Showing posts with label wisata jatim. Show all posts
Showing posts with label wisata jatim. Show all posts
Wednesday, July 20, 2016

Pulau Tabuhan, Banyuwangi - Pulau Kecil di Tengah Laut Selat Bali


Pulau Tabuhan, pulau yang terlihat jelas dari Pantai Watudodol sudah lama membuat saya penasaran. Terlihat dari jauh, kecil, berwarna kehijauan dan berada di tengah-tengah warna biru laut yang luas. Minggu pagi, saya mendapat ajakan bersama teman dari Jalan-JalanSeru Banyuwangi untuk piknik seru ke Pulau Tabuhan tersebut. Walau letaknya di tengah Laut Selat Bali, Pulau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Cara menuju Pulau Tabuhan, Banyuwangi
Dari Kota Banyuwangi: Pulau ini bisa ditempuh dengan menyewa kapal dari beberapa tempat seperti Grand Watudodol, Bunder Bangsring dan Kampe. Jarak terdekat untuk sampai ke Pulau Tabuhan yaitu dari Pantai Bangsring atau Kampe. Minggu kemarin saya menggunakan jasa Kapal dari Pantai Bangsring. Dari kota Banyuwangi, ambil arah Pelabuhan Ketapang – melewati Pelabuhan Ketapang – Pantai Watudodol (patung gandrung) – pom bensin kiri jalan – tikungan ke kanan – masjid perumahan griya (kiri jalan) – setelah melewati masjid, kanan jalan akan ada papan petunjuk jalan ke rumah apung, kalian tinggal ikutin papan petunjuk jalan itu saja. Sesampainya di Pantai Bangsring kalian bisa menyewa kapal dan berlayar menempuh perjalanan selama 15 menit saja.
Dari Luar Kota Banyuwangi: Jika kalian yang naik kereta ke Banyuwangi, bisa turun di stasiun Banyuwangi Baru dan melanjutkan naik ojek atau menyewa angkot atau bisa juga naik angkot ke terminal sritanjung lalu naik bis yang menuju arah situbondo dan minta turun di desa Bangsring (rumah apung). Jika kalian dari Surabaya naik bis, bisa memilih bis jurusan bali atau banyuwangi yang lewati Situbondo. Minta Turunlah di depan Desa Bangsring (Rumah Apung).

Biaya sewa kapal sebesar Rp. 500.000 perkapal dengan maksimal penumpang sebanyak 10 orang. Fasilitas kapalnya kalian dapat pelampung keselamatan. Namun jika ingin Snorkling di Pulau Tabuhan kalian bisa menyewa alat Snorkel Satu Set berupa Jaket Pelampung dan Snorkel seharga Rp. 30.000. Jika butuh sepatu katak akan dikenalan biaya sewa lagi sebesar Rp.10.000-15.000

Pulau Tabuhan merupakan pulau kecil yang luasnya hanya sekitar 5-6 ha. Pulau tak berpenghuni, tidak banyak pohon-pohon teduh yang bisa dijadikan tempat berteduh. Walau pulaunya tidak seberapa besar aktifitas seru bisa dilakukan disini seperti:

1. Snorkeling
Spot Snorkeling
Ombak disini utara agak tenang, biasanya pengunjung melakukan snorkeling di spot ini. Spot terbaik bisa di dapat di area agak ke tengah, kita bisa minta tolong oleh nahkoda perahu yang kita sewa untuk mengantarkan ke daerah spot tersebut. Hati-hati dengan bulu babi dan jangan menginjak karang ya J

2. Keliling Pulau
Spot foto sebelah timur pulau
Pulau Tabuhan ini luasnya hanya 5-6 ha, mengelilinginya dengan jalan kaki tidak akan menempuh waktu jalan terlalu lama. Mungkin yang perlu disiapkan adalah tabir surya supaya kulit tidak gosong terbakar. Pengalaman kemarin sih walau sudah pakai tetap gosong :D. Mengelilingi pulau ini hanya sekitar 15menit berjalan kaki kadang yang bikin lama adalah berhenti dan berfoto-foto :D. Kadang berteduh sebentar di semak-semak agak tinggi menyantap makanan, atau karena kepanasan.

