Showing posts with label wisata air terjun. Show all posts
Showing posts with label wisata air terjun. Show all posts
Tuesday, March 24, 2015

Air Terjun Setawing, Si Cantik Dari Kulonprogo


Air terjun Setawing, salah satu air terjun di Kulonprogo yang ikut meramaikan Dunia Piknik Air Terjun Jogja belakangan ini. Nama Setawing cukup berasal dari bahasa lokal  yaitu “Se” berarti Satu dan “Tawing” adalah Tebing. Penamaan tersebut memamg sesuai dengan keadaan air terjunnya yang berada di tebing ketinggian sekitar 18-20 meter.

Pasar Jonggrangan
Air terjun ini terletak di Dusun Jonggrangan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kulonprogo, Yogyakarta, tepatnya di “belakang pasar Jonggrangan”. Untuk menuju kesini dari Kota Jogja cukup mudah hanya tinggal menuju arah barat saja hehe. Berangkat dari Tugu Jogja ambil arah ke barat menuju perempatan Ring Road Barat Demak Ijo, Jalan Godean, Pasar Godean, lalu melewati Jembatan Sungai Progo. Setelah melewati jembatan sungai progo akan bertemu perempatan lampu lalu lintas nanggulan, ambil arah barat menuju pegunungan menoreh Kulonprogo, ikuti jalan besar pegunungan tersebut hingga mentok di pertigaan lalu ambil kanan. Setelah itu anda akan memasuki wilayah Dusun dan Pasar Jonggrangan yang ada di kanan jalan. Di pasar tersebut terdapat petunjuk jalan yang akan menuntun kita menuju lokasi air terjun Setawing.


Untuk memasuki kawasan air terjun ini, kita hanya membayar uang parkir sebesar Rp. 2000,- (motor) dan uang sukarela serta memberi kritik dan saran untuk kemajuan pengembangan wisata alam air terjun Setawing. Dari lokasi parkir menuju air terjunnya berjarak sekitar 100 meter (kata papan petunjuknya :D) melewati jalan setapak cor-coran semen. Kondisi jalan cukup nyaman, teduh karena di samping kanan kirinya adalah hutan rakyat masyarakat setempat. Setelah 10 menit berjalan kaki, suara gemerincik air sudah mulai terdengar jelas, secara otomatis kami melihat ke arah sumber suara. Itu dia Air Terjun Setawing.

Air terjunnya cantik, batuan tebingnya merupakan batuan gamping berwarna kuning keemasan. Air terjun yang jatuh dengan lembutnya membuat air terjun ini makin cantik saja. Di sekitar air terjun dibuat taman berkonsep nuansa pedesaan. Terdapat bangku-bangku dari bambu dan diletakan pas sekali untuk duduk bersantai menikmati air terjun Setawing. Tak perlu takut kelaparan dan kehausan, disekitar air terjun terdapat penjaja makanan-minuman atau bisa juga membelinya warung disekitar Pasar Jonggrangan.

Waktu terbaik mengunjungi air terjun ini saat musim hujan dan peralihan musim hujan menuju kemarau. Jika sudah musim kemarau debit air terjun berkurang dan mungkin parahnya, tidak ada air yang mengalir. Dan untuk menjaga agar air terjun ini tetap cantik, mari kita sebagai pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan tindakan vandalisme.


Selamat mengunjungi air terjun Setawing ini :)

Masih banyak air terjun disekitar setawing, untuk lebih lanjutnya bisa baca artikel saya sebelumnya disini >> Jalur Wisata Air Terjun di Kecamatan Girimulyo


Wednesday, February 18, 2015

Main ke Grojogan Mudal, Kulonprogo Yuk :)


Kulonprogo, salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang belakangan ini mencuat karena spot foto Kalibirunya. Namun Kulonprogo tidak hanya punya itu, potensi  wisata alam air terjun sudah pasti ada, mengingat sebagian besar wilayah Kulonprogo merupakan Pegunungan Menoreh yang tingginya mencapai 2000 mdpl. Grojogan Mudal salah satunya J

Sumber Mata Air Mudal
Grojogan Mudal yang berada di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo.  Penamaan Grojogan Mudal berasal dari nama sumber mata airnya. Letak sumber mata airnya tidak jauh dari lokasi air terjun.  Sumber mata airnya berupa sungai bawah tanah yang keluar dari dinding Goa dan airnya mengalir keluar mengaliri lokasi air terjun.  Air yang keluar dari sumber nya cukup deras dan jernih, terlihat beberapa pipa dipasang untuk mengalirkan air tersebut menuju bak penampungan yang nantinya akan digunakan oleh warga setempat.


Letaknya sangat berdekatan dengan air terjun Kembang Soka, namun karakteristik air terjunnya berbeda. Grojogan Mudal memiliki beberapa terjunan yang punya terjunan dan ketinggian yang berbeda. Terdapat tumbuhan-tumbuhan semacam lumut atau tumbuhan air ysng tumbuh di dinding air terjun, sehingga air terjun juga nampak warna hijau. tanah di sekitar air terjun Mudal berwarna merah sangat kontras sehingga jika jadi objek yang menarik jika di foto. Apalagi jika di foto dengan menggunakan teknik fotografi Slowspeed :)

Saat berkunjung awal Bulan Februari, fasilitas disini sangat minim. Namun masyarakat yang mengelola air terjun tersebut sudah mulai berbenah. Mereka membuat akses jalan menuju air terjun, pembersihan semak belukar yang mengganggu, pembuatan bangku bambu tempat istirahat, bahkan saat saya berkunjung sedang membuat taman untuk memperindah pemandangan sekitar wilayah air terjun.  Akses jalan setapak dekat air terjun agak licin, apalagi sehabis hujan, jadi pengunjung diharapkan hati-hati saat menuruni/menaiki jalan setapak dekat air terjun tersebut. Perlahan tapi pasti fasilitas yang ada di air terjun ini pasti akan memadai, karena saya lihat pengelolanya sangat berniat membuka potensi wisata ini. Kita lihat saja perkembangannya ya :)


Rute ke Air Terjun Mudal

papan petunjuk ke Grojogan Mudal
Dari kota Jogja, kita bisa menuju perempatan Demak Ijo ringroad barat, dari perempatan ambil ke arah jalan Godean (arah barat) dari sini kita tidak usah berbelok jika menemukan persimpangan. Menyelusuri jalan Godean kita akan melewati pasar Godean, Sungai Progo, dan sampai di pemandangan sawah-sawah dan Pegunungan Menorehnya Kulonprogo. Mulai dari sini jalan akan menanjak dan berkelok serta mempunyai pemandangan indah. Setelah melewati jalan menanjak berkelok, kita akan menemukan pertigaan mentok, ambil kanan menuju arah Goa Kiskendo. Nanti anda akan melewati pasar Jonggrangan yang mana didekat sana ada jalan menuju air terjun Setawing dan Air Terjun Grojogan Sewu. Jika menemu persimpangan jalan ambil yang mengarah kea rah Goa Kiskendo. Setelah melewati Goa akan ada pertigaan dengan pemandangan hutan pinus, ambil kiri yang mengarah kea rah Kokap. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan jembatan yang ada papan petunjuk jalan ke arah air terjun Mudal. Dari papan petunjuk tersebut kita tinggal mengikutinya saja.
Karena menuju kesini tidak ada angkutan umum, kita hanya bisa menempuhnya dengan kendaraan pribadi atau sewaan. Akses jalan aspal, namun jalan banyak tanjakan dan turunan (jika pulang kearah Jogja), lebih baik pastikan kendaraan yang kita bawa dalam keadaan fit ya :)

temen satu tim selo :3
Bantu bagikan artikel ini ke teman-teman kalian ya, biar masyarakat sekitar sini dapat penghasilan tambahan :)

Selamat berwisata , dan sampahnya dibuang yang benar :D

Tuesday, January 13, 2015

Eksplorasi Potensi Tersembunyi, Air Terjun Talang Ogan, Tanggamus, Lampung


Air Terjun Talang Ogan, salah satu potensi wisata dari sekian banyak potensi wisata tersembunyi di Kabupaten Tanggamus Lampung.  Saya mendapat kesempatan mengunjungi air terjun ini karena ada tugas dari atasan untuk mengsurvei air terjun ini dan potensi apa saja yang ada di dalamnya. Dinamakan air terjun talang ogan karena dulunya sekitar air terjun ini terdapat Talang (perkampungan kecil dalam hutan) dimana masyarakatnya merupakan Suku Ogan.

pak hadi, orang yg mengantar kami ke lokasi air terjun
Air terjun ini berada Gunung Tanggamus tepatnya berdekatan dengan dusun Talang Beringin, Kecamatan Pulau Panggung. Air terjun yang memiliki tinggi sekitar 15 meter ini cukup indah. Air mengalir jernih walau musim hujan sekalipun, susunan batu dan batang pohon yang membuat air mengalir jatuh dengan indahnya terekam oleh kamera yang saya bawa. Tidak hanya itu, ditepian air terjun ini tumbuh pohon bambu dan terdapat jembatan bambu yang mengingatkan saya tentang air terjun Jumog di Karanganyar karena disana pun terdapat jembatan bambu. Jembatan bambu disini sengaja dibangun untuk akses jalan warga sekitar untuk ke sebrang sungai. Jembatan ini mungkin nanti bisa menjadi landmark untuk air terjun ini J.

air terjun Talang Ogan

ini dia jembatan calon landmarknuya :D, sayanya nggak loh
Serunya untuk menuju kesini kita diharuskan berjalan kaki melintasi hutan dan perkebunan kopi selama kurang lebih 30 menit. Terdengar sahut-sahutan serangga hutan, bahkan terdengar suara-suara sahutan siamang. Berjalan kakinya dihutan tidak seperti di hutan belantara. Disini sudah ada akses jalan setapak yang sering digunakan warga untuk berkebun di kebun mereka. Hati-hati jika kesini saat musim hujan karena kondisi jalan menjadi licin.

Air Terjun Tersembunyi

menaiki tebing
Sebenarnya ada satu lagi air terjun yang tersembunyi diatas air terjun ini. Cara mencapai kesana awalnya cukup sulit karena harus menaiki tebing terjal. Setelah sampai diatas air terjun kita tinggal menyelusuri sungai sekitar kurang dari 1 km. Serunya tracking susur sungai bisa sekalian bermain air, kita bisa melihat rimbunnya tumbuhan-tumbuhan rimba hutan. Saking rimbunnya udara sekitar sungai begitu sejuk dan sinar matahari agak sulit tembus. Di tengah perjalanan, kami menjumpai air terjun kecil yang cukup unik, bentuknya seperti anak tangga, sehingga kami pun bisa menaikinya sampai atas. Berjalan menaiki air terjun ini dengan rasa menaiki tangga istana, istana hutan rimba dan saya raja hutannya :D
tolong menolong menuju air terjun tersembunyi
Air Terjun Anak Tangga

Hutan Bambunya
akhirnya terlihat juga, tersembunyi emang lokasinya
Setelah melewati air terjun kecil tersebut, suasana masih agak gelap karena cahaya matahari makin sulit tembus dan kami akhirnya mulai memasuki hutan bambu yang lebat. Ada berbagai jenis bambu tumbuh di kanan kiri sungai yang merupakan tebing. Suasana yang kian mistis melewati hutan rimba dan hutan bambu pinggir sungai sirna, ketika suara air terjun terdengar. Air terjun ini hanya memiliki tinggi sekitar 10 meter, lebih kecil dari air terjun Talang Ogan. air terjun ini meliuk jatuh kebawah dan mengalir lembut di sungai berbatu-batu kerikil. Adanya pohon yang tumbang makin mempercantik air terjun ini. pohon tumbang tersebut kami jadikan tempat duduk untuk menikmati keadaan sekitar. Saat waktunya pulang, kami tidak melewati rute awal karena akan menuruni tebing air terjun Talang Ogan, jadi kami yang dipandu oleh warga setempat menaiki tebing di sisi kiri air terjun karena  diatasny ada jalan setapak yang biasa digunakan warga untuk keluar masuk hutan.


Sebagai catatan kecil, karena memasuki hutan, untuk menuju air terjun  Talang Ogan dan air terjun tersembunyi saya saran untuk mengajak warga setempat (ada kontak personnya jika kalian mau) yang tahu kondisi daerah setempat agar menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Rute menuju ke Air Terjun Talang Ogan
Saya lebih menyarankan untuk menggunakan kedaraan pribadi atau sewaan. Menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan dari kota Bandar Lampung, kita bisa menempuh rute ke arah Kotaagung yaitu Bandar Lampung-Kemiling-Gedong Tataan-Pringsewu-Pagelaran-Talang Padang-Gisting-Gunung Batu-Pasar Gunung Batu-Pekon Talang Beringin.

Jika menggunakan angkutan umum, kita bisa menaiki bus dari pertigaan Pramuka atau terminal Kemiling dengan menaiki bus jurusan Kotaagung, turun di pasar Gisting. Dari pasar Gisting anda bisa meminta ojek mengantar anda sampai desa terdekat dengan air terjun, yaitu Pekon Talang Beringin.


Air terjun ini belum dikelola, belum ada yang menarik retribusi tiket masuk. Untuk penitipan kendaraan pribadi bisa dititipkan di rumah warga di pekon Talang Beringin. Semoga kedepannya air terjun ini dapat dikelola oleh pihak masyarakat sekitar secara lestari sehingga potensi tersebut tidak sia-sia.
Sunday, December 14, 2014

Eksplorasi Wisata Air Terjun Way Lalaan, Tanggamus


Way Lalaan 1
Setelah mendaki lereng Gunung Tanggamus, tempat yang dikunjungi team Tour D’Semaka selanjutnya adalah air Terjun Way Lalaan.

Jika kita bertanya tempat wisata di Kotaagung pada warga sekitar Kotaagung, jawaban mereka kebanyakan “Pantai Terbaya dan air terjun Way Lalaan. Selain air terjun ini terkenal oleh masyarakat setempat, aksesnya juga sangat mudah di jangkau dari pada air terjun lain yang ada di Tanggamus. Tempat wisata air terjun Way Lalaan terletak di pinggir jalan utama Bandar Lampung-Kotaagung.

Gerbang Masuk Wisata Way Lalaan
Rute menuju kesana cukup mudah, Jika dari Bandar Lampung, air terjun Way Lalaan terletak sebelum kita sampai ke Kotaagung, kita hanya tinggal membawa kendaraan melintasi jalan raya Bandar Lampung-Kotaagung, melewati Terminal Kemiling – Gedong Tataan – Gading – Pringsewu – Talang Padang – Gisting – Batu Kramat – Air Terjun Way Lalaan. Setelah melewati daerah Gisting, kita akan melewati daerah Batu Kramat yang ditandai jalan turunan dan berkelok-kelok. Melewati daerah ini saat cerah, kita bisa melihat indahnya pemandangan laut Teluk Semaka. Setelah melewati jalan ini akan ada papan petunjuk dan gerbang selamat datang Wisata Air Terjun Way Lalaan dengan desain ala Tanggamus.

Siapa sangka, lokasi wisata air terjun Way Lalaan ini mempunyai 2 (dua) air terjun loh. Masyarakat sekitar memberi nama Air Terjun Way Lalaan 1 yang terletak di sebelah atas dan Air Terjun Way Lalaan 2 yang terletak disebelah bawah. Banyak wisatawan  hanya mengunjungi Way Lalaan 1 karena keberadaan Way Lalaan 2 tidak diberitahukan oleh pihak pengelola, yaitu Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) setempat. Kalau dilihat-lihat memang akses jalan menuju Way Lalaan 2 memang sulit, harus menuruni bukit yang saya bilang cukup terjal dan perjalanan pulang juga harus menaiki jalan yang terjal itu.

Way Lalaan 1
Air Terjun Way Lalaan 1 memiliki ketinggian sekitar 8-10 meter, dengan hiasan bentuk batu yang alami dan tanaman merambat di sekitar batu membuat air terjun tersebut makin tampak indah. Namun sayangnya wisatawan tidak boleh berenang terlalu ke tengah karena cukup dalam dan kadang terjadi pusaran air. Di lokasi ini terdapat taman yang bisa digunakan untuk bersantai-santai, mengelar tiker menyantap bekal. 
tracking ke Way Lalaan 2
way Lalaan 2 dari atas
Team Tour D’Semaka hanya sebentar menikmati Way Lalaan 1 karena hidangan utama yaitu Duren Tanggamus sudah menunggu diatas :D. Setelah menikmati Way Lalaan 1, kami menyebrangi sungai menuju rute selanjutnya yaitu Air Terjun Way Lalaan 2. Perjalanan cukup menegangkan karena kami diharuskan menuruni lereng yang cukup terjal, apalagi tanahnya licin karena paginya habis hujan. Setelah sampai dibawah, kesulitan menuruni lereng terbayar dengan indahnya Way Lalaan 2. Way Lalaan 2 ini berbeda dengan Way Lalaan 1 dari segi luas, maupun ketinggian air terjun. Tinggi air terjunnya perkiraan saya lebih dari 15 meter. Area untuk berenangnya pun sangat luas, namun hati-hati agak ketengah agak dalam. Ciri khas batuan unik yang ada di Way Lalaan 1 ternyata ada juga disini. Sesampainya di depan air terjun Way lalan 2, beberapa dari kami ada yang langsung menceburkan diri, ada yang mencari sudut foto yang bagus, ada pula yg mulai foto narsis. Cukup lama kami menikmati suasana Air Terjun Way Lalaan 2, kami pun bergegas naik ke atas kembali karena Hidangan Utamanya sudah siap di santap :D
Potret Pemandangan Way Lalaan 2
Si Andi kayaknya galau disini :D
Foto Keluarga Team Tour D'Semaka

Untuk mengunjungi Air Terjun Way Lalaan 2 ini, kita dianjurkan untuk diantar oleh pihak pengelola karena jalur tracknya agak sulit ditempuh. Menurut info yang saya dapat, jika beruntung kita bisa melihat kera atau monyet sedang berenang atau berendam di air terjun ini.
Tuesday, December 3, 2013

Air Terjun Irenggolo : Pesona Wisata Gunung Wilis



 

Gunung Wilis, gunung yang terlihat melintang panjang  saat saya berada di Tulungagung, bersilaturahmi ke rumahnya Aris Santoso. Gunung Wilis merupakan gunung non-aktif dengan ketinggian 2552 M dpl terletak di beberapa kabupaten Jawa Timur seperti Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek. Saat berada di Tulungagung saya berkesempatan (diajak tuan rumah tepatnya) mengunjungi beberapa objek wisata di Gunung Wilis, salah satunya adalah Air Terjun Irenggolo.

Air terjun Irenggolo terletak di kabupaten Kediri, Jawa Timur  tepatnya di dusun Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Dari kota Kediri berjarak sekitar 28 km ke arah bara daya dan bisa memakan waktu paling cepat 30 menit. Sekitar 1 jam akan sampai di kawasan Air Terjun Irenggolo. dari sumber yang saya baca, jika berangkat dari kota Kediri rutenya yaitu berangkat ke arah barat melewati sungai Brantas yang membelah kota Kediri menuju ke daerah Poh Sarang, Kecamatan Semen menuju Besuki. Selanjutnya melintasi Desa Selopanggung dan akhirnya sampai di pintu gerbang Kawasan Wisata Besuki. Di sepanjang jalan kami tidak melihat adanya papan petunjuk menuju air terjun Irenggolo, hanya ada papan petunjuk menuju kawasan air terjun Dholo. Ikuti saja papan petunjuk tersebut karena searah dengan air terjun Irenggolo. Letaknya Irenggolo di lereng gunung, kita dituntut hati-hati karena pasti jalan berkelok-kelok dan kadang jalan tertutup kabut maupun licin, basah karena hujan.

pemandangan dijalan setapak menuju air terjun
Sesampainya di kawasan Air Terjun Irenggolo kita harus berjalan kaki dulu  sekitar 200 meter melewati jalan setapak yang disediakan. Sambil berjalan kaki kita bisa melihat pemandangan lereng gunung Wilis, suara burung berkicau riang, tumbuhan khas pegunungan bahkan bisa melihat burung menari dari dahan ke dahan, dari ranting ke ranting. Sesampainya di air terjun Irenggolo kami langsung berpisah, mencari sudut foto sendiri-sendiri :D.

batuan mirip anak tangga
Air terjun jatuh dari ketinggian 80 meter namun karena kemiringan lerengnya agak landai mungkin sekitar 40-45 derajat, kesannya tidak jatuh dari ketinggian 80 meter. Jika diperhatikan dengan seksama, batuan yang menjadi lintasan air terjun ini mempunyai bentuk yang unik seperti anak tangga. Saat bulan Suro (penanggalan Jawa) di air terjun ini terdapan prosesi adat Sesaji Tirto Husodo merupakan kegiatan ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat di Pegunungan Wilis sisi timur tepatnya berada di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo dan berlokasi di air terjun Irenggolo. 

Sayangnya, indahnya air terjun Irenggolo tidak diikuti dengan indahnya fasilitas yang ada. Terlihat beberapa fasilitas seperti kamar mandi, kolam renang, dan beberapa wahana bermain kurang terawat. Padahal jika maksimalkan fasilitas tersebut bisa menambah daya tarik wisatawan untuk berwisata, bersantai, melepas kepenatan di kawasan Irenggolo
fasilitas taman bermain

Saturday, April 27, 2013

Jalan-Jalan ke Curug Grenjengan Kembar, Magelang


Memang karena letaknya di kelilingin banyak gunung, Magelang memiliki banyak sekali Curug (air terjun), salah satunya yang saya kunjungi kali ini yaitu Curug Grenjengan Kembar. Diberi nama demikian karena dalam lokasi wisata ini terdapat dua buah curug yang bersebelahan. Sumber curug ini berasal dari anak sungai Cebong yang mata airnya dari lereng gunung Merbabu. untuk kedua kalinya saya mengunjungi curug ini setelah pertama kalinya tahun lalu di musim kemarau. Tidak terlalu puas karena debit airnya lebih sedikit dibanding kunjungan kali ini.

Curug Grenjengan Kembar terletak di Dusun Citran, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Magelang, Jawa Tengah. Kali ini saya bersama komunitas “Indonesia Landscaper (ILS)” berangkat dari kota Jogja mengikuti  Jalan Magelang, sesampainya di lampu lalu lintas mal Artos (Armada) ambil jalan ke arah Kopeng melewati terminal Bukit Tidar. Lampu lalu lintas setelah terminal ambil kanan ke arah jalan raya Kopeng. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan pertigaan yang ada papan petunjuk makam. Ambil kiri (jalan menurun) lalu ikuti jalan tersebut sampai anda menemukan papan petunjuk Curug Grenjengan Kembar. Hati-hati ketika mulai memasuki jalan desa karena selain jalannya hanya terdiri dari batu juga banyak anak kecil bermain di jalan tersebut.

dinding 
Disini kita tidak di tarik biaya masuk, hanya biaya parkir kendaraan sebesar 2000 rupiah dan tetap menjaga kebersihan dan keindahan Curug Grenjengan Kembar. Dari lokasi parkir, kami berjalan kaki sekitar 10 – 15 menit. Perjalanan menuju grenjengan kembar, kita akan melewati bukit yang terbelah, yang di dinding-dindingnya tertulis ukiran nama-nama orang yang 'saling mencintai" disini :p (sebut saja "dinding cinta"). Setelah melewati itu, kita mulai memasuki hutan yang dominan ditumbuhi oleh tanaman bambu yang berukuran besar, setelah melewati rimbunan bambu kita masih melewati hutan Pinus yang indah. hutan pinus ini merupakan hutan yang dimiliki oleh Perhutani. Di hutan pinus ini kita mulai bisa mendengar gemerincik suara air sungai, tanda curug Grenjengan Kembar sudah dekat. Rasa tak sabaran mempercepat langkah kaki kami.
Hutan Pinusnya
Sesampainya di lokasi, kami menyempatkan diri untuk mengalahkan rasa lapar dengan melahap sate ayam yang tadi dibeli di warung dekat lokasi parkir :D. Setelah itu baru coba mengambil beberapa foto sekalian bermain air. Air terjunnya cukup menarik, aliran air sungainya sangat deras apalagi ketika musim penghujan, Untuk memfoto air terjun ini kita harus mempersiapkan pelindung kamera dari embun air berterbangan tertiup angin, perlu disiapkan juga sebuah kain lap untuk mengelap kaca filter lensa yang terkena embun.

daripada corat-coret mending, numpuk2 batu bentuk tulisan ya :)

Foto Keluarga
Sesuai namanya, Air terjun Grenjengan Kembar mempunyai dua air terjun yang mempunyai khasnya tersendiri terutma pada air terjun yang letaknya di dekat dengan hutan pinus. Air terjun tersebut mempunyai keunikan yang berbeda dengan air terjun kembarannya ataupun air terjun lainnya. Saya menyebutnya Air Terjun "Tersenyum", disebut demikian karena pada air terjun ini terdapat batu yang membelah aliran air terjun ini menjadi dua bagian, di batu tersebut terukir seperti sebuah wajah yang seakan tersenyum melihat suasana keadaan air terjunnya masih tetap asri atau tersernyum menyambut kedatangan wisatawan yang tersenyum bergembira datang ke air terjun tersebut. Yah walaupun seperti sebuah kebetulan mungkin saja benar ada ya kalau air terjun ini memang benar-benar sedang tersenyum.
Air Terjun Tersenyum di Magelang