Showing posts with label pantai jogja. Show all posts
Showing posts with label pantai jogja. Show all posts
Monday, December 7, 2015

Pantai Watutopi, Pantai Tersembunyi di Gunungkidul

Pantai dan karang Watutopi-nya
Pantai Watu Topi, nama yang unik dan seperti namanya pantai ini dinamakan demikian pasti ada watu (batu) bentuknya seperti “Topi”.

Pantai Watutopi letaknya berada di sebelah timur pantai Jungwok dan sebelah barat pantai Greweng. Pantai berpasir putih namun hanya sedikit sekali dan sebagian besar banyak karangnya. Dibagian timur pantai terdapat batu karang agak menjorok laut. Karena batu karang itulah pantai ini bernama pantai Watutopi.  Jika dilihat dari karakternya pantai ini menjadi pilihan para pencari lobster memasang perangkap di selah-selah tebing karang.
peta Pantai Watutopi

Untuk ke pantai Watutopi ini rutenya kalian harus ke Pantai Jungwok terlebih dahulu, karena pantai Watutopi ini letaknya di sebelah timur pantai Jungwok.  Rute Dari Jogja ke Pantai Watutopi, pertama ambil jalan wonosari- bukit bintang- patuk – hutan bunder – kota Wonosari – Jalan kearah pantai Baron – pertigaan goa Nginggrong ikuti petunjuk jalan ke pantai Siung dan Wediombo – sampai di pertigaan pantai Siung ikuti petunjuk arah ke pantai Wediombo – di dekat sebelum  parkiran pantai Wediombo, ada jalan kecil sebelah kiri dengan papan petunjuk pantai Jungwok – ikuti sampai Pantai Jungwok lalu parkirkan kendaraan anda di sana – tanya saja dengan petugas parkir atau warga setempat jalan menuju pantai Watutopi, intinya kalian Cuma tinggal muterin bukit sebelah timurnya pantai Jungwok aja kok J.

jalan setapaknya
Awalnya kami tidak berencana untuk mampir ke pantai ini, berhubung pencari lobster yang kami temui pagi-pagi di pantai Jungwok bilang ada sebuah pantai kecil di balik bukit sebelah timurnya, kami memutuskan untuk mencoba kesana. Awalnya kami ingin susur lewat tebing sebelah timurnya supaya lebih cepat namun karena ombaknya sedang ganas dan pasang. Demi keamanan, kami ya memutuskan untuk memutari bukit timur pantai Jungwok saja. Jalan setapak tersebut membawa kami melewati ladang-ladang masyarakat, dan kebetulan karena kami ragu sama jalan setapaknya, kami tidak malu bertanya kepada yang sedang bekerja di ladang. Sekitar 15-20 menit berjalan sampailah kita di pesisir tebing pantai Watutopi. Untuk ke pantai Watutopi, kami harus turun dengan tangga yang sudah tersedia.
Yippii sampe di Pantai Watutopi

tangga turunnya
Yap, ternyata memang benar adanya, pantai Watutopi cukup kecil, pasirnya sedikit dan lebih banyak batu karang. Kemah disini tidak mungkin bisa karena jika dilihat-lihat jika air pasang akan menutupi pasir pantainya. Soal batu karang yang mirip topi juga ada di sebelah timurnya. Ingin mendekat kea rah Watutopinya namun ombaknya lagi cukup kencang. Kami mengurungkan niat dan memilih memakan bekal nasi bungkus yang kami bawa. Setelah puas dan kenyang makan bekalnya, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Greweng yang berada agak jauh dari Pantai Watutopi ini.

panorama Pantai Watutopi
n.b : cuaca mendung, kurang puas, semoga suatu saat ada waktu kami mencoba kesini lagi :D


Monday, November 30, 2015

Pagi-Pagi Ke Pantai Jungwok, Gunungkidul


Selamat pagi, Jungwok!!

bukan berarti nama dari sebuah tempat di Korea Selatan, tapi nama dari sebuah pantai di Gunungkidul, tepatnya di Desa Jepitu Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta. Dan letaknya berdekatan dengan Pantai Wediombo.

Petunjuk jalan ke Jungwok sebelum parkiran pantai Wediombo
Kali ini kami ingin menikmati pagi di Pantai, dan kebetulan juga salah seorang dari kami ingin mencoba pantai-pantai yang letaknya di sebelah timur Wediombo. Jatuhlah pilihan kami yaitu Pantai Jungwok. Kami berangkat pagi sekitar jam 2 dini hari dari Kota Jogja. Rute ke pantai Jungwok cukup mudah, dari kota Jogja arahkan kendaraan menuju jalan Wonosari – Bukit Bintang – Patuk – Hutan Bunder Wanagama – Kota Wonosari – sampai kota Wonosari ikuti petunjuk jalan yang mengarahkan ke Pantai Baron/Kukup – ikuti jalan tersebut sampai di pertigaan Nginggrong yang ada papan petunjuk jalan ke pantai Siung – Ikuti arah papan petunjuk ke Siung sampai menemukan petunjuk jalan ke Pantai Wediombo -  Sebelum parkiran pantai Wediombo, ada petunjuk jalan kea rah pantai Jungwok yang terbuat dari kayu –ikuti saja petunjuk jalan tersebut nanti anda akan sampai di tepi Pantai Jungwok.