3. Berfoto-foto

Ada beberapa spot foto yang menarik perhatian, salah satunya adalah reruntuhan bangunan. Spot ini menjadi spot favorit oleh para pengunjung. Biasanya posenya sih berdiri di atas reruntuhan bangunannya. Jika sedang pasang hati-hati yak J. Spot foto menurut saya di pulau sebelah timur, pasirnya halus karena terus terkena ombak, dengan pemandangan laut biru dan pulau Bali spot foto ini terlihat bagus. Spot foto berikutnya adalah spot foto Gili Trawangan Ala-ala (beberapa orang menyebutnya seperti itu), spot ini merupakan ayunan yang ada di Pantai, dengan tulisan Pulau Tabuhan di tiang penopangnya diharapkan menjadi salah satu icon dari pulau tabuhan.

spot reruntuhan bangunan
spot reruntuhan bangunan

Pulau Tabuhan ini menjadi pilihan untuk menikmati Sunset dan Sunrise sekaligus dibanyuwangi selain di pelabuhan Marina. Karena belum mencobanya langsung, saya tidak bisa berkata banyak. Tapi untukbisa menikmati suasana Senja dan Matahari terbit di Pulau Tabuhan kalian harus menginap disini semalam.

warung sederhananya, sekaligus bisa ngadem
Fasilitas yang ada disini tidak terlalu lengkap, baru ada Bilik untuk mengganti baju dan beberapa warung makanan-minuman buat yang tidak atau bekalnya kurang. Selain itu tidak ada fasilitas lainnya. Jika kalian yang hendak bersnorkling, sewalah peralatannya di Pantai Bangsring sebelum berangkat. Belum ada tempat pembuangan sampah yang memadai, sehingga pengunjung diharapkan dapat membawa kembali sampahnya dan di buang ditempat sampah yang ada.
pasukan lengkap :p
Setelah lelah bermain di Pulau Tabuhan, kami memutuskan kembali ke Pantai Bangsring. Jika masih belum puas bersnorkling, di pantai Bangsring kalian bisa melanjutkannya dan bahkan bisa bersnorkeling bersama Hiu


Friday, June 3, 2016

Menikmati Senja di Rumah Apung Bangsring, Banyuwangi :)


Memandangi senja dari Kota Banyuwangi cukup susah, mengingat lokasi pantai-pantai dekat kotanya menghadap ke sebelah timur yang notabene cocok sekali untuk menikmati pemandangan pagi hari. Namun ada beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam atau senja, salah satunya yaitu di Rumah Apung Pantai Bangsring atau lebih dikenal Bangsring Underwater.

Rumah Apung letaknya berada mengapung di selat Bali dank arena keberadaannya tersebut Rumah Apung bisa leluasa memandangi pemandangan di kala senja, memandangi matahari yang perlahan-lahan turun ke balik Gunung Marapi dan Gunung tidak tahu namanya (sebut saja X), menikmati angin di selat balik yang cukup sejuk di saat itu.  Rumah Apung merupakan fasilitas yang ada di Pantai Bangsring atau Bangsring Underwater. Rumah Apung ini merupakan penangkaran Ikan-ikan Hiu yang terjaring jaring nelayan setempat. Ikan hiu nya berjenis ikan hiu sirip hitam ini akan dilepas kembali jika dinilai sudah siap dan sembuh dari luka-luka jaring. Di rumah apung juga terdapat penangkarang Lobster yang cukup besar ukurannya.
Rute Menuju Rumah Apung dari Kota BanyuwangiPerjalanan kurang lebih 30 menit dari Kota Banyuwangi. Rutenya Kota Banyuwangi menuju ke Pelabuhan Ketapang, setelah melewati Pantai Watudodol akan ada Pom Bensin Kiri jalan, lewati pom bensin bertemu tikungan sampai nanti akan ada pertigaan kecil dengan Tulisan Rumah Apung atau ZPT (Zona Perlindungan Setempat), masuk kedalam pertigaan kecil tersebut  ikuti saja jalan tersebut dan petunjuk jalan yang ada untuk sampai di Pantai Bangsring atau Rumah Apung Bangsring. Tidak dipungut biaya masuk, hanya biaya parkir saja sebesar Rp.2000 untuk motor dan mobil Rp.5000 (kalau tidak salah).
pantai Bangsring
Jasa Perahu ke Rumah Apung
Dari pantai Bangsring, kita bisa menyewa jasa perahu penyebrangan ke Rumah Apung sebesar Rp. 5000  saja untuk Pergi-Pulang. Jika kalian ingin berenang-renang terlebih dahulu atau berenang di penangkaran Hiu, sewalah pelampung dan alat snorkel seharga 30 rb. Karena saya datang sudah sore yaitu jam 4 Sore, saya tidak memutuskan berenang, toh tidak bawa baju ganti juga.  Sesampainya di Rumah Apung Bangsring, terlihat ada rombongan keluarga sedang asik bermain air, snorkeling dan beberapa ada yang berenang di Penangkaran Hiu. Kadang mereka histeris, ketika hiu menyenggol badan atau kaki mereka, Kyaaaa.

