bukit Sri Panjung.

petunjuk jalan dengan nama "Tri Panjung"
Bukit Sri Panjung terletak di  Dusun Dodogan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Kawasan ini mulai populer sejak di pakai untuk syuting film Hollywood Beyond Skyline, lanjutan dari film Skyline (2010). Penamaan Bukit ini agak bermasalah, di media online disebutkan bahwa bukit ini bernama Bukit Sri Tanjung padahal di papan nama dan saat saya mencatri jalan menuju kesana warga setempat lebih mengenal dengan sebutan Bukit Sri Panjung/Tri Panjung. Menurut pendapat saya sih mungkin terjadi kesalahan pendengaran saja melihat nama Panjung dan Tanjung agak mirip :D. Penamaan Bukit Tri Panjung (Sri Panjung) karena dari bukit Panjung kita dapat melihat aliran sungai kecil yang berada di bukit sebrangnya. Aliran tersebut terpecah menjadi TIGA (TRI) sumber mata air dan kemudian jatuh menjadi air terjun Sri Gethuk. Kemungkinan penamaan Sri Panjung diambil dari kata Sri yang berarti Air Terjun Sri Gethuk dan Panjung merupakan nama bukitnya. Dari Bukit Sri Panjung kita bisa melihat air terjun Sri Gethuk dari sisi lainnya.
jika dari patuk, ini beringin pertama setelah melewati watu amben, dari sini ambil arah dlingo

beringin setelah melewati pasar Dlingo, ikuti petunjuk jalan ke arah bukit Sri Panjung/Tri Panjung
Untuk menuju ke Bukit Sri Panjung ini ada dua rute yang bisa di tempuh, dari Patuk menuju Kecamatan Dlingo atau dari Imogiri menuju Kecamatan Dlingo.  Via Patuk : Kota Jogja  ambil jalan menuju Jalan Wonosari , ikuti jalan wonosari melewati Bukit Bintang dan sampai di Perempatan Pos Polisi Patuk lalu Ambil Kanan ikuti jalan tersebut melewati Kawasan Watu Amben(mirip seperti Bukit Bintang) setelah jauh melewati  Watu Amben akan menemukan persimpangan yang ada pohon beringinnya di tengah jalan, berhenti sejenak perhatikan papan petunjuk jalan di Pohon beringin atau di sekitarnya. Ikuti arah yang menunjukan ke arah Dlingo. Setelah melewati pohon beringin tadi, kita akan menjumpai pasar Dlingo lalu sekitar 10-15 menit setelah pasar akan ada papan petunjuk jalan menuju Bukit Sri Panjung/Tri Panjung,dari sini kita tinggal mengikuti papan petunjuk jalan yang  ada saja. Jika bingung ditengah jalan jangan malu bertanya pada warga setempat ya :)

Kawasan Sri Panjung ternyata masuk dalam kawasan Hutan Lindung Bantul yang kawasan wisatanya di kelola oleh kelompok sadar wisata setempat secara swadaya maka karena hal-hal tersebut pembangunan sarana prasarana pun sederhana. Terdapat Tempat Parkir kendaraan,beberapa gazebo atau gardu pandang untuk menikmati pemandangan serta jalan setapak menuju Bukit Sri Panjung dan jalan setapak berupa cor semen kearah bawah.

tangga turun dan pemandangan kelok sungai Oyo
goa Trondol
Jika mengambil arah bawah kita bisa melihat pemandangan sungai Oyo yang terapit bukit pegunungan sewu membentuk lekukan sungai seperti huruf “S” saat melangkah turun ke bawah. Semakin mengikuti jalan cor semen tersebut kita akan menjumpai Goa Trondol. Goa Trondol ini merupakan Celah kecil yang berada di dinding Bukit Panjung yang disisi-sisinya terdapat tetesan air yang keluar dari celah-celah bebatuan.  Goa Trondol ini malah tidak terlihat seperti goa, hanya seperti cekungan biasa saja. Belum lagi tidak adanya penanda pengenal bahwa itu adalah Goa Trondol oleh pihak pengelola sehingga pengunjung tau kalau temopat tersebut adalah Goa Trondol. Berjalan beberapa langkah dari Goa Trondol terdapat sumber air kecil yang bersih yang sumber airnya berasal dari rembesan air di permukaan tanah. Di akhir jalan terdapat jalan menuju ke pinggir sungai Oyo dan menuju semak belukar. Menurut pengelola jalan yang menembus jalan semak belukar merupakan salah satu spot untuk melihat air terjun Sri Gethuk dari sisi lain, namun langkah kami terhenti karena lebatnya semak belukar yang membuat jalan setapak tidak terlihat. Baiknya pihak pengelola segera membersikan jalan setapak tersebut dari semak belukar sehingga bisa di akses kembali.

