Showing posts with label wisata pantai. Show all posts
Showing posts with label wisata pantai. Show all posts
Saturday, May 28, 2016

Sunrise di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi dan Hiruk Pikuk Kesibukan Paginya

Sunrise Of Java, Muncar ^^
Muncar, kawasan pelabuhan perikanan terbesar di Banyuwangi bahkan mungkin di Jawa atau bahkan Indonesia. Menurut sumber yang saya baca, ada 500 ton ikan yang di Bongkar disini dan dibawa ke Industri Perikanan Setempat bahkan sampai dibawa ke Surabaya. Selain itu di Muncar terdapat banyak kapal-kapal Slerek yang merupakan kapal khas Banyuwangi yang bercorak unik serta Muncar masuk dalam Spot Lokasi Menikmati Matahari Terbit di Banyuwangi . Hal-hal tersebut yang membuat saya tertarik mengunjungi Muncar.

Jam 4 pagi setelah Subuh saya berangkat menuju Muncar dari Kota Banyuwangi dengan waktu perjalanan kira-kira 1 jam, sehingga saya sampai disana jam 5, melihat Sunrise of Java Banyuwangi, mengamati Hiruk Pikuk kesibukan Pagi Pelabuhan Ikan Muncar dan juga Keunikan Bentuk Kapal Slerek.

Rute Kota Banyuwangi – MuncarKota Banyuwangi ambil Jalan A.Yani ke arah selatan atau arah Lampu Merah Patung Kuda. Lalu ambil arah menuju Rogojampi – Kota Rogojampi- Lampu lalu lintas Tugu Rogojampi ambil lurus sampai pertigaan lampu lalu lintas  Srono ambil kiri – ikuti terus sampai di Tempat Pelelangan Ikan Muncar.
Becak Motor dan Becak Kayuh sudah menunggu Ikan Hasil Tangkapan Nelayan
anak-anak yg menunggu pagi
Hiruk pikuk sebelum sampai pelabuhan Ikan Muncar cukup ramai, beberapa motor membawa gerobak berisi mesin kapal untuk kapal kecil, mungkin mereka hendak melaut, beberapa motor dengan keranjang dan ember kosong yang saya ketahui mereka hendak membeli ikan dari nelayan langsung untuk di jual kembali. Pasar Muncar pun sudah mulai ramai, sabar agak sulit melewati kerumunan orang di pasar ini. Sesampai di Pelabuhan Ikan dan Pelelangan Ikan keadaan sudah cukup ramai, Becak beserta supirnya sudah berbaris antri menunggu nelayan datang berlabuh. Becak ini ternyata sudah mendapatkan tugas dari Pengepul Ikan untuk menjemput ikan oleh nelayan di kapal “A” untuk di bawah ke tempat pengumpulan, ditimbang lalu diantar ke tempat yang sudah dijanjikan atau ke Truk untuk di bawa ke tempat yang lebih jauh seperti Pabrik Ikan di Surabaya. Tidak hanya Becak, ibu-ibu dengan membawa ember berharap bisa membeli ikan yang ditangkap oleh nelayan dan dijual kembali. Ada pula Ibu dan anak yang terjaga dari subuh tadi menunggu Bapak yang hendak Pulang Berlayar.

Mataharinya nongol di balik Awan, Akhirnya 
Langit mulai menampakan sinarnya, mewarnai awan polos menjadi merah membara, membayangi kapal-kapal slerek menjadi siluet. Ada suara yang terdengar pelan seperti ini “Perahu ayah sudah sampai Sembulungan, sabar ya”. Sembulungan adalah Tanjung yang dilewati para perahu untuk mendarat di Muncar. Saya pun berkonsentrasi mengambil beberapa gambar karena warna merah mewarnai awan jedanya cukup sebentar. 

Tali sudah didapat dan diikat di dermaga, agar kapal tidak lari terbawa ombak
Saya memperhatikan ada kapal Slerek yang mendekat, gagah bentuknya. Ketika kapal slerek cukup dekat dengan dermaga bersandar, ada beberapa orang kuli angkut yang membantu membongkar ikan hasil tangkapan dari kapal menuju ke Becak. Mereka bahu membahu hingga ikan terakhir berhasil mereka angkat. Selanjutnya para nelayan mulai turun satu persatu, para ibu-ibu mulai mendekat menawar ikan yang dibawa oleh masing-masing nelayan. Tidak semua nelayan menjualnya, ada yang mereka bawa pulang untuk dimakan bersama keluarga. Saya mencoba melirik ibu dan anak yang sepertinya menunggu bapak nelayan, pas sekali anaknya sedang mencium tangan bapaknya, dan bapaknya memasang wajah lega diantara raut lelah dan kurang tidur. Sayang momen mendadak itu tidak bisa sempat diabadikan hihi.