Penangkaran Hiunya
Cuaca sore itu cukup mendukung, Cerah, sampai-sampai Gunung Baluran juga bterlihat dari jejauhan. Rombongan keluarga yang tadi memutuskan untuk kembali ke pantai karna khawatir masuk angin, angin diselat bali dalam keadaan basah sedikit dingin menusuk-nusuk kulit. Saya ditemani perahu terakhir dan meminta izin untuk mengabadikan senja dan Intinya jangan ditinggal Pulang >_<. Matahari ternyata turun diantara celah Gunung Marapi – X, agak mengingatkan saya dengan gambar legendaris Jaman SD 90an. Alhamdulillah bisa dipertemukan senja yang indah ini.
Gambar Legendaris Jaman SD, Tapi bukan Sawah :D
Matahari sudah di Balik Gunung, namun langit malah baru menampakan warna Jingga, seakan mengerti, operator kapal mempersilahkan saya untuk lebih lama lagi jika mau disini (dan tidak ditinggal pulang). Sambil mengabiskan waktu senja, kami mengobrol tentang bangsring dan tentang daerah Banyuwangi yang mulai perlahan bangkit menampakan dirinya. Kami rasa sudah cukup,terlalu lama di Rumah Apung, walau langit masih menampakan warna Jingga tapi waktu terus berjalan, waktu untu Sholat Magrib makin berkurang.

Perjalanan Pulang ke Pantai, masih sempet aja moto >_<

Thursday, May 5, 2016

Lokasi Menarik Menikmati Sunrise Di Banyuwangi Part 2


Sunrise van Java, julukan dari Kabupaten Banyuwangi yang terletak diujung timur pulau Jawa dank arena letaknya tersebut selalu menjadi yang pertama mengalami matahari terbit di Pulau Jawa. Tulisan ini merupakan Part 2 dari tulisan sebelumnya yang bisa kalian baca di sini (Spot Menikmati Sunrise di Banyuwangi Part I).

6. Savana Sadengan

Savana ini terletak di Taman Nasional Alas Purwo yang letaknya kurang lebih sekitar 2 jam dari Kota Banyuwangi. Savana ini merupakan padang rumput buatan yang dibuat sebagai habitat Banteng Jawa dan satwa lainnya seperti rusa, babi hutan, kancil, merak dan lainnya. Jika ingin menikmati sunrise disini, kalian bisa berangkat pagi buta atau menginap berkemah di bumi perkemahan TN Alas Purwo di Pantai Pancur. Selain mendapatkan Sunrise menawan, kalian bisa melihat aktivitas satwa banteng yang mencari makan di pagi hari.

7. Teluk Banyubiru

Sunrisenya begitu menawan, biasanya menikmati sunrise kesini pasti masih terombang-ambing dilautan. Sehingga matahari terlihat seolah-olah muncul dari lautan, namun jika makin masuk ke dalam teluk Banyubiru menuju ke pesisir, sunrise yang terlihat agak terhalang perbukitan Taman Nasional Alas Purwo. Sehabis menikmati sunrise dan sarapan barulah bisa menikmati keindahan bawah laut teluk Banyubiru yang mulai terkenal. Untuk ke Teluk Banyubiru tidak bisa dilakukan setiap saat tergantung keadaan Gelombang. Dari info yang saya dapat Jasa Angkutan Ke Teluk Banyubiru tutup mulai Bulan April- September.

8. Muncar

Muncar adalah pelabuhan yang saya bilang cukup besar, namun bukan pelabuhan kapal barang angkut, tapi kapal-kapal nelayan yang punya bentuk yang unik. Salah satunya Kapal Slerek dengan oranamen dan warna-warni yang berani (nanti akan saya bahas tentang kapal ini detail hehe). Sunrise disini juga matahari keluar dari laut. Sayangnya saat datang kesini langit bagian bawah agak berawan sehingga momen matahari muncul perlahan-lahan dari laut kurang terlihat. Namun sunrise di Muncar memang perlu kalian coba. Sekalian melihat aktivitas sibuk Pasar Ikan pagi-pagi dan uniknya kapal-kapal Slereknya J. Setelah menikmati sunrise, perjalanan bisa kalian lanjutkan ke Taman Nasional Alas Purwo yang agak dekat dari Muncar (1 jam perjalanan).

9. Pantai Bedil

Pantai letaknya agak tersembunyi di antara Pantai Pancer dan Pantai Wediireng. Perjalanan kesini pun hanya bisa ditempuh saat air laut surut saja, saat air laut pasang jalan menuju ke Pantai ini tertutup oleh sapuan ombak. Sunrise disini cukup menawan, panorama laut, pesisir pantai pulau merah, mustika dan pancer yang agak berwarna jingga saat senja menampilkan pemandangan yang tidak biasa. Kadang terlihat hiruk pikuk pagi nelayan pantai pancer yang hendak berlabuh membawa ikan hasil tangkapannya.

