Showing posts with label wisata kota. Show all posts
Showing posts with label wisata kota. Show all posts
Wednesday, September 2, 2015

Mesjid Agung An-Nur, Kota Batu - Mesjid Ramah Backpacker

Mesjid Agung An-Nur, Kota Batu
Kota Batu memang tempat yang cocok untuk berwisata karena Kota Batu menyuguhkan pemandangan alam yang menawan, air terjun, taman bermain, bahkan wisata petik buah, wisata kebun buah dan berbagai kuliner yang nikmat untuk dicicipi. Banyaknya tempat wisata membuat Kota Batu tak akan cukup mengunjungi banyak tempat dalam satu hari. Namun apadaya jika teman-teman pejalan cuma punya waktu sehari untuk main di Kota Batu dan berhemat biaya terutama biaya tempat Istirahat. Pilihan Pom Bensin atau mesjid kadang menjadi pilihan para pejalan namun kadang tempat-tempat tersebut tidak menyediakan apa yang kita butuhkan. Mesjid Agung An-Nur menawarkan beberapa fasilitas yang cukup “wih” dan akhirnya saya tulis sebagai Mesjid yang ramah Backpacker.

Salah satu arsitekturnya
Mesjid ini ternyata sudah di bangun pada era penjajahan Belanda tepatnya di Tahun 1920 di atas tanah wakaf seorang warga. Mesjid ini telah beberapa kali dilakukan renovasi hingga terakhir renovasi tahun 2008 dan diresmikan oleh Walikota Batu saat itu. Mesjid terlihat cantik dan elegan berbalut warna hijau dan krem yang nyaman dipandang ditambah lagi dengan gaya arsitektur yang cukup cantik dengan pola lengkungan di beberapa bagian masjid. Mesjid Agung An-Nur terletak di jantung Kota Batu, tepatnya bersebelahan dengan Alun-Alun Kota Batu. Karena letaknya tersebut masjid ini selain sebagai tempat beribadah umat Islam, bisa menjadi tempat Istirahat yang nyaman karena memiliki fasilitas yang saya sebut ramah untuk backpacker maupun wisatawan yang tidak berencana menginap di Kota Batu. Fasilitas yang ada di Mesjid ini yaitu:

1. Rest Area (Tempat Istirahat)
Tempat istirahat ini penting sekedar meregangkan kaki, tidur-tiduran sampai tidur beneran atau makan makanan. Rest area ini letaknya di samping, terpisah dari Masjid sehingga tidak menganggu orang yang ingin beribadah di Masjid Agung An-Nur. Rest Area seperti lesehan yang tidak terlalu besar, namun perkiraan saya cukup untuk menampung lebih dari 15 orang

2. Charge
Tempat Charger HP atau Kamera :)

Keberadaannya fasilitas ini sangat penting, untuk mengisi ulang kembali baterai HP, kamera, atau powerbank yang sangat dibutuhkan oleh kawan2 backpacker atau wisatawan. Tempat chargernya cukup aman, karena berupa slot-slot lemari yang kuncinya bisa kita bawa kemana-mana. Dengan begitu kita bisa bebas melanjutkan  perjalanan ke tempat wisata lain dan tidak buang-buang waktu menunggu baterai hp, powerbank kita penuh. Untuk satu slot lemari changer pengunjung hanya ditarik biaya sebesar Rp. 2000,- saja. 

3. Pemandian,
Bagian depannya
Pemandian di Mesjid ini bukan pemandian biasa karena tersedia juga pemandian air panas. Rasanya sungguh nikmat ketika mandi sore hari saat kota Batu udaranya makin dingin. Apalagi setelah lelah berkeliling obyek wisata di Kota Batu seharian penuh. Keringat dan rasa lelah hilang seolah-olah ikut larut saat mandi air panas. Pemandian ini tidak seperti pemandian umum yang suka dibayang kan kumuh dan jorok, pemandian di masjid ini bersih dan nyaman bahkan tersedia tempat untuk perawatan bayi setelah mandi. Kamar mandinya pun di desain dengan warna warni yang bikin orang kepengen untuk mandi :D. Untuk mandi air panas kita ditarik biasa sekitar Rp.8000 dan untuk mandi biasa hanya Rp.4000 saja
bagian dalam kamar mandinya :)
Karena adanya fasilitas yang nyaman tersebut, saya menyebutnya Masjid ini Masjid Ramah Backpacker yang katanya ingin mengeluarkan biaya perjalanan seminim mungkin. Dan karena letaknya di jantung kota Batu, para wisatawan tidak akan kesulitan menuju tempat ini, hanya tinggal mengikuti petunjuk jalan ke alun-alun kota Batu atau bertanya kepada masyarakat setempat. 

