Showing posts with label pantai tersembunyi gunungkidul. Show all posts
Showing posts with label pantai tersembunyi gunungkidul. Show all posts
Friday, June 26, 2015

11 Pilihan Pantai di Gunungkidul Untuk Piknikmu Bersama Keluarga dan Sahabat



Gunungkidul sudah menjadi pilihan destinasi liburan wisatawan saat berkunjung di Jogja. Yah memang tidak bisa diragukan lagi, Gunungkidul mempunyai segudang wisata alam termasuk pantai-pantainya yg mempunyai keindahan panorama yang tidak bisa terbantahkan. Diapit bukit-bukit Karst, berpasir putih, dan pantai-pantainya memiliki ciri yang khasnya tersendiri. Piknik bersama keluarga di pantai masih menjadi pilihan, mungkin karena piknik di pantai mudah di jangkau tidak perlu melewati medan yang panjang dengan berjalan kaki. Yah pada dasarnya piknik bersama keluarga itu intinya berkumpul. Momen lebaran, momen yang cocok untuk berkumpul bersama keluarga, apalagi jika sebagian anggota keluarga kita ada yg merantau atau sudah tinggal ditempat berbeda. Saya coba memberi masukan, pantai-pantai di Gunungkidul yang cocok untuk piknik keluarga.


(petanya Pantai Gunungkidul versi www.catatannobi.com )

Menuju ke pantai di Gunungkidul bisa melewati yaitu dari Kota Jogja melewati Jalan Wonosari sampai hampir memasuki kota Wonosari dan Kota Wonosari sudah mulai terlihat papan petunjuk jalan menuju ke arah pantai-pantai di Gunungkidul. Rute lain untuk ke pantai Gunungkidul bisa lewat daerah Selopamioro, Imogiri. Dari kota Jogja tinggal mengarahkan kendaraan ke jalan Imogiri Timur lalu mengarahkan kendaraan mengikuti petunjuk jalan ke Selopamioro, sampai diatas  perbukitan nanti akan ada petunjuk jalan lagi yang mengarahkan kita ke pantai-pantai di Gunungkidul.
Berikut pantai –pantai Gunungkidul untuk Piknikmu bersama keluarga dan 

  1. Pantai Jungwok
Pantai Jungwok
Jungwok, sekilas penamaan pantainya berbahasa Korsel, namun pantai ini berada di Gunungkidul, tepatnya bersebelahan timur dengan pantai Wediombo. Pantai ini memiliki pasir yang cukup luas, cukup menyenangkan membawa keluarga kita piknik bersantai disini. Keberadaan pulau di tengah lautnya membuat pemandangan pantainya sedikit eksotis. Menuju ke Pantai ini cukup mudah, kita hanya tinggal menuju kota wonosari dari Jogja lalu mengambil jalan Baron dan ikuti petunjuk jalan yang mengarahkan kita ke pantai Siung atau Wediombo. Ikuti saja petunjuknya melewati pantai Siung dan akan sampai tempat pemungutan retribusi pantai Wediombo. Mendekati pantai Wediombo akan ada papan petunjuk jalan menuju Pantai Jungwok ini. Foto lain bisa klik link ini ( Pagi-pagi ke Pantai Jungwok)

  1. Pantai Wediombo
pantai Wediombo
Letaknya cukup jauh dari kota Jogja namun pemandangan di pantai ini cukup indah untuk kalian nikmati bersama keluarga, terlebih lagi pemandangan senja di pantai Wediombo terkenal dikalangan fotografer karena Sunsetnya yang indah. Pantai ini mempunyai pasir yang cukup luas, pohon peneduh yang membuat kita bisa menggelar tiker di atas pasir pantai ini. Disini juga terdapat warung-warung yang menjual makan dan minuman jika anda tidak membawa bekal tersebut dari rumah.  Wediombo mempunyai karang-karang hitam yang khas dan terdapat pula kolam renang alami yang terisi dari pecahan ombak laut yang masuk ke celah diantara dua karang hitam besar.

  1. Pantai Siung
Pantai Siung
Pantai suing, pantai yang letaknya di sebelah baratnya Wediombo. Pantai ini terkenal sebagai spot panjat tebing yang menantang. Karena fasilitasnya yang cukup lengkap dan keamanannya terjamin, Pantai ini sering kali menjadi pilihan untuk kemping ceria, menikmati pemandangan pantai malam hari dengan taburan bintang di langit.