Ibu-Ibu yang menunggu hasil tangkapan Nelayan
Kuli Angkut yang mengangkut Tangkapan Nelayan
Estafet hasil angkut kepada Becak- Becak
ini dia Ikannya :D.. sepertinya jenis Lemuru
Dari Mengunjungi Pelabuhan Ikan Muncar sedikit belajar Tentang Mencari Rezeki itu sudah dimulai ketika kamu membukakan mata. Belajar dari Nelayan bahwa perjalanan menuju rumah lah adalah perjalanan yang melegakan. Lega melihat raut muka anak dan istri yang telah menunggu pagi buta di Dermaga Pelabuhan.







nb: Tentang Kapal Slerek dan Keunikannya di Update Blog Selanjutnya ya ^^
Monday, June 8, 2015

Pantai Wohkudu, Gunungkidul : Pokoknya Kamu Kudu Ke Sini


Sebelum sampai ke Pantai Tebing Kesirat, kami menyempatkan mampir sejenak ke Pantai Wohkudu, sebuah pantai kecil yang Kudu kalian datengin :D

Pantai Wohkudu, pantai kecil terletak di Kampung Nglaos, Dukuh Wiroso, Desa Girikerto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta atau lebih tepatnya terletak di sisi sebelah timur dari Pantai Kesirat. Karena jalan menuju ke pantainya satu arah dengan pantai Kesirat, pengunjung yang datang ke pantai Kesirat pun sekaligus mampir sejenak di pantai Wohkudu ini.

gang pantai kesirat
Perjalanan dari Kota Jogja ke pantai Wohkudu ini sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa kendaraan.  Ada dua rute yang bisa ditempuh  menuju pantai ini yaitu via Jalan Wonosari atau jalur alternatif lewat jalan raya Imogiri. Saya  rekomendasikan jalur alternative karena selain bisa menghemat waktu perjalanan,  keadaan jalan raya tidak terlalu ramai. Rute jalur alternatifnya dari Kota Jogja- Jalan Imogiri Timur- pertigaan pasar imogiri ambil arah selopamioro (belok kanan)- pertigaan lagi ambil arah selo pamioro (ambil kiri)-ikuti jalan sampai di pertigaan jembatan Sungai Oyo ambil lurus kearah selopamioro – Jalan mulai menanjak dan berkelok, kita diharap hati-hati karena kelokan menanjak ini katanya rawan kecelakaan – setelah sampai atas bukit ikuti saja jalan tersebut sekitar 20-30 menit akan menjumpai pertigaan Pohon Beringin besar di kanan jalan, di pohon beringin besar ada papan petunjuk kea rah pantai Gesing – Ikuti Petunjuk Pantai Gesing tersebut sampai bertemu perempatan pohon raksasa ditengah jalan  lalu ambil ke kanan – ikuti jalan tersebut akan bertemu gang pantai gesing lewati saja sampai menemukan gang dengan papan petunjuk ke pantai kesirat -  ikuti jalan cor-coran semen tersebut akan membawa kita sampai di parkiran pantai Wohkudu yang sederhana. Perjalanan belum berakhir loh, setelah sampai di parkiran sederhana kita kudu jalan kaki sebentar sekitar 10 menit menelusuri jalan setapak agak menurun.  Perhatikan jalan setapaknya ya, kadang suka tertutup semak belukar dan yang tertutupi semak belukar ternyata batu karang. Setelah menyelusuri jalan setapak tiba deh di Pantai Wohkudu.


bongkahan batu paling besar
Pantai Wohkudu ternyata emang kecil, lebar pantainya mungkin sekitar 20-25 meter saja dengan kedua sisinya diapit bukit karang yang cukup tinggi. Selain pasirnya berwarna putih, di pantai Wohkudu ini punya hamparan rumput kecil, biasanya sering kali digunakan sebagai tempat berkemah.  Di bukit sebelah kanan terdapat cekungan karang yang cukup besar seperti membentuk sebuah goa, cekungan tersebut bisa dipake untuk berteduh kalau-kalau mendadak hujan atau sekedar berteduhdariu teriknya matahari. Jika kita melihat katu earah laut terdapat banyak bongkahan batu besar yang jatuh menghalangi ombak laut berlari ketepian pantai.  sepertinya batu tersebut merupakan bongkahan dari tebimg yang ada disana, mungkin dulu ambruk karena abrasi air laut, atau mungkin ada suatu bencana alam seperti gempa bumi. Dari banyak bongkahan batu yang ada, terdapat satu yang paling besar, kadang beberapa pengunjung yang kesini suka berfoto diatas batu tersebut ketika air sedang surut.

Tidak ada fasilitas apapun di Pantai ini, jadi kita para pengunjung diharapkan untuk menjaga kebersihan pantai ini, bawa kembali sampahmu, tidak merusak karang-karang tebing atau kegiatan-kegiatan yang merusak pantai ini. Mengunjungi Pantai Wohkudu lebih enak dilakukan pagi hari ketika habis ngecamp di pantai kesirat atau di siang hari, bermain air sembari menunggu waktu sore untuk menikmati senja di pantai Kesirat.