10. Pelabuhan Marina

Pelabuhan ini letaknya di sebelah utara persis pantai Boom, Pelabuhan masih dalam tahap pembangunan dan rencananya di pelabuhan inilah ada kapal cepat menuju Bali dan wacananya juga akan ada kapal langsung ke Pelabuhan Lembar, Lombok. Sekilas pemandangan yang terlihat sama seperti pemandangan di Pantai Boom yaitu pemandangan Pulau Bali. Beberapa hal yang berbeda di pelabuhan ini terdapat dua dermaga yang satu terdiri dari tumpukan batu dan yang satu lagi dermaga untuk bersandarnya kapal. Selain itu pemandangan menakjubkan bisa terlihat  di sebelah barat pelabuhan ini yaitu terlihat kesibukan keluar masuknya kapal nelayan dengan background gagahnya dua Gunung Marapi dan Ijen.



Sampai disini dulu Spot Menikmati Sunrise di Banyuwangi part ke-2nya. Untuk Part ke-3 ditunggu yak, masih mengumpulkan bahan, gambar dan waktu luang :D.
Selamat Menikmati Sunrise Van Java di Banyuwangi ^^ 
 
Tuesday, March 15, 2016

Padang Savana Di Kawah Wurung, Bondowoso

Kawah Wurung
Berhubung sedang bosan melihat pantai, saya memutuskan untuk ke arah Pegunungan “Blambangan” yang merupakan sebutan lain dari deretan gunung Marapi, Ijen, Meranti, Raung. Pegunungan tersebut berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso. Tujuan utama saya yang penting menikmati suasana pegunungan saja, namun tidak harus ke salah satu puncak gunung tersebut. Saya memilih Kawah Wurung.

Kawah Wurung terletak di Desa Jampit, Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Kawah ini letaknya cukup dekat dari Kawah Ijen hanya sekitar 20-30 menit saja. Lokasi sekitar kawah ini cukup menarik karena berupa savanna padang rumput sejauh mata kita memandang, dikelilingi pegunungan-pegunungan tinggi terkesan dan tidak percaya ini masih di Jawa :D

Menuju Kesana
papan petunjuk jalannya
Jarak tempuh dari Kota Banyuwangi ke Kawah Wurung sekitar 1,5-2 jam dengan rute sama seperti menuju Kawah Ijen melewati Paltuding (pos pendakian kawah ijen). Setelah melewati pos paltuding kita harus berhati-hati terutama yang mengendarai kendaraan karena  melewati spot-spot pemandangan indah seperti savana meranti, air terjun Kalipait, hutan pinus , pegunungan dan kebun kopi. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan papan petunjuk jalan menuju kawah wurung yang menunjukan kea rah masuk ke kebun kopi. Setelah menyelusuri perkebunan kopi dan pemukiman kita akan sampai disebuah padang savana yang cukup luas, Kawasan Wisata Kawah Wurung. Untuk memasuki kawasan kawah wurung ternyata murah sekali hanya dipungut biaya Rp.3000,- sudah dengan parkir.
dipinggir savana meranti
Memasuki kawasan kebun kopi saat musim hujan cukup menantang, jalanan cukup licin sehingga jika kalian yang mempunyai hobi motor offroad bisa sekalian mengasah skillnya. Jika yang tidak hobi motor offroad, bisa juga digunakan sebagai ajang mengasah kesabaran :D

Takjub!!

Subhanallah!! Takjub dengan pemandangan Kawah Wurung, sekilas bentuknya seperti pemandangan yang ada di penanjakan Gunung Bromo. Kawah Wurung mempunyai gunung kecil di bagian tengah kawahnya dan kejauhan terlihat gunung Raung persis seperti Penanjakan Bromo dengan Gunung Bathok di tengahnya dan dari kejauhan terlihat gunung Semeru :D. Bedanyan Kawah wurung ini ditumbuhi oleh rerumputan yang membentuk savanna yang cukup indah.  Menurut penuturan warga sekitar, Kawah Wurung ini dulunya adalah sebuah Gunung yang meletus (sepertinya meletus dengan tipe eksplosif ) sehingga membentuk sebuah kawah yang cukup cantik.

pengembalaan ternak
Dari atas atau dinding kawah, saya melihat beberapa pengunjung berfoto-foto ada juga yang berlarian mungkin sambil membayangkan film india. Beberapa warga setempat terlihat sedang membawa ternaknya menuruni kawah dan mengembalakannya disana. Jika kalian tidak membawa makanan-minuman tidak perlu khawatir karena terdapat beberapa warung yang siap melayani kebutuhan.