  1. Pantai Pok Tunggal
Pantai Pok Tunggal dari atas bukit sebelah barat
Pantai yang cukup ngehits dalam 3 tahun terakhir ini, Pantai ini ramai selain berkat Pohon satu di tepian pantai, pantai ini juga memiliki pasir pantai yang cukup luas, dan leluasa untuk bermain-main, belum lagi dua bukit yang mengapit pantainya bisa kita naiki. Bukit Panjung salah satunya, bukit sebelah baratnya Pok Tunggal, dari sana kita bisa melihat senja yang cantik tentunya saat cuaca sedang baik :)

  1. Pantai Indrayanti

Awal mulanya pantai ini namanya pantai Pulang Syawal, namun kehadiran cafe kecil dipinggir pantainya lambat laun membuat pantai tersebut terkenal dengan nama Pantai Indrayanti. Piknik Keluarga di Pantai ini kita tak perlu membawa makanan dari rumah, cukup dengan datang dan bisa memesan di cafenya tersebut. Namun jika mengunjungi ke Pantai ini saat libur panjang, jangan begitu kaget karena banyak orang memenuhi pantai ini.

  1. Pantai Ngandong-Pantai Sadranan
pantai Sadranan
Kedua pantai ini bersebelahan, yang membatasi hanya sebuah pulau di tengah lautnya. Sebelah timur pulau adalah pantai Ngandong, sebelah timurnya adalah pantai Sadranan. Namun kedua pantai ini punya karakter yang berbeda-beda. Pada pantai Ngandong terdapat area dalam bebas karang yang biasanya digunakan untuk kapal nelayan melaut, anda yang bisa berenang bisa berenang di area ini. Saat ini di Pantai Sadranan sering kali dijadikan tempat untuk Snorkling, jika air sedang pasang, ikan-ikan karang mulai nampak berenang kesana kemari. Di pantai ini sudah ada penyewaan peralatan snorkel, jadi anda tidak perlu khawatir jika tidak punya alat tersebut J. Pada kedua pantai ini sudah terdapat warung penjaja makanan dengan tempat makan  berupa gazebo bergaya khas pantai, tentunya dengan atap dari jemari daun pandan laut.

  1. Pantai Drini
Pantai Drini
Salah satu pantai favorit saya, pantai ini mempunyai pulau ditengah pantainya yang cukup besar. Kita bisa menaiki pulau tersebut jika laut sedang surut, dari atas pulau tersebut kita bisa melihat panorama indah pantai-pantai gunungkidul, bahkan sunsetnya yang memanjakan mata kita disaat cuaca lagi bagus tentunya. Pantai ini juga memiliki karakter ombak yang cukup tenang di sebelah timur pulau, jadi cukup aman jika anak2 bisa bermain di sini (tetep harus ditemani dan diawasi)

  1. Pantai Sepanjang.
pantai Sepanjang
Sesuai namanya, pantai ini mempunyai hamparan pasir yang cukup panjang mungkin terpanjang di Gunungkidul. Pantai ini terletak berada di sebelah barat pantai Drini dan di sebelah timur pantai Kukup. Pantai ini mempunyai fasilitas yang cukup lengkap, dari gazebo bernuansa pantai yang cukup banyak sepanjang pantai, masakan seafood yang memanjakan perut anda, juga tersedia penginapan bagi kalian yang ingin bermalam di pantai ini. Terdapat pantai tersembunyi di dekat sini, namanya pantai Lolang. Kita bisa mengajak keluarga berpetualang berjalan kaki mencari keberadaan pantai Lolang yang tersembunyi :)

  1. Pantai Kukup dan Pantai Baron
Pantai Kukup
Dua pantai ini sudah di kenal masyarakat luas, pantai Kukup yang suka disebut Uluwatunya jogja karena mempunyai pulau dengan gazebo di atasnya, serta adanya jembatan untuk menyebrang ke pulau tersebut. Pantai Baron, merupakan pantai nelayan yang berpasir coklat atau hitam. Warna pasirnya demikian karena adanya sungai bawah tanah yang berkeluar dari goa bukit sebelah barat lalu bermuara Pantai Baron. Aliran sungai tersebut kerap kali menjadi sarana bermain air para wisatawan. Satu lagi yang sedang hits yaitu menara mercusuar pantai Baron yang boleh kita naiki, dari atas mercususar tersaji pemandangan karst Gunung Sewu beserta pesisir pantai Gunungkidul
Pantai Baron

  1. Pantai Ngedan
pantai Ngedan
Pantai ini baru saja resmi di buka, kondisi jalan yang masih berbatu atau cor-coran mungkin menjadi penghalang banyaknya wisatawan yang masuk, namun tidak dapat di pungkiri, pantai ini cukup cantik. Terdapat padang rumput yang cukup luas juga terdapat batu karang yang berbentuk Love. Di sudut-sudut pantai Gedan ini terdapat beberapa gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk berteduh atau sekedar menikmati keindahan alam sekitar pantai Ngedan