Pokoknya kamu KUDU kesini  :D
Tuesday, April 7, 2015

Pantai Pelang, Pantai Ujung Baratnya Trenggalek

Pantai Pelang dan Pulau Kecilnya

Menembus Hutan menuju Pantai Pelang
Pantai Pelang salah satu pantai yang mempunyai air terjun di pesisir pantainya. Pantai ini berada di desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Atau sekitar 57 km dari pusat kota Trenggalek. Untuk menuju kesana  hanya menempuh perjalanan sekitar 2-2,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa. Saya berangkat dari Tulungagung melewati jalur utama Tulungagung-Trenggalek, melewati Taman Makam Pahlawan Trenggalek lalu pertigaan lampu lalu lintas (pertigaan Karangan) ambil kiri menuju Dongko - Panggul. Perjalanan dari sini menuju Pantai Pelang mulai menanjak- menurun dan berlika-liku tajam, melintasi hutan dan pemandangan landscape cantik Trenggalek dari ketinggian. Kita diharapkan hati-hati jangan terlena dengan pemandangan cantik yang ada dipinggir kanan-kiri jalan. Setelah sekitar 2,5 Jam akhirnya kami sampai di kecamatan Panggul. Dari Kecamatan Panggul kita bisa mengikuti papan petunjuk jalan menuju pantai Pelang yang sudah tersedia. Menurut info yang saya dapat, Pantai Pelang juga bisa dituju dengan Bus dari terminal Trenggalek, naik bis jurusan Trenggalek - Lorok/Pacitan dan turun di Kecamatan Panggul. Dari Kecamatan Panggul menuju Pantai Pelang bisa dilanjutkan dengan jasa Ojek.

Gerbang Retribusi Masuk Pantai Pelang
Untuk memasuki kawasan pantai Pelang, perorang hanya terkena biaya masuk sebesar Rp.8000 pada hari libur dan Rp.7500 pada hari biasa. Pantai Pelang ternyata mempunyai kawasan parkir yang luas, ditumbuhi dengan pohon-pohon vegetasi pantai sehingga lokasi parkiran tampak sejuk. Terdapat beberapa gazebo di ujung lokasi parkir mengarah ke pantai. Gazebo ini difungsikan untuk wisatawan menikmati Panorama pantai Pelang dari kejauhan. Tidak usah khawatir jika tidak membawa perbekalan dari rumah, di kawasan parkir pantai Pelang tersedia banyak penjaja makanan-minuman. Terdapat juga area kemah dan penginapan untuk para wisatawan yang ingin menghabiskan malam di pantai ini.

Pantai Pelang dan Pemandangannya
Pesisir pantai Pelang dan kawasan parkirnya terpisahkan oleh sebuah sungai kecil yang berasal dari mata air Grobogan Sewu bermuara ke Pantai Pelang. Muara sungai tersebut tidak dalam sehingga pengunjung bisa menyebrangi muara sungai tersebut langsung. Terdapat sebuah jembatan untuk dilewati jika kita malas untuk basah-basahan di muara sungai kecil tersebut. Pantai Pelang mempunyai hamparan pasir yang cukup luas, cukup datar membentang dari ujung barat ke timur. Terdapat pulau kecil ditengah lautnya. Namun pengunjung tidak bisa ke pulau juga berenang di pesisir pantai Pelang karena ombak di di sini cukup ganas. Bagi pengunjung yang ingin bermain air, bisa bermain air di Air Terjun Grobogan Sewu yang letaknya hanya 300 meter dari pesisir pantai. Dari pesisir pantai kita hanya tinggal mengikuti jalan setapak di dekat sungai kecil yang bermuara di pantai Pelang.
Grobogan Sewu, Air Terjun Pantai Pelang

Adanya dua daya tarik yang berbeda berupa panorama pantai dan air terjun dan letak dari pusat kota Trenggalek hanya sekitar 2 jam, membuat pantai Pelang ini wajib kalian kunjungi. Saat berkunjung ke pantai ini, kita diharapkan tetap menjaga pantai ini, minimal tidak mengotori alam pantai Pelang ini dengan sampah-sampah bekas bekal yang kita bawa. Moga tulisan ini berguna buat kalian yang ingin mengunjungi pantai-pantai di Jawa Timur, Khususnya Kabupaten Trenggalek :)


Ulasan tentang Air Terjun Grobogan Sewu di Pantai pelang bisa Klik disini 
Thursday, December 25, 2014

Mau Ke Pulau Pisang, Yuk Simak Tipsnya :)


Pulau Pisang, pulau kecil yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung ini sangat menarik untuk kalian kunjungi. Pulau yang masih jarang di kunjungi ini menyimpan banyak potensi menarik dari pesona alamnya, kearifan lokal, budayadan keunikan-keunikan lain yang membuat kita tertarik mengunjungi pulau ini. Mengunjungi Pulau Pisang aksesnya cukup mudah kok, yuk simak tipsnya :