Sayang seribu sayang
sampahnya  :'(
Yah sayangnya banyak pengunjung yang belum sadar pentingnya menjaga kebersihan. Masih terlihat cukup banyak sampah disini bahkan sampah kertas ucapan-ucapan yang dibuang sembarangan sehabis digunakan untuk difoto, padahal apa susahnya melipat kertas dan memasukannya ke saku celana. Mungkin sedikit saran buat pengelolanya, tempat sampah yang ada dibuat menarik atau kalau perlu ditambah dan diberi papan tempat sampah yang menarik perhatian untuk dibaca seperti “Buang Mantanmu Disini”


Pada akhirnya saya memilih menikmati Kawah Wurung ini dengan  sepaket Mie Rebus Telur Kuah Banyak dan secangkir Teh Panas di bibir Kawah Wurung.

ngeteh dulu :)

Thursday, March 10, 2016

Pantai Parang Kursi, Banyuwangi dan Kursi Singgasana Nyi Roro Kidul

Karang berbentuk Kursi Singgasana (Parang Kursi)
Banyuwangi ternyata mempunyai beberapa pantai yang masih tersembunyi, salah satunya adalah Pantai Parangkursi yang sebenarnya letaknya tidak jauh dari Pantai Pulau Merah, hanya berada sebelah timur Pantai Pulau Merah. Namun untuk ke pantai Parangkursi tidak cukup hanya dengan niat foto-foto semata karena untuk kesana perlu perjuangan yang luar biasa.

Pantai Parangkursi terletak di Dusun Ringinagung 56 , Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Jika dilihat dari peta Pantai Parangkursi letaknya berada sebalah timur pantai Pulau Merah dan di sebelah timur Pantai Lampon. Dinamakan Parangkursi karena di pantai ini terdapat formasi karang yang berbentuk kursi besar setinggi kira-kira 15-20 meter. Kursi tersebut konon dipercaya sebagai salah satu singgasananya Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul.

jalan masuk menuju pantai :)
Untuk menuju kesini perlu perjuangan ekstra, awalnya cukup mudah. Dari kota Banyuwangi bisa menuju daerah Jajag melewati Banyuwangi- Rogojampi-Srono-Benculuk- Jajag. Sampai dipertigaan Jajag ikuti saja papan petunjuk jalan menuju Pantai Pulau Merah sampai kalian berada di perempatan Pasar Pesanggaran. Dari perempatan pasar Pesanggaran kalian tinggal mengikuti petunjuk arah ke pantai Lampon dan diperjalanan akan menemukan petunjuk arah menuju Pantai Parangkursi. Jalan yang tadinya aspal berubah menjadi jalan tanah dan sedikit berbatu. Ikuti papan petunjuk tersebut memasuki Dusun Ringinagung 56 sampai menemukan parkiran penitipan motor. Lama perjalanan dari Banyuwangi sampai Penitipan motor pantai Parang Kursi ditempuh dalam waktu 2 jam.

Waktunya Menjelajah

hutan rawa-hutan jati-hutan rimba
Dari parkiran motor ternyata masih sangat jauh, kami masih harus menempuh perjalanan menjelajahi Hutan Lindung Gunung Tumpang untuk sampai ke Pantai Parang Kursi. Ada 3 tipe hutan yang kami lalui disini, hutan rawa, hutan jati dan hutan rimba. Hutan rawa cukup sulit dilewati bahkan menggunakan motor trail. Jalan tanah cukup licin dan dimusim hujan , sungai kecilnya meluap membentuk genangan-genangan air yang susah untuk dilewati. Memasuki hutan jati jalan mulai menanjak dan masih cukup aman karena di hutan ini banyak aktifitas warga. Setelah melewati hutan jati kami memasuki hutan rimba dengan kanan kiri jalan setapak kami berupa pohon bambu dan semak-semak belukar yang tidak ketahui namanya. Kami bertemu pengunjung yang nekat menggunakan motornya melintasi hutan tersebut dan apesnya motor yang mereka bawa mesinnya mati dan tidak mau hidup lagi. Setelah menjelajahi Hutan Gunung Tumpang  selama kurang lebih 1 jam sampailah kami di tepi Pantai Parang Kursi.

Pantai Parang Kursi yang sepi
Pantai Parang Kursi ini berpasir putih cukup halus dan beberapa tempat, pasirnya cukup dalam jika kita injak. Sepi hanya bertemu dengan beberapa warga setempat berlalu lalang membawa hasil panen hutan bukan kayu dari hutan lindung gunung tumpang. Di tengah laut terdapat pulau kecil yang juga terlihat jika kira berada di Pantai Pulaui Merah. Sebelah barat pantai terdapat formasi batuan karang yang cukup unik. Batu karang berwarna agak kemerahan sehingga menyebabkan pasir disekitar karang agak kemerahan. Hal tersebut kemungkinan terjadikarena abrasi batu karang karena ombak laut. Terbapat pula batuan karang yang cukup tinggi. Dari jauh mirip sekali dengan sebuah kursi singgasana. Mitosnya Karang bentuk kursi tersebut (Parang Kursi) merupakan salah satu kursi singgasananya Nyi Roro Kidul. Karang tersebut menjadi tempat foto-foto favorit namun pengunjung diharap hati-hati karena jika terjatuh cukup berbahaya, antara jatuh ke laut atau ke karang.