  1. Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan
Arca di Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran merupakan pantai yang cukup unik dan punya nilai sejarah. Ceritanya dahulu pantai ini menjadi persinggahan terakhinya sang Prabu Brawijaya dan melaksanakan muksa disini. Di pantai ini kita bisa menemukan pemandangan seperti di pulau Bali yaitu terdapat arca-arca dewa-dewi dari Agama Hindu, lalu terdapat pura yang digunakan umat Hindu untuk beribadah. Sayangnya pantai Ngobaran ini merupakan pantai karang, sehingga untuk bermain air kurang begitu nyaman. Namun tidak perlu khawatir, di sebelah pantai Ngobaran terdapat pantai Nguyahan, pantai yang memiliki pasir yang cukup luas ini bisa kalian gunakan untuk bermain-main pasir dan air, atau sekedar menyantap makanan di gazebo-gazebo yang ada di tepian pantai.
pantai Nguyahan
Saturday, June 6, 2015

Sepenggal Kisah Menikmati Senja di Pantai Kesirat Gunungkidul


Semenjak 2008 silam, bermula dari menikmati senja di Pulo Cemeti Tamansari, lalu lanjut di Pantai Parangtritis dan mulai merambah ke sudut-sudut Yogyakarta untuk  menyaksikan pemandangan senja. Terakhir saya pergi ke sebuah tempat dimana pemandangan senjanya dihiasi bukit, laut dan satu pohon Keben berdiri agak miring di pinggir tebing pinggir laut dan lalu matahari pun terbenam terciptalah suatu pemandangan yang menakjubkan. Nama tempatnya yaitu Pantai Kesirat

Pantai Kesirat atau disebut juga Pantai Gesirat terletak di desa Girikerto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai ini dulunya hanya terkenal  di kalangan para pemancing karena merupaka salah satu Spot Memancing dari atas tebing. Namun lama kelamaan yang berkunjung ke pantai Kesirat bukan saja dari kalangan pemancing tapi para wisatawan lokal bahkan dari luar jogja pun berdatangan karena ingin merasakan suasana khas yang berbeda dari pantai Gunungkidul lainnya.

gang ke pantai kesirat dan kondisi jalannya
Rute menuju ke Pantai Kesirat mudah kok, cukup membawa kendaraan sendiri kita bisa ke pantai ini. Rutenya menuju ke pantainya ada dua lewat Selopamioro, Imogiri atau lewat Jalan Wonosari. Saya sarankan sih lebih mudah lewat Selopamioro karena kita bisa menghemat waktu sekitar 30 menit, kondisi jalan bagus dan  tidak seramai Jalan Wonosari. Rutenya dari Kota Jogja arahkan kendaraan anda menuju Ring Road Selatan dan menuju Jalan Imogiri Timur, Ikuti Jalan Imogiri Timur sampai persimpangan segitiga pasar Imogiri, ambil kanan lalu ikuti jalan sampai bertemu persimpangan segitia kembali. Dari simpang segitiga ambil kiri lalu ikuti jalan papan petunjuk arah ke Solopamioro. Setelah menyebrangi jembatan sungai Opak, jalan mulai menanjak dan berkelok, kita harus hati-hati disini karena beberapa tikungan agak tajam. Setelah melewati jalan menanjak di Selopamioro dan ikuti saja jalan tersebut dan sekitar 20-30 menit kita bertemu dengan pertigaan dengan pohon beringin besar di sebelah kiri jalan (ada papan petunjuk pantai Gesing), ambil lalu ikuti jalan tersebut sampai menemukan pohon Beringin raksasa di tengah jalan. Dari pohon beringin tersebut ambil kanan , lalu ikuti jalan tersebut melewati gang pantai Gesing, lalu akan sampai di Gang Pantai Kesirat. Gang pantai Kesirat terdapat Mesjid/Musolla persis di sisi jalan masuk gang.  Dari sini hanya tinggal mengikuti jalan co-coran dari gangn tersebut melewati desa dan terakhir adalah hutan dan ladang-ladang warga sampai mentok sampai parkiran pantai Kesirat. Di tengah perjalanan sebelum sampai pantai kesirat akan melewati parkiran pantai Wohkudu, jika ada waktu kita bisa mampir ke pantai tersebut.
pemandangan pantai kesirat dari tebing baratnya
Pantai Kesirat itu pantai Tebing, jangan bayangkan kita bisa menemukan pasir dan bermain-main. Tinggi tebing ke laut mungkin beragam mungkin sekitar 15– 30 meter. Di pinggir tebing terdapat satu pohon raksasa yan tumbuh miring bagaikan menara pissa di italia, miring kearah laut. Sejauh yang saya lihat sih pohon tersebut bernama pohon Keben, pohon yang merupakan pohon identitas dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Pohon Keben ini bisa ditemukan juga di Halaman Kraton Jogja. jika melihat jurang di bawah pohon tersebut terdapat patahan batu yang mungkin dulunya merupakan bagian dari tebing pantai kesirat yang jatuh karna gempa atau abrasi air laut yang terus menerus. Terdapat juga hamparan rumput yang cukup luas dan agak datar, biasanya hamparan rumput ini sering kali dijadikan tempat mendirikan tenda atau mengelar tikar untuk menyantap bekal yang mereka bawa. Namun sayangnya hampir tidak ada pohon peneduh di hamparan rumput tersebut, jika datang di siang hari, panasnya lumayan menyengat kulit.