Sekitar jam 4 pagi, kami pun sampai di tepi pantai Jungwok, masih sepi tiada yang kemah hari itu mungkin karena hari ini bukan Weekend . Kami hanya berjumpa beberapa pemancing dari atas tebing dan pencari Lobster yang mulai berangkat melintasi ke balik tebing timur Jungwok. Perlahan dan pasti gelap malam mulai memudar, warna pagi matahari memaksa menembus gumpalan awan mendung pagi itu. Sunrise pagi indah sekali, langit berwarna merah-ungu belum lagi pantulan-panmtulan warna air lautnya. Matahari makin meninggi, keindahan pantai Jungwok secara utuh mulai terlihat jelas.
Selamat Pagi Jungwok :)

Panorama Pagi di Jungwok, foto dari sisi timur
Pantai Jungwok memiliki garis pantai melengkung agak panjang, berpasir putih yang agak kasar, beberapa masih terdapat cangkang karang yang masih utuh. Terdapat sebuah bukit kecil yang letaknya tidak jauh dari garis pantai namun cukup berbahaya untuk di dekati karena ombaknya cukup besar di dekat pulau tersebut. Kami coba melihat ke tebing sebelah timur pantai Jungwok. Kami bertemu dengan bapak pencari Lobster, bapaknya mendapatkan beberapa lobster yang terjebak di perangkapnya.
bapak pencar lobster
Fasilitas yang ada di pantai ini tidak sebagus yang ada di Wediombo maupun pantai-pantai lain seperti Indrayanti, Sundak, Kukup dll. Tidak ada penjual makanan yang tiap hari berjualan, tempat pembuangan sampah juga minim, sehingga pengunjung diharuskan untuk membawa kembali sampah yang mereka hasilkan. Akses jalan masuk ke kawasan pantai belum baik namun bisa di lewati kendaraan mobil atau motor. Update terakhir yang saya dengar katanya di Jungwok ada fasilitas Snorkeling juga.


Setelah puas explore dan menikmati pantai Jungwok, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Watutopi, Greweng dan Sedahan yang berada di sebelah timur dari pantai Jungwok!! :)

Monday, June 8, 2015

Pantai Wohkudu, Gunungkidul : Pokoknya Kamu Kudu Ke Sini


Sebelum sampai ke Pantai Tebing Kesirat, kami menyempatkan mampir sejenak ke Pantai Wohkudu, sebuah pantai kecil yang Kudu kalian datengin :D

Pantai Wohkudu, pantai kecil terletak di Kampung Nglaos, Dukuh Wiroso, Desa Girikerto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta atau lebih tepatnya terletak di sisi sebelah timur dari Pantai Kesirat. Karena jalan menuju ke pantainya satu arah dengan pantai Kesirat, pengunjung yang datang ke pantai Kesirat pun sekaligus mampir sejenak di pantai Wohkudu ini.

gang pantai kesirat
Perjalanan dari Kota Jogja ke pantai Wohkudu ini sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa kendaraan.  Ada dua rute yang bisa ditempuh  menuju pantai ini yaitu via Jalan Wonosari atau jalur alternatif lewat jalan raya Imogiri. Saya  rekomendasikan jalur alternative karena selain bisa menghemat waktu perjalanan,  keadaan jalan raya tidak terlalu ramai. Rute jalur alternatifnya dari Kota Jogja- Jalan Imogiri Timur- pertigaan pasar imogiri ambil arah selopamioro (belok kanan)- pertigaan lagi ambil arah selo pamioro (ambil kiri)-ikuti jalan sampai di pertigaan jembatan Sungai Oyo ambil lurus kearah selopamioro – Jalan mulai menanjak dan berkelok, kita diharap hati-hati karena kelokan menanjak ini katanya rawan kecelakaan – setelah sampai atas bukit ikuti saja jalan tersebut sekitar 20-30 menit akan menjumpai pertigaan Pohon Beringin besar di kanan jalan, di pohon beringin besar ada papan petunjuk kea rah pantai Gesing – Ikuti Petunjuk Pantai Gesing tersebut sampai bertemu perempatan pohon raksasa ditengah jalan  lalu ambil ke kanan – ikuti jalan tersebut akan bertemu gang pantai gesing lewati saja sampai menemukan gang dengan papan petunjuk ke pantai kesirat -  ikuti jalan cor-coran semen tersebut akan membawa kita sampai di parkiran pantai Wohkudu yang sederhana. Perjalanan belum berakhir loh, setelah sampai di parkiran sederhana kita kudu jalan kaki sebentar sekitar 10 menit menelusuri jalan setapak agak menurun.  Perhatikan jalan setapaknya ya, kadang suka tertutup semak belukar dan yang tertutupi semak belukar ternyata batu karang. Setelah menyelusuri jalan setapak tiba deh di Pantai Wohkudu.