Lelah setelah keliling Kota Batu, istirahatlah di Mesjid Agung An-Nur J



Monday, August 31, 2015

Bersantai Sejenak Menikmati Alun-Alun Kota Batu

Santai Dulu di Alun-Alun Kota Batu
Pagi Kota Batu… Brrr..Brrr
Dengan semangatnya mengucapkan kata tersebut setelah kedinginan selama menempuh perjalanan sekitar 9 jam. Namun ternyata udara pagi kota Batu lebih dingin dari AC mobil Travel Banyuwangi-Malang :)

Kota Batu letaknya yang tidak jauh dari pusat  kota Malang sekitar 1 jam perjalanan . Kota Batu letaknya pun dikelilingi oleh pegunungan beragam wisata alam seperti air terjun-air terjun sampai wisata pemandangan alam yang sebagian dikombinasikan dengan wahana paralayang, kebun bunga/ buah, pemandian air panas sampai dengan tempat makan dengan pemandangan yang luar biasa. Selain itu juga ada beberapa wahana bermain di sekitar kota Batu salah satunya adalah Alun-Alun Kota Batu.
rute by googlemap
Rute menuju Alun-alun Kota Batu cukup mudah, jika dari Stasiun Malang kita tinggal sewa kendaraan atau menaik angkutan umum. Jika memilih naik angkutan umum bisa naik angkot jurusan menuju terminal Landung Sari seperti angkutan berkode AL, ADL, lalu sambung dengan angkutan umum menuju kota Batu yang berkode BL,BJL dan BTL. Jika kalian menggunakan sewa kendaraan atau kendaran pribadi bisa langsung menuju Kota Batu dengan mengikuti petunjuk jalan yang ada. Jika kalian berkunjung saat weekend atau hari libur lebih baik menggunakan atau sewa motor karena kondisi jalan menuju dari Kota Batu cukup macet karena akses jalan yang belum lebar dan arus lalu lintas menuju kota Batu cukup padat.

Bianglala dan Tugu Apelnya :)
bangunan bentuk wortel dan air mancur
Alun-alun pada kota-kota di Jawa yang identik dengan lapangan yang ada dua pohon beringin yang mengandung makna filosofi,  atau sebuah ruang terbuka hijau yang dihiasi tanaman-tanaman hias, bangku taman dan pernak pernik lainnya untuk menghiasi keindahan taman. Alun-alun kota Batu sedikit berbeda, alun-alun kota batu merupakan taman yang tata lanskap yang cantik dengan Bianglala dan serta Tugu Apel yang menjadi landmarknya Kota Batu. Tugu Apel  dikelilingi kolam kecil dan air mancurnya, burung-burung dara berhinggapan di dekat kolam  terdapat bangku-bangku taman yang bisa kita gunakan untuk bersantai sambil menikmati suasana alun-alun apalagi sambil sruput the atau kopi panas. Selain Apel terdapat buah-buahan lain seperti buah Strawberi, Wortel dijadikan bangunan yang menghiasi alun-alun kota Batu. Buah-buahan tersebut mewakili produksi unggulan kota Batu sekaligus mewakili Agrowisata petik buah. Alun-alun ini juga ramah dengan anak-anak, selain adanya ruang smoking area, disini juga terdapat  permainan anak-anak seperti ayunan, prosotan, kuda-kudaan dan mainan lainnya serta beberapa patung  binatang dengan desain lucu agar mudah disukai pengunjung terutama anak-anak.

Kota Batu dari Atas Bianglala

kaca bianglala yg burem salah satu sisinya
Bianglala, salah satu yang bikin menariknya Alun-alun Kota Batu. Mungkin alun-alun satu-satunya untuk saat ini yang mempunyai Bianglala. Bianglala ini tingginya sekitar 15 meter sehingga ketika kita berada di puncaknya kita bisa menikmati pemandangan kota Batu dari ketinggian, melihat kota Batu yang dikelilingin pegunungan. Cobalah menaiki bianglala ini saat cerah, atau menjelang senja saat langit cerah atau ketika malam hari sehingga bisa melihat gemerlap lampu kota Batu yang kian ramai. Sayangnya untuk melihat pemandangan, salah satu sisi kaca dari Bianglalanya buram dan seharusnya diganti agar pengunjung bisa lebih menikmati pemandangan saat menaiki Bianglala. Cukup mengeluarkan uang sebesar Rp. 3000 kita bisa menaiki Bianglala selama satu putaran.

permainan bermain anak :)