Jam sudah menunjukan pukul 4 sore, kami memutuskan pulang sebelum cahaya matahari terbenam dan menyulitkan kami berjalan pulang meyelusuri hutan. Perjalanan pulang juga cukup membingungkan karena beberapa jalan pulang becabang yang agak mirip. Untung kami masih menghafalkan tanda setiap persimpangan jalan setapak di hutan.

Tips Bagi Yang Ingin Ke Pantai Parang Kursi Banyuwangi

  • Berangkatlah pagi hari karena perjalanan dari parkiran desa menuju Pantai Parangkursi sekitar 1 jam jalan kaki.
  • Perbekalan terutama air minum dibawa secukupnya serta membawa pulang kembali sampahnya karena tidak akan menemukan tempat sampah disana.
  • Hafalkan tanda-tanda disetiap persimpangan hutan, terutama hutan rimba karena arah jalan pulang ada beberapa persimpangan jalan setapak yang mirip.
  • Jika perlu ajaklah masyarakat setempat untuk mengantarkan kalian ke pantai sehingga lebih aman.
  • Pulanglah maksimal jam 4 sore dan tidak boleh bermalam di pantai, mengingat hutan gunung tumpang adalah hutan lindung yang beberapa masih percaya merupakan habitat dari satwa langka macan tutul dan mungkin harimau jawa juga ada. Kemungkinan lain mungkin ada alasan dari unsur gaib.
  • Datanglah bersama-sama.
Selamat mencoba ke Pantai Parang Kursi ini :)
Wednesday, January 20, 2016

Cara Mudah Piknik Ke Banyuwangi Dari Jogja, Surabaya dan Jakarta

pantai Pulau Merah, Banyuwangi

Banyuwangi, Daerah paling ujung timur pulau Jawa yang keberadaannya mulai dikenal masyarakat  luas terutama dari segi destinasi wisata. Kawah Ijen, Pulau Merah, G-Land (Plengkung), Teluk Ijo, Banyuwangi Etno Festival dan lain-lainnya. Walau letaknya di Ujung Timur Pulau Jawa, akses menuju ke Banyuwangi sudah tersedia cukup terutama transportasi dari kota di dekat Banyuwangi, Malang, Bali, Surabaya dan Jogja. Selain kota-kota tersebut biasanya perlu dua kali mengganti moda transportasi. Kali ini saya aka membahas beberapa transportasi ke Banyuwangi dari beberapa daerah seperti Jogja, Surabaya, dan Jakarta.

Surabaya

Ada beberapa pilihan menuju Banyuwangi dari Surabaya yaitu Kereta, Bis dan Pesawat. Biasanya saya memilih naik kereta selain nyaman dan ada listrik, jadwal kereta Surabaya- Banyuwangi bisa dibilang PAS. Mulai dari jadwal berangkat pagi hari pukul 09.00 siang  dan malam.Untuk berangkat pagi bisa menaiki kereta Mutiara Timur Siang yang berangkat jam 09:00 dan sampai sekitar jam 15:14. Untuk yang ingi berangkat siang bisa menaiki kereta Sri Tanjung yang berangkat jam 14:30 dan sampai Banyuwangi sekitar jam 21:00. Jika ingin berangkat malam bisa berangkat ke banyuwangi dengan kereta Mutiara Timur Malam yang berangkat ke Banyuwangi jam 22.15 WIB dan sampai Banyuwangi jam 4 pagi.  Saya biasa mengambil kereta malam karena bisa di tinggal tidur sehingga menghemat biaya pengeluaran penginapan dan ketika sampai Banyuwangi pagi hari sudah segar dan siao meng”Eksplore” Banyuwangi. Untuk tiket kereta Mutiara Timur yaitu sekitar 100rb-145rb untuk kelas Bisnis dan 150rb-200rb untuk kelas Eksekutif. Sedangkan Sri Tanjung kelas ekonomi seharga 100rb.

Bis Surabaya ke Banyuwangi yang pernah saya coba (sekali) yaitu bis ekonomi AC “Akas Asri”. Kalian juga bisa menaiki bis jurusan Surabaya- Bali dan turun di pelabuhan ketapang, Banyuwangi. Bisa Juga menggunakan transportasi pesawat perintis Lion Air atau Garuda Indonesia yang jadwal terbangnya biasanya siang hari. Denger-denger harga pesawatnya berkisar antara 400rb-500rb.

