Showing posts with label wisata lampung. Show all posts
Showing posts with label wisata lampung. Show all posts
Wednesday, March 30, 2016

Laut Sebening Kaca di Pantai Klara, Lampung

Sebening Kaca-kan :p
Cerita ketika tinggal di Lampung beberapa waktu yang lalu, saya sempat menjelajah ke daerah Pesawaran yang terkenal akan keindahan alamnya terutama pantainya. Saya tertarik dengan pantai-pantai yang memiliki dermaga. Sepertinya damai berdiri atau duduk di atas dermaga pagi/sore hari menikmati alam. Salah satu pantai yang terdapat dermaga di daerah Pesawaran Lampung adalah pantai Klara.

Pantai Klara merupakan pantai favorit warga Lampung terutama kota Bandar Lampung karena letaknya tidak begitu jauh, hanya menempuh selama 30 menit saja. Pantai Klara memiliki dermaga besar dengan gazebo yang cukup luas yang dibuat untuk menikmati lautnya yang bening. Dan atab dari gazebo tersebut tertulis TNI Angkatan Laut karena pantai ini merupakan wilayah dari TNI Angkatan Laut Lampung yang sebagian dimanfaatkan untuk wisata.

Tikungan terakhir sebelum memasuki pantai
Untuk menuju kesini dari Bandar Lampung cukup mudah, hanya saja tidak ada angkutan umum. Kita harus menggunakan kendaraan sendiri untuk sampai ke pantai ini. Dari Bandar Lampung tinggal menuju arah Padang Cermin lewat daerah teluk Betung.  Kalian akan melewati beberapa pantai seperti Pantai Mutun. Jika kalian melihat pemandangan laut dari atas bukit tandanya kalian hendak sampai di Pantai Klara. Berhati-hatilah karena bukit tersebut agak rawan kecelakaan karena  terpesona dengan pemandangan lautnya. Setelah menuruni bukit, tinggal menyelusuri jalan pesisir pantai dan sampailah di gerbang masuk Pantai Klara. Untuk memasuki pantai Klara, kita harus membayar tariff masuk Rp 10.000/orang dan motor sebesar Rp. 5.000, untuk mobil mungkin Rp.10.000,-.
kawasan parkir dan beberapa gubuk sewaan pinggir pantai
Kawasan Pantai Klara ditumbuhi oleh tumbuhan pohon kelapa yang cukup rapat, mungkin sebabnya pantai ini dinamai pantai Klara, Klapa Rapat :D. Sepanjang pantai ini terdapat gubuk-gubuk kecil yang disewakan sebesar Rp.20.000,- untuk kalian yang ingin menikmati dan menaruh barang-barang agar lebih bebas menikmati setiap sudut pantai Klara. Setelah lebih bebas saya menuju dermaga pantai Klara yang terihat cukup menggoda untuk didatangi.


Terlihat muda-mudi berduaan di gazebo ujung dermaga Pantai Klara, saya enggan kesana takut dikira jadi “setannya”. Saya memilih candid dari jauhan sehingga mendapatkan foto yang sip saja. Dari dermaga ini bisa terlihat laut yang cukup jernih, dan bening sejernih kaca, sehingga terlihat dasar laut berupa hamparan pasir pantai yang cukup halus menjadi pilihan beberapa orang untuk berenang-renang. Saat saya berada disana masih terlihat sepi, sepertinya belum banyak orang yang datang. Yah lebih baik begini, pantai terlihat cukup tenang. Di depan Gazebo ujung dermaga terdapat ban pelampung sebagai pertanda wilayah dalam. Jika tidak bisa berenang dilarang melewati batas tersebut.

Perahu yang pulang dari Pahawang
Jika kita melihat ke arah laut, terdapat beberapa pulau yang bisa kita kunjungi, dan salah satu caranya bisa menyewa jasa perahu ke pulau tersebut, untuk harga saya hanya menanyakan harga sewa kapal untuk seharian ke pulau Pahawang sebesar Rp.450-500rb/kapal dengan kuota orang sebesar 10 orang. Cukup murah jika patungan 10 orang :D.

Semoga kebersihan dan jernih lautnya tetap terjaga dari sampah-sampah sisa wisatawan bertangan nakal. Setelah menikmati pantai Pesawaran, saya memilih kembali ke Bandar Lampung untuk kuliner Mie Kodon yang berada di daerah Teluk Betung. Sebuah Bakmi Legendarisnya Lampung :D
Tuesday, June 30, 2015

Bendungan Batutegi Kabupaten Tanggamus, Lampung

Bendungan BAtutegi dan Kelok 8nya

Berbicara soal wisata di Kabupaten Tanggamus, Lampung , yang pertama kali di ingat pasti wisata Teluk Kiluan dimana kita bisa melihat riangnya lumba-lumba liar berenang di habitatnya. Namun wisata Kabupaten Tanggamus tidak soal itu saja, ada juga sebuah Bendungan yang katanya terbesar di Asia Tenggara, Namanya Bendungan Batutegi.