Transportasi
Bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun Bus. Jika ingin menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan kita benar-benar dalam kondisi fit. Jika ingin menggunakan bus, ambil bus jurusan Bengkulu yang melewati kotaagung atau daerah2 yang ada di pesisir barat Sumatera dan bisa turun di terminal Krui atau dermaga Tembata. Jika dari Bandar Lampung kita bisa menaiki Bis “Krui Putra“.  Jadwalnya dari terminal Rajabasa, Bandar Lampung tiap 2 jam sekali mulai jam 07.00 pagi. Jika malas naik angkutan umum, ada bisa naik travel-travel yang ada di Bandar Lampung.
Untuk penyebrangan bisa dari dermaga pasar Krui, atau bisa dari dermaga Tembakak. Dari pasar Krui kita akan terombang-ambing di lautan selama kurang lebih 1 jam dan jika menyebrang dari dermaga Tembakak kita hanya menempuh jarak 15-20 menit saja dengan harga 15 ribu perorang. Jadwal penyebrangannya hanya pukul jam 7 pagi dan jam 2 siang. Jika dilewat jam tersebut kita hanya bisa menyewa kapal penyebrangan sebesar 500.000 ribu (harga update 20 Desember 2014)

Akses
Mudahnya untuk ke Pulau Pisang kita Jika kita berangkat dari Bandar Lampung menuju Krui kita bisa melewati  jalur lintas barat Sumatera yaitu, Bandar Lampung-Kemiling-Gedong Tataan-Gading-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan-Bengkunat-Krui-Dermaga Tembakak. Kondisi jalan sampai melewati Kotaagung sangat baik, namun mendekati hutan Taman Nasional akan melewati jalan tanjakan panjang yang terkenal dengan tanjakan sedayu, disini kita harus mulai hati-hati karena jalanan mulai berlubang sampai dermaga Tembata. Melintasi Taman Nasional juga relatif berbahaya jika kita tidak hati-hati. Terkadang ada ranting-ranting pohon bahkan pohon tumbang yang menutupi jalan.

Fasilitas
Jangan kaget ketika sampai di Pulau Pisang, disini tidak ada listrik, beberapa masyarakat sekitar mengandalkan genset untuk menerangi rumah mereka saat malam hari dan itu pun terbatas paling lama jam 11 malam. Sinyal telpon pun agak susah, kita baru bisa dapat sinyal ketika agak ke pinggir pantai. Bagi yang ingin bermalam di Pulau Pisang, terdapat beberapa homestay yang siap untuk disewakan. Jika malas berkeliling Pulau Pisang dengan berjalan kaki, kita bisa menyewa kendaraan bermotor masyarakat setempat.

Penduduk

Penduduk di Pulau Pisang di sehari-hariannya menggunakan bahasa Lampung Pesisir, namaun jangan begitu khawatir, banyak dari mereka yang bisa berbahasa Indonesia. Penduduk disini ramah-ramah, senang diajak ngobrol. Sapalah mereka saat kalian mengunjungi pulau pisang ini.

Tuesday, August 26, 2014

Menelusuri Pantai Sawmill dan Potensi-Potensi Menariknya


Kabupaten Tanggamus, kabupaten yang berada di selatan Lampung dan berbatasan langsung dengan laut. Karena berbatasan dengan laut sudah pasti Tanggamus mempunyai potensi wisata alam berupa pantai-pantai yang indah. Kali ini saya ingin menjelajahi deretan pantai Tanggamus sebelah barat, tepatnya di tepi Teluk Semaka.

Kendaraan membawa saya ke Pantai Sawmill atau warga setempat suka menyebutnya pantai Sumil. Pantai ini terletak di Pekon (desa) Karangsari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Penamaan Sawmill berasal dari nama pekon Sawmill dimana dulunya daerah sawmill ini merupakan tempat penggergajian kayu. Namun seiring berjalannya waktu kegiatan tersebut sudah tidak ada lagi atau jarang ada dan beralih menjadi objek wisata karena mempunyai potensi-potensi wisata pantai yang cukup menarik

Menuju ke Sawmill
Dari Bandar Lampung kita bisa mengambil rute perjalanan menuju jalur lintas barat Sumatera melewati Kemiling – Pesawaran – Pringsewu – Talang Padang – Gisting – Kotaagung – Wonosobo. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Sebagai Patokan setelah melewati Kotaagung, kita akan melewati pom bensin yang berada di kiri jalan. Jalan terus menuju kecamatan Wonosobo kira-kira 15 menit kita akan melihat gapura bertuliskan Wonosobo di sebelah kiri jalan (simpang Wonosobo/pertigaan Wonosobo). Ambil kiri dan ikuti jalan dan papan petunjuk kecil yang ada disana akan mengarahkan kita menuju pantai Sawmill. Jalan dari simpang Wonosobo kurang baik, dari mulai aspal berlubang sampai jalan batu. Mendekati pantai Sawmill kita akan melintasi perkebunan warga dan daerah rawa yang ditumbuhi ilalang air dan pohon-pohon bakau jenis Avicenia sp.Karena daerah rawa kemungkinan saat musim hujan, jalan tersebut banyak genangan air. Setelah melewati itu semua kita akan sampai di pantai Sawmill.

