Showing posts with label wisata imogiri. Show all posts
Showing posts with label wisata imogiri. Show all posts
Sunday, April 26, 2015

Mau Lihat Hamparan Awan di Kebun Buah Mangunan, Ini Tipsnya :)


Pernah baca catatan lama nobi yang Judulnya “Menikmati Pagi Di Negeri Atas Awan Bantul”, pasti belum kan hehe. Negeri Atas Awan Bantul hanya nama lain dari Kebun Buah Mangunan yang letaknya di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Belakangan ini, tempat  ini mulai ramai dikunjungi  oleh wisatawan, umumnya wisatawan lokal. Gimana tidak ramai, Kebun Buah Mangunan ini menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Suasana perbukitan, lembah sungai, kelok sungai dan kabut-kabut bak seperti hamparan kasur yang menggoda hasrat anda untuk tidur di atasnya :D. Karena kehadiran kabut-kabut inilah Kebun Buah Mangunan disebut sebagai Negeri Atas Awannya Bantul dan keberadaannya dinanti oleh para wisatawan yang bela-belain berangkat pagi demi melihat, menikmati dan berfoto dengan latar pemandangan perbukitan mangunan beserta hamparan kabutnya.

Postingan kali ini tidak ingin membahas lagi tentang Kebun Buah Mangunan karena sudah pernah saya bahas postingan sebelumnya di sini. Kali ini saya cuma ingin berbagi tips atau cara untuk bisa bertemu hamparan kabut yang tidak selalu datang setiap hari itu.

Cuaca
Biasanya hamparan-hamparan kabut tersebut mudah ditemukan saat musim penghujan. Entah bagaimana menjelaskan secara teori, sehabis hujanderas semalam dan hujannya cepat reda kemungkinan kita bertemu hamparan kabutnya semakin besar. Namun jika hujannya awet atau lama redanya bertemu hamparan kabutnya semakin kecil.
Mengunjungi musim kemarau saya tidak pernah menemukan hamparan kabut, terkadang menemukan kabut dengan terpisah kecil-kecil bagai awan di langit. Terkadang hanya menemukan kabut tapi tipis, putih merata menutupi pemandangan perbukitan dan lembah sungai Oyo.
pas waktu musim hujan, kabutnya kadang begini, misah-misah
saat musim kemarau, sepi kabutnya :D

Waktu
untuk dapat menemukan hamparan kabut tersebut lebih baik datang PAGI HARI. Biasanya jam 6 pagi saya sudah sampai sana. Perjalanan dari kota Jogja kurang lebih sekitar 1-1,5 jam perjalanan jadi berangkat dari Jogja sekitar jam 5 pagi.

berangkat jam 6 lewat dari jogja dan sampai jam 7 lewat, juga masih menjumpai kabut ini :D
Rute
Rute ini hal penting. Percuma sudah bangun pagi, pas berangkat kesana tidak tahu jalan menuju kebun Buah Mangunan dan waktu di pagi hari malah habis mencari alamat Kebun Buah Mangunan. Rute menuju Kebun Buah Mangunan dari Kota Jogja ambil ke jalan Imogiri Timur ikuti jalan tersebut hingga sampai mentok pertigaan pasar Imogiri, ambil arah kiri. Mulai dari sini kita tinggal mengikuti papan petunjuk arah yang mengarahkan kita ke Kebun Buah Mangunan.

Bekal Makanan-Minuman
Ini penting, karena pagi hari warung di sekitar sana belum banyak yang buka sehingga bekal makanan-minuman perlu kita siapkan terlebih dahulu dari semalam. Dan jangan lupa, sampah makanan-minuman yang kita bawa harap di buang ketempat yang telah disediakan pengelola ya.

Doa
Setelah sukses bangun pagi, perbekalan siap, jangan lupa berangkat diiringi dengan Doa agar selamat sampai ke rumah lagi dan dapat melihat hamparan kabut tersebut :)


Semoga tips ini bisa membantu para pembaca menemukan Hamparan Kabut yang kalian cari. Tips ini ditulis berdasarkan pengalaman dan cerita orang-orang yang telah mengunjungi Kebun Buah Mangunan. Tetap saja ada atau tidaknya Hamparan Kabut itu atas kehendak Tuhan YME. 
Sunday, December 1, 2013

Museum Batik Joglo Cipto Wening, Imogiri


Berjalan pulang menuju Jogja dari Kebun Buah Mangunan, Imogiri, pandangan saya terpaku pada papan petunjuk jalan menuju “ Musium Batik”  di sekitar pasar Imogiri lama. Tanpa berpikir panjang saya membelokan kendaraan menuju museum batik tersebut. Tak jauh sekitar 200 meter saya pun sampai di depan museum batik tersebut. Museum Batik Joglo Cipto Wening namanya, merupakan museum yang didirikan dengan koleksi-koleksi pribadi. Museum ini didirikan tahun 2004 namun sempat tutup sementara karena rusak akibat gempa bumi dan didirikan dan resmi dibuka kembali oleh Sultan Hamengku Buwono X.

Rute untuk mencapai museum batik ini dari jogja cukup mudah, kita hanya tinggal melewati jalan Imogiri Timur sampai mentok pertigaan, lalu ambil kiri. Kita akan melewati pasar dan nanti sebelah kiri jalan akan ada papan petunjuk arah menuju museum batik ini. Jika tidak menemukan museum batik ini, jangan sungkan-sungkan bertanya pada warga sekitar ya :)

Memasuki museum ini, saya langsung terkesan dengan nuansa jawa. Sepeda onthel, pohon kepel, nangka yang merupakan pohon khas jogja dan bangunan Joglo yang menyimpan dan memamerkan koleksi-koleksi batik. Jogjo tersebut merupakan Joglo tua yang umurnya sudah mencapai 200 tahun. Nuansa Joglonya lebih mengagumkan lagi, suasana jawa yang khas dengan tata letak dan cahaya lampu yang pas membuat suasana jawanya makin kerasa. Dan karena nuansanya yang khas museum ini kadang dipakai untuk pembuatan foto komersil maupun film.



Museum ini didirikan untuk melestarikan batik-batik kuno asal daerah Bantul, Yogyakarta dan sekitarnya. Kata pemilik museum ini, museum ini juga menyimpan kain yang dihiasi motif-motif langka yang tidak lagi atau sudah jarang diproduksi saat ini. Beberapa motif langka tersebut antara lain motif lereng, sidomukti, sidoluhur, dan wahyu tumurun. Pembuatan motif tersebut memerlukan keahlian dan ketelatenan yang tinggi selama proses pembuatannya serta pembatik yang bias mengerjakan motif tersebut hanya sedikit. Terdapat pula batik khas daerah Imogiri yang dilestarikan di sini, namanya batik Kelengan. Kekhasan batik jenis ini adalah pada warna nila dan putih yang mendominasi pewarnaannya di dalamnya. Pada zaman dulu, warna nila (Cyan) diperoleh dari sejenis rumput-rumputan yang tumbuh di wilayah setempat.

Museum ini buka mulai jam 10.00 sampai dengan 15.00 dan libur di hari senin dan libur nasional. Mengunjungi museum ini tidak ditarik biaya, dan kita diharuskan menjaga kesopanan, kebersian dan keasrian museum ini.

yuk Kunjungi Museum :)