Sesuai namanya, Bendungan Batutegi terletak di Pekon Batutegi, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Bendungan ini terletak diantara dua lekukan bukit yang tinggi dan air pada bendungan tersebut menenggelamkan bukit-bukit  kecil disekitarnya. Pembangunan dilaksanakan 1995 silam dan akhirnya selesai pada Tahun 2004 dan diresmikan oleh ibu Megawati,  Presiden saat itu. Menurut pak petugasnya Bendungan dengan luas sekitar 3.560 hektar ini mempunyai kapasitas penampungan yang mampu menahan debit air sebanyak 9 juta meter kubik, dan PLTA yang berada di bendungan ini mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas total mencapai 125,2 giga watt per tahun.

Menuju ke bendungan Batutegi dari Bandar Lampung cukup mudah, cukup menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 2 jam. Untuk menuju kesini lebih baik menggunakan kendaraan pribadi, aksesnya agak sulit jika menggunakan angkutan umum. Dari Bandar Lampung ambil jalan menuju Talang Padang Kabupaten Tanggamus melewati pertigaan terminal Kemiling, setelah melewati pertigaan Terminal tersebut kita tinggal mengikuti jalan besar itu saja atau mengikuti petunjuk jalan ke arah Kota Agung. Dalam perjalanan kita akan melewati Kabupaten Pesawaran, Gapura Bambu Kuning Kabupaten Pringsewu, kota Pringsewu lalu akan sampai sekitar 30 menit melewati kota Pringsewu aka nada petunjuk jalan menuju Bendungan Batutegi, ikuti petunjuk-petunjuk yang ada nanti akan membawa kita sampai ke Bendungan Batutegi.
Mesin Pembangkit Listrik dan Pemandangan perbukitan
tulisan landmarknya batutegi
Memasuki Bendungan Batutegi kita hanya membayar biaya perorang sebesar Rp.2000,- saja, namun nanti untuk biasa parkir dan masuk ke area bendungan kalian harus membayar lagi. Ada dua tempat yang menarik yang bisa kalian coba yaitu menuju ke dalam bendungan atau ke Jetty atau disebut juga dermaga bendungan. Untuk memasuki dalam bendungan kita harus ijin kepada penjaga pintu terlebih dahulu, sekaligus mengisi buku tamu. Memasuki bendungan kita bisa melihat pemandangan bendungan dan bukit-bukit di sekelilingnya juga bisa berfoto di landmarknya yaitu tulisan “Bendungan Batutegi”.  Sayangnya disini saya tidak bisa lama-lama karena disini panas, tidak ada tempat berteduh sama sekali. Saya pun segera keluar dan pindah ke tempat satu lagi yaitu Dermaga (Jetty).

narsis, pemandangan batutegi dari atas
Perjalanan menuju dermaga terdapat spot untuk melihat Bendungan Batutegi dari atas. Spot tersebut berada di atas jalan kelok kelok menurun, sebut saja kelok 8 (delapan) karena kelokannya dilihat dari atas seperti angka 8. Dari atas sini terlihat jelas hampir keseluruhan pemandangan bendungan. Terlihat memang bendungan Batutegi diapit oleh pegunungan-pengunungan besar dan ditengah waduk ada sebuah pulau yang merupakan kawasan hutan lindung, di dalamnya terdapat satwa primata yang dilindungi seperti kukang. Sering sekali KPHL Batutegi beserta BKSDA Lampung juga bekerjasama dengan suatu LSM melepas liarkan satwa-satwa tersebut di sekitar atau di Pulau yg ada di tengah Bendungan Batutegi.

dermaga (jetty) dan tumbuhan coklat yg tumbuh memenuhi sekitar bendungan
Akhirnya mencoba menuruni kelok delapan tersebut dan sampai lah di dermaga Bendungan Batutegi. Di pinggir dermaga cukup teduh, beberapa keluarga sedang asik dibawah pohon menikmati bekal yang di bawanya, beberapa sedang duduk di warung-warung pinggir bendungan menunggu hidangan pesanannya jadi. Bendungan Batutegi ternyata terdapat semacam tumbuhan air berwarna coklat, tumbuhan itu selalu di keruk karena khawatir merusak mesin Bendungan ataupun menggangu aliran air disana. Di dermaga terdapat kapal-kapal kecil yang menawarkan jasa untuk berkeliling bendungan, waktu itu saya ditawarkan harga sebesar 70 ribu 1 kapal dengan maksimal penumpang 7-10 orang. Sayangnya waktu kesini saya tidak sempat mencoba keliling bendungan dengan perahu karena kurang kuotanya, mungkin lain waktu akan mencobanya lagi membawa teman yang lebih banyak.