Alun-alun Batu wajib dikunjungi oleh kawan pejalan, walau sebagai tempat bersantai setelah seharian explore wisata-wisata alam kota Batu maupun memang meghabiskan waktu seperti saya pagi itu :). Ada yang bilang jika belum foto2 dengan background Tugu Apel dan Bianglalanya berarti kamu kudu ke Batu lagi :’)
Wednesday, February 26, 2014

Nyok Keliling Ibukota Dengan Bus Tingkat Jakarta :)


Banyak Cara Menuju Roma, Banyak Cara Juga Untuk Menikmati Suasana kota Jakarta. Salah satunya dengan Keliling Ibukota dengan Bus Tingkat Jakarta

City Tour Jakarta Bus atau lebih banyak dikenal sebagai Bus Tingkat Jakarta yang sudah banyak dinanti oleh warga kota Jakarta dan sekitarnya untuk segera mencoba menaikinya. Bus Tingkat Jakarta ini merupakan salah satu pelayanan pemerintah DKI Jakarta dalam bidang transportasi dan pariwisata. Hari Senin, 24 Februari Bus ini akhirnya beoperasi dan dan siap membawa warga Jakarta dan turis-turis keliling Ibukota dan ke beberapa daerah wisata di Jakarta secara gratis. Bus ini juga mempunyai nama unik lainnya yaitu Mpok Siti. Kata Mpok karena para pegawai di dalam busnya baik supir sampai Guidenya seorang wanita dan kata Siti diambil dari nama bus ini City Tour Jakarta Bus.  

antrian ramai di halte
Setelah bermunculan berita Bus Tingkat Jakarta sudah dibuka untuk umum, saya langsung berangkat ke Bundaran HI, salah satu lokasi yang di lewati bus ini. Untuk menaiki bus ini kita tidak bisa sembarang tempat menunggunya. Bus ini hanya berhenti di Halte-halte yang berada dalam rute dan sejauh yang saya amati ada plang bertuliskan “City Tour”. Karena Jumlahnya bus tingkatnya terbatas, untuk saat ini hanya melayani Rute mulai dari Balai Kota, Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Merdeka Barat lalu berbelok ke Juanda, Merdeka Utara, ke Merdeka Barat lagi, Merdeka Selatan, dan kembali Balai Kota. Bus Tingkat ini mulai beroperasi mulai jam 8.30 dari Balaikota sampai jam 19.00 namun untuk hari Minggu dimulai jam  12.00 sampai 19.00 waktu setempat.

mba Rika, Guide saat saya menaiki Bus ini
Bus Tingkat Jakarta melaju pelan sekitar 10-20 km/jam sehingga kita bisa merasakan suasana berkeliling Ibukota dengan Bus Tingkat. Jika kita mengelilingi satu rute, kita akan menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dan jika keadan jalan macet bisa sampai 1,5 Jam. Dalam perjalanan di Bus Tingkat kita tidak hanya diam saja melihat suasana yang dilewati bus ini. Guide akan menjelaskan hal-hal mengenai bus tingkat ini serta penjelasan tentang lokasi-lokasi wisata serta tempat yang bernilai sejarah ada disekitar rute bus ini seperti Monas, Gedung Bank Indonesia, bahkan patung perunggu menunjuk di jembatan Juanda yang akhirnya saya ketahui kalau itu patung Dewa Hermes, dewa perniagaan di mitos Yunani menunjuk ke arah salah satu pusat perbelanjaan yang ramai di kota Jakarta.

Melewati Bundaran HI
Tak terasa 1 Jam sudah mengelilingi Jakarta dengan Bus ini. Pengetahuan baru, pengalaman baru bahkan teman baru saya dapatkan dalam Bus Tingkat Jakarta ini. Untuk kedepannya saya rasa, bus ini perlu menyediakan brosur gratis yang menjelaskan objek wisata yang menjelaskan tentang lokasi wisata yang dilewati mungkin beserta Peta Wisata Kota Jakarta yang nantinya berguna bagi warga Jakarta maupun turis untuk lebih mengenal kota Jakarta ini.