Jogja-Solo

Jika dari Jogja-Solo, saya biasa naik Bus Akas Asri/Mila Sejahtera. Bis-bis ini sangat merupakan bis ekonomi AC yang lumayan nyaman dan murah. Jogja – Banyuwangi atau sebaliknya tarifnya hanya Rp.115 ribu , jika dari Solo-Banyuwangi Rp.105ribu (update perJanuari 2016). Bedanya Bis Mila Sejahtera ruang kaki lebih luas disbanding bis Akas Asri. Jadwal keberangkatan dari terminal Giwangan mulai jam 13.00 sampai 17.00 dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 15 Jam.

Cara kedua bisa menaiki Kereta Ekonomi Sri Tanjung dengan harga 100ribu. Harga yang cukup murah dan fasilitasnya cukup menarik yaitu listrik dan gerak kalian lebih leluasa menggunakan kereta. Sayangnya kereta Sri Tanjung hanya mempunyai satu Jadwal Keberangkatan pagi hari sekitar jam 07.15 WIB dari stasiun Lempuyangan, Jogja.

Jakarta
Jakarta-Surabaya via pesawat, nyambung Sby-Bwi via kereta mutiara timur
Jika mengirit biaya perjalanan kalian bisa naik kereta Progo Jurusan Pasar Senen-Lempuyangan, Jogja . kereta Progo akan sampai beberapa menit sebelum kereta Sri Tanjung Jogja-Banyuwangi berangkat (jika kereta progo diperjalanan menuju jogja tidak ada kendala). Dengan begitu kalian hanya mengeluarkan Biaya sebesar 200rb saja. Jika kalian ingin agak bersantai naik saja kereta Ekonomi Ac Bogowonto yang datang agak pagi sehingga punya waktu agak sedikit sambil menunggu kereta Sri Tanjung Berangkat bisa membeli perbekalan untuk bekal di dalam kereta. Jika kalian butuh cara tercepat untuk sampai ke Banyuwangi dari Jakarta lebih baik naik pesawat dahulu ke Surabaya dan dari Surabaya ke Banyuwangi bisa naik kererta atau pesawat.
Monday, January 18, 2016

Pantai Sobo, Banyuwangi dan Rumah Kecil di Tepi Pantainya :)

Rumah kecil di tepi pantai Sobo
Siapa yang tidak mau mempunyai rumah kecil di tepi pantai. yah tempat yang bisa kita singgahi saat jenuh dan melepas penat, saat ingin bersantai sejenak saja menikmati suasana pantai pagi atau sore hari ditemani secangkir teh dan cemilan. Itulah hal yang terpintas di kepala saat mengunjungi Pantai Sobo, Banyuwangi.

Pantai Sobo, pantai yang terletak di Desa Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai ini berada di dekat pemukiman nelayan, di dekat tambak udang, di dekat tempat penjemuran ikan, udang atau tangkapan laut lainnya. Karena sering digunakan sebagai tempat penjemuran di beberapa tempat di temukan bau agak amis. Namun di balik itu semua Pantai Sobo mempunyai daya tarik yang khas yang bisa kalian temukan saat berkunjung ke pantai ini.

tambak di dekat pantai sobo
Rute untuk ke pantai Sobo dari kota banyuwangi cukup mudah, dari perempatan Bank BNI 46 ambil arah timur sampai mentok bertemu pertigaan ambil kanan. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan pertigaan tower pemancar. Ambil kiri dan ikuti jalan sampai menemukan pemukiman dari pemukiman tersebut cari jalan kecil kea rah timur/arah tambak/arah pantai. mencari jalan kecilnya cukup membingungkan, lebih baik tanya warga setempat saja jika kalian ragu dan tidak menemukan gang masuknya :). Dari gang masuk tersebut kita akan melewati tambak udang terlebih dahulu baru akan sampai di Pantai Sobo.

anak kecil yang minta di foto
Sepi, hanya ada beberapa anak kecil yang sedang bermain air. Kadang mereka berteriak ke arah saya sambil berpose riang minta di foto. Batas antara pantai dan tambak udang terdapat sebaris pohon jenis bakau. Di dekat pantainya terdapat beberapa pohon Santen yang merupakan pohon khas daerah pesisir Banyuwangi. Sayangnya pohon ini keberadaannya mulai jarang sekali di jumpai pantai ini.