bongkahan batu paling besar
Pantai Wohkudu ternyata emang kecil, lebar pantainya mungkin sekitar 20-25 meter saja dengan kedua sisinya diapit bukit karang yang cukup tinggi. Selain pasirnya berwarna putih, di pantai Wohkudu ini punya hamparan rumput kecil, biasanya sering kali digunakan sebagai tempat berkemah.  Di bukit sebelah kanan terdapat cekungan karang yang cukup besar seperti membentuk sebuah goa, cekungan tersebut bisa dipake untuk berteduh kalau-kalau mendadak hujan atau sekedar berteduhdariu teriknya matahari. Jika kita melihat katu earah laut terdapat banyak bongkahan batu besar yang jatuh menghalangi ombak laut berlari ketepian pantai.  sepertinya batu tersebut merupakan bongkahan dari tebimg yang ada disana, mungkin dulu ambruk karena abrasi air laut, atau mungkin ada suatu bencana alam seperti gempa bumi. Dari banyak bongkahan batu yang ada, terdapat satu yang paling besar, kadang beberapa pengunjung yang kesini suka berfoto diatas batu tersebut ketika air sedang surut.

Tidak ada fasilitas apapun di Pantai ini, jadi kita para pengunjung diharapkan untuk menjaga kebersihan pantai ini, bawa kembali sampahmu, tidak merusak karang-karang tebing atau kegiatan-kegiatan yang merusak pantai ini. Mengunjungi Pantai Wohkudu lebih enak dilakukan pagi hari ketika habis ngecamp di pantai kesirat atau di siang hari, bermain air sembari menunggu waktu sore untuk menikmati senja di pantai Kesirat.


Pokoknya kamu KUDU kesini  :D
Saturday, June 6, 2015

Sepenggal Kisah Menikmati Senja di Pantai Kesirat Gunungkidul


Semenjak 2008 silam, bermula dari menikmati senja di Pulo Cemeti Tamansari, lalu lanjut di Pantai Parangtritis dan mulai merambah ke sudut-sudut Yogyakarta untuk  menyaksikan pemandangan senja. Terakhir saya pergi ke sebuah tempat dimana pemandangan senjanya dihiasi bukit, laut dan satu pohon Keben berdiri agak miring di pinggir tebing pinggir laut dan lalu matahari pun terbenam terciptalah suatu pemandangan yang menakjubkan. Nama tempatnya yaitu Pantai Kesirat

Pantai Kesirat atau disebut juga Pantai Gesirat terletak di desa Girikerto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai ini dulunya hanya terkenal  di kalangan para pemancing karena merupaka salah satu Spot Memancing dari atas tebing. Namun lama kelamaan yang berkunjung ke pantai Kesirat bukan saja dari kalangan pemancing tapi para wisatawan lokal bahkan dari luar jogja pun berdatangan karena ingin merasakan suasana khas yang berbeda dari pantai Gunungkidul lainnya.