Potongan tebing yang roboh
Fasilitas yang tersedia di pantai ini hanya parkiran kendaraan saja, tidak ada toilet atau semacamnya disini. Penjual makanan-minuman pun hanya ada satu yang letaknya di dekat parkiran motor. Jika ingin berkemah disini bawalah perlengkapan dan bekal yang mencukupi terutama makanan dan minuman. Karena untuk mencapai warung terdekat jaraknya cukup jauh, itupun kalau warung tersebut masih buka.

menunggu senja
Kami memilih ke Pantai Kesirat ini sore hari, selain karena ingin mencoba dan melihat pemandangan senja di pantai ini, saat sore hari panas hari sudah tidak terlalu menyengat.  Sekitar jam 4 sore kami sampai di pantai Kesirat, sudah banyak muda-mudi yang menempati tempat yang Posisi Wenak untuk menikmati senja, ada juga yang sedang sibuk mendirikan tenda, dan kami memilih tidur-tiduran saja, sambil menyantap camilan yang dibawa, setelah lelah berfoto-foto dan berkeliling di pantai Kesirat


Waktu menunjukan jam 5.30, matahari sudah mulai menurun, warna jingga pada langit mulai nampak sedikit demi sedikit. Kami yang awalnya tidur-tiduran bergegas bangun dan mondar-mandir mencari spot foto dan tempat melihat senja yang terbaik. Kami memutuskan melihatnya agak jauh dari belakang Pohon raksasanya. Melihatnya jauh dari belakang pohon raksasanya seakan sempurna, kami melihat Siluet Pohon raksasa, dihiasi pemandangan laut yang warnanya pun ikut berubah agak jingga, lalu pemandangan warna langit berubah jingga keemasan matahari yang perlahan turun dan akhirnya tenggelam di laut dan setelahnya awan langit yang tadinya putih berubah warna menjadi merah menandakan titik puncak dari senja hari itu.

Teringat sebuah quote “Sudah berapa banyak senja yang aku habiskan untuk merindukanmu”. Sebuah qoute galau akut yang menjadi favorit salah satu teman yang menemani melihat senja di Pantai Kesirat. Kalau ditanya berapa senja yang ku habiskan, yang jelas tidak sebanyak si Pohon Keben Raksasa Kesirat. Melihat pohon tersebut dengan latar senja seakan ada sesuatu agak menyesakkan, sepertinya pohon tersebut merindukan teman-temannya sesama pohon yang tumbuh didekatnya, atau merindukan dulu ada pohon yang sama di sebelahnya. Yah mungkin itu kisah rahasia si Pohon :)

Selamat Merayakan Kerinduan!! :)



Monday, May 11, 2015

Menyepi Sejenak di Pantai Pringjono, Gunungkidul


Obrolan kecil 2013 lalu dengan warga setempat di  pantai Ngobaran tahun 2013 lalu berujung sebuah penjelajahan ke PANTAI PRINGJONO, sebuah pantai tersembunyi di balik bukit sebelah barat Pantai Nguyahan.

Sebelum mengawali penjelajahan ke Pantai Pringjono, saya terlebih dahulu mengecek peta citra satelit via Google Map dulu. Tujuannya sih supaya tahu, kira-kira jarak yang ditempuh jalan kaki dari pantai Nguyahan menuju pantai Pringjono. Kalau dilihat sih memang tidak begitu jauh, cuman kita harus menaiki sebuah bukit sebelah barat Nguyahan dan lembahnya.