Bendungan Batutegi, wisata Tanggamus yang memang tidak seterkenal Teluk Kiluan. Namun keindahan alam yang disuguhkannya bisa dibilang indah dan dapat memanjakan diri melepas lelah sejenak dari rutinitas yang menumpuk. Silakan kunjungi Bendungan Batutegi ini :)
Saturday, May 16, 2015

Sejenak Menikmati Pagi di Kotaagung, Lampung

Sunrise di Dermaga Baru Kotaagung
Kotaagung, sebuah tempatdi Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung yang letaknya berada
di pesisir Teluk Semaka. Konon di Teluk Semaka ini merupakan perairan persinggahan kapal-kapal besar pengangkut muatan terutama kapal pengangkut minyak bumi milik Pertamina. Selain itu teluk tersebut menjadi persinggahan dan habitat biota-biota laut sehingga tak heran hasil nelayan di Kotaagung cukup menjanjikan. Keberadaan Kotaagung sangat penting karena menjadi satu-satunya tempat yang menghasilkan ikan-ikan laut segar se-Kabupaten Tanggamus.

Suatu pagi, matahari belum menampakan mukanya, saya turun daerah Gisting -suatu desa di lereng gunung Tanggamus- karena  ingin merasakan suasana laut pagi-pagi. Kotaagunglah pilihan terdekat karena hanya berjarak sekitar 20 menit menuruni pegunungan dari Gisting. Kondisi jalanan sepi, agak was-was karena menurut warga setempat beberapa ruas jalan dari Gisting menuju Kotaagung terkenal sebagai tempat rawan begal.  Wajar saja, beberapa ruas jalan tersebut memang masih hutan dan perkebunan rakyat.  Kata warga setempat agar terhindar dari begal jika harus berangkat pagi-pagi lepaslah helm, berjalan santai-tenang, dan menggunakan pakaian yang tidak terlalu mencolok seperti halnya warga setempat atau peladang yang sering melintasi jalan tersebut. Bisa juga mengikuti truk atau mobil yang melintasi sehingga kita tidak sendiri saat melintasi jalan tersebut.

Dermaga lama Kotaagung
Sesampainya di Kotaagung sekitar Jam 6 kurang, suasana masih sepi, matahari belum terlihat mukanya. Saya langsung memilih mengarahkan motor kea rah pantai menuju Dermaga Madang. Ada beberapa dermaga disini, dua dermaga baru yang terbuat dari cor-coran dan dermaga lainnya masih tradisional terbuat dari kayu. Terlihat banyak orang berkumpul di Dermaga Baru, tempat berlabuhnya kapal-kapal nelayan. Mereka yang berkumpul di dermaga sebagian besar memang menunggu para nelayan tiba membawa hasil tangkapannya.  matahari pun terbit dari balik Gunung Tanggamus, nelayan belum juga datang, saya pun memilih sibuk mengambil beberapa foto sunrise di tempat ini. Saking asiknya tidak sadar, nelayan sudah tiba di pinggir dermaga, ikan-ikan segar diangkat dari kapal sekoci, nelayan mulai menghitung hasil tangkapannya sambil menunggu gerobak untuk mengangkut hasil tangkapannya ketempat pelelangan ikan. Dan mulai saya pahami mereka yang mengerubingi nelayan itu ternyata hendak membeli ikan hasil tangkapan dan nantinya akan di jual di sekitar Tempat Pelelangan Ikan. Sebut saja pasar Madang.

Kapal-kapal yang ada di teluk semaka
20 ribu aja ^^
Ikannya cukup beragam, dari ikan ukuran sepanjang telapak tangan, bahkan ada ikan yang panjangnya lebih dari manusia dewasa, mungkin sekitar 2 meter. Menurut penuturan beberapa teman yang tinggal di Lampung, ikan di Kotaagung ini terkenal enak, mungkin karena diambil dari Tekuk Semaka yang kondisinya lautnya belum atau mungkin sedikit terkontaminasi oleh sesuatu zat. Harga ikannya pun cukup murah, sayapun tergoda untuk membeli ikan Selayar  dengan harga 20 ribu rupiah untuk 10 ekor. Harga yang cukup murah tapi setelah melewati tawar-menawar yang cukup sengit hehe

Di dekat dermaga madang, terdapat suatu pantai yang diatas pasirnya terdapat kapal-kapal kecil nelayan berlabuh, namun sayang sekali kondisinya mengerikan, banyak sampah bertebaran disepanjang pantai tersebut, padahal jika kebersihan pantai ini di jaga bisa menjadi tempat menikmati pantai yang asik untuk bersantai dan menghilangkan penat, sekedar berdiri memandang laut, atau menikmati Kopi Robusta asli Lampung yang terkenal akan asam-pahitnya.

sampah berserakan di pantai deket dermaga :(
Matahari mulai meninggi, perut sudah lapar, saya memutuskan kembali ke mess Rimbawan Gisting, mengolah seiket ikan untuk di panggang :D

ikan panggang sudah jadi :D

Thursday, March 19, 2015

Batu Guri : Spot Menikmati Laut, Senja dan Mengamati Aktivitas Satwa


Rasa penasaran nampak di wajah kami sesampainya di dermaga Tembakak, Dermaga penyebrangan ke Pulau Pisang.  Dari dermaga tersebut pohon kelapa di pulau pisang bergoyang-goyang seakan melambai memanggil kami untuk cepat menyebrang dan menepi di sana. Saya memandang jauh pulau tersebut dari ujung selatan ke ujung utara. Terlihat sesuatu menarik di ujung utara, sebuah karang yang cukup besar, bentuknya terlihat samar karena letaknya cukup jauh. Pak Ahmad, seorang guide lokal menjelaskan kalau lokasi tersebut bernama Batu Guri.

