Showing posts with label wisata museum. Show all posts
Showing posts with label wisata museum. Show all posts
Sunday, December 1, 2013

Museum Batik Joglo Cipto Wening, Imogiri


Berjalan pulang menuju Jogja dari Kebun Buah Mangunan, Imogiri, pandangan saya terpaku pada papan petunjuk jalan menuju “ Musium Batik”  di sekitar pasar Imogiri lama. Tanpa berpikir panjang saya membelokan kendaraan menuju museum batik tersebut. Tak jauh sekitar 200 meter saya pun sampai di depan museum batik tersebut. Museum Batik Joglo Cipto Wening namanya, merupakan museum yang didirikan dengan koleksi-koleksi pribadi. Museum ini didirikan tahun 2004 namun sempat tutup sementara karena rusak akibat gempa bumi dan didirikan dan resmi dibuka kembali oleh Sultan Hamengku Buwono X.

Rute untuk mencapai museum batik ini dari jogja cukup mudah, kita hanya tinggal melewati jalan Imogiri Timur sampai mentok pertigaan, lalu ambil kiri. Kita akan melewati pasar dan nanti sebelah kiri jalan akan ada papan petunjuk arah menuju museum batik ini. Jika tidak menemukan museum batik ini, jangan sungkan-sungkan bertanya pada warga sekitar ya :)

Memasuki museum ini, saya langsung terkesan dengan nuansa jawa. Sepeda onthel, pohon kepel, nangka yang merupakan pohon khas jogja dan bangunan Joglo yang menyimpan dan memamerkan koleksi-koleksi batik. Jogjo tersebut merupakan Joglo tua yang umurnya sudah mencapai 200 tahun. Nuansa Joglonya lebih mengagumkan lagi, suasana jawa yang khas dengan tata letak dan cahaya lampu yang pas membuat suasana jawanya makin kerasa. Dan karena nuansanya yang khas museum ini kadang dipakai untuk pembuatan foto komersil maupun film.



Museum ini didirikan untuk melestarikan batik-batik kuno asal daerah Bantul, Yogyakarta dan sekitarnya. Kata pemilik museum ini, museum ini juga menyimpan kain yang dihiasi motif-motif langka yang tidak lagi atau sudah jarang diproduksi saat ini. Beberapa motif langka tersebut antara lain motif lereng, sidomukti, sidoluhur, dan wahyu tumurun. Pembuatan motif tersebut memerlukan keahlian dan ketelatenan yang tinggi selama proses pembuatannya serta pembatik yang bias mengerjakan motif tersebut hanya sedikit. Terdapat pula batik khas daerah Imogiri yang dilestarikan di sini, namanya batik Kelengan. Kekhasan batik jenis ini adalah pada warna nila dan putih yang mendominasi pewarnaannya di dalamnya. Pada zaman dulu, warna nila (Cyan) diperoleh dari sejenis rumput-rumputan yang tumbuh di wilayah setempat.

Museum ini buka mulai jam 10.00 sampai dengan 15.00 dan libur di hari senin dan libur nasional. Mengunjungi museum ini tidak ditarik biaya, dan kita diharuskan menjaga kesopanan, kebersian dan keasrian museum ini.

yuk Kunjungi Museum :)

Saturday, October 5, 2013

Mengunjungi Kompleks Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan


Jangan hanya menikmati keindahan alam Sulawesi Selatan saja, tapi cobalah mengenal sejarahnya dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarahnya. 

Kata-kata yang terlintas sekilas di dalam kepala, ketika hendak berangkat menuju Kompleks Kerajaan Gowa. Kerajaan yang dulu berjuang melawan penjajahan Belanda, kerajaan yang dulu pernah berjaya di daerah Sulawesi Selatan.

Kompleks Kerajaan Gowa ini terletak di di Jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, Sulawesi Selatan, tepatnya di Sungguminasa yang berbatasan langsung dengan kota Makassar. Menuju kesini cukup mudah, karena adanya transportasi angkutan umum dari pusat kota Makassar menuju ke Kota Sungguminasa dan melewati depan museum ini atau bisa juga menggunakan kendaraan pribadi. Jika ragu dengan jalan yang anda tempuh jangan malu bertanya ya :)

Pintu Belakang Kompleks Kerajaan Gowa
Dari Jalan Gunung Bawakaraeng saya menaiki pete-pete (sebutan angkutan umum di Makassar) berwarna merah yang menuju Terminal Kota Sungguminasa, pete-pete ini ternyata melewati Komplek pemakaman Raja-Raja Gowa termasuk Sultan Hasanudin. Niatnya sehabis mengunjungi museum Balla Lompoa, saya ingin berziarah ke makam tersebut. Tak memakan waktu lama, dari kota Makassar ke Komplek Kerajaan Gowa hanya 30 menit. Memasuki komplek Kerajaan Gowa ini kita hanya diminta mengisi buku tamu dan memberikan sumbangan sukarela seiklasnya saja.

Istana Tamalate dengan Tulisan Hiasnya
Kompleks Kerajaan Gowa ini merupakan  rekonstruksi dari istana Kerajaan Gowa yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-31, I Mangngi-mangngi Daeng Matutu, pada tahun 1936. Di dalam Komplek ini terdapat dua bangunan yaitu Istana Tamalate dan Museum Balla Lompoa yang di depan bangunan-bangunan tersebut ada tulisan nama bangunannya seperti halnya tulisan Pantai Losari. Sepetinya tulisan penghias seperti ini sedang disukai disini. Istana Tamalate adalah replika dari istana asli yang sudah punah. Namun sayangnya tidak bisa memasuki Istana ini karena dikunci. Sedangkan Museum Balla Lompoa jika diartikan dalam bahasa Makassar artinya "Rumah Besar" atau "Rumah Kebesaran" Di dalam museum Balla Lompoa ini menyimpan berbagai macam benda koleksi Kerajaan Gowa  Benda-benda bersejarah tersebut dipajang berdasarkan fungsi umum setiap ruangan pada bangunan museum. Di ruang utama dipajang silsilah keluarga Kerajaan Gowa mulai dari Raja Gowa I, Tomanurunga pada abad ke-13, hingga Raja Gowa terakhir Sultan Moch Abdulkadir Aididdin A. Idjo Karaeng Lalongan (1947-1957). Di ruangan utama ini, terdapat sebuah singgasana yang diletakkan pada area khusus di tengah-tengah ruangan. Beberapa alat perang, seperti tombak dan meriam kuno, serta sebuah payung lalong sipue (payung yang dipakai raja ketika pelantikan) juga terpajang di ruangan ini. selain itu museum ini  tidak hanya bernilai tinggi karena nilai sejarahnya, tetapi juga karena bahan pembuatannya dari emas atau batu mulia lainnya, seperti mahkota, gelang, kancing, kalung, keris, dan benda-benda lain yang umumnya terbuat dari emas murni dan dihiasi berlian, batu rubi, dan permata.
Pintu Istana Tamalatenya dikunci
Numpang Narsis ..hehe,.

Seselesainya mengunjungi kompleks Kerajaan Gowa ini, saya langsung menuju tujuan wisata selanjutnya : berziarah ke makam Raja-raja Gowa. Catatan perjalanannya ditunggu aja ya :)