Istimewanya

pemandangan gunung Tanggamus yg ketutupan kabut T^T
Pantai Sawmill mempunyai pemandangan yang indah, jika kita melihat arah barat, kita akan melihat pegunungan Bukit Barisan Selatan. Pegunungan tersebut merupakan wilayah yang ditetapkan pemerintah menjadi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Jika kita memandang arah timur (jika tidak tertutup kabut) akan terlihat Gunung Tanggamus dan kawasan pemukiman wilayah Kotaagung. dan jika memandang arah laut, kita bisa melihat pulau Tabuhan dan kapal besar yang singgah di Teluk Semaka

Di pantai berpasir coklat ini terdapat dua muara sungai besar Kabupaten Tanggamus, yaitu sungai Semaka di sebelah barat pantai dan Sungai Semoung di sebelah timur pantai. karena itulah terdapat rawa dan hutan Bakau  di pantai ini. Hutan bakau banyak ditumbuhi oleh jenis Avicenia sp. yang mempunyai system akar nafas. Jika saat sore hari pada hutan bakau ini bisa terlihat monyet ekor panjang mulai kembali ke sarangnya selepas mencari makan seharian. Adanya dua muara sungai tersebut juga menyebabkan air di pantai ini tidak terlalu biru seperti di pantai Terbaya.
gubuk penampungan ubur-ubur dan mercusuar
Di pesisir pantai terdapat gubuk-gubuk kecil namun bukan untuk tempat berteduh pengunjung, melainkan dibuat oleh warga sekitar untuk tempat penampungan ubur-ubur hasil tangkapan nelayan setempat saat musim ubur-ubur tiba. Sekali berlayar menangkap ubur-ubur pada musimnya, pendapatan nelayan bisa mencapai 5 juta. Pendapatan yang terbilang lumayan besar ya J
rumput ilalang sekitar mercusuar
latihan motor trail
Jika kita menyelusuri arah timur terdapat bangunan pengawas laut/Teluk Semaka dengan menara mercusuarnya. Disekitar bangunan tersebut terdapat rumput ilalang setinggi lutut sampai perut orang dewasa. Dan jika berjalan ke arah barat akan menemui wahana permainan perahu bebek-bebekan dan dan area yang saya duga merupakan salah satu markas Batman. Disebut markas batman karena portal masuknya berlogo Batman hehe. Setelah didekati bangunan tersebut merupakan arena latihan motor trail yang digunakan warga setempat untuk menghabiskan waktunya serta mengasah keterampilan bermotor trailnya. Biasanya penghobi motor trail melakukan latihan sore hari.

Yang perlu kita perhatikan
Pantai yang masih asri, juga merupakan habitat monyet ekor panjang dan mungkin satwa liar lain yang belum terlihat saat saya mengunjungi pantai tersebut sehingga diharapkan pengunjung dan para wisatawan menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan.
hutan bakau Avicenia sp. habitat monyet ekor panjang
Buat pengunjung yang menaiki kendaraan bermotor dan tidak rombongan, kalau bisa pulang tidak terlalu sore karena isu yang beredar kalau sekitar daerah ini merupakan daerah rawan pembegalan. Jika ingin pulang sore lebih aman menggunakan kendaraan roda empat ataupun kendaraan roda dua tapi jangan sendirian.


Harapan kedepan semoga pantai ini dikelola dengan baik, tetap asri walau ramai pengunjung serta berkurangnya tingkat kejahatan sehingga timbul rasa aman untuk mendatangi pantai ini dan akhirnya banyak pengunjung luar daerah Kotaagung/ Tanggamus yang mengunjungi pantai ini.
Saturday, June 21, 2014

Memancing Senja di Dermaga Pantai Batu Balai, Tanggamus, Lampung

berpose di hadapan senja dan gunung Tanggamus
Masih ingat postingan lalu, soal pantai Piabung Karang yang lokasinya di pesisir desa Sukabanjar, kabupaten Tanggamus, Lampung. Kali ini saya melanjutkan menyelusuri pesisir jalan pantai tersebut kearah timur. Jika dilihat jauh ke arah timur dari pantai Piabung Karang, terdapat sebuah dermaga kecil yang sepertinya menarik untuk dikunjungi. Sampai akhirnya setelah mengunjunginya saya mengetahui nama lokasi tersebut adalah Pantai Batu Balai.

dermaga pantai batu balai
Penamaan pantai Batu Balai kemungkinan karena letaknya berada di wilayah pekon Batu Balai, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung.  Secara sekilas pantai ini sama seperti pantai Piabung Karang dan Pantai Terbaya yang ditumbuhi oleh pohon kelapa, namun bedanya di pantai ini terdapat dermaga yang menjadi tempat favorit memancing para penduduk sekitar, bahkan dari luar kecamatan berdatangan untuk memancing di dermaga Batu Balai.