Batu Guri terletak di sebelah timur laut tepatnya di Pekon (desa) Labuhan, Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Untuk menuju lokasi ini dari Bandar Lampung harus menempuh jarak yang cukup panjang, kira-kira sekitar 5-6 jam perjalanan. Rute singkatnya Bandar Lampung-Kemiling-Gedong Tataan-Gading-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan-Bengkunat-Krui-Dermaga Tembakak.

rumah adat lampung di Pulau Pisang
Sesampainya mendarat di Pulau Pisang kalian bisa berjalan kaki sekitar 15-20 menit menyelusuri Pekon Labuhan. Senyum dan sapaan ramah warga setempat menyambut kedatangan kami memasuki desa mereka. Di sepanjang jalan terlihat rumah-rumah adat Lampung dan pohon kelor yang tersusun rapi. Rumah tersebut yang terawat ada juga yang rusak karena lama ditinggalkan oleh pemiliknya. Cukup banyak rumah yang kami lewati terdapat cengkeh yang di Jemur, mengingat di pulau pisang ini banyak terdapat perkebunan cengkeh yang berada di tengah dan sebelah selatan dan barat pulau ini.
Jalan Setapak  di Pesisir Batu Guri

Pemandangan di Pantai Batu Guri
Melewati pemukiman Pekon Labuhan, sampailah kita di pesisir pantai. Terlihat dari kejauhan batu karang yang bentuknya ternyata cukup unik. Kami beruntung, karena laut sedang surut kami bisa mendekati karang tersebut. Cukup mengagetkan, ada kapal karam di dekat karang unik tersebut. Kapal karam tersebut seperti sebuah bonus bagi yang mengunjungi Batu Guri. Kita bisa naik ke kapal karam tersebut dengan menaiki beberapa karam dan anak tangga yang terbuat dari kayu. Hati-hati saat di atas batu karangnya karena batu karang tersebut cukup tajam dan sebagian agak licin karena terkena air lain. Sayangnya kapal karam penambah daya tarik perlahan-lahan akan dibongkar.

ini dia Kapal yang Karamnya
Batu Karang di Batu Guri bentuknya unik, terutama karang yang paling besar. Jika kita lihat dari dekat bentuknya menyerupai kepala Burung dan keberadaan tumbuhan yang tumbuh di atas batu karang tersebut ibarat seperti bulu-bulu yang ada di kepala burung. Entah karena bentuknya seperti kepala burung, ternyata Batu Karang tersebut merupakan rumah dari spesies burung laut berwarna putih (sepertinya jenis kuntul laut). Burung tersebut bisa kalian lihat sebelum matahari terbit sebelum mereka pergi mencari makan atau setelah sore hari saat matahari terbenam, mereka akan pulang ke batu karang ini. Sayangnya ketika kami kesini kami hanya sempat melihat langsung di sarang mereka, kami hanya melihat mereka pergi terbang mencari makan saat pagi hari.

Sore hari kerika laut sedang pasang, di Batu Guri kita bisa bertemu dan mengamati aktivitas penyu mencari makan. Penyu yang datang ke Batu Guri ternyata cukup banyak dan mereka berpencar di sepanjang pantai Batu Guri. Penyu-penyu tersebut berenang kesana kemari, melewati karang-karang kecil, kadang melawan ombak, sesekali mengeluarkan kepala mereka diatas laut , sesekali menghampiri karang yang kami pijak. Mau sebenarnya berenang bersama penyu-penyu tersebut, namun mengurungkan niat tersebut, karena ombak di sekitar Batu Guri juga lumayan besar dan sayanya tidak bisa berenang dengan baik hehe. Matahari makin rendah, warna langit mulai berubah mulai kekuningan.  Kami bergegas mencari tempat yang SIP untuk menikmati senja di Batu Guri. Kami memilih menikmati dari pohon ketapang, duduk memandangi suasana senja di Batu Guri dan mengabadikannya.



Tuesday, January 13, 2015

Eksplorasi Potensi Tersembunyi, Air Terjun Talang Ogan, Tanggamus, Lampung


Air Terjun Talang Ogan, salah satu potensi wisata dari sekian banyak potensi wisata tersembunyi di Kabupaten Tanggamus Lampung.  Saya mendapat kesempatan mengunjungi air terjun ini karena ada tugas dari atasan untuk mengsurvei air terjun ini dan potensi apa saja yang ada di dalamnya. Dinamakan air terjun talang ogan karena dulunya sekitar air terjun ini terdapat Talang (perkampungan kecil dalam hutan) dimana masyarakatnya merupakan Suku Ogan.