Pantai Pringjono masuk dalam wilayah Desa Krambitsawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Belum diketahui secara jelas penamaan pantai Pringjono namun tebakan liar saya mungkin dulu ada sejenis Bambu (dalam bahasa jawa: Pring) disekitar atau menuju Pantai ini. seperti penamaan pantai Dadapan di Wonogiri karena terdapat pohon Dadap di tepi pantainya. Karena letaknya tersembunyi, pantai ini bisa menjadi pilihan untuk kalian yang ingin menjauh dari keramaian pantai Ngobaran dan Nguyahan yang ramai.

peta tracking dari Nguyahan ke Pringjono
Rute ke pantai Pringjono cukup mudah kok, dari kota Jogja kita hanya tinggal membawa kendaraan mengikuti petunjuk jalan menuju Pantai Ngobaran atau Nguyahan. Dari Kota Jogja – Jalan Wonosari – Bukit Bintang – Ambil lurus Perempatan Patuk (ada pos polisi) – Rest Area dan Hutan Bunder – Pertigaan Bandara Udara Gading ambil kanan (ada petunjuk ke Pantai Ngobaran) – mentok di pertigaan Pasar Playen ambil kanan – ikuti jalan tersebut kita akan melewati Hutan Suaka Margasatwa Paliyan - setelah melewati Suaka Margasatwa akan banyak petujuk jalan menuju pantai Ngobaran, ikuti saja petunjuk tersebut. Jika bingung dengan jalan yang kalian tempuh jangan malu bertanya warga setempat ya :). Sesampainya di Kawasan Pantai Ngobaran atau Nguyahan siapkan perbekalan dan dari sinikita mulai tracking berjalan kaki menuju pantai Pringjono. Dari bukit baratnya pantai Nguyahan, terdapat jalan setapak menuju arah selatan. Ikuti jalan tersebut yang nantinya membawa kita menaiki bukit barat pantai Nguyahan. Setelah berada di atas bukit kita akan menjumpai jalan setapak yang ditumpuk bebatuan, ikuti jalan berbatu tersebut sampai bertemu jalan rambatan kecil yang menuju ke bawah arah laut yang terlihat (Jangan mengikuti jalan berbatu tersebut sampai habis karena tidak mengarah ke pantai tapi ke ladang warga). Alhamdulillah, saat kami berjalan menuju pantai Pringjono, kami ditemani warga setempat yang ingin ke ladangnya dan ladangnya kebetulan berdekatan dengan Pantai Pringjono. Setelah sekitar 20 menit berjalan kaki dari pantai Nguyahan, kami sampai juga di pantai Pringjono.
jalan setapak di bawah bukit barat Nguyahan
jalan menanjak ke bukit baratnya nguyahan
umang-umang
Sepi, sunyi hanya suara deburan ombak dan suara dedaunan yang diterpa angin saja. Kami pun menyelusuri pantai ini dari ujung ke ujung yang tidak terlalu panjang. Pantai ini mempunyai karakter yang sama dengan pantai Gunungkidul lainnya, berpasir putih, jika laut sedang surut banyak biota laut seperti ikan-ikan kecil yang hidup di sela-sela terumbu karang. Keunikannya pantai ini pantai ini banyak batu karang besar yang berserakan di sisi sebelah timurnya, sepertinya batuan tersebut hasil patahan dari bukit tinggi yang ada di belakangnya. Terdapat pula banyak pohon Keben, salah satu pohon yang punya bunga dan buah yang unik serta merupakan pohon khas daerah Yogyakarta yang mudah kita jumpai di Halaman Kraton Yogyakarta. Di sisi sebelah barat terdapat batu-batu besar berbentuk agak bulat berserakan begitu saja, batu-batu tersebut kerap berbunyi dan bergerak ketika diterpa ombak. Pantai ini mempunyai pasir yang lembut dan dipasirnya tersebut masih bisa di jumpai umang-umang atau keong laut yang sedang berjalan kesana kemari dan bersembunyi di dalam rumahnya. Setelah puas berfoto-foto dan bermain air, kami memutuskan untuk berteduh di bawah pohon Keben dan membuka bekal yang kami bawa dari rumah yaitu nasi Merah Khas Gunungkidul.
batu karang yang cukup unik di Pringjono
panorama pantai pringjono dari bukit sebelah baratnya
Yuk bagi kalian yang ingin merasakan ketenagan jika pantai Ngobaran dan Nguyahan sedang ramai-ramainya, kalian bisa menjadikan pantai ini sebagai tempat untuk menyepi. Namun di pantai yang tidak ada fasilitas apapun, jika anda ingin berkunjung kemari bawalah bekal secukupnya atau bisa membelinya di penjual makanan-minuman di pantai Nguyahan atau Ngobaran. Saya selaku penulis mengajak para pengunjung yang mendatangi pantai ini agar menjaga kebersihan pantai ini, karena pantai itu bukan tempat pembuangan sampahmu, tapi salah satu tempatmu untuk merasakan secuil kedamaian :D
Wednesday, February 25, 2015

Pesona Pantai Ngedan dan Keunikannya yang perlu kamu lihat


Pantai Ngedan atau sering juga disebut pantai Ngeden masih terdengar asing ditelinga para Piknikers lokal Jogja, walau sudah awal bulan Februari 2015 resmi dibuka. Memiliki keindahan yang agak berbeda dari pantai Gunungkidul lainnya membuat pantai ini akan segera naik daun.