gang ke pantai kesirat dan kondisi jalannya
Rute menuju ke Pantai Kesirat mudah kok, cukup membawa kendaraan sendiri kita bisa ke pantai ini. Rutenya menuju ke pantainya ada dua lewat Selopamioro, Imogiri atau lewat Jalan Wonosari. Saya sarankan sih lebih mudah lewat Selopamioro karena kita bisa menghemat waktu sekitar 30 menit, kondisi jalan bagus dan  tidak seramai Jalan Wonosari. Rutenya dari Kota Jogja arahkan kendaraan anda menuju Ring Road Selatan dan menuju Jalan Imogiri Timur, Ikuti Jalan Imogiri Timur sampai persimpangan segitiga pasar Imogiri, ambil kanan lalu ikuti jalan sampai bertemu persimpangan segitia kembali. Dari simpang segitiga ambil kiri lalu ikuti jalan papan petunjuk arah ke Solopamioro. Setelah menyebrangi jembatan sungai Opak, jalan mulai menanjak dan berkelok, kita harus hati-hati disini karena beberapa tikungan agak tajam. Setelah melewati jalan menanjak di Selopamioro dan ikuti saja jalan tersebut dan sekitar 20-30 menit kita bertemu dengan pertigaan dengan pohon beringin besar di sebelah kiri jalan (ada papan petunjuk pantai Gesing), ambil lalu ikuti jalan tersebut sampai menemukan pohon Beringin raksasa di tengah jalan. Dari pohon beringin tersebut ambil kanan , lalu ikuti jalan tersebut melewati gang pantai Gesing, lalu akan sampai di Gang Pantai Kesirat. Gang pantai Kesirat terdapat Mesjid/Musolla persis di sisi jalan masuk gang.  Dari sini hanya tinggal mengikuti jalan co-coran dari gangn tersebut melewati desa dan terakhir adalah hutan dan ladang-ladang warga sampai mentok sampai parkiran pantai Kesirat. Di tengah perjalanan sebelum sampai pantai kesirat akan melewati parkiran pantai Wohkudu, jika ada waktu kita bisa mampir ke pantai tersebut.
pemandangan pantai kesirat dari tebing baratnya
Pantai Kesirat itu pantai Tebing, jangan bayangkan kita bisa menemukan pasir dan bermain-main. Tinggi tebing ke laut mungkin beragam mungkin sekitar 15– 30 meter. Di pinggir tebing terdapat satu pohon raksasa yan tumbuh miring bagaikan menara pissa di italia, miring kearah laut. Sejauh yang saya lihat sih pohon tersebut bernama pohon Keben, pohon yang merupakan pohon identitas dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Pohon Keben ini bisa ditemukan juga di Halaman Kraton Jogja. jika melihat jurang di bawah pohon tersebut terdapat patahan batu yang mungkin dulunya merupakan bagian dari tebing pantai kesirat yang jatuh karna gempa atau abrasi air laut yang terus menerus. Terdapat juga hamparan rumput yang cukup luas dan agak datar, biasanya hamparan rumput ini sering kali dijadikan tempat mendirikan tenda atau mengelar tikar untuk menyantap bekal yang mereka bawa. Namun sayangnya hampir tidak ada pohon peneduh di hamparan rumput tersebut, jika datang di siang hari, panasnya lumayan menyengat kulit.

Potongan tebing yang roboh
Fasilitas yang tersedia di pantai ini hanya parkiran kendaraan saja, tidak ada toilet atau semacamnya disini. Penjual makanan-minuman pun hanya ada satu yang letaknya di dekat parkiran motor. Jika ingin berkemah disini bawalah perlengkapan dan bekal yang mencukupi terutama makanan dan minuman. Karena untuk mencapai warung terdekat jaraknya cukup jauh, itupun kalau warung tersebut masih buka.

menunggu senja
Kami memilih ke Pantai Kesirat ini sore hari, selain karena ingin mencoba dan melihat pemandangan senja di pantai ini, saat sore hari panas hari sudah tidak terlalu menyengat.  Sekitar jam 4 sore kami sampai di pantai Kesirat, sudah banyak muda-mudi yang menempati tempat yang Posisi Wenak untuk menikmati senja, ada juga yang sedang sibuk mendirikan tenda, dan kami memilih tidur-tiduran saja, sambil menyantap camilan yang dibawa, setelah lelah berfoto-foto dan berkeliling di pantai Kesirat


Waktu menunjukan jam 5.30, matahari sudah mulai menurun, warna jingga pada langit mulai nampak sedikit demi sedikit. Kami yang awalnya tidur-tiduran bergegas bangun dan mondar-mandir mencari spot foto dan tempat melihat senja yang terbaik. Kami memutuskan melihatnya agak jauh dari belakang Pohon raksasanya. Melihatnya jauh dari belakang pohon raksasanya seakan sempurna, kami melihat Siluet Pohon raksasa, dihiasi pemandangan laut yang warnanya pun ikut berubah agak jingga, lalu pemandangan warna langit berubah jingga keemasan matahari yang perlahan turun dan akhirnya tenggelam di laut dan setelahnya awan langit yang tadinya putih berubah warna menjadi merah menandakan titik puncak dari senja hari itu.

Teringat sebuah quote “Sudah berapa banyak senja yang aku habiskan untuk merindukanmu”. Sebuah qoute galau akut yang menjadi favorit salah satu teman yang menemani melihat senja di Pantai Kesirat. Kalau ditanya berapa senja yang ku habiskan, yang jelas tidak sebanyak si Pohon Keben Raksasa Kesirat. Melihat pohon tersebut dengan latar senja seakan ada sesuatu agak menyesakkan, sepertinya pohon tersebut merindukan teman-temannya sesama pohon yang tumbuh didekatnya, atau merindukan dulu ada pohon yang sama di sebelahnya. Yah mungkin itu kisah rahasia si Pohon :)

Selamat Merayakan Kerinduan!! :)