pak hadi, orang yg mengantar kami ke lokasi air terjun
Air terjun ini berada Gunung Tanggamus tepatnya berdekatan dengan dusun Talang Beringin, Kecamatan Pulau Panggung. Air terjun yang memiliki tinggi sekitar 15 meter ini cukup indah. Air mengalir jernih walau musim hujan sekalipun, susunan batu dan batang pohon yang membuat air mengalir jatuh dengan indahnya terekam oleh kamera yang saya bawa. Tidak hanya itu, ditepian air terjun ini tumbuh pohon bambu dan terdapat jembatan bambu yang mengingatkan saya tentang air terjun Jumog di Karanganyar karena disana pun terdapat jembatan bambu. Jembatan bambu disini sengaja dibangun untuk akses jalan warga sekitar untuk ke sebrang sungai. Jembatan ini mungkin nanti bisa menjadi landmark untuk air terjun ini J.

air terjun Talang Ogan

ini dia jembatan calon landmarknuya :D, sayanya nggak loh
Serunya untuk menuju kesini kita diharuskan berjalan kaki melintasi hutan dan perkebunan kopi selama kurang lebih 30 menit. Terdengar sahut-sahutan serangga hutan, bahkan terdengar suara-suara sahutan siamang. Berjalan kakinya dihutan tidak seperti di hutan belantara. Disini sudah ada akses jalan setapak yang sering digunakan warga untuk berkebun di kebun mereka. Hati-hati jika kesini saat musim hujan karena kondisi jalan menjadi licin.

Air Terjun Tersembunyi

menaiki tebing
Sebenarnya ada satu lagi air terjun yang tersembunyi diatas air terjun ini. Cara mencapai kesana awalnya cukup sulit karena harus menaiki tebing terjal. Setelah sampai diatas air terjun kita tinggal menyelusuri sungai sekitar kurang dari 1 km. Serunya tracking susur sungai bisa sekalian bermain air, kita bisa melihat rimbunnya tumbuhan-tumbuhan rimba hutan. Saking rimbunnya udara sekitar sungai begitu sejuk dan sinar matahari agak sulit tembus. Di tengah perjalanan, kami menjumpai air terjun kecil yang cukup unik, bentuknya seperti anak tangga, sehingga kami pun bisa menaikinya sampai atas. Berjalan menaiki air terjun ini dengan rasa menaiki tangga istana, istana hutan rimba dan saya raja hutannya :D
tolong menolong menuju air terjun tersembunyi
Air Terjun Anak Tangga

Hutan Bambunya
akhirnya terlihat juga, tersembunyi emang lokasinya
Setelah melewati air terjun kecil tersebut, suasana masih agak gelap karena cahaya matahari makin sulit tembus dan kami akhirnya mulai memasuki hutan bambu yang lebat. Ada berbagai jenis bambu tumbuh di kanan kiri sungai yang merupakan tebing. Suasana yang kian mistis melewati hutan rimba dan hutan bambu pinggir sungai sirna, ketika suara air terjun terdengar. Air terjun ini hanya memiliki tinggi sekitar 10 meter, lebih kecil dari air terjun Talang Ogan. air terjun ini meliuk jatuh kebawah dan mengalir lembut di sungai berbatu-batu kerikil. Adanya pohon yang tumbang makin mempercantik air terjun ini. pohon tumbang tersebut kami jadikan tempat duduk untuk menikmati keadaan sekitar. Saat waktunya pulang, kami tidak melewati rute awal karena akan menuruni tebing air terjun Talang Ogan, jadi kami yang dipandu oleh warga setempat menaiki tebing di sisi kiri air terjun karena  diatasny ada jalan setapak yang biasa digunakan warga untuk keluar masuk hutan.


Sebagai catatan kecil, karena memasuki hutan, untuk menuju air terjun  Talang Ogan dan air terjun tersembunyi saya saran untuk mengajak warga setempat (ada kontak personnya jika kalian mau) yang tahu kondisi daerah setempat agar menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Rute menuju ke Air Terjun Talang Ogan
Saya lebih menyarankan untuk menggunakan kedaraan pribadi atau sewaan. Menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan dari kota Bandar Lampung, kita bisa menempuh rute ke arah Kotaagung yaitu Bandar Lampung-Kemiling-Gedong Tataan-Pringsewu-Pagelaran-Talang Padang-Gisting-Gunung Batu-Pasar Gunung Batu-Pekon Talang Beringin.

Jika menggunakan angkutan umum, kita bisa menaiki bus dari pertigaan Pramuka atau terminal Kemiling dengan menaiki bus jurusan Kotaagung, turun di pasar Gisting. Dari pasar Gisting anda bisa meminta ojek mengantar anda sampai desa terdekat dengan air terjun, yaitu Pekon Talang Beringin.