jalan setapak menuju gazebo bendera merah putih
Setelah puas melihat daerah bawah bukit Sri Panjung, kami kembali menuju ke atas dan segera ingin menikmati hidangan utama yaitu pemandangan Sri Gethuk dari atas Bukit Sri Panjung. Dari parkiran kita hanya tinggal mengikuti jalan setapak tanah menuju Gazebo yang ada bendera negara Indonesia.  Pemandangan dari sini cukup menakjubkan, bisa melihat aliran sungai Sri Gethuk yang terbelah menjadi beberapa bagian dan terjun ke bawah tebing dan mengalir lalu bergabung dengan aliran sungai Oyo. Di Spot ini pengunjung harus hati-hati dan jangan terlalu dekat dengan tepian. Tepian bukit tidak terlalu kelihatan karena tertutup semak belukar. Selain menikmati pemandangan menakjubkan air terjun Sri Gethuk, kita juga bisa menikmati pemandangan perbukitan karst dan pegunungan sewu yang membentang di sepanjang wilayah ini serta dari kejauhan terlihat Gunung Api Purba Nglanggeran.

suguhan utama pemandangan dari atas bukit Sri Panjung
Tempat ini layak kamu kunjungi agar bisa menikmati dan melihat pemandangan berbeda dari air terjun Sri Gethuk. Selamat blusukan ya :)
Wednesday, July 23, 2014

Senja Indah Embung Nglanggeran

Embung Nglanggeran
Tak lengkap rasanya tidak melihat senja di daerah tujuan travelling. Dapat melihat senja yang indah  memang tergantung nasib dan keberuntungan juga lokasi. Jika kalian mengunjungi jogja kalian bisa melihat senja di salah satu tempat menikmati favorit saya, yaitu di Embung Nglanggeran yang letaknya di Padukuhan Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta atau lebih tepatnya di kawasan Geopark Gunung Merapi Purba Nglanggeran. Menjadi favorit karena pemandangan sekeliling embung yang juga sangat memanjakan mata karena letak embung berada di atas sebuah bukit di gunung Nglanggeran Embung yang berarti kolam kecil yang dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu. Rencananya pembuatan embung di atas bukit gunung Nglanggeran ini sebagai sumber air untuk mengaliri kebun buah yang akan dibuat di daerah bawah embung tersebut.

Menuju kesana
kondisi disekitar parkiran embung Nglanggeran
Untuk mencapai kesana cukup mudah, dari jogja akan menempuh waktu perjalanan selama satu setengah jam dengan motor.  Dari kota jogja melewati jalan raya wonosari menaiki bukit melewati bukit bintang dan akhirnya sampai di perempatan patuk, dari perempatan patuk bisa ambil kiri ke arah daerah Ngoro-oro. Ikuti jalan tersebut melewati daerah Ngoro-oro akan ada banyak tower stasiun TV, setelah itu belok kanan dipertigaan UPT Puskesmas Patuk, ikuti jalan tersebut akan sampai di daerah wisata Gunung Nglanggeran. untuk sampai ke Embung Nglanggeran ikutin papan petunjuk menuju Kebun Buah Nglanggeran yang ada. Bertanyalah pada warga setempat jika ragu dengan jalan yang anda tempuh. Jalan alternatif kedua dari perempatan patuk masih lurus terus sampai menemukan pertigaan jembatan gembyong (jembatan setelah daerah patuk) ambil kiri lalu ikuti jalan tersebut akan ada papan petunjuk jalan menuju gunung Nglanggeran. Untuk dapat menikmati keindahan pemandangan alam di embung Nglanggeran pengunjung ditarik biasa tiket masuk sebesar Rp. 8000.