Pantai Ngedan, pantai yang terletak di Dusun Bedalo, Desa Krambit Sawit, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul atau tepatnya pantai ini berada di sebelah timurnya pantai Gesing. Ternyata mengunjungi kawasan pantai ini kita bisa melihat 3 pantai kecil sekaligus, Pantai Ngedan yang menjadi objek utama kawasan ini, memiliki pasir yang luas dan cocok untuk bermain air. Di sebelah baratnya ada pantai Jugala yang terdiri dari bongkahan batu-batu karang kecil warnah putih seukuran bola tenis sampai bola kaki. Pantai yang ketiga yaitu pantai Ngelimun yang didominasi oleh batuan karang dan batu batu karang bulat dalam berbagai ukuran, pantai ini memiliki sedikit pasir. Namun disini objeknya bukan hanya bermain air di pantai, kita juga bisa menikmati panorama laut dan pegunungan karst Gunungkidul dari bukit-bukit di sekitar pantai Ngedan. 
Pantai Jugala
Pantai Ngelimun
Dari parkiran pantai Ngedan, ada dua akses jalan. Akses menuju ke pantai bagi yang ingin menikmati dan bermain air di Pantai dan akses satu lagi menuju gardu pandang bukit pinggir pantai Ngedan. Kami memilih belok ke arah gardu pandang  karna berpikir mungkin ada yang menarik disana. Ternyata dugaan kami benar, “Bukitnya kaya dimana gitu, daerah Lombok kali ya” celoteh seorang teman saat berkunjung kesini. Yah memang pemandangan padang rumput dengan tumbuhan pohon pandan laut dan kelapa, juga terdapat perbukitan karst khas gunungkidul yang bukitnya juga ditumbuhi rumput-rumput liar sehingga jika kita memandang sekitar pantai Ngedan ini serasa bukan di Gunungkidul :p. Jika kita menepi ke arah laut kita bisa melihat tepi bukit yang unik, bahkan jika di dasar tebing paling bawah terdapat lubang akibat terus menerus ditabrak ombak, entah berapa dalam lubang tersebut, ombak yang masuk kedalam tebing tersebut sekitar 7-10 detik keluar kembali kelautan.

Seperti savana kecil :)
Panorama laut dan tebing sekitar gardu pandang
Tebing mirip kepala penyu
Dari tebing karang yang ada kawasan pantai Ngedan ini, ada dua yang yg menarik perhatian saya, bentuk tebing-karangnya unik berkat hasil Imajinasi aja. Tebing yang pertama berbetuk seperti kepala penyu. Berimajinasi demikian karena ada dua lubang yang posisinya seperti mata dan mulut penyu :D. Tebing ini agak berbahaya karena dekat jalan setapak dan datar. Mungkin pihak pengelola bisa memberi pagar pembatas sebagai pengaman di sekitar tebing tersebut. hal unik yang kedua yaitu batu karang yang bentuknya Love/Hati. Terbentuknya kayak giti klo ditabrak ombak. Ya tapi cuma imajinasi aja sih, mirip miripin sendiri hehe :)
Bentuk Karangnya Love kan :D
Karena baru dibuka, fasilitas disini masih dibilang minim, jalan menuju ke pantainya berupa aspal mulus, aspal rusak sampai cor semen yang mulus juga cor semen yang rusak. Sudah terdapat lahan parkir kendaraan roda 4 dan roda 2. Sudah terdapat penjual makanan dan minuman disini, hanya saja masukan dari saya mungkin pihak pengelola yang terdiri dari masyarakat sekitar kawasan pantai Ngedan bisa membuat tenda warung yang seragam sehingga bisa mendukung keindahan pantai ini. disini kami hanya menemukan 1 tempat sampah dan itu pun letaknya di dekat tempat parkir saja. Alangkah baiknya nanti ada tempat sampah tambahan di sekitar kawasan ini. Dan kita sebagai pengunjung juga harus menjaga kebersihan pantai.