Wednesday, February 5, 2014

Pantai Sinden dan Pulau Kalong yang Tersembunyi



Tempat menarik di Gunungkidul tidak ada habisnya. Desember lalu, saya kembali mengunjungi pantai Greweng dan pantai Sedahan  yang letaknya di sebelah timur pantai Wediombo. Selain mengunjungi kembali pantai-pantai tersebut, kami mengunjungi satu lokasi menarik yang tersembunyi letaknya antara pantai Greweng dan Sedahan yaitu Pulau Kalong dan Pantai Sinden. Mengunjungi pantai ini jangan berpikir kalau disini terdapat
gantolenya (foto:denan)
pantai pasir putih untuk bermain-main, karena Pantai Sinden itu sendiri merupakan Pantai Tebing yang berbatasan langsung dengan Laut Samudra Indonesia . Di pantai Sinden terdapat satu pulau kecil bernama Pulau Kalong. Pulau Kalong  berbentuk memanjang dari utara ke selatan terpisah oleh laut dari daratan sekitar 30 meter. Pulau Kalong ini juga tidak ada terdapat pasir pantai. Hanya ditumbuhi semak belukar saja. Sesuai namanya, pulau ini menjadi tempat tinggal para Kalong (Kelelawar).Sama seperti pantai Timang, pantai ini terdapat Gantole yang dipakai untuk menyebrang ke pulau tersebut. Gantolenya pun juga sama, dibuat sangat sederhana, hanya dari kayu sebagai gantole dan tiang penyangganya serta tali tambang sebagai lintasannya. Biasanya warga setempat menyebrang ke pulau ini untuk mencari Lobster atau Memancing. Adanya akses ke menyebrang ke pulau tersebut menjadikan pulau tersebut sebagai salah satu spot favorit untuk memancing. Menurut info yang saya dengar, untuk pergi menyebrang ke pulau tersebut perlu ijin dari kelompok yang membangun Gantole.

Untuk mengunjungi pantai ini perlu tenaga ekstra, karena kita harus berjalan kaki melewati  bukit-bukit pengunungan karst. Dari Jogja kita bisa menempuh rute menuju pantai Wediombo, kita bisa memilih untuk parkir kendaraan di pantai Wediombo atau di Pantai Jungwok. Kami milih parkir di P.Jungwok supaya bisa mempersingkat jalan.  Dari lokasi parkir kami berjalan kaki melewati ladang warga, semak belukar dan naik-turun bukit dan membawa kami menuju pantai Greweng. Dari pantai Greweng kita tinggal mencari jalan setapak naik ke bukit sebelah timur.  Jalan setapak tersebut akan membawa kita menuju pantai Sinden dan Pulau Kalong. Setelah menikmati lokasi ini, kita bisa kembali ke Pantai Greweng atau menuju Pantai Sedahan untuk bersantai dan menikmati pantai berpasir.
naik bukit timur pantai Greweng
susur jalan setapaknya
Perlu diperhatikan, dalam perjalanan menuju kesini, jangan malu bertanya kepada warga sekitar, karena tidak ada petunjuk jalannya. Saat mengunjungi pantai Sinden dan Pulau Kalong, harap berhati-hati, jangan mendekati tepi laut karena kadang angin bertiup kencang yang bisa menggangu keseimbangan kita berdiri. Yang jelas bawa perbekalan cukup terutama air karena di lokasi tidak ada yang menjual makanan dan minuman.
Sunday, November 3, 2013

Pantai Sarangan, Gunungkidul : Pesona Mungkin Terlupakan

panorama pantai Sarangan
Entah berapa jumlahnya deretan pantai indah yang ada di Gunungkidul, Yogyakarta. Walaupun letaknya berdekatan,berbatasan dengan bukit karst kecil pun nama pantainya sudah berbeda. Begitu pula yang terjadi pada pantai yang saya kunjungi kali ini, Pantai Sarangan namanya. Pantainya letaknya di sebelah barat pantai krakal, tepatnya di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sebagian pengunjung objek wisata ini mungkin salah sangka bahwa pantai Sarangan masih termasuk pantai Krakal, padahal berbeda. Jika dilihat dengan seksama pantai Sarangan dan Krakal hanya dipisahkan dengan bukit karang yang tidak begitu tinggi mungkin hanya sekitar 3-4 meter.

Untuk menuju pantai ini cukup mudah jika mengenakan kendaraan pribadi atau sewaan. Mengunakan kendaraan umum sangat tidak dianjurkan karena akan terlalu lama memakan waktu perjalanan, karena mengunggu kendaraannya. Dari jogja kita hanya tinggal menuju daerah wisata Pantai Gunungkidul lewat jalan wonosari, melewati kota Wonosari lalu memilih jalan Baron, ikuti jalan tersebut nanti aka nada papan petunjuk jalan menuju pantai Krakal. Dari parkiran pantai Krakal, kita tinggal berjalan kaki sebentar menuju pantai Sarangan.