Nyok Keliling Ibukota ^_^


NB : nantinya untuk naik bus ini kita diharuskan untuk mengambil tiketnya yang telah disediakan gratis di lokasi-lokasi tertentu di Jakarta. untuk 3 bulan kedepan ini, sistem tiket belum berlaku sehingga kita tinggal datang, antri dengan tertib di halte yang ada telah disediakan
Monday, January 20, 2014

Kunjungan singkat ke Mesjid Terapung, Makassar


Menjelang sore, saya sudah duduk tenang di samping supir pete-pete (angkutan umum di kota Makassar) menuju kawasan Pantai Losari. Mengunjungi kawasan ini terdapat masjid yang unik, uniknya karena berada diatas laut. Mesjid ini harus kalian kunjungi saat kita berada di kota Makassar. Masjid Terapung Amirul Mukminin namanya. Mesjid yang menjadi salah satu tempat yang wajib kita kunjungi saat berada di Makassar khususnya jika sedang mengunjungi pantai Losari. Letaknya tidak jauh dari tulisan pantai Losari, hanya berjarak sekitar 200 meter ke arah selatan. Mencapainya dari pusat kota pun cukup mudah karena banyak kendaraan umum yang menuju kawasan ini.

Mesjid ini dibangun terapung di atas teluk Makassar disangga dengan tiang-tiang yang berjumlah 99. Angka 99 ini konon merupakan lambang dari Asmaul Husna (99 Sifat Allah). Mesjid ini juga mempunyai desain arsitektur yang menawan, dengan warna dominan putih, abu-abu serta warna biru untuk bagian kubahnya dan terdapat dua buah menara yang berdiri tegak di sisi-sisi masjid ini. tak kalah dengan luarnya, arsitektur bagian dalamnya juga mempesona.

Mesjid ini terbuka untuk siapa saja baik yang ingin beribadah maupun yang sekedar ingin melihat-lihat. Kita hanya menjaga ketenangan dan kesopanan karena merupakan kawasan tempat ibadah. Mesjid ini ramai mulai sore hari, orang-orang mulai berdatangan untuk menikmati senja di sekitar masjid dan kawasan pantai losari. Banyak yang bilang, masjid ini adalah masjid yang romantis. Ketika senja mulai tenggelam warna masjid ini seolah-olah berubah memancarkan keindahannya yang tak kalah dengan indahnya senja.
di halaman mesjid
suasana saat malam

Sayangnya saya tidak sempat mengabadikan senja di sekitar masjid ini, karena terlalu menikmati senja di lokasi sebelah, Pantai Losari. Moga ada kesempatan lagi buat mengabadikan foto masjid ini saat senja.. Amin :D
Tuesday, July 23, 2013

Ngabuburit di Pasar Legi Kotagede, Jogja


Jogja memang asik buat jalan-jalan, terlebih saat bulan puasa kayak gini. Kali ini saya mau ngasih masukan buat teman-teman pembaca yang mau mencari alternatif jalan-jalan sore atau kalau bulan puasa namanya ngabuburit di Jogja yaitu Kawasan Kotagede. Kawasan ini terletak di selatan kota Jogja, kurang lebih sekitar 4-5 km dari Malioboro. Istimewanya kawasan ini karena kawasan ini dulunya merupakan kawasan Kerajaan Mataram Islam sehingga sudah pasti di dalam kawasan ini jika kita telusuri masih banyak peninggalan-peninggalan masa lampau.

Ngabuburit kali ini, saya memilih Pasar Legi Kotagede, pasar yang terletak di tengah-tengah kawasan Kotagede. Pasar ini akan ramai hari legi (Tanggal Jawa), namun pada hari lain pasar ini tetap buka. Menuju Kotagede cukup mudah, dari Plengkung Gading kita hanya tinggal mengikuti arah timur akan sampai di gapura Kotagede. Bisa juga dari Km.0 ke arah timur melewati Bonbin. Lampu lalu lintas setelah itu ambil kanan, ikuti jalan tersebut nanti kita akan sampai di gapura Kotagede atau menggunakan Trans Jogja ke kawasan ini juga bisa. Selanjutnya ikuti jalan masuk Gapura tersebut untuk sampai di pasar Legi Kotagede. Nah sepanjang jalan menuju pasar, jangan lupa lihat kanan-kiri, nanti akan terlihat bangunan-bangunan khas jawa yang pasti akan menambah kekaguman kita akan Kotagede.

Salah Satu Penjual, Pecelnya cuma 2rb

Pada sore hari di pasar ini terdapat banyak penjual makanan-makanan khususnya makanan tradisional. Dari kue cucur, pecel, cenil, serabi solo, leker, putu dan kue-kue tradisional lainnya, tidak ketinggalan minuman-minuman untuk berbuka. Soal harga tidak usah khawatir saya rasa harga makanan-minuman di pasar ini relatif murah. Kue cucur yang saya beli untuk berbuka seharga 500 rupiah. Karna suasana pasar yang asik, jangan kaget kalau pasar ini lumayan ramai terutama saat ngabuburit. Bahkan waktu itu saya melihat ada Bule sekeluarga yang menyerbu membeli Putu :D.