Ga usah piknik deh, klo buang sampah aja sukanya sembarangan :)


Rute menuju kesana
petunjuk jalan di pertigaan Mesjid Nurul Huda (pertigaan Jetis)
Tidak ada angkutan umum menuju kesini, kalian harus membawa kendaraan pribadi atau sewaan. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam atau bahkan lebih dikitlah. Ada dua rute, lewat Patuk atau lewat Selopamioro, Imogiri. Rute pertama lewat Patuk dari Jogja ambil jalan menuju Jalan Wonosari, ikuti jalan wonosari melewati Bukit Bintang, Hutan Bunder dan saat sampai di pertigaan lapangan terbang gading, ambil arah ke paliyan atau pantai Ngobaran. Ikuti jalan tersebut melewati Paliyan, Suaka Marga Satwa Paliyan, hingga sampai di jalan besar Gunungkidul-Imogiri. Ambil ke arah barat sampai menemukan jalan baru (seperti jembatan) yang sebelah kanannya berupa Makam Jeda, setelah melewati makam ada pertigaan masjid Nurul Huda, ambil kiri memasuki pertigaan, ikuti jalan tersebut sampai mentok di pertigaan tugu. Ambil kiri dan ikuti petunjuk jalan yang mengarahkan kita ke Pantai Ngedan.

Rute kedua melewati Selopamioro, Imogiri. Dari Jogja ambil jalan menuju ringroad terminal Giwangan lalu menuju jalan Imogiri Timur, ikuti jalan Imogiri timur sampai pertigaan pasar Imogiri, ambil kanan dan ikuti petunjuk jalan menuju kawasan Selopamioro. Dari selopamioro jalan mulai berkelok naik, ikuti jalan tersebut melewati hutan jati dan akan sampai di pertigaan Mesjid Nurul Huda, ambil kanan lalu ikuti jalan sampai mentok di pertigaan tugu ambil kiri lalu ikuti petunjuk yang membawa kalian menuju Pantai Ngedan :)


Selamat Berwisata, jangan lupa tinggalkan komentar dan bantu dibagikan keteman kalian ya :)




Wednesday, October 1, 2014

Berpetualang ke Pantai Watu Lumbung, Gunungkidul, Jogja

keindahan pantai Watu Lumbung

Terlihat unik, formasi karang yang letaknya agak jauh di sebelah barat Wediombo atau terlihat sangat jelas di jalan utama sebelum masuk area parkir pantai Wediombo. Warga sekitar menyebutnya pantai Watu Lumbung. Nama yang cukup unik, Watu bisa diartikan batu atau formasi karang yang kita lihat sedangkan lumbung jika diartikan semacam bangunan untuk menyimpan padi, dan biji-bijian. Mungkin penamaan unik tersebut karena formasi karang tersebut mirip sebuah lumbung, terutama batu karang yang paling besar.

kondisi jalur menuju pantai
Rute ke pantai Watu Lumbung
Pantai Watu Lumbung ini terletak di Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul tepatnya di wilayah Gunung Batur. Rute menuju pantai Watu Lumbung cukup sulit dan melelahkan karena kita harus berjalan kaki kira-kira 45 menit sampai 1 jam. Pertama kita harus berangkat menuju pantai wediombo, dari loket pembayaran, ikuti jalan yang ada lalu nanti di kanan jalan ada jalan yang bisa dilalui. Ikuti jalan tersebut sampai jalan tersebut habis dan terdapat pemandangan layaknya danau. Dari sini kita mulai berjalan kaki (tracking) melewati hutan dengan jalan tanah yang agak liat. Agak menyulitkan jika keadaannya sehabis hujan. Saat saya dan teman-teman melewati hutan sering terdengar suara semacam kera atau monyet ekor panjang bersahut-sahutan. Setelah sekian lamanya berjalan mengikuti jalan yang ada laut mulai terlihat. Disini kita harus mulai hati-hati karena akan menuruni tebing dengan jalan setapak kecil disebelahnya jurang, bahkan jalan setapaknya ada yang sedikit tak terlihat karena sudah tertutup tumbuhan. Setelah berhasil menuruni jurang, sampailah di salah satu pantai tersembunyi jogja :D
pantai Wediombo terlihat seperti Danau

kondisi jalan akhir tahun 2013 sehabis hujan

menuruni jurang menuju pantai, HATI-HATI DISINI YA
Dilihat dari jauh indah, dilihat dari dekat detailnya keindahannya makin jelas. Beberapa teman yang pernah ke Pantai Tanjung Papuma mengira melihat foto ini seperti pantai di Jember. Memang mirip sekilas namun hanya batuan karangnya saja. Disini juga ada batuan vulkanik yang berasal dari gunung batur yang dulu katanya pernah aktif dan meninggalkan sisa-sisa letusannya di pantai Watu Lumbung dan pantai Wediombo.