Rute menujunya :
kondisi jalan
Waktu itu hari Jum’at, tanpa direncanakan teman seperjuangan mempunyai ide untuk memancing di dermaga Batu Balai. Sepulang kerja, langsung saja kami berangkat menuju dermaga Batu Balai. Rutenya sama seperti menuju pantai Piabung Karang. Jika dari Bandar Lampung, tinggal menuju arah Kotaagung, melewati Pesawaran, Pringsewu, Talang Padang, Gisting lalu air terjun Way Lalaan dan akhirnya sampai di pertigaan kantor kecamatan Kotaagung Timur. Ambil kiri ke arah kantor kecamatan dan ikuti jalan sampai pertigaan mentok ambil kiri, ikuti jalan pesisir pantai nanti akan sampai di Dermaga Pantai Batu Balai. Jalan menuju dermaga ini dari pesisir pantai pekon sukabanjar rusak, dan terdapat jalan yang berbatasan langsung dengan tebing laut. Ada baiknya pengendara harap berhati-hati.

Keindahannya :
padang rumput pinggir dermaga

Sesampainya di dermaga Batu Balai, kita akan terkagum-kagum melihat indahnya pemandangan disini. sebelum masuk dermaganya saja sudah di sambut dengan rumput-rumput yang bergoyang alias padang rumput dan ada beberapa pohon yang tumbuh menambah kesan indah pemandangan. Pantai di dekat dermaga ini tidak cocok untuk berenang, mengingat ombaknya yang lumayan besar menerjang pemecah ombak di sekitar pantai. Melangkahlah ke atas dermaga, terasa sekali terombang ambing diatas laut seperti menaiki sebuah kapal. Sisi dermaga sudah banyak para pemancing yang menunggu umpannya disantap ikan. Beberapa ada yang sibuk mulai memasang umpan. Dari Dermaga jika melihat arah barat akan terlihat pegunungan Taman Nasional Bukit Barisan, jika melihat arah selatan akan terlihat pulau Tabuan yang letaknya di tengah laut. Jika melihat ke arah utara akan terlihat gunung Tanggamus yang menjulang tinggi dengan gagah.
pulau tabuan

Keindahan dan asiknya memancing di dermaga Batu Balai seperti menghipnotis kami melupakan waktu. Belum ada satupun ikan yang saya dapat, sekalinya dapat itu hanya ikan yang kecil. Perlahan matahari mulai tenggelam. Jika yang dari tadi konsen untuk mendapatkan ikan, saya pun pindah haluan memancing senja, senja indah di dermaga Batu Balai. Disini kita tak bisa berharap melihat matahari terbenam di atas laut, karena posisi ufuk barat terhalang oleh pegunungan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

memancing senja :D



Pantai yang indah, namun sayangnya  banyak isu terkait soal keamanan di sekitar pantai ini. Beberapa isu yang saya dengar akan adanya pungli yang bersifat memalak, bahkan pernah ada tindak kejahatan disini. Jika ingin kesini lebih baik menggunakan mobil atau datang konvoi bersama teman-teman. Saya berharap pemerintah khususnya Kabupaten Tanggamus lebih meningkatkan keamanan di sekitar daerah pantai ini, sehingga pantai tersebut aman dan banyak dikunjungi wisatawan. Jika pantai ini dikembangkan dan menjadi daerah tempat liburan akan bisa meningkatkan kesejahteraan terutama masyarakat sekitar pantai ini.
Wednesday, April 23, 2014

Sepi Yang Indah Di Pantai Piabung Karang, Tanggamus, Lampung


Pantai Piabung Karang, warga sekitar menyebutnya demikian. Pantai yang sepi hampir tidak ada pengunjung sama sekali. Namun begitu bukan berarti pantai indah, hanya saja kemungkinan banyak yang memilih pantai lain yang lebih favorit atau lebih dekat dengan rumah.

Pantai Piabung Karang terletak di Pekon(Desa) Sukabanjar, Kotaagung Timur, Tanggamus, Lampung.  Rute menuju ke pantai tersebut cukup mudah. Dari Bandar Lampung bisa menempuh arah ke jalur lintas barat Sumatera, melewati daerah Kemiling-Pesawaran-Gading-Pringsewu-Talang Padang-Gisting- Air Terjun Way Lalaan. Sekitar 15 menit setelah melewati objek wisata air terjun Way Lalaan, kiri jalan akan terlihat jalan masuk ke kantor kecamatan Kotaagung Timur disebelah kiri jalan (jika dari arah Bandar Lampung). Ambil jalan masuk tersebut lalu ikutin jalan tersebut sampai mentok pertigaan, lalu ambil kanan. Ikuti jalan aspal tersebut dan anda akan sampai di kawasan pesisir pantai Piabung Karang.