Pemandangan dan senja yang indah
Sore hari merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung ke embung nglanggeran ini. Karena cuacanya yang sejuk tidak panas seperti siang hari, kita bisa melihat pemandangan perbukitan karst gunung sewu sekitar embung nglanggeran yang indah. Hal yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung saat sore hari adalah pemandangan senjanya. Embung mendadak menjadi berbeda, warna langit senja yang terpantul di permukaan air embung nglanggeran berubah warna, yang hiasanya berwarna seperti putih kental, menjadi kuning kemerahan atau tergantung warna langit saat itu. Saat moment ini banyak pengunjung yang mulai berfoto-foto mengabadikan moment senja. Cobalah naiki bukit di sekitar embung kita bisa melihat senja lebih jelas, bisa melihat pemandangan senja embung nglanggeran dari atas.

Selain akses jalan yang sudah terbilang lumayan, embung Nglanggeran ini juga terdapat lokasi parkir mobil dan motor yang terbilang luas. Ada rumah makan untuk pengunjung yang mulai lapar, ada kamar mandi dan tempat ibadah. Terdapat pula gazebo di bukit atas embung Nglanggeran untuk menikmati embung dari atas. Berikut foto senja yang berhasil saya abadikan, selamat menikmati hehe :)




pemandangan Pegunungan Sewu, Gunungkidul sore hari

Berangkatlah dari kota jogja jam 3 sore, jangan lupa ajak teman-temanmu, karena nanti tanpa ada temanmu rasa senja kurang begitu sempurna dan tentunya tidak ada yang bisa bantuin kita mengambil foto narsis :D
Sunday, June 9, 2013

Bukit Panjung, Spot Menikmati Senja Yang Menantang


Akhirnya bisa liat Senjaaa lagi :)

Lama juga ga lihat senja karna cuaca di Jogja sore belakangan ini mendung gelap, bahkan malah hujan. Kali ini liat senjanya juga dari spot baru, namanya bukit panjung. Pasti beberapa teman-teman sudah pernah kesini atau bahkan sering. Bukit Panjung ini letaknya di Pantai Pok Tunggal, Gunungkidul, Yogyakarta. Bukit ini letaknya tepat di sebelah timur pantai Pok Tunggal. Pertama kali saya ke pantai Pok Tunggal, untuk naik ke atas bukit ini belum ada akses baik, kita harus melalui jalan memutar dan yang pasti lebih jauh dan melelahkan. Sekarang untuk mendukung sektor perkembangan wisata pantai pok tunggal, warga setempat  yang juga merupakan pengelola pantai ini telah membuat jalan menuju bukit panjung sehingga jadi lebih singkat dan dekat.

Dari kota Jogja, kita bisa menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju pantai Pok Tunggal. Akses jalan dari kota jogja sudah jalan aspal, namun kita harus tetap hati-hati karena jalan berkelok-kelok dan saat hendak sampai di tepi pantai, kita harus melewati jalan berbatu tapi setelah sampai pantai Pok Tunggal kita bisa melihat pemandangan pantai yang indah, rasanya lelah melewati jalan berbatu pasti terbayar hehe. Saya kali ini tidak membahas pantai Pok Tunggal, jika teman-teman mau baca tulisan sebelumnya tentang pantai ini monggo klik ini ya.

jembatan bambunya nih
Untuk bisa ke bukit Panjung dari Pok Tunggal, kita bisa berjalan ke arah bukit sebelah timur, dibawa bukit tersebut akan ada jalan setapak menuju kesana. Jalan setapaknya cukup menantang loh, kita akan melewati jalan menanjak disisi tebing yang bekas ditambang. Masih ada lagi dan di sinilah hal yang menantang kita akan melewati melewati jembatan bambu untuk mencapai atas bukitnya. Namun jangan khawatir asal kita ga lompat-lompat di jembatan bambunya, jembatan bambunya tidak akan roboh hehe.