Selesai menemukan “si manis” buat berbuka puasa jangan langsung pulang. Sambil menunggu adzan Magrib, coba deh keliling Kotagede, menikmati cagar budaya yang ada dari komplek Makam Raja Mataram, Mesjid Agung Kotagede, bangunan-bangunan lama bernuansa Jawa yang unik sampai masyarakat Kotagede yang ramah :).

salah satu rumah jawa yg berdiri tahun 1862.

Friday, July 12, 2013

Tempat Ngabuburit Asik di Jogja


Gimana puasanya teman-teman, masih lancarkan hehe. Mumpung bulan Ramadhan mau bahas tentang tempat-tempat ngabuburit di sekitaran jogja. Ngabuburit bisa diartikan sih jalan-jalan sambil menunngu waktu berbuka yaitu pas adzan magrib, jalan-jalan pas mau adzan Dzuhur bisa disebut ngabuburit g ya :p. Banyak opsi sih buat ngabuburit di Jogja, bisa ke pantai, ke mall, ke alun-alun, dan pilihan lainnya, tapi kali ini saya mau bahas tempat-tempat ngabuburit yang bisa sekalian cari takjilan atau makanan-minuman berbuka puasa di sekitaran kota Jogja.

1.       Kampung Ramadhan Kauman

Kampung ini pasti sudah tidak asing lagi ya. Kampung yang letaknya strategis yaitu di barat km 0 Jogja atau di sebelah baratnya gedung bank BNI dan Kantor Pos Pusat. Kampung ini sudah terkenal sejak lama sebagai kampung peradaban islam. Aneka jajanan pasar tradisional dan minuman seperti kolak, es blewah dan lain-lainnya tersedia di sepanjang gang Kauman. Karena letaknya yang strategis sudah semestinya tempat ini ramai dikunjungi. Sehabis membeli takjilan di Kampung Ramadhan Kauman kita bisa melanjutkan ngabuburit di sekitaran kawasan Km 0, alun-alun, taman sari dan sekitarnya.


2.       Kampung Ramadhan Jogokariyan

Kampung ini letaknya juga cukup starategis yaitu di selatannya alkid (alun-alun selatan) tepatnya jalan Parangtritis km 2 atau jika anda dari kota Jogja anda bisa melewati  jalan Parangtritis sampai di perempatan SPBU pertama jalan Parangtritis ambil kanan nanti akan terlihat gapura selamat datang di Kampung Ramadhan Jogokariyan. Disini Takjilannya beragam dan lebih banyak  bahkan sampai ada yang menjual peralatan sholat.


3.       Kawasan UGM
Kawasan ini sangat popular untuk mencari takjilan. Selain tempatnya mudah terjangkau jalanannya cukup luas untuk lalu lalang, disini tersedia makanan-minumam ringan untuk berbuka puasa yang beragam bahkan ada makanan “berat” juga tersedia disini. Selain itu disini juga dekat dengan Masjid Kampus UGM jika kita ingin segera menunaikan ibadah solat Magrib.

4.   Jalur Gaza
Letaknya bukan di daerah konflik timur tengah loh, melaikan di sebelah selatan kota Yogyakarta. tepatnya di jalan Nitikan. Penamaan "Jalur Gaza" ini sengaja diambil karena namanya popular dan mudah diingat. Dan ternyata Jalur Gaza disini bukan hanya nama semata, melainkan singkatan dari JAjanan, Lauk, sayUR, Gubhuk Ashar Zerba Ada. hihi kreatif ya. untuk mencapai jalur gaza ini kita bisa melewati jalan taman siswa keselatan melewati dua lampu lalu lintas. Belok kiri lampu lalu luntas kedua dan anda akan sampai di Jalur Gaza :)


5.       Bukit Bintang
Yang ini tempat ngabuburit yang cukup jauh dari pusat kota Jogja (sekitar 30 menit), tapi tempatjuga tempat favorit untuk ngabuburit, berbuka puasa dengan pemandangan yang cukup indah yaitu gemerlap lampu-lampu kota Jogja, juga pemandangan Senja yang indah jika cuaca sedang mendukung. Untuk sampai kesini cukup mudah, kita tinggal melewati jalan Wonosari lurus terus menanjak kea rah Patuk nanti bukit bintang ada disebelah kanan.


Segini dulu ya, tempat-tempat yang lain belum dicoba dikunjungi nih hehe . Ditunggu aja Updatenya ya :)






nb. kalo ada yang punya rekomendasi tempat ngabuburit asik boleh donk dikasih tau lewat kolom komentar ya