Secara sekilas pantai Sarangan tidak jauh beda dengan pantai Krakal, namun setelah berkunjung kesekian kalinya. Jika pantai Krakal bentuknya lurus memanjang, namun pantai Sarangan bentuknya agak melengkung. Saat surut ternyata pantai ini mempunyai struktur batu karang yang berbatu besar pada bagian barat pantai, sehingga jika ingin bermain air di pantai ini lebih hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan (baca : terluka). Tebing sebelah timurnya terdapat anak tangga dari bambu yang bisa dilewati untuk menikmati pemandangan alam pantai dari atas.
batu-batu karang di sebelah barat pantai Sarangan
Jembatan untuk naik ke atas tebing sebelah timur
Fasilitas yang ada disini cukup lengkap, ada tempat ibadah, kamar mandi, penginapan juga warung penjaja makanan. Hanya saja lingkungan pantai ini jarang ada tanaman/pohon yang bisa dijadikan untuk meneduh dari sengatan matahari. Mungkin penanaman pohon jenis tanaman seperti cemara laut, cemara udang atau ketapang bisa menjadi solusi atas masalah tersebut.
Sunday, October 13, 2013

Menelisik Keunikan Pantai Ngrumput, Gunungkidul

Pemandangan Pantai Ngrumput yang penuh batu
Tak disangka hasil coba-coba susur ke arah timur dari pantai drini,kami menemukan sebuah pantai yang unik. Pantai dengan bukit karang yang bolong dan seketika ombak datang melewati lubang yang ada di pinggir karang tersebut. Menurut warga yang ada disana, pantai tersebut bernama pantai Ngrumput. Pantai ini terletak di wilayah yang sama dengan pantai Drini yaitu di desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabiupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai Ngrumput berjarak sekitar 500-700 meter dari pantai Drini dan dapat dicapai dengan jalan kaki susur pantai saat surut atau melewati jalan setapak perbukitan-perbukitan.

Untuk mencapai pantai ini kita bisa berangkat menuju pantai Drini. Dari kota Jogja kita akan menempuh 2 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi atau kendaraan rental. Saat itu kami sampai di pantai drini mulai surut sehingga kami tidak perlu menempuh perjalanan agak jauh melewati perbukitan. Jika melewati jalur pantai kita hanya menempuh 10-15 menit saja. Sedangkan jika melewati perbukitan katanya menempuh 30-45 menit. Jangan mengambil resiko jika laut dalam keadaan pasang karena pantai selatan mempunyai gelombang laut yang ganas, belum lagi keadaan terumbu karang tempat kita berpijak ada beberapa titik yang agak dalam.
si Agung Widi yg memimpin susur dari tepian Drini menuju pantai Ngrumput
Agak memacu adrenalin, seketika ombak datang dengan ketinggian sedikit diatas dengkul, membuat hamparan terumbu karang tak terlihat tertutup buih ombak. Karena kami membawa kamera di tas, otomatis kami mengangkat tas kami dan berdiam diri sampai air tidak lagi berbuih. Kami langsung menepi ke arah tebing dan memilih menaiki pinggir tebing untuk mencapai pantai ini. Disini kita kudu ektra hati-hati agar tidak terperosok kebawah, juga berhati-hati karena ada beberapa karang yang tajam.

Akhirnya Pantainya keliatan, Penuh Batu kan :D
Setelah melewati itu semua sampai lah kami di tepi pantai Ngrumput. Awalnya saya menduga dinamakan pantai Ngrumput karena akan ada banyak rumput disana namun kenyataan tebakan saya salah, di pantai Ngrumput ternyata penuh batu yang timbul secara tersebar diantara pasir pantai. Kami berjalan terus menuju tepi pantainya, dan cukup mengejutkan, karang di sebelah barat pantai ini ternyata cukup unik, karena karang tersebut terdapat lubang yang agak besar. Ketika ombak datang, ombaknya perlahan melewati lubang tersebut.  Pemandangan yang mengagumkan :)

batu-batu yg tersebar
ini dia karang bolongnya


Mengingat hari makin sore, dan khawatir laut akan pasang kembali, kami memutuskan untuk kembali ke pantai Drini dan menikmati sore hari disana :)
Wednesday, September 4, 2013

Blusukan ke Pantai Porok, Gunungkidul



Saat menikmati pemandangan dari gardu pandang atas pulau pantai Kukup, 
terkilas di arah timur terlihat samar-samar
 hamparan pasir yang tidak begitu luas, 
diapit dua bukit karst disisi-sisinya



Akhirnya diketahui nama pantai tersebut yaitu pantai Porok, pantai yang terletak di Desa Kemandang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul masih satu daerah administrasi dengan pantai Kukup, Lolang, dan Sepanjang. Pantai ini ternyata pernah dirintis Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kawasan karst yang menghasilkan melon. Mengunjungi pantai ini, saya berharap bisa melihat perkebunan melon yang katanya pertama di kawasan karst Gunungkidul.