menikmati pemandangan :)
Sesampainya diatas bukit akan ada kotak sumbangan seiklasnya untuk pengembangan bukit panjung ini. silakan bagi yang ingin menyumbang seiklasnya untung pengembangan bukit ini. Dari sini pemandangannya ajib loh, kita bisa menikmati pemandangan pantai pok tunggal dari atas, Pegunungan Karst Gunungkidul tepi laut juga Samudra Indonesia yang sangat luas. Bukit Panjung ini sudah ada beberapa gubuk, ditumbuhi banyak pohon pandan dan akasia membentuk sebagai tempat teduh yang alami. Pengunjung yang lelah bisa langsung istirahat di gubuk yang ada atau mengelar tiker duduk lesehan dibawah pohon-pohon yang ada. Namun sayangnya belum ada penjaja makanan/minuman disini sehingga kita perlu membawa makanan-minuman dari bawah. Disini  belum adanya tempat sampah, untuk itu pengunjung diharapkan bisa menjaga kebersihan bukit ini. Setelah beristirahat dibawah pohon dan menikmati, langit mulai memancarkan warna-warna oranye tandanya akan senja, saya bergegas melihat arah barat dan menikmati senja yang ada di depan mata. Semoga pembaca sekalian tertarik mengunjungi bukit ini :D


Monday, February 25, 2013

Menyelusuri Tebing Sisi Barat Pantai Siung



pemandangan Pantai Siung
Sampai lagi, di pantai Siung... Pantai yang terletak di di dusun Wates, Desa Purwodadi, kecamatan Tepus, Gunung Kidul. Untuk menuju ke pantai ini, dari Yogyakarta kita bisa menempuh selama kira-kira 2 jam perjalanan dengan melalui jalan Wonosari sampai kota Wonosari, dari kota Wonosari ikuti papan petunjuk ke arah pantai baron, nanti akan ada pertigaan yang mengarah ke pantai Siung. Ikuti jalan tersebut nanti akan ada papan petunjuk jalannya. Jika tidak yakin dengan jalan yang anda tempuh, bertanyalah pada penduduk sekitar yak.

Teman2 komunitas Gunungkidul Photography
Kali ini saya datang kesini lagi bersama  teman2 dari komunitas Gunungkidul Photography dan Disbudpar memutuskan untuk melihat-lihat pantai siung sebelah barat. Sebelah barat pantai Siung ini merupakan tebing-tebing yang  digunaklan untuk melakukan wisata minat khusus yaitu panjat tebing. Disini tersedia 250 titik pemanjatan baik termasuk untuk pemanjat pemula. Disini kami tidak melakukan pemanjatan tapi hanya mengeskplore pantai siung khususnya tebing-tebing pemanjatannya lebih jauh.

tebing emanjatan
Ternyata spot tebing pemanjatan punya daya tarik sendiri. Disini terdapat jalan yang sangat sempit diapit dua buah tebing. Bahkan salah satu teman kami tak muat memasuki jalan tebing ini :D. Berjalan lagi makin ke barat terdapat bekas tebing yang jatuh menjatuhi beberapa batu. Karena menjatuhi batu tercipta ruang kosong yang bisa kita masuki, serasa sebuah trowongan :D. Selain itu ada beberapa tebing dan batuan membentuk mirip wajah yang seolah-olah memandang ke laut (hanya imajinasiku aja sih). Berikut foto-foto hasil eksplore spot pemanjatan pantai siung :




ga muat :D
bongkahan tebing yang jatuh membentuk sebuah trowongan

mirip apa ya tebing ini?

Semoga kalian tertarik mengunjungi pantai Siung :)


foto keluarga dari kamera mas Jhody

Wednesday, February 13, 2013

Mblusukan ke Pantai Sedahan, Gunungkidul



Gunungkidul memang memiliki pantai-pantai indah, baik yang sudah jadi tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan maupun yang masih tersembunyi. Biasanya pantai-pantai tersembunyi ini memang tidak direkomendasikan untuk wisata secara umum karena akses jalan yang sulit maupun  hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki (mblusukan). Salah satu pantai yang tersembunyi yang saya kunjungi kali ini adalah pantai Sedahan.
perladangan warga