Pohon kelapa nyiur melambai di sepanjang pesisir pantai ini seakan menyambut kedatangan kami. Sepi, hanya terlihat anak-anak setempat yang sedang bermain dan bernyanyi lagu “Kereta Malam” yang beken itu. Mungkin gara-gara tampang kayak penjahat, anak-anak tersebut malah bubar berlarian sesaat melihat saya menghampiri mereka (TT_TT).  Terlihat juga satu keluarga sedang mencari suket (sejenis rumput) saat laut dalam keadaan surut. Seperti namanya, pantai ini mempunyai karang yang indah, jika dibandingkan dengan pantai-pantai di jogja yang pernah saya kunjungi, karang disini malah berwarna agak kemerahan.  Hamparan karang yang cukup indah, membayangkan bagaimana jadinya jika diabadikan saat senja atau matahari terbit. selain itu pantai ini juga terdapat batu-batu vulkanik, mungkin dulunya bekas material vulkanik dari letusan gunung berapi sekitar.


Menurut penuturan warga setempat, pesisir pantai ini biasanya ramai saat libur lebaran, libur sekolah dan libur tahun baru. Libur di hari biasa sangat sepi seperti keadaan saat saya kunjungi. Mungkin karena hal tersebut, masuk ke kawasan pantai ini tidak dipungut biaya alias gratis :D.




nb. Jika lanjut menyusuri jalur pesisir pantai ini, kita bisa sampai ke objek wisata pantai yang terkenal, yaitu pantai batu balai atau lebih dikenal dermaga batu balai.


Wednesday, April 2, 2014

Pantai Terbaya, Pantai Indah di Tepi Teluk Semaka


Kotaagung, Kota kecil yang letaknya di Kabupaten Tanggamus, Lampung berada di jalur utama lintas barat Sumatera. Karena letaknya di kaki Gunung Tanggamus dan di sebelah utara Teluk Semaka tidak dapat dipungkiri daerah ini mempunyai pemandangan yang membuat kita terkagum-kagum. Air terjun, sungai, pantai, gunung dan lainnya tersedia disini. Salah satu yang saya kunjungi pertama kali adalah pantai Terbaya, pantai yang paling terkenal di Kotaagung.

Rute untuk sampai disini cukup mudah, kita bisa menaiki kendaraan pribadi dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Bandar Lampung. Kita bisa juga menggunakan bis dari terminal Rajabasa, simpang jalan pramuka atau dari terminal Kemiling dengan lama perjalanan kira-kira 3 jam dengan tarif tiket bis sebesar 20 ribu (tarif bisa berubah sewaktu-waktu). Tikungan terakhir sebelum memasuki Kotaagung kita akan melihat spanduk bertuliskan Objek Wisata Pantai Terbaya.

Pantai Terbaya letaknya di tepi Teluk Semaka ini mempunyai pemandangan yang indah. Barisan pohon kelapa sepanjang pantai, pasir berwarna coklat bercampur dengan batu kali ( batu vulkanik) yang kemungkinan berasal dari letusan gunung berapi di masa lalu. Beberapa titik mempunyai batu karang yang seringkali dijadikan tempat bermain dan foto-foto. Sejauh mata memandang tidak hanya laut biru saja. Kapal nelayan dan kapal tangker yang berada di Teluk Semaka seakan menjadi penghias pemandangan lautnya. Jika membandang arah barat terlihat pegunungan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, jika cuaca cerah akan terlihat Gunung yang terletak ditengah-tengah Teluk, Pulau Tabuan namanya.

Jika saya amati, pantai ini punya ombak yang cukup tenang. Para pengunjung bisa bermain-main air di tepi pantai. Terdapat persewaan pelampung bagi wisatawan yang belum bisa berenang ataupun yang ingin berenang pakai pelampung. Di tepi pantai terdapat muara sungai yang bisa digunakan untuk cuci bilas. Dengan adanya keteduhan dari pohon kelapa, pengunjung bisa bersantai-santai di bawah pohon kelapa sambil menikmati bekal yang dibawa ataupun menyeruput buah kelapa segar yang bisa dibeli di sekitar pantai.

Pantai Terbaya ini masih dikelola masyarakat setempat dengan memperhatikan dan menjaga nilai kealamian dan keaslian pantai ini. Sayangnya sebagian pengunjung kurang sadar dengan kebersihan pantai, sehingga di beberapa bagian terdapat sampah dari bekal yang mereka bawa dibuang sembarangan. Mungkin di lain pihak, pengelola juga bisa menyediakan tempat sampah atau lubang pembuangan sampah di beberapa titik agar pengungjung bisa membuang sampahnya disana.