Pantai ini merupakan pantai favorit hobi memancing. Beberapa pemancing sedang asik menunggu umpannya di spotnya. Terlihat juga para nelayan memberhentikan perahunya dan menebar jala di sekitar pantai ini. Jangan membayangkan pantai ini kita bisa bermain pasir apa lagi berenang bermain. Sebagian besar pantai ini hanya batuan karang saja jika pun ada pasir itupun hanya sedikit dan tipis tidak seperti pantai-pantai wisata lainnya di Gunungkidul. Sisi-sisi karang yang berbatasan dengan laut memiliki kedalaman yang cukup dalam. Ombak pun tak bosan-bosannya menerjang formasi karang pantai Watu Lumbung ini. Sesekali ombak melesat naik ke batuan karang dan membasahi sekitarnya. Menurut teman yang sudah duluan ke sini, saat air laut pasang karang ini sebagian tenggelam oleh air laut hingga yang terlihat hanya karang Watu Lumbungnya saja.


Pantai yang cocok buat orang yang suka tracking, berpetualang ke tempat tersembunyi dan penghobi mancing. Kendalanya mungkin tidak ada lokasi untuk menitipkan kendaraan terdekat di desa terdekat atau bisa meninggalkan kendaraan di pinggir jalan yang di kira aman.


Spesial Thx buat kak Aria, Anno dan Mas Edi, teman satu Tim Sellaw Jelahah Pantai :D
tim sellaw Jelajah Pantai

Peralatan kami waktu itu, peta lokasi Watu Lumbung


Wednesday, February 5, 2014

Pantai Sinden dan Pulau Kalong yang Tersembunyi



Tempat menarik di Gunungkidul tidak ada habisnya. Desember lalu, saya kembali mengunjungi pantai Greweng dan pantai Sedahan  yang letaknya di sebelah timur pantai Wediombo. Selain mengunjungi kembali pantai-pantai tersebut, kami mengunjungi satu lokasi menarik yang tersembunyi letaknya antara pantai Greweng dan Sedahan yaitu Pulau Kalong dan Pantai Sinden. Mengunjungi pantai ini jangan berpikir kalau disini terdapat
gantolenya (foto:denan)
pantai pasir putih untuk bermain-main, karena Pantai Sinden itu sendiri merupakan Pantai Tebing yang berbatasan langsung dengan Laut Samudra Indonesia . Di pantai Sinden terdapat satu pulau kecil bernama Pulau Kalong. Pulau Kalong  berbentuk memanjang dari utara ke selatan terpisah oleh laut dari daratan sekitar 30 meter. Pulau Kalong ini juga tidak ada terdapat pasir pantai. Hanya ditumbuhi semak belukar saja. Sesuai namanya, pulau ini menjadi tempat tinggal para Kalong (Kelelawar).Sama seperti pantai Timang, pantai ini terdapat Gantole yang dipakai untuk menyebrang ke pulau tersebut. Gantolenya pun juga sama, dibuat sangat sederhana, hanya dari kayu sebagai gantole dan tiang penyangganya serta tali tambang sebagai lintasannya. Biasanya warga setempat menyebrang ke pulau ini untuk mencari Lobster atau Memancing. Adanya akses ke menyebrang ke pulau tersebut menjadikan pulau tersebut sebagai salah satu spot favorit untuk memancing. Menurut info yang saya dengar, untuk pergi menyebrang ke pulau tersebut perlu ijin dari kelompok yang membangun Gantole.

Untuk mengunjungi pantai ini perlu tenaga ekstra, karena kita harus berjalan kaki melewati  bukit-bukit pengunungan karst. Dari Jogja kita bisa menempuh rute menuju pantai Wediombo, kita bisa memilih untuk parkir kendaraan di pantai Wediombo atau di Pantai Jungwok. Kami milih parkir di P.Jungwok supaya bisa mempersingkat jalan.  Dari lokasi parkir kami berjalan kaki melewati ladang warga, semak belukar dan naik-turun bukit dan membawa kami menuju pantai Greweng. Dari pantai Greweng kita tinggal mencari jalan setapak naik ke bukit sebelah timur.  Jalan setapak tersebut akan membawa kita menuju pantai Sinden dan Pulau Kalong. Setelah menikmati lokasi ini, kita bisa kembali ke Pantai Greweng atau menuju Pantai Sedahan untuk bersantai dan menikmati pantai berpasir.
naik bukit timur pantai Greweng
susur jalan setapaknya
Perlu diperhatikan, dalam perjalanan menuju kesini, jangan malu bertanya kepada warga sekitar, karena tidak ada petunjuk jalannya. Saat mengunjungi pantai Sinden dan Pulau Kalong, harap berhati-hati, jangan mendekati tepi laut karena kadang angin bertiup kencang yang bisa menggangu keseimbangan kita berdiri. Yang jelas bawa perbekalan cukup terutama air karena di lokasi tidak ada yang menjual makanan dan minuman.