Pohon santen dan bangunan tambak yang rusak
perahu nelayan setempat
Di tepi laut pantai sobo terdapat sebuah bangunan semacam rumah yang mempunyai dermaga. Dugaan saya sih dulunya bekas bangunan tambak udang yang ditinggalkan. Mungkin karena sudah mulai terkena abrasi atau memang sudah ditinggalkan pemiliknya. Kalau saja saya diberi hak atas bangunan tersebut,  saya pasti akan “menyulap” menjadi tempat bersantai pribadi yang sip, apalagi saat matahari terbit karena pantai ini menghadap agak ketimur. Pulau Bali yang terlihat dengan pemandangan pegunungannya, laut selat bali yang tenang dan suasana matahari terbitnya Banyuwangi yang datang selalu kepagian :D.

santai sejenak :)
Datang ke pantai ini gratis dan tidak dipungut biaya. Tidak ada pengelola atau semacamnya dan juga tidak ada yang memfasilitasi tempat sampah. Alangkah baiknya jika kalian datang kesini untuk menjaga kebersihan tempat ini, minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan atau membawa pulang sampah hasil jajanan ke rumah atau ke tempat sampah yang ditemukan diperjalanan pulang. Cukup menyenangkan piknik ke pantai Sobo ini dan letaknya cukup dekat hanya sekitar 20 menit saja dari pusat Kota Banyuwangi :)


Friday, January 1, 2016

5 Lokasi Menarik Menikmati Matahari Terbit di Banyuwangi - Part 1


Jam 4.48. Selamat Pagi Banyuwangi, tutur saya dalam hati.
Udara mulai menghangat, matahari pagi mulai terlihat dimana sebelumnya hanya warna-warna terang merah, kuning atau jingga di langit.

“Sunrise of Java” Julukan terkenalnya Banyuwangi karena memang daerah ini merupakan  daerah yang matahari terbitnya paling pertama di Pulau Jawa. Untuk bisa melihat “pertunjukan langit” Sunrise of Java mau tidak mau kita harus bangun lebih pagi dari biasanya. Rasanya habis adzan Subuh sebaiknya untuk tidak tidur kembali dan bersiap-siap ke tempat melihat matahari terbit di Banyuwangi.  Beberapa tempat atau spot menikmati matahari terbit di Banyuwangi yang berhasil saya rangkum dalam beberapa waktu, silakan disimak ya ;

Pantai Boom

Pantai terdekat yang berada pesisir timur Kota Banyuwangi, hanya sekitar 10 -15 menit dari pusat kota Banyuwangi. Pantainya berpasir hitam, ombak yang relatif tenang namun pengunjung dianjurkan untuk tidak berenang di pantai ini. Terdapat sederet kursi malas yang bisa disewa untuk sekedar bersantai menikmati matahari terbit di pantai ini. Yang terbaru terdapat dermaga baru dengan tiang mercusuar yang menarik untuk diabadikan fotonya

Dermaga Cinta
Dermaga ini terletak di Pantai Waru Doyong, sekitar 1 km dari Ketapang atau lebih tepatnya di belakang hotel ketapang indah. Pantai ini jarang sekali ada pengunjung pagi hari. Biasanya hanya ada nelayan yang siap berangkat melaut atau warga sekitar yang menemani anaknya melihat laut pagi-pagi. Duduk di tepian dermaga, menikmati langit yang memerah dan  matahari yang perlahan naik di atas sebuah dermaga. Hati-hati bisa “BAPER”

Bukit Terminal Sritanjung, Ketapang.

Di terminal bus Sritanjung ini terdapat bukit tinggi yang sedang di bangun semacam resort . karena letaknya cukup tinggi pemandangan laut selat Bali , Pulau Bali dan Taman Nasional Bali Barat terlihat jelas bahkan aktifitas pelabuhan penyebrangan berupa kapal-kapal yang mengantri parkir dan menurunkan barangnya terlihat cukup jelas. Karena resortnya belum jadi untuk masuk kesini belum di pungut biaya, hanya diminta menjaga kebersihan.

Pantai Watudodol

Pantai ini cukup unik karena terdapat landmarknya Banyuwangi yaitu Penari Gandrung di atas sebuah bangunan di pesisir pantainya. Biasanya orang yang menuju ketapang dari Situbondo ke arah Banyuwangi atau ketapang mampir sekedar berfoto berlatar laut dan Penari Gandrung tersebut.  Karena pantai ini letaknya di pinggir jalan utama, parkirlah dengan benar agar tidak mengganggu dan mempersulit pengendara yang melintas.

Pantai Grand Watudodol


Pantai Grand Watudodol terletak di sebelah utara pantai Watudodol. Pemandangannya hampir sama namun disini terdapat perahu-perahu dan banyak pohon rindang. Kapal-kapal tersebut nantinya digunakan bagi yang ingin ke Pulau Menjangan, Bali Barat atau ke Pulau Tabuhan. Pantai ini cukup ramai saat weekend karena banyak yang berkumpul untuk menyebrang ke Bali Barat atau Pulau Tabuhan.