Air terjun ini belum dikelola, belum ada yang menarik retribusi tiket masuk. Untuk penitipan kendaraan pribadi bisa dititipkan di rumah warga di pekon Talang Beringin. Semoga kedepannya air terjun ini dapat dikelola oleh pihak masyarakat sekitar secara lestari sehingga potensi tersebut tidak sia-sia.
Thursday, January 8, 2015

Sejenak Menikmati Indahnya Pantai Tanjung Setia

kesetiaan di Pantai Tanjung Setia :)
Pantai Tanjung Setia, penamaannya bukan karena tempat ini menjadi tempat yang digunakan untuk mengucap janji setia atau semacamnya, tapi karena letaknya berada di desa Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat (dulunya sebelum pemekaran masuk Kab. Lampung Barat),Provinsi Lampung. Pantai ini letaknya sangat strategis yaitu di pinggir jalan lintas barat Sumatera dari Lampung menuju Bengkulu, Padang dan wilayah pesisir barat Sumatera lainnya. Karena letaknya tersebut beberapa pengguna jalan yang melewati jalan lintas barat Sumatera kadang memberhentikan kendaraannya sejenak untuk beristirahat di pesisir pantai ini. dengan fasilitas yang ada disana lumayan lengkap, mereka bisa beristirahat dengan nyaman, tentunya dengan suasana pantai Tanjung Setia yang indah. Mungkin saja sampai terlalu nyamannya berada disana, mereka malah menjadi setia di Tanjung Setia dan menunda melanjutkan perjalanan sejenak :D
letak pantainya di pinggir jalan uitama lintas barat Sumatera
Tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya, Tanjung Setia juga terkenal akan ombaknya yang besar dan menantang sehingga menjadikannya salah satu spot surfing yang ada di Indonesia. Kedatangan saya dan teman-teman bukan untuk surfing, hanya ingin beristirahat sejenak menikmati pantai, mengambil  gambar dan bahan tulisan untuk mengenalkan pariwisata Lampung serta pingin selfi aja di tulisan selamat datang di pantai Tanjung Setia << tujuan utamanya :D
selfi di gapura tulisan ini tujuannya :D
Rasa capai perjalanan pulang yang melelahkan dari Pulau Pisang kembali ke Bandar Lampung dilepaskan di Pantai Tanjung Setia ini. Laut yang biru, pasir yang putih, air laut yang jernih sehingga kami bisa melihat terumbu karang dan ikan-ikan kecil yang memilih hidup bersama terumbu karang. Sayangnya saat kami berkunjung kesini ombak besar telah membawa dan mendaratkan sampah-sampah dari muara sungai seperti kayu-ranting di pesisir pantai ini. sayang seribu sayang lagi, kami pun tidak melihat aksi para surfer menikmati ombak di pantai in karena memang ombaknya sedang tenang dan laut sedang surut. Hanya terlihat beberapa wisatawan, dua anaknya bang Indra yang sibuk bermain air dan sepasang muda-mudi yang sedang duduk berdua dibawah rindangan pohon, mungkin ingin mengucap janji setiakah mereka? Siapa tau loh :D





Tak perlu khawatir  jika anda ingin mengunjungi pantai ini atau sekedar beristirahat di sejenak di pantai ini karena fasilitas yang ada disini bisa dibilang cukup lengkap. ada rumah makan di pinggir pantai yang siap memanjakan perut anda dengan hidangan lautnya, rindangan pohon pesisir pantai yang sejuk untuk bersantai, bahkan homestay di sekitar pantai tersebut.
Friday, January 2, 2015

Pantai Tembakak dan Karang-Karangnya Yang Unik

Formasi Karang Tembakak
Tembakak, Salah satu pantai yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai akses penting untuk menuju Pulau Pisang. Disini bersandar beberapa perahu yang siap mengantarkan wisatawan, masyarakat setempat atau barang kebutuhan masyarakat pulau Pisang. Namun dibalik itu semua, pantai menyimpan keunikan yang bisa membuat para wisatawan berdatangan.

karang tembakak dilihat dari laut
Pagi itu, saat hendak menyebrang ke pulau Pisang, bersama teman-teman kurang menyadari keunikan pantai ini. saya menganggap pantai ini hanya pelabuhan kecil belaka untuk menyebrang ke pulau Pisang. Mungkin perhatian kami sudah fokus pada pulau Pisang yang ada di depan mata, dan saya sendiri sedikit agak takut karena akan terombang-ambing di lautan demi menuju Pulau Pisang :D. Saat pulang dari pulau pisang menuju Pantai Tembakak, kebetulan langit cerah, kami melihat keberadaan karang yang menjulang tinggi, lebih tinggi dari batu karang di sekitarnya. Formasi karang yang unik inilah yang menurut saya bisa menjadi penarik wisatawan untuk berkunjung ke sini. Belum lagi karena pantai ini di pinggir jalur lintas barat Sumatera menuju Bengkulu, tempat ini bisa sekaligus menjadi tempat peristirahatan sejenak.

Habis dari Pulau Pisang :D
Rute ke Pantai Tembakak
Menurut administrasi, pantai Tembakak ini terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, dekat dengan Ibukota Kabupaten Pesisir Barat yaitu Krui. Jika dari Bandar Lampung dengan menggunakan kendaraan pribadi, kita bisa mengambil jalur menuju Kota Krui melintasi Kotaagung. Rutenya yaitu Bandar Lampung-Kemiling-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Tanjakan Sedayu-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)-Bengkunat-Krui-Pantai Tembakak. Kondisi jalan cukup baik, namun mulai tanjakan sedayu hingga pantai Tembakak, jalan mulai berlubang-lubang. Cek kondisi bahan bakar saat sampai di kotaagung dan diisi hingga penuh karena setelah melewati kotaagung tidak ada pom bensin lagi. Perjalanan dari Bandar Lampung ke kota Krui sekitar 6-7 Jam, dari kota Krui ke Tembakak hanya menempuh jarak 30 menit saja, dan tentunya tetap hati-hati karena jalan penuh lubang.