Ada beberapa rute yang dapat ditempuh untuk menuju pantai Porok ini yaitu dari rute pantai Kukup atau  rute kawasan pantai Lolang dan rute-rute ini hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Sebelumnya kita harus berjalan menempuh perjalanan sekitar dua jam naik kendaraan pribadi/sewa menuju kawasan pantai Gunungkidul tersebut. Jika kita ingin melewati rute pantai Kukup kita harus menaiki dan menerabas bukit timur di pantai Kukup , jika melewati rute  pantai Lolang kita bisa menaiki bukit pantai lolang sebelah barat atau bisa juga mengitari bukit tersebut melewati perladangan warga sekitar.

Gardu pandang yg terlihat setelah menaiki bukit pantai Lolang
Menyelusuri hutan :)
Waktu saya mengunjungi pantai ini, saya memilih menaiki bukit sebelah barat pantai Lolang. Jalan naik ke bukit tersebut cukup terjal namun sudah jalan naiknya sudah cukup baik karena bukit itersebut sepertinya sebentar lagi mau dibuat resort pribadi atau semacamnya :’(.  Setelah sampai diatas bukit, langsung terlihat pemandangan cantik alam Pesisir Selatan GunungKidul. Ikuti jalan setapak yang ada kea rah sebuah  gardu pandang yang terlihat. Disekitar gardu pandang tersebut aka nada jalan setapak menuruni bukit ,menyelusuri hutan Akasia, pohon pandan dan semak belukar. Hati-hati ya sama duri-duri pohon pandan, lumayan bisa bikin luka. Setelah melewati jalan tersebut sampai lah kita di pantai Porok :)

Pemandangan Pantai Porok

Ternyata Pantainya cukup luas juga, ditumbuhi vegetasi khas pantai Gunungkidul  seperti pohon pandang yang membentuk garis yang membatasi wilayah berpasir dan wilayah bertanah. Ada juga pohon-pohon cemara laut yang tumbuh alami, jarang melihat jenis pohon ini tumbuh alami di Gunungkidul. Dahan-dahan pohon cemara ini bisa digunaka untuk berteduh menyantap bekal yang kita bawa (sampahnya jangan dibuang sembarangan ya). Jika melihat ke arah barat kita bisa melihat gardu pandang diatas pulaunya pantai kukup yang teguh sekali di hantam gelombang laut selatan.

pantai Porok dari pulau gardu pandang patai kukup

Gardu Pandang atas Pulau Pantai Kukup

Sayangnya saat saya berkunjung kesini saya tidak menemukan perkebunan melon, mungkin belum musim tanamnya, yuah semoga lain kesempatan bisa melihat perkebunan melon. Setelah puas menikmati  segala yang ada disana, saya bergegas kembali pulang


NB: pengalaman temen blog, tentang serunya ke pantai Porok melewati rute pantai Kukup (menaiki bukit timur pantai kukup). Klik : Rephzone
Wednesday, August 28, 2013

Berpetualang ke Pantai Ngetun yang Tersembunyi



Akhirnya kesampaian juga ke Pantai Ngetun, salah satu dari sekian banyak pantai yang tersembunyi di Gunungkidul. Di sebut tersembunyi memang karena tidak (belum) dibuka untuk wisata dan akses jalannya yang agak sulit. Tapi tetap saja rasa penasaran pasti ingin membawa kita menuju pantai tersebut. Pantai ini terletak di Dusun Sureng, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul

Kemarin sebenarnya saya dan teman saya, si Agung hanya ingin bertanya-tanya jalan menuju ke pantai tersebut, tak disangka-sangka warga yang kami tanyai menawarkan untuk mangantar kami sampai jalan desa.  Tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada kami berangkat dari arah pantai Siung menuju pantai Ngetun dengan menyelusuri jalur pantai selatan  gunungdul ke arah barat (arah Indrayanti/Pulang Syawal). nanti akan melewati SD Gesing dan kira-kira 1-2km akan ada Mesjid di kanan jalan, setelah itu lanjutkan perjalanan sedikit lagi ke arah barat akan ada jalan masuk dari cor blok di kiri jalan. Ikuti jalan tersebut untuk menuju pantai Ngetun. Jika kebingungan di sana jangan malu bertanya pada warga sekitar ya :)

Menuju Pantai ini Sebenernya mudah, cuma akses jalannya yang sulit. Awal masuk kita cukup tenang karena jalannya masih dari cor blok yang merupakan jalan desa. Setelah melewati desa, jalan yang awal mulanya cor blog berganti jalan tanah berbatu-batu kadang naik bukit, kadang turun bukit melintasi kebun-kebun warga setempat.  Mulai jalanan tanah berbatu ini kita kudu ekstra hati-hati apalagi saat turunan. Setelah menempuh kira-kira 20 menit jalan tanah berbatu akhirnya pemandangan pantai dari jauh terlihat, semangat menyala lagi. Disini turunan mulai agak curam untungnya beberapa turunan curam sudah di cor blok oleh warga sekitar. Setelah perjuangan keras akhirnya sampai juga di pesisir pantai Ngetun.