Cukup dengan merogoh isi dompet sebesar 5 ribu rupiah, kita bisa menikmati keindahan Pantai Terbaya. Semoga anda tertarik mengunjungi pantai indah di tepi teluk Semaka ini :)
Monday, January 20, 2014

Kunjungan singkat ke Mesjid Terapung, Makassar


Menjelang sore, saya sudah duduk tenang di samping supir pete-pete (angkutan umum di kota Makassar) menuju kawasan Pantai Losari. Mengunjungi kawasan ini terdapat masjid yang unik, uniknya karena berada diatas laut. Mesjid ini harus kalian kunjungi saat kita berada di kota Makassar. Masjid Terapung Amirul Mukminin namanya. Mesjid yang menjadi salah satu tempat yang wajib kita kunjungi saat berada di Makassar khususnya jika sedang mengunjungi pantai Losari. Letaknya tidak jauh dari tulisan pantai Losari, hanya berjarak sekitar 200 meter ke arah selatan. Mencapainya dari pusat kota pun cukup mudah karena banyak kendaraan umum yang menuju kawasan ini.

Mesjid ini dibangun terapung di atas teluk Makassar disangga dengan tiang-tiang yang berjumlah 99. Angka 99 ini konon merupakan lambang dari Asmaul Husna (99 Sifat Allah). Mesjid ini juga mempunyai desain arsitektur yang menawan, dengan warna dominan putih, abu-abu serta warna biru untuk bagian kubahnya dan terdapat dua buah menara yang berdiri tegak di sisi-sisi masjid ini. tak kalah dengan luarnya, arsitektur bagian dalamnya juga mempesona.

Mesjid ini terbuka untuk siapa saja baik yang ingin beribadah maupun yang sekedar ingin melihat-lihat. Kita hanya menjaga ketenangan dan kesopanan karena merupakan kawasan tempat ibadah. Mesjid ini ramai mulai sore hari, orang-orang mulai berdatangan untuk menikmati senja di sekitar masjid dan kawasan pantai losari. Banyak yang bilang, masjid ini adalah masjid yang romantis. Ketika senja mulai tenggelam warna masjid ini seolah-olah berubah memancarkan keindahannya yang tak kalah dengan indahnya senja.
di halaman mesjid
suasana saat malam

Sayangnya saya tidak sempat mengabadikan senja di sekitar masjid ini, karena terlalu menikmati senja di lokasi sebelah, Pantai Losari. Moga ada kesempatan lagi buat mengabadikan foto masjid ini saat senja.. Amin :D
Friday, January 17, 2014

Pantai Losari, Landmark Kota Makassar

suasana menjelang senja
Tidak ke Makassar , kalau tidak berkunjung ke Pantai Losari.

Pantai Losari, pantai ikon kota Makassar yang sudah menjadi agenda wajib para wisatawan jika berkunjung ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Di Pantai yang terletak di sebelah barat kota sering banyak dikunjungi pada waktu sore hari untuk sekedar menikmati senja yang terkenal indah maupun sekedar bersantai-santai menikmati waktu. Setelah senja berganti malam, keadaan pantai ini makin ramai dikunjungi terutama para muda-mudi yang memanfaatkannya sebagai tempat berkumpul.

Cukup mudah menuju pantai Losari, banyak Pete-pete (nama angkutan umum di Makassar) yang melewati pantai ini. Selain itu Becak atau Bentor (becak motor) maupun taksi siap mengantarkan kita menuju pantai ini. Jika ingin menghemat biaya transportasi, kita bisa memilih untuk naik Pete-Pete.

huruf2 raksasa dan mesjid terapung
Pantai Losari tidak memiliki pasir. Dari daratan kita langsung menjumpai laut yang dalam, sehingga disini pengunjung dilarang untuk bermain air dan berenang. Namun sebagai gantinya pantai Losari didesain unik dengan komposisi blok-blok batu yang enak dipandang. Tulisan tulisan raksasa bertulisakan pantai Losari, City of Makassar, dan lainnya menambah keunikan desain pantai ini. tidak hanya itu, di pantai ini terdapat Mesjid Terapung, Amirul Mukminin yang mempunyai arsitektur yang unik untuk kita lihat.

ikan bolu bakar
Tak perlu khawatir soal makanan, disini banyak pilihan-pilihan kuliner yang siap memanjakan perut kita. Yang terkenal di Pantai Losari ini yaitu Pisang Epe. Pisang Epe merupakan pisang mentah atau muda yang dibakar kemudian di epe atau di pipih, dan dicampur air gula merah. Makanan ini sangat nikmat dimakan saat masih hangat. Kini makanan Pisang Epe sudah banyak variasinya, ada yang dicampur dengan keju, coklat, maupun Durian. Di seberang jalan pantai Losari berdiri kios-kios yang menjual kuliner khas Makassar seperti Coto Makassar, ikan Bolu dan lain sebagainya.




Sayangnya keunikan pantai ini sedikit agak terganggu karena ketidaksadaran beberapa pengunjung membuang sampah sembarangan.  Juga saya pribadi sedikit terganggu dengan ada sebagian pengamen dan pengemis yang suka memaksa untuk diberi uang. Namun itu tidak menjadikan saya kapok untuk menikmati suasana pantai ini, terutama suasana senja yang terkenal akan keindahannya jika ada kesempatan lagi J