Pantai Sedahan, salah satu pantai yang letaknya di timur pantai Wediombo lebih tepatnya di sebelahnya pantai Greweng. Pantai selalu terbuka untuk siapa saja namun memang bukan pantai untuk wisata karena akses jalannya yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang tekenal surganya pemancing. Jika anda ingin berkunjung ke pantai ini anda bisa menuju pantai Wediombo terlebih dahulu dan memarkirkan kendaraan (lebih baik) di parkiran atas pantai Wediombo. Di samping parkiran atas tesebut ada jalan setapak menuju ke pantai Sedahan. Dari sini anda akan melewati jalan tanpa petunjuk jalan jangan malu bertanya pada warga sekitar yang sedang bekerja di ladang maupun bertemu dijalan. Karena rutenya sama seperti menuju pantai Greweng (tulisan ttg pantai Greweng klik) yaitu melewati perladangan warga setempat lalu melewati hutan Batu (namain sendiri). Saya namakan demikian karena kita akan melewati celah-celah batuan yang tinggi seperti halnya pohon yang tumbuh. Setelah melewati hutan batu tersebut akan ada jalan menaik dan anda akan melihat pemandangan perbukitan dengan pantai selatan yang terlihat di antara sela sela perbukitan. menuruni  perbukitan tersebut akan ada 2 mata air yang satu digunakan warga naupun para pemancing untuk mencuci, mandi dan yang satu lagi untuk minum. Jangan sampai salah menggunakan sumber air tersebut :). Di dekat sumber mata air tersebut ada pertigaan, ambil Kiri untuk ke Sedahan karena jika ke kanan untuk menuju ke pantai Greweng. Setelah mengambil jalan ke kiri tidak lama kemudian kita akan sampai di pantai Sedahan.

Hutan Batu
pemandangan setelah hutan batu

setelah ambil kiri di pertigaan mata air

Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 km kami pun sampai di pantai Sedahan ini. Pantai yang sangat sepi dengan angin yang bertiup saat kami berkunjung lumayan kencang. Pantai ini berbentuk cekung yang terdiri dari pasir putih yang cukup luas dan karang-karang yang ditumbuhi rumput laut, namun saat kami berkunjung ke pantai ini laut sedang pasang sehingga karang dan rumput lautnya tidak terlihat. Jika anda mengunjungi pantai ini jangan lupa membawa bekal karena disini tidak ada penjual makanan maupun minuman. Dan jangan lupa sisa bekal dan sampahnya dibawa pulang lagi ya J

Sampai juga :)

Karena sudah mau sore kami bergegas pulang karena khawatir jika pulang kemalaman jalan yang kami tempuh saat berangkat tak terlihat hehe. Selamat mencoba mengunjungi pantai Sedahan ini
Friday, January 18, 2013

Mengunjungi Luweng Sampang, Gunungkidul



Selain curug Indah Tegalrejo, ternyata kecamatan Gedangsari, Gunungkidul mempunyai curug lain. Masyarakat sekitar menamakannya Luweng Sampang. Curug Luweng Sampang ini tidak cukup tinggi, tingginya hanya sekitar 5 meter. Namun Luweng Sampang memiliki keunikan tersendiri yaitu dari garis-garis alami yang terbentuk di bebatuannya mirip seperti di Antelope Canyon, Amerika Serikat atau di film 127 Hours. Namun yang membedakannya adalah warna bebetuannya.

Sesuai namanya, Luweng sampang terletak di desa Sampang  tepatnya di dusun Karangasem, desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Untuk menuju kesini dari Jogja lebih mudah jika lewat jalan Solo, karena jika lewat Gunungkidul anda akan menempuh jalan naik-turun dan berkelok-kelok. Dari Jogja bisa melewati jalan Jogja-Solo ke arah Stasiun Srowot. Ikuti jalan tersebut menuju arah kecamatan Ganti Warno. Ikuti arah jalan tersebut kira-kira ke arah tenggara nanti anda akan sampai ke desa Sampang ini. Jika anda merasa bingung jangan malu bertanya kepada warga sekitar yang ada disana,

susur sungai
Susur Sungai
Sesampainya di luweng sampang kami segera turun menuju ke bawah sungai. Kita bisa turun ke bawah dengan menuruni luweng sampang atau susur sungai dari bawah. kami memilih untuk susur sungai karena saat itu batuan luweng sampang sedang basah dan licin. Sesampainya di depan Luweng Sampang kami cobba mengambil gambar dan mengamati garis-garis unik bebatuan yang terbentuk entah bagaimana namun yang kami yakinin garis-garis ini terbentuk secara alami.



nb : mengunjungi Luweng Sampang baiknya saat akhir musim hujan, karena ketika musim kemarau air di luweng ini sedikit bahkan bisa sampai kering