Pantai Ngetun di bawah sana
Lorong pohon-pohon menjelang masuk ke tepi pantai ibarat seperti gapura selamat datang, menyejukan. Pantai Ngetun ternyata mempunyai pasir yang halus dan beberapa spot terdapat cangkang-cangkang yang terdampar terbawa ombak. Pantai ini diapit dua bukit tinggi dan di atas kedua bukit tersebut biasanya warga sekitar menggunakannya tempat untuk memancing lobster. Di sisi-sisi pantai ini terdapat banyak pohon rindang sehingga bisa kita gunakan untuk berteduh beristirahat, menyantap bekal yang kita bawa. Setelah sekian lama menikmati suasana pantai akhirnya kami memutuskan untuk pulang.

Kerindangan Pohon di sisi-sisi Pantai  Ngetun :)


nb. yuk jaga kebersihan dan keasrian pantai ini sehingga selalu nyaman di kunjungi siapapun J
Tuesday, June 18, 2013

Menelisik Kesunyian Pantai Trenggole, Gunungkidul

Sunyinya pantai Trenggole
Pantai Trenggole, mungkin namanya terdengar asing karena nama pantai ini  baru dibuka katanya tahun 2012 yang lalu. Pantai ini yang letaknya di sebelah timur pantai Pulang Syawal (café Indrayanti) tepatnya di dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta. Berbanding dengan pantai Pulang Syawal yang terlalu ramai wisatawan, pantai ini terlihat sepi, sepi sekali. Padahal jarak antar keduanya tidak terlalu jauh mungkin tidak sampai 500m Pantai ini sebenernya bisa jadi tempat wisata alternatif yang tepat jika menginginkan suasana pantai yang tenang dan sepi setelah seru-seruan di pantai Pulang Syawal.

Menuju pantai ini cukup mudah, tinggal menempuh perjalanan 2 jam lamanya melalui jalan Wonosari sampai ke kota Wonosari lalu menuju jalan pantai Baron. Dari sini kita hanya tinggal mengikuti papan petunjuk jalan yang menuju pantai Pulang Syawal (café Indrayanti). Sekedar mengingatkan untuk selalu hati-hati karena jalan menuju pantai berkelok-kelok dan bergelombang. Sesampainya parkiran pantai Indrayanti akan terlihat jalan setapak kecil dari tanah, lewati jalan tersebut sampai menemukan tulisan pantai Trenggole atau rumah kantor budidaya air laut pantai sundak, bisa juga melewati tebing pantai Pulang Syawal sebelah timur atau bisa melewati laut jika laut sedang surut.

Setelah sampai di pantai Trenggole, terlihat dari jauh batu-batu hitam berserakan di bibir pantainya. Kesan pertamanya seperti buah dadu yang berserakan. Batu itu merupakan batu pemecah ombak yang ditaruh sengaja untuk mengurangi abrasi. Keunikannya tidak hanya itu, disini terdapat tempat pemurnian air laut yang nantinya digunakan untuk tambak. Salah satu sumur penampungan air lautnya terdapat di bibir pantai, tepatnya mepet dengan tebing sebelah barat sehingga membuat pemandangan berbeda. Karena keunikanya tersebut saya menyarankan untuk mengunjungi pantai yang satu ini. Juga disarankan untuk yang mencari ketenangan.
pemecah ombak
Sumur penampungan

Selama berkeliling melihat-lihat, menikmati keindahan pantai ini, hanya beberapa wisatawan aja yang datang kesini. Penasaran juga sebegitu banyaknya pengunjung pantai Pulang Syawal tapi kenapa yang berkunjung kesini sedikit. Mungkin memang karena papan petunjuk jalan pantai ini terlalu masuk kejalan setapak sehingga wisatawan tidak tahu ada pantai lagi disana hanya terlihat rumah kantor beserta tambaknya (bisa jadi). Mungkin pihak yang mengelola kawasan pantai bisa menaruh papan ptunjuk pantai Trenggole di jalan utama. Dan juga sepertinya menarik jika tempat budidaya, pemurnian air laut dan tambak yang ada dijadikan wisata edukasi kawasan pesisir pantai. 


Amat disayangkan jika kita mengunjungi pantai Pulang Syawal tidak mengunjungi melihat keunikan pantai ini. Semoga pembaca tertarik mengunjungi pantai ini :)