Keindahan Pantainya

pasir hitam dan pohon kelapanya :)
Selain ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa, pantai menjadi pelabuhan kecil untuk menyebrang ke pulau pisang ini, punya keunikan yang khas. Selain pasir hitamnya yang halus, pantai ini mempunyai batu karang besar yang khas. Bagi penggemar fotografi, pantai dengan formasi karang seperti itu bisa menjadi tempat foto favorit untuk foto dengan teknik slowspeed. Sayangnya saat saya berkunjung kemari, saya tidak melakukan hal itu karena selain tidak bawa tripod, dan juga ombak saat itu sedang surut, relatif tenang. Jika kita memandang jauh kearah laut akan terlihat pulau Pisang yang berjarak sekitar 15-20 menit berkayar dari pantai Tembakak. Jika ingin menaiki batu karang-batu diharapkan hati-hati karena batu-batu karang tersebut sangat licin, juga diperhatikan datangnya ombak sehingga terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

narsis berlatarkan laut dan pulau pisang

pantai Tembakak dan formasi karangnya

formasi karang pantai Tembakak
Pantai ini layak kalian kunjungi, sekalian mengunjungi pulau Pisang, kota Krui ataupun jika kalian ingin pergi ke daerah Bengkulu via jalur lintas barat Sumatera.
Thursday, December 25, 2014

Mau Ke Pulau Pisang, Yuk Simak Tipsnya :)


Pulau Pisang, pulau kecil yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung ini sangat menarik untuk kalian kunjungi. Pulau yang masih jarang di kunjungi ini menyimpan banyak potensi menarik dari pesona alamnya, kearifan lokal, budayadan keunikan-keunikan lain yang membuat kita tertarik mengunjungi pulau ini. Mengunjungi Pulau Pisang aksesnya cukup mudah kok, yuk simak tipsnya :

Transportasi
Bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun Bus. Jika ingin menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan kita benar-benar dalam kondisi fit. Jika ingin menggunakan bus, ambil bus jurusan Bengkulu yang melewati kotaagung atau daerah2 yang ada di pesisir barat Sumatera dan bisa turun di terminal Krui atau dermaga Tembata. Jika dari Bandar Lampung kita bisa menaiki Bis “Krui Putra“.  Jadwalnya dari terminal Rajabasa, Bandar Lampung tiap 2 jam sekali mulai jam 07.00 pagi. Jika malas naik angkutan umum, ada bisa naik travel-travel yang ada di Bandar Lampung.
Untuk penyebrangan bisa dari dermaga pasar Krui, atau bisa dari dermaga Tembakak. Dari pasar Krui kita akan terombang-ambing di lautan selama kurang lebih 1 jam dan jika menyebrang dari dermaga Tembakak kita hanya menempuh jarak 15-20 menit saja dengan harga 15 ribu perorang. Jadwal penyebrangannya hanya pukul jam 7 pagi dan jam 2 siang. Jika dilewat jam tersebut kita hanya bisa menyewa kapal penyebrangan sebesar 500.000 ribu (harga update 20 Desember 2014)

Akses
Mudahnya untuk ke Pulau Pisang kita Jika kita berangkat dari Bandar Lampung menuju Krui kita bisa melewati  jalur lintas barat Sumatera yaitu, Bandar Lampung-Kemiling-Gedong Tataan-Gading-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan-Bengkunat-Krui-Dermaga Tembakak. Kondisi jalan sampai melewati Kotaagung sangat baik, namun mendekati hutan Taman Nasional akan melewati jalan tanjakan panjang yang terkenal dengan tanjakan sedayu, disini kita harus mulai hati-hati karena jalanan mulai berlubang sampai dermaga Tembata. Melintasi Taman Nasional juga relatif berbahaya jika kita tidak hati-hati. Terkadang ada ranting-ranting pohon bahkan pohon tumbang yang menutupi jalan.

Fasilitas
Jangan kaget ketika sampai di Pulau Pisang, disini tidak ada listrik, beberapa masyarakat sekitar mengandalkan genset untuk menerangi rumah mereka saat malam hari dan itu pun terbatas paling lama jam 11 malam. Sinyal telpon pun agak susah, kita baru bisa dapat sinyal ketika agak ke pinggir pantai. Bagi yang ingin bermalam di Pulau Pisang, terdapat beberapa homestay yang siap untuk disewakan. Jika malas berkeliling Pulau Pisang dengan berjalan kaki, kita bisa menyewa kendaraan bermotor masyarakat setempat.

Penduduk

Penduduk di Pulau Pisang di sehari-hariannya menggunakan bahasa Lampung Pesisir, namaun jangan begitu khawatir, banyak dari mereka yang bisa berbahasa Indonesia. Penduduk disini ramah-ramah, senang diajak ngobrol. Sapalah mereka saat kalian mengunjungi pulau pisang ini.

Sunday, December 14, 2014

Eksplorasi Wisata Air Terjun Way Lalaan, Tanggamus


Way Lalaan 1
Setelah mendaki lereng Gunung Tanggamus, tempat yang dikunjungi team Tour D’Semaka selanjutnya adalah air Terjun Way Lalaan.

Jika kita bertanya tempat wisata di Kotaagung pada warga sekitar Kotaagung, jawaban mereka kebanyakan “Pantai Terbaya dan air terjun Way Lalaan. Selain air terjun ini terkenal oleh masyarakat setempat, aksesnya juga sangat mudah di jangkau dari pada air terjun lain yang ada di Tanggamus. Tempat wisata air terjun Way Lalaan terletak di pinggir jalan utama Bandar Lampung-Kotaagung.

Gerbang Masuk Wisata Way Lalaan
Rute menuju kesana cukup mudah, Jika dari Bandar Lampung, air terjun Way Lalaan terletak sebelum kita sampai ke Kotaagung, kita hanya tinggal membawa kendaraan melintasi jalan raya Bandar Lampung-Kotaagung, melewati Terminal Kemiling – Gedong Tataan – Gading – Pringsewu – Talang Padang – Gisting – Batu Kramat – Air Terjun Way Lalaan. Setelah melewati daerah Gisting, kita akan melewati daerah Batu Kramat yang ditandai jalan turunan dan berkelok-kelok. Melewati daerah ini saat cerah, kita bisa melihat indahnya pemandangan laut Teluk Semaka. Setelah melewati jalan ini akan ada papan petunjuk dan gerbang selamat datang Wisata Air Terjun Way Lalaan dengan desain ala Tanggamus.

Siapa sangka, lokasi wisata air terjun Way Lalaan ini mempunyai 2 (dua) air terjun loh. Masyarakat sekitar memberi nama Air Terjun Way Lalaan 1 yang terletak di sebelah atas dan Air Terjun Way Lalaan 2 yang terletak disebelah bawah. Banyak wisatawan  hanya mengunjungi Way Lalaan 1 karena keberadaan Way Lalaan 2 tidak diberitahukan oleh pihak pengelola, yaitu Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) setempat. Kalau dilihat-lihat memang akses jalan menuju Way Lalaan 2 memang sulit, harus menuruni bukit yang saya bilang cukup terjal dan perjalanan pulang juga harus menaiki jalan yang terjal itu.

Way Lalaan 1
Air Terjun Way Lalaan 1 memiliki ketinggian sekitar 8-10 meter, dengan hiasan bentuk batu yang alami dan tanaman merambat di sekitar batu membuat air terjun tersebut makin tampak indah. Namun sayangnya wisatawan tidak boleh berenang terlalu ke tengah karena cukup dalam dan kadang terjadi pusaran air. Di lokasi ini terdapat taman yang bisa digunakan untuk bersantai-santai, mengelar tiker menyantap bekal. 
tracking ke Way Lalaan 2
way Lalaan 2 dari atas
Team Tour D’Semaka hanya sebentar menikmati Way Lalaan 1 karena hidangan utama yaitu Duren Tanggamus sudah menunggu diatas :D. Setelah menikmati Way Lalaan 1, kami menyebrangi sungai menuju rute selanjutnya yaitu Air Terjun Way Lalaan 2. Perjalanan cukup menegangkan karena kami diharuskan menuruni lereng yang cukup terjal, apalagi tanahnya licin karena paginya habis hujan. Setelah sampai dibawah, kesulitan menuruni lereng terbayar dengan indahnya Way Lalaan 2. Way Lalaan 2 ini berbeda dengan Way Lalaan 1 dari segi luas, maupun ketinggian air terjun. Tinggi air terjunnya perkiraan saya lebih dari 15 meter. Area untuk berenangnya pun sangat luas, namun hati-hati agak ketengah agak dalam. Ciri khas batuan unik yang ada di Way Lalaan 1 ternyata ada juga disini. Sesampainya di depan air terjun Way lalan 2, beberapa dari kami ada yang langsung menceburkan diri, ada yang mencari sudut foto yang bagus, ada pula yg mulai foto narsis. Cukup lama kami menikmati suasana Air Terjun Way Lalaan 2, kami pun bergegas naik ke atas kembali karena Hidangan Utamanya sudah siap di santap :D
Potret Pemandangan Way Lalaan 2
Si Andi kayaknya galau disini :D
Foto Keluarga Team Tour D'Semaka

Untuk mengunjungi Air Terjun Way Lalaan 2 ini, kita dianjurkan untuk diantar oleh pihak pengelola karena jalur tracknya agak sulit ditempuh. Menurut info yang saya dapat, jika beruntung kita bisa melihat kera atau monyet sedang berenang atau berendam